Category: Analisa

Kenaikan Minyak Mentah Pada Hari Kamis

Minyak Mentah

OIL menguat 1% pada hari Kamis, melanjutkan reli penguatan yang ditopang oleh seputar optimisme meningkatnya permintaan China. Sementara pelaku pasar energi cenderung mengabaikan kenaikan besar dalam persediaan minyak mentah Amerika untuk minggu kedua berturut-turut.

Permintaan minyak China naik hampir 1 juta barel per hari (bph) dari bulan sebelumnya menjadi 15,41 juta bph pada November. Level tertinggi sejak Februari, menurut angka ekspor terbaru yang diterbitkan oleh Joint Organizations Data Initiative.

Sebagai pengingat, Oil sempat jatuh melemah turun lebih dari satu dolar per barel di hari Rabu dan awal sesi Asia hari Kamis. Karena aksi taking profit pelaku pasar dan data ekonomi makr Amerika yg menunjukkan ekonomi kehilangan momentum pertumbuhan. Kedua tolok ukur minyak dunia mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada hari Selasa.

Harga juga sempat tertekan setelah data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan stok minyak mentah Amerika pekan lalu naik 8,4 juta barel. Kenaikan terbesar sejak Juni 2021, namun hal tersebut tidak mampu mengimbangi perhitungan kembalinya permintaan minyak mentah dari China dan potensi “hilangnya” supply minyak mentah dunia dari Russia.
– Brent berjangka naik $1,18, atau 1,4%, di tutup pada $86,16 per barel.
– WTI naik 85 sen, atau 1,1%, di tutup pada $80,33 per barel.
Itu adalah level penutupan tertinggi untuk kedua kontrak sejak 1 Desember.

Ekonomi Amerika

Dolar melemah lagi pada hari Kamis dan bergerak dalam perdagangan yang fluktuatif, serangkaian data terus menunjukkan bahwa ekonomi Amerika melambat setelah beberapa kenaikan suku bunga yang besar dan kuat dari Federal Reserve. Membuat para pelaku pasar mengantisipasi (berharap) berkurangnya pengetatan kebijakan moneter dari FED tahun ini.

Pasar saat ini hanya satu arah: Bearish dolar dan obligasi panjang. Akan butuh waktu untuk mengubah arah itu karena aliran data saat ini tidak mendukung sikap Fed bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama.

Data Ekonomi Makro Amerika semalam menunjukkan sektor perumahan turun. Jumlah Dimulainya Pengerjaan Pembangunan Rumah Baru turun 1,4% ke tingkat 1,382 juta unit bulan lalu. Izin Pendirian Bangunan juga turun, turun 1,6% ke tingkat 1,330 juta unit.

Aktivitas Manufaktur

Aktivitas manufaktur di kawasan Mid-Atlantic juga melemah di bulan Januari. Indeks manufaktur bulanan Fed Philadelphia naik menjadi negatif 8,9 bulan ini, dari negatif 13,7 pada Desember, peningkatan dari estimasi median negatif 11.

Survei juga menunjukkan tekanan inflasi. Yang terakhir – diukur PPI – turun menjadi 24,5 pada Januari dari 36,3 bulan lalu. Itu adalah yang terendah dalam hampir 2-1/2 tahun.

Hanya sektor Ketenagakerjaan yg membaik, (itupun data mingguan), Klaim Pengangguran Mingguan turun 15.000 menjadi 190.000 untuk minggu yg dihitung hingga 14 Januari. Hasil ini lebih baik dari Forecast pasar yg disurvei oleh Reuters yg memperkirakan 214.000 klaim untuk pekan terakhir.

Beberapa petinggi FED tadi malam juga muncul dan lagi lagi memberi tekanan negaitf untuk USD.
Presiden Fed Boston Susan Collins mengatakan Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga menjadi “tepat di atas” 5% dan kemudian bertahan di sana untuk jangka waktu tertentu.

Sementara Wakil Ketua Fed Lael Brainard, mengatakan meskipun inflasi baru-baru ini turun moderat. Tapi itu masih tetap tinggi dan “kebijakan perlu cukup ketat untuk beberapa waktu untuk memastikan inflasi kembali ke 2% secara berkelanjutan.”

Emas Menguat

Emas menguat naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Kamis, didukung oleh dolar yang melemah dan beberapa permintaan safe-haven. Pembacaan ekonomi Amerika yang lemah dan komentar dari pejabat Federal Reserve memicu kekhawatiran resesi.

Gabungan dari komentar para pejabat FED, ekspektasi pasar bahwa FED akan melamban dalam pengetatatn kebijakan moneternya . Data ekonomi Amerika yg cenderung menunjukkan perlambatan, membuka kran aliran Safe Haven ke pada emas.

Indeks Dolar bergerak di level terendah dalam delapan bulan terakhi. Setelah serangkaian data menunjukkan ekonomi Amerika kehilangan momentum pertumbuhan dan membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing.

Data pada hari Rabu menunjukkan penjualan ritel Amerika turun paling banyak dalam setahun di bulan Desember, ini merupakan catatan tersendiri karena pada Bulan Desember penjualan retail Amerika cenderung menguat, sementara harga produsen turun lebih dari yang diharapkan bulan lalu, memberikan bukti bahwa inflasi telah surut.
– Emas spot di tutup 1,1% menjadi $1.924, mendekati level High 9 bulan yg lalu di $1.929 yang dicapai pada hari Senin.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,9% pada $1.923,9.

BACA JUGA : Cadangan Minyak Mentah Amerika

Focus News :
– 17:00 | EUR | ECB President Lagarde Speaks
– 22:00 | USD | Existing Home Sales ( F: 3.95M , F: 4.09M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Departemen Tenaga Kerja AS : ada 190.000 klaim awal tunjangan pengangguran dalam sepekan, turun dibanding pekan sebelumnya 205.000 klaim
– Federal Philadelphia : indeks aktivitas wilayah Philadelphia naik di -8,9 di Januari dari -13,8 di Desember
– Biro Sensus AS : pembangunan rumah turun 1,4% menjadi 1,38 juta unit di Desember. Izin mendirikan bangunan turut turun 1,6% menjadi 1,33 juta izin
– EIA : stok minyak mentah AS selama sepekan naik 8,41 juta barel menjadi 448,0 juta barel. Stok bensin naik 3,48 juta barel. Stok distilasi turun 1,94 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 3,65 juta barel
– Wakil Ketua Fed Brainard : melihat suku bunga harus tetap tinggi untuk beberapa waktu, bahkan saat inflasi mereda, bersikeras tidak mengabaikan komitmennya untuk menjinakkan harga.
– MenKeu AS Yellen : Departemen mulai mengambil langkahluar biasa untuk membayar tagihan pemerintah federal karena telah mencapai batas utangnya pada Kamis. Yellen juga memperingatkan langkah tersebut tetap tunduk pada “ketidakpastian yang cukup besar” jika Kongres tidak mengesahkan undang-undang untuk meningkatkan plafon utang
– Presiden ECB Lagarde berjanji kebijakan akan tetap ketat karena inflasi masih terlalu tinggi, bertekad untuk menurunkannya menjadi 2% pada waktu yang tepat. “Akan tetap dengan kenaikan tarif. 2023 tidak akan secemerlang tetapi lebih baik dari yang ditakuti. Kita harus menghindari kasus itu terjadi”

WhatsApp Image 2022 02 11 at 9.16.18 AM

Data Ekonomi Makro

Data Ekonomi Makro

Data ekonomi makro Amerika semalam juga sempat membuat Dolar tertekan, US Empire State Manufacturing Index
Di rilis pada angka -32.9, lebih buruk dari Forecast -8.7 bahkan Last -11.2
– Indeks Dolar di tutup memgyat sebesar 0.1% pada level 102.110

Dolar menguat tipis dalam range yg cukup ketat dan fluktuatif.
Fluktuasi Dolar tampaknya digerakkan oleh ekspektasi kemungkinan perubahan kebijakan di Bank of Japan (BOJ). Yang dapat mengakhiri apa yang disebut “kontrol kurva imbal hasil” dan menjadi pendahulu untuk mengadopsi sikap moneter yang lebih ketat.

BOJ menargetkan beberapa suku bunga Obligasi jangka pendek di -0,1% dan Yields obligasi pemerintah 10 tahun-nan pada rentang 0,5% di atas atau di bawah nol. Bertujuan untuk mencapai target inflasi 2% secara berkelanjutan.
YEN Jepang menguat terhadap Dolar sejak minggu lalu sebesar 5% atas sikap antisipasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan BoJ tersebut diatas.

Data ekonomi makro Amerika semalam juga sempat membuat Dolar tertekan, US Empire State Manufacturing Index
Di rilis pada angka -32.9, lebih buruk dari Forecast -8.7 bahkan Last -11.2
– Indeks Dolar di tutup memgyat sebesar 0.1% pada level 102.110

GOLD

Emas jatuh melemah pada perdagangan Selasa malam tadi. Koreksi dari level High tahun ini karena tertekan oleh Rebound yg terjadi pada Dolar.
Indeks dolar Amerika naik 0,1% dan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar melihat ini sebagai koreksi dalam tren sideways-to-higher. Para Pelaku Pasar masih percaya kombinasi dari pelemahan dolar dan kekhawatiran inflasi terus mendukung sentiment positif yang mendasari emas.

Emas sempat naik sebentar setelah data data ekonomi Amerika di rilis memburuk. Namun tidak mampu menahan koreksi harga yg sedang menerpa emas.
– Emas spot turun 0,7% menjadi $1.904,87, setelah mencapai level tertinggi sejak akhir April pada hari Senin.
– Emas berjangka Amerika ditutup turun 0,6% pada $1.909,9.

Data Ekonomi Makro China

OIL menguat pada hari Selasa dalam perdagangan yg cukip fluktuatif. Oil bahkan mengabaikan laporan data ekonomi makro China yg membukukan pertumbuhan ekonomi tahunan yang lemah, tetapi ekspektasi dan harapan bahwa perubahan baru-baru ini dalam kebijakan COVID-19 akan meningkatkan permintaan bahan bakar lebih mendominasi sentiment pelaku pasar energy.

Produksi kilang minyak China pada tahun 2022 telah turun 3,4% dari tahun sebelumnya dan mencatatkan penurunan tahunan pertama sejak 2001, meskipun produksi minyak harian bulan Desember naik ke level tertinggi kedua di tahun 2022.
Impor minyak mentah China naik 4% pada Desember dan dorongan permintaan yang cukup besar untuk bahan bakar transportasi utk antisipasi saat Tahun Baru Imlek dimulai pada Minggu

Laporan Bulanan

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam laporan bulanan bahwa permintaan minyak China akan tumbuh 510.000 barel per hari tahun ini, sementara perkiraan pertumbuhan permintaan global 2023 tidak berubah pada 2,22 juta barel per hari.
– Brent ditutup naik $1,46, atau 1,7%, menjadi $85,92 sementara minyak mentah West Texas Intermediate ditutup naik 32 sen, atau 0,4%, pada $80,18.

Baca Juga : Kenaikan Suku Bunga

Focus News :
– Tent | JPY | BoJ Policy Rate ( F: -0.10% , P: -0.10% ) & Monetary Policy Statement
– Tent | JPY | BoJ Press Conference
– 14:00 | GBP | CPI y/y ( F: 10.5% , F: 10.7% )
– 20:30 | USD | PPI m/m ( F: -0.1% , F: 0.3% )
– 20:30 | USD | Core PPI m/m ( F: 0.1% , F: 0.4% )
– 20:30 | USD | Retail Sales m/m ( F: -0.8% , F: -0.6% )
– 20:30 | USD | Core Retail Sales m/m ( F: -0.5% , F: -0.2% )
– 02:00 | USD | Beige Book
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Fed New York : indeks kondisi bisnis wilayah, ukuran aktivitas manufaktur, turun 21,7 poin menjadi -32,9 pada Januari, dari -11,2 pada Desember, level terendah dalam sejarah survei
– Ketua DPR AS McCarthy meminta Demokrat terlibat dengan Republik mengenai rencana fiskal termasuk peningkatan batas utang federal, dimana Gedung Putih menegaskan kembali penolakannya terhadap negosiasi, yang akan meningkatkan gejolak pasar.
– Pembuat kebijakan ECB mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat daripada yang diperkirakan Presiden ECB Lagarde pada Desember
– Laporan Bulanan OPEC MOMR : produksi Desember rata-rata naik 91.000 bph menjadi 28,971 juta bph, dengan kenaikan terbesar dari Nigeria. Bagian OPEC dari produksi minyak mentah global “tetap tidak berubah di 28,5% pada bulan Desember, dibandingkan bulan sebelumnya”
– SekJend OPEC Al-Ghais : optimis dengan ekonomi global, melihat permintaan minyak meningkat di China hingga 500 ribu bph di 2023. Sedang menunggu apa yang terjadi setelah liburan tahun baru China. Kuota impor minyak China yang lebih besar adalah pertanda baik. OPEC juga mengincar potensi perlambatan di Eropa dan AS.

WhatsApp Image 2022 02 11 at 9.16.18 AM

Kenaikan Suku Bunga

Kenaikan Suku Bunga

Dolar Amerika jatuh ke level terendah dalam hampir sembilan bulan terakhir pada perdagangan hari Kamis setelah data CPI menunjukkan inflasi Amerika mereda. Memperkuat asumsi bahwa Federal Reserve akan kurang agresif dengan kenaikan suku bunga ke depannya.

Dolar juga tertekan oleh menguatnya Yen Jepang yg melonjak. Mencapai level termahal lebih dari enam bulan terakhir terhadap USD. Di tengah laporan bahwa Bank of Japan dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi efek samping dari pelonggaran moneter.

Mata uang Eropa juga ikut menekan Dolar setelah pada hari Rabu sebelumnya ECB memberikan isyarat bahwa mereka akan terus lanjut menaikkan Suku Bunga Euro.

Data Ekonomi Makro menunjukkan indeks harga konsumen Amerika (CPI) turun 0,1% bulan lalu. Menandai penurunan pertama dalam data sejak Mei 2020.
Tekanan harga mereda karena siklus pengetatan kebijakan moneter oleh FED mengurangi permintaan, dan hambatan dalam rantai pasokan mereda.
Data dari sektor Ketenagakerjaan dilaporkan membaik, namun tidak cukup kuat untuk meredam tekanan pelemahan yg menerpa Dolar Amerika. Klaim Pengangguran Awal Mingguan turun ke 205K, jauh lebih baik dari yg diperkirakan 215K.
– Indeks dolar AS turun 0,815% pada 102,20, level terendah sejak 6 Juni.

SAFE HAVEN

Emas menguat pada perdagangan hari Kamis kemarin, utamanya pada sesi Market Amerika tadi malam. Melemahnya Indeks USD menjadi penopang utama penguatan emas, Dolar yg tertekan oleh laporan tingkat inflasi Amerika yg menurun membuat emas melonjak hingga sentuh level $1900. Merupakan level tertinggi sejak 9 bulan terakhir, level $1900 ini terakhir terlihat pada bulan Mei 2022.

Seperti yg sudah diketahui bersama, menurunnya tingkat inflasi menguatkan asumsi pelaku pasar bahwa FED akan memperlambat laju kenaikan suku bunga nya, dan ini menekan indeks dolar.

Emas sempat bergerak fluktuatif selama beberapa saat setelah data Inflasi di rilis. Melonjak hingga mencetak High harian di level $1901.43, namun jatuh terkoreksi tajam pada jam berikutnya hingga kembali ke level sebelum rilis data.
Namun emas kembali merambat pelan pelan hingga menutup perdagangan harian di dekat level tertinggi harian.
– Emas spot naik 0,1% ke $1.897,92, Harga naik 1,7% sejauh minggu ini.
– Emas berjangka Ameirka naik 0,2% menjadi $1.901,80.

ENERGY

OIL menguat naik sekitar $1 per barel pada hari Kamis, didukung oleh data ekonomi makro yang menunjukkan tingkat inflasi Amerika secara tak terduga turun pada bulan Desember. Selain itu optimisme atas prospek permintaan China.

Seperti yg telah diketahui bersama,Turunnya tingkat inflasi menguatkan ekspektasi pelaku pasar bahwa FED akan memperlambat laju kenaikan suku bunga USD. Ini bisa melemahkan mata uang USD.
Melemahnya USD memberi dorongan penguatan untuk Oil karena USD sering bergerak berlawanan dengan nilai komoditi Oil.

CPI Amerika turun 0,1%, menunjukkan inflasi sekarang dalam tren penurunan yang berkelanjutan. Pengimpor minyak utama China membuka kembali kegiatan ekonominya setelah berakhirnya pembatasan COVID-19 yang ketat. Meningkatkan harapan akan permintaan minyak yang lebih tinggi.
– Brent di tutup pada level $84,03 per barel, naik $1,36, atau 1,7%.
– West Texas Intermediate menetap di $78,39 per barel, naik 98 sen, atau 1,3%

Minyak Mentah

Focus News :
– 22:00 | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment ( F: 60.8 , P: 59.7 )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Departemen Tenaga Kerja AS : ada 205.000 klaim awal tunjangan pengangguran dalam sepekan. Dibanding pekan sebelumnya 206.000 klaim
– Departemen Tenaga Kerja AS : indeks harga konsumen (CPI), yang mengukur biaya barang dan jasa, turun 0,1% tingkat bulanan dan turun menjadi 6,5% tingkat tahunan pada Desember, dimana pada November berada di 7,1%, melambat enam bulan beruntun dan terendah seperti April 2020. CPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,3% tingkat bulanan, dan turun 5,7% tingkat tahunan (dari 6,0%)
– Kota-kota di China mengalami tingkat kemacetan yang mencapai rekor, sementara maskapai penerbangan domestik juga mengalami lonjakan penumpang, menjadi pertanda bagi permintaan bahan bakar di negara tersebut, dengan China yang juga menerbitkan kuota impor minyak mentah lebih tinggi untuk tahun 2023

Cadangan Minyak Mentah Amerika

Minyak Mentah Amerika

Administrasi Informasi Energi Amerika (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah melonjak 19,0 juta barel pekan lalu, membalik Forecast yg justru memperkirakan pnurunan jumlah cadangan minyak sebesar 2.2 juta barel. Lonjakan jumlah cadangan minyak mentah Amerika ini merupakan kenaikan cadangan minyak mentah mingguan terbesar ketiga yang pernah ada dan terbesar sejak stok naik dengan rekor 21,6 juta barel pada Februari 2021.
– Brent berjangka naik $2,57, atau 3,2%, menjadi $82,67 per barel.
– West Texas Intermediate naik $2,29, atau 3,1%, menjadi menetap di $77,41.

Emas di tutup melemah, terkoreksi dari level tertinggi harian pada perdagangan hari Rabu kemarin dan bergerak cukup fluktuatif. Emas bahkan sempat mencetak Rekor High dalam delapan bulan terakhir di kisaran 1886. Karena para pelaku pasar memposisikan diri jelang laporan data inflasi Amerika yang dapat mempengaruhi jalur kebijakan Federal Reserve.

Memasuki paruh kedua sesi Eropa, Harga emas anjlok melemah oleh beberapa aksi “profit taking dari pedagang berjangka jangka menjelang laporan CPI besok. Pelemahan tersebut bahkan terus berlanjut hingga memasuki sesi Amerika.

Para pelaku pasar melihat peluang sebesar 77% Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,50%-4,75% pada bulan Februari. Dan melihat suku bunga memuncak pada 4,92% pada bulan Juni. Asumsi dan ekspektasi ini yg membuat indeks Dolar terus melemah sejak November 2022 lalu
– Emas spot di tutup di level $1.877,51.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,1% pada $1.878,9.

ENERGY

OIL menguat naik 3% ke level tertinggi mingguan pada hari Rabu kemarin, ditopang oleh harapan akan ada pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik dan kekhawatiran atas dampak sanksi terhadap produksi minyak mentah Rusia.
Efek dari Harapan akan bertumbuhnya ekonomi Global yg berujung pada harapan tumbuhnya permintaan minyak mentah bahkan mengalahkan laporan data cadangan minyak mentah Amerika yg melebihi Forecast.

Pelaku Pasar energi mulai terbiasa melihat harga minyak naik lebih tinggi. Permintaan minyak akan kembali dan ekspektasi tinggi bahwa permintaan China akan meroket menjadi penopang harga Oil.
Penjualan kendaraan penumpang China secara keseluruhan diperkirakan naik 5% pada tahun 2023. Sementara Output industri China diperkirakan tumbuh 3,6% pada 2022 dari tahun sebelumnya, kata Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT).

Dolar Amerika di tutup menguat tipis dalam perdagangan yg fluktuatif pada hari Rabu kemarin. Pelaku Pasar tampak bersikap hati hati jelang rilis data CPI yg biasa disebut sebagai data pengukur tingkat Inflasi ditengah minimnya data Eekonomi amkro Amerika Rabu kemarin.

HAWKISH ECB

Dolar sempat terpukul melemah oleh pernyataan Hawksih dari ECB yg mengatakan bahwa tingkat Suku Bunga ECB masih akan terus naik. Hingga dapat meredam tingginya tingkat Inflasi yg melanda zona Eropa.
Sebagian besar Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB bersikap hawkish. Gubernur bank sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau mengatakan ECB harus bertujuan untuk mencapai tingkat terminal pada musim panas, mengkonfirmasikan mereka harus menaikkan tingkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Gubernur bank sentral Austria Robert Holzmann memilih sikap yang lebih agresif.  “suku bunga harus naik secara signifikan lebih lanjut untuk mencapai tingkat yang cukup ketat untuk memastikan kembalinya inflasi tepat waktu sesuai target.” Dia akhirnya menambahkan bahwa terlalu dini untuk membahas kemungkinan tarif terminal. Terakhir, anggota Dewan Pemerintahan ECB Olli Rehn mengatakan bahwa suku bunga di Zona Euro masih harus naik secara signifikan dalam beberapa pertemuan berikutnya. Dan mencapai tingkat yang terbatas untuk meredam inflasi.

Pernyataan Dovish

Hal ini seperti berlawanan dengan FED yg oleh sebagian pelaku pasar dianggap akan memperlambat laju Suku Bunga USD.
Akhir minggu lalu, beberapa pejabat FED justru memberikan pernyataan yg cenderung Dovish, Mulai dari Raphael Bostic, hingga Lisa Cook.
Semalam “aroma” Dovish kembali tercium oleh pelaku pasar saat Presiden Federal Reserve Amerika Boston Susan Collins mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil. Collins mengatakan bahwa dia berpikir 25 bps atau 50bps akan masuk akal, menambahkan dia bersandar pada tahap ini untuk kenaikan 25 bps, tetapi mengklarifikasi itu sangat bergantung pada data.
– Indeks dolar di tutup menguat tipis,naik sedikit sebesar 0,01% pada level 103,26.

Focus News :
– 20:30 | USD | CPI m/m ( F: -0.1% , P: 0.1% )
– 20:30 | USD | CPI y/y ( F: 6.5% , P: 7.1% )
– 20:30 | USD | Core CPI y/y ( F: 5.7% , P: 6.0% )
– 20:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 216K , P: 204K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– EIA : stok minyak mentah AS selama sepekan naik 19 juta barel menjadi 439,6 juta barel. Stok bensin naik 4,1 juta barel. Stok distilat turun 1,07 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 2,5 juta barel
– DPR AS yang dipimpin Republik pada Rabu diperkirakan memberikan suara tentang undang-undang yang akan melarang menjual minyak dari Cadangan Minyak Strategis ke perusahaan-perusahaan yang terkait dengan China. Menandakan hubungan AS-China akan menjadi prioritas utama untuk Kongres baru
– AS akan mencapai batas utang bulan ini. Kongres diperkirakan memaksimalkan pinjaman $31,4 triliun, yang akan menyiapkan pertarungan politik di Kongres yang terbagi (DPR Republik, Senat Demokrat). Setelah batas tercapai, Departemen Keuangan tidak akan dapat menerbitkan utang baru tanpa tindakan kongres

Agresivitas The FED

Indeks futures Dow naik tipis

Agresivitas The FED

FED akan melunakkan sikap Agresifnya untuk kenaikan suku bunga

Dolar Amerika melemah lagi pada perdagangan Senin kemarin setelah sempat turun tajam pada hari Jumat sebelumnya. Pelemahan Dolar masih ditopang oleh seputar ekspektasi pasar bahwa FED akan memperlambat laju kenaikkan suku bunganya tahun 2023 ini dan meningkatnya Risk Appetite.
Para pelaku pasar tampak yakin bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih dari 5%, dari kisaran saat ini 4,25%-4,50%. Karena tekanan inflasi mereda dan pertumbuhan ekonomi berjalan secara moderat.

Para Pelaku Pasar hari ini jelas berfokus pada Pidato atau Pernyataan dari Powell nanti malam untuk mendapatkan petunjuk mengenai apa yg menjadi pandangan FED pada kondisi ekonomi Amerika akhir akhir ini. Laporan CPI Amerika Kamis lusa juga sangat dinantikan oleh pelaku pasar karena bisa dijadikan landasan asumsi dan ekspektasi gerakan kebijakan FED selanjutnya.

CPI

CPI, data yg biasa disebut data tingkat Inflasi, akan di rilis Kamis malam lusa dengan Forecast yg menunjukan penurunan tingkat Inflasi.
– Indeks dolar berada di level terendah 7 bulan terakhir, di tutup turun sebesar 0,81% di 103,033. Indeks, dolar sempat jatuh sebesar 1,15% pada hari Jumat karena Para Pelaku pasar beralih ke aset berisiko.
Emas menguat pada perdagangan hari Senin kemarin meskipun di tutup dalam kondisi terkoreksi dari level High harian. Emas bergerak fluktuatif dalam range yg cukup kecil seiring dengan minimnya data. Pelaku pasar tampak melakukan aksi wait and see pada rilis data Inflasi Amerika Kamis lusa.

Melemahnya Indeks USD Senin kemarin juga ikut mendukung penguatan emas, pelaku pasar tampak meyakini bahwa FED akan memperlambat laju kenaikkan suku bunga nya, dan hal tersebut menekan mata uang dolar.
– Emas spot naik 0,3% menjadi $1.870,45, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 9 Mei di awal sesi di $1.881,5.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,4% pada $1.877,8.

ENERGY

OIL menguat pada perdagangan hari Senin kemarin didukung oleh pembukaan status PPKM di China yg memunculkan harapan kembalinya permintaan minyak mentah dari China untuk kedepannya.
China sepenuhnya membuka kembali perbatasannya untuk perdagangan internasional untuk menghilangkan sisa-sisa terakhir dari aturan COVID yang kejam yang membentuk sebagian besar kebijakan sosialnya selama tiga tahun terakhir.

Permintaan minyak di China biasanya meningkat setiap tahun setelah Tahun Baru Imlek, yang tahun ini jatuh tempo pada akhir Januari. Tetapi dengan Beijing beralih dari kebijakan nol COVID ke kebijakan “COVID-apa saja”. Belum ada yang tahu bagaimana permintaan minyaknya akan berjalan. Data pekan lalu menunjukkan aktivitas manufaktur China menyusut selama lima bulan berturut-turut pada Desember. Karena negara itu bergulat dengan lonjakan kasus virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meskipun demikian, Beijing terus bersemangat membuka kembali status pembatasannya, dengan para pejabat mengatakan mereka mengharapkan sekitar 2 miliar perjalanan domestik selama musim Tahun Baru Imlek, hampir dua kali lipat tahun lalu dan 70% dari tingkat tahun 2019.
– Minyak mentah Brent naik $1,08, atau 1,4%, menjadi $79,65 per barel.
– West Texas Intermediate naik 86 sen, atau 1,2%, menjadi $74,63.

Focus News :
– 17:10 | JPY | BoJ Gov Kuroda Speaks
– 21:00 | USD | Fed Chair Powell Speaks
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :
– AS kesulitan mengisi ulang SPR setelah melepas 220 juta barel. Penolakan tawaran memicu spekulasi bahwa mengisi ulang SPR menjadi tantangan. Untuk Februari, rencana pembelian 3 juta barel, idealnya ketika harga turun menjadi $70 per barel. Spekulasi muncul bahwa DoE mungkin tidak memiliki cukup dana mengisi ulang SPR sepenuhnya, diperkirakan hanya memiliki daya beli sebesar $0,48 miliar. Dengan $70 per barel yang diinginkan, akan memberikan dana cukup untuk mengisi ulang SPR menjadi 440 juta barel

Minyak Mentah Read More

bahan bakar

Minyak Mentah

DATA EKONOMI DAN MINYAK MENTAH

Emas melonjak lebih dari 1% pada hari Jumat minggu kemarin. Naik ke tertinggi dalam tujuh bulan terakhir karena Yields Treasury dan mata uang dolar melemah turun setelah ripis data ekonomi Amerika memperkuat ekspektasi pelaku pasar bahwa Fed mungkin akan melunak atas sikap pengetatan kebijakannya.

Komentar Presiden FED Atalanta yg mengatakan perekonomian Amerika akan melambat. menambah kemungkinan FED akan menaikkan suku junga sebesar 25 bps pada Desember ikut memberikan tekanan pelemahan pada Dolar.

Namun Pelaku pasar tampaknya menghubungkan membaiknya sektor tenaga kerja dari NFP dan Jobless Rate dengan kemungkinan FED akan memperlambat laju kenaikan suku bunga nya.

Perlu diwaspadai pembacaan lanjutan dari rikis data Jumat kemarin. Beberapa hal penting yg perlu diperhatikan adalah :

pertama ; data sektor tenaga kerja yg di rilis Jumat kemarin adalah laporan bulan Desember, dimana hampir tidak pernah buruk.

Kedua ; Pembacaan hasil meeting FOMC yg mengatakan : “perlu lebih banyak bukti utk mengkonfirmasi meredanya inflasi” jelas membutuhkan data yg lebih dari sektor tenaga kerja. Apalagi laporan Tingkat Pendapatan Rata rata justru di laporkan menurun pada bulan Desember.

Dari hal ini beberapa analis justru memperingatkan bahwa data Jumat kemarin blm cukup kuat utk merubah arah kebijakan FED, meski pasar meresponnya dengan hebat.
– Emas spot melonjak 1,9% menjadi $1.867,18, tertinggi sejak 13 Juni tahun lalu. Harga emas telah naik sekitar 2,1% sejauh minggu ini, terbesar sejak minggu 2 Desember.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 1,6% pada $1.869,7

Focus News :
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Selasa : Gubernur BoJ berbicara, Fed Powell berbicara. Kamis : data AS pada inflasi harga konsumen. Jumat : data AS pada sentimen konsumen, dan awal rilis data pendapatan perusahaan Q4
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Departemen Tenaga Kerja AS : tenaga kerja sektor nonpertanian bertambah 223,000 pada bulan Desember, dari 256,000 pekerja pada November (dari turun dari 263,000). Tingkat pengangguran turun menjadi 3,5% di Desember dari 3,6%. Penghasilan per jam rata-rata naik hanya 0,3% setelah naik 0,4%. Yang menjadikan upah tahun ke tahun turun menjadi 4,6% dari 4,8%
  • ISM : indeks layanan ISM di AS turun kontraksi di 49,6 pada Desember, dari November 56,5, penurunan terbesar sejak 2020 dan kontraksi pertama sejak Mei 2020
  • Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 3 rig di 618 rig
  • Pemimpin Republik McCarthy akhirnya terpilih dan dilantik sebagai ketua DPR, setelah empat hari dan 15 putaran pemungutan suara, yang terpaksa membuat konsesi signifikan, termasuk menyetujui ketentuan yang memungkinkan satu anggota parlemen untuk membawa ke lantai mosi tidak percaya terhadapnya. Republik telah lama menolak ketentuan itu kepada anti-kemapanan, tetapi terpaksa menyetujuinya
  • Pemerintahan AS menunda pembelian untuk mengisi ulang cadangan minyak darurat setelah memutuskan bahwa penawaran yang diterima terlalu mahal atau tidak memenuhi spesifikasi yang diperlukan. Menolak beberapa tawaran yang didapat untuk pembelian potensial pada Februari sebanyak 3 juta barel
  • Perusahaan minyak Saudi Aramco memangkas harga jual minyak mentah patokan semua kadar minyaknya untuk Asia pada bulan Februari ke level terendah sejak November 2021. Karena kekhawatiran permintaan. Harga jual resmi (OSP) minyak mentah andalan, Arab Light, Februari turun $1,45 per barel. Menetapkan harga pada $1,80 per barel di atas patokan Dubai/Oman
  • China dilaporkan membeli lima juta barel minyak mentah Kazakh untuk diambil dari pelabuhan Laut Hitam bulan depan, terbesar sejak 2021. Pembelian bermotivasi politik, karena Kazakhstan beralih dari Moskow ke Beijing. Menimbulkan kekhawatiran wilayah mana yang masuk dalam daftar sasaran Rusia selanjutnya

Tenaga Kerja

Tenaga Kerja

Sektor Tenaga Kerja

Emas melemah pada perdagangan hari Kamis, melanjutkan respon pasar setelah pernyataan Fed tentang pelonggaran inflasi pada tahun 2023 pada Kamis dini harinya. Namun jelang penutupan perdagangan harian emas sedikit Rebound dari level low harian setelah jatuh melemah sebesar lebih dari 1%. Terpukul oleh menguatnya USD yg melonjak oleh laporan pasar tenaga kerja Amerika yang membaik melebihi perkiraan yang meningkatkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi lebih lama. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas yang tidak menghasilkan karena tidak memiliki Yields.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir minggu lalu sementara PHK turun 43% pada bulan Desember.
Sementara ADP NFP juga menunjukan angka yg positif melebihi Forecast pasar.

Penguatan Indeks Dolar jelas membebani emas, terutama bila kita menyoroti pembacaan hasil Meeting FOMC Kamis dini hari kemarin dimana Fed kemungkinan besar akan terus bersikap hawkish lebih lama karena sektor tenaga kerja terus menjadi kuat.
Yang menjadi perhatian FED saat memutuskan untuk melakukan pengetatan adalah kekhawatiran akan terganggunya pertumbuhan sektor ketenagakerjaan. Bila sektor ini menunjukan hal positif secara stabil, maka keraguan dan kekhawatiran efek negatif dari pengetatan yg dikhawatirkan oleh FED dianggap berkurang. Dapat “melepas” tali kekang FED untuk lanjut memperketat kebijakan moneternya.
Jelang penutupan emas Rebound dari level Low harian karena Dolar juga terkoreksi oleh melemahnya Yields Obligasi 10 tahun-nan.
– Spot gold memangkas kerugian dan turun 0,9% menjadi $1.837,01 dan sempat turun ke level $1.824,08.
– Emas berjangka Amerika turun sekitar 1% pada $1.840,6.

ENERGY

OIL menguat sekitar 1% pada hari Kamis kemarin setelah membukukan kerugian terbesar dalam dua hari terakhir di awal tahun ini. Di dukung oleh data yg menunjukkan persediaan bahan bakar yang lebih rendah.

E.I.A melaporkan ; Persediaan minyak sulingan Amerika turun lebih dari yang Perkirakan karena badai musim dingin melanda Amerika Serikat pada akhir Desember.
Stok bensin Amerika turun 346.000 barel pekan lalu, tidak sebanyak penurunan yg Diperkirakan yg menghitung penurunan jumlah cadangan minyak seesar 486.000 barel.
Stok sulingan, yang meliputi solar dan minyak pemanas, turun 1,4 juta barel dalam sepekan, dibandingkan ekspektasi penurunan 396.000 barel.

Pendukung harga Oil lainnya adalah pernyataan dari operator jalur pipa Amerika Colonial Pipeline. Yang mengatakan Jalur 3 telah ditutup untuk pemeliharaan “dadak an” (tak terjadwal) dan akan kembali beroperasi pada 7 Januari.
– Brent di tutup naik sebesar tinggi pada 85 sen, atau 1,1%, pada $78,69 per barel.
– West Texas Intermediate ditutup naik 83 sen, atau 1,2%, menjadi $73,67 per barel.
Dolar melonjak naik pada erdagangan hari Kamis kemarin, di topng oleh laporan data eknomi makro utamanya dari sektor ketenagakerjaan.
ADP NFP bertambah sejumlah 235 ribu orang, melebihi Forecast yg menghitung penambahan hanya sejumlah 152 ribu orang, data ADP semalam jauh lebih baik dari data bulan sebelumnya 127 ribu orang.
Unemployemnt Claims di Rilis 204 ribu orang, membalik Forecast yg justru menghitung kenaikan klaim pengangguran sebesar 230 ribu orang. Ini kondisi membaik dibandingkan dengan klaim minggu sebelumnya sejumah 225 orang.

SEKTOR TENAGA KERJA

Laporan sektor tenaga kerja ini menjadi penopang utama penguatan Dolar dan pelaku pasar menganggap bahwa data sektor tenaga kerja ini akan menjadi dasar atau alasan untuk FED melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.

Sektor tenaga kerja merupakan salah satu hal yg sejak awal tindakan pengetatan menjadi perhatian, dan FED sendiri beberapa kali menyatakan bahwa dalam mengejar target tingkat inflasinya, mungkin akan memerlukan “pengorbanan” terutama dari sektor tenaga kerja.
Pelaku pasar yg tampak “mengabaikan” hasil pembacaan Risalah FOMC pada Kamis dini harinya, akhirnya menghadapi kenyataan bahwa membaiknya sektor ketenagakerjaan berpotensi besar “menghilangkan” harapan/asumsi para pelaku pasar bahwa FED dapat saja menghentikan kenaikan suku bunga tahun ini atau bahkan memangkas suku bunga karena buruknya sektor tenaga kerja.

Pelaku pasar masih akan menanti data utama untuk bulan ini malam nanti. aporan NFP, Pendapatan arata rata per jam dan Tingkat Pengangguran yg dapat saja menjadi pukulan telak untuk emas bila data di rilis lebih baik dari Forecast.

Dolar sedikit terkoreksi jelang penutupan perdagangan harian. Terseret oleh meleahnya Yields Obligasi 10 tahun-nan dan respn awal pelaku pasar terhadap Forecast data NFP nanti malam.
Pasar memperkirakan NFP turun 200 ribu dari 263 ribu pada bulan sebelumnya. Forecast ini yg membuat emas bereaksi bahkan sebelum data di rilis.
– Indeks dolar di tutup naik 0,85% menjadi 104,91 dan sempat mencetak High harian pada level 105.060

Focus News :
– 20:30 | USD | Non-Farm Employment Change ( F: 200K , P: 263K )
– 20:30 | USD | Average Hourly Earnings m/m ( F: 0.4% , P: 0.6% )
– 20:30 | USD | Unemployment Rate ( F: 3.7% , P: 3.7% )
– 22:00 | USD | ISM Services PMI ( F: 55.0 , P: 56.5 )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

MARKET REVIEW

– ADP : tenaga kerja sektor swasta di AS bertambah menjadi 235.000 pekerja pada Desember, dibanding pada November 182.000 pekerja (direvisi naik dari 127.000 pekerja)
– Departemen Tenaga Kerja AS : ada 204.000 klaim awal tunjangan pengangguran dalam sepekan, berkurang dibanding pekan sebelumnya 223.000 klaim
– Biro Sensus AS : defisit barang dan jasa turun menjadi $61,5 miliar pada November, dari $77,8 miliar pada revisi Oktober. Ekspor turun $5,1 miliar di $251,9 miliar. Impor turun $21,5 miliar di $313,4 miliar
– EIA : stok minyak mentah naik 1,69 juta barel menjadi 420,6 juta barel. Stok bensin turun 346.000 barel. Stok distilat turun 1,43 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 244.000 barel
– Pemimpin DPR Republik Kevin McCarthy kembali gagal ke-11 kalinya dalam 3 hari untuk menjadi pembicara DPR karena masih ditentang oleh 20 orang Republik. Pemilihan ketua adalah urutan pertama dalam DPR, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi sampai hal tersebut selesai, kecuali penundaan

Rusia, Ukraina, dan Suku Bunga

Indeks futures Dow naik tipis

Rusia, Ukraina, dan Suku Bunga

Rusia, Ukraina, dan Suku Bunga

Rusia Vs Ukraina.

Dunia dikejutkan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Perang yang dimulai pada 24 Februari 2022 lalu tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian bagi kedua negara, tapi juga berdampak besar bagi perekonomian dunia. Adapun perang tersebut mendisrupsi suplai dan mengganggu rantai pasok global. Hal itu membuat harga komoditas melambung tinggi. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas energi. OIL WTI melonjak hingga level $130.51 pada bulan Maret sebagai akibat dari invasi ini. Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia, negara dengan cadangan batu bara terbesar kedua di dunia, dan salah satu produsen Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair terbesar di dunia. Komoditas lain yang banyak diproduksi di Rusia juga ikut naik, seperti alumunium dan nikel. Perang juga membuat dunia menghadapi ancaman krisis pangan. Pasalnya, Rusia dan Ukraina menjadi salah satu produsen gandum terbesar di dunia. Kedua negara tersebut menyumbang hampir 30 persen perdagangan gandum global. Perang juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Inflasi yang terus meningkat, harga energi yang tinggi, pertumbuhan pendapatan rumah tangga yang lemah dan kepercayaan yang menurun, serta kondisi keuangan yang lebih ketat membatasi pertumbuhan. Suku bunga yang lebih tinggi meski diperlukan untuk meredakan inflasi, namun meningkatkan tantangan bagi kreditur.

Reli Kenaikan Suku Bunga USD oleh FED.

Selepas masa pandemi, banyak negara melonggarkan kebijakan moneternya demi menjaga perekonomian tetap berjalan. Demikian juga dengan Amerika yg menurunkan hingga level 0.25%. Namun akibatnya inflasi melonjak menjadi hal yg mengkhawatirkan, ditambah krisis energi akibat perang Rusia vs Ukraina, kondisi moneter di banyak negara termasuk Amerika berjalan memburuk. Untuk mengatasi tingginya inflasi, FED mulai menyusun langkah pengetatan kebijakan moneter, salah satunya yg paling diperhatikan adalah Rate Hike (Menaikkan Suku Bunga). Dolar mengalami tahun terbaik sepanjang 2022, menguat sejak awal tahun akibat Reli kenaikan suku bunga USD. Rate Hike dari FED dimulai pada ;

  • 17 Maret 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 25 bps dari 0.25% menjadi 0.50%
  • 5 Mei 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 50 bps dari 0.50% menjadi 1.00%
  • 16 Juni 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 75 bps dari 1.00% menjadi 1.75%
  • 28 Juli 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 75 bps dari 1.75% menjadi 2.50%
  • 22 Sept 2022 : dengan menaikkan Suku Buna sebesar 75 bps dari 2.50% menjadi 3.25%
  • 3 Nov 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 75 bps dari 3.25% menjadi 4.00%
  • 15 Des 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 50 bps dari 4.00% menjadi 4.50%

DOLLAR

Indeks Dolar menguat hingga level 114.73 pada bulan September 2022. Level ini merupakan level tertinggi sejak tahun 2008
Bersamaan dengan reli penguatan Dolar, komoditas emas mengalami penurunan yg dramatis, terus anjlok melemah dari level tertinggi $2070.10 yg tersentuh pada Maret 2022 akibat Invasi Rusia ke Ukraina, hingga mencetak Low tahun 2022 di level $1614.70
Dikabarkan FED masih akan mencoba mengejar hingga sentuh level 5.25% sepanjang tahun 2023 ini.

Masih ada beberapa kejadian Ekonomi Global penting sepanjang tahun 2022, diantaranya ;

  • Kenaikan suku bung@ negara negara besar seperti ECB, BoE dan RBA (meski mereka melakukan Rate Hike dalam skala yg lebih kecil dibanding FED)
  • Ambrolnya nilai tukar EUR terhadap USD hingga dibawah $1
  • Pergantian Perdana Menteri Inggris
  • Bangkrutnya Sri Lanka
  • Ambrolnya nilai Crypto Currencies

SAFE HAVEN

Indeks futures Dow naik tipis

SAFE HAVEN

SAFE HAVEN

Dolar melemah pada perdagangan hari Jumat kemarin yg juga merupakan perdagangan terakhir utk tahun 2022.
Volume perdagangan Pasar sangat kecil dan pasangan mata uang utama terus berfluktuasi dalam range mingguan.

Dolar sempat terayun naik sedikit sesaat setelah data Chicago PMI di rilis lebih baik dari perkiraan,
US Chicago PMI di rilis 44.9, melebihi Forecast 40.1 dan menjauh dari data bulan sebelumnya 37.2.

Meski pasar Saham mengalami pelemahan. Tampaknya pelaku pasar cenderung lebih memilih aset safe haven tradisional ketimbang safe haven currencies seperti mata uang Dolar. USD juga terseret oleh pelemahan yield obligasi Treasury turun hampir 2% sejak hari Kamis.
– Indeks Dolar di tutup melemah sebesar 0.44% pada kisaran 103.230
Emas menguat pada perdagangan ujung tahun di hari Jumat kemarin, terangkat oleh melemahnya mata uang Dolar, turunnya Yields dan memburuknya pasar saham global. Emas berhasil mengumpulkan momentum Bullish dan naik lebih dari 0.5%.
Ketidakpastian kondisi ekonomi global di tahun 2023. Asumsi pelaku pasar yg masih yakin bahwa FED akan melamban dalam kenaikan suku bunga nya menambah sentiment Safe Haven yg tampak lebih condong kepada emas ketimbang Safe Haven Dolar.
Perlu di perhatikan bahwa emas mencatatkan perjalanan yg cenderung fluktuatif di tahun 2022. Menutup perdagangan tahunan dalam kondisi melemah di kisaran $1823.13. Di bawah harga pembukaan tahun 2022 di $1828.55. Emas Rebound dari reli pelemahan hampir sepanjang tahun 2022 yg disebabkan oleh kebijakan pengetatan FED untuk menekan tingkat Inflasi.

ENERGY

OIL menguat pada hari Jumat kemarin dalam perdagangan yg sangat fluktuatif. Rencana Putin untuk tidak menjual minyak mentah kepada negara negara G7 yg mendukung pembatasan harga Oil menjadi penopang utama penguatan emas.
Oil sendiri sepanjang tahun 2022 bergerak sangat fluktuatif, sempat menguat tajam karena ketatnya pasokan di tengah perang di Ukraina, kemudian merosot karena melemahnya permintaan dari importir utama China dan kekhawatiran kontraksi ekonomi, tetapi Oil akhirnya menutup tahun 2022 pada hari Jumat dengan kenaikan tahunan kedua berturut-turut.

Harga melonjak pada bulan Maret karena invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan aliran minyak mentah global, dengan patokan internasional Brent mencapai $139,13 per barel, tertinggi sejak 2008. Harga turun dengan cepat di paruh kedua tahun 2022 karena bank sentral Amerika menaikkan suku bunga dan memicu kekhawatiran resesi yg dapat berakibat pada berkurangnya permintaan minyak mentah..

Ini merupakan tahun yang luar biasa untuk pasar komoditas, dengan risiko pasokan yang menyebabkan peningkatan volatilitas dan kenaikan harga,
– Brent pada hari Jumat, hari perdagangan terakhir tahun ini, di tutup pada level $85,91 per barel, naik hampir 3% menjadi $2,45 per barel.
– West Texas Intermediate di tutuppada level $80,26 per barel, naik $1,86 atau 2,4%.

DAILY FORECAST SENIN 02 JANUARI 2023

Focus News :
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Selasa : OPEC-JMMC Meeting. Rabu : data AS pada manufaktur dan lowongan pekerjaan JOLTS, risalah FOMC Desember. Kamis : data AS pada tenaga kerja sektor non pertanian dari ADP, data klaim pengangguran, dan neraca perdagangan. Jumat : data AS pada tenaga kerja sektor non pertanian, pendapatan rata-rata dan tingkat pengangguran, serta data layanan PMI dari ISM
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :
– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 1 menjadi 621 rig
– Presiden AS Biden menandatangani RUU pendanaan pemerintah senilai $1,7 triliun. RUU pengeluaran omnibus tersebut menyediakan dana pemerintah untuk sisa tahun fiskal 2023

 

Klaim Pengangguran Amerika

Indeks futures Dow naik tipis

Klaim Pengangguran Amerika

Klaim Pengangguran Amerika

Dolar melemah pada hari Kamis karena pelaku pasar juga tampak bereaksi terhadap laporan pembacaan klaim pengangguran Amerika yg buruk.
Pelaku pasar juga menimbang dampak pelonggaran cepat China atas aturan ketat COVID-19 dibandingkan dengan dengan lonjakan kasus infeksi baru.

Menyusul pencabutan aturan karantina China untuk pelancong yang masuk mulai 8 Januari, Amerika Serikat, Jepang, India. dan negara lain. Mereka akan mewajibkan tes COVID untuk pelancong dari China.

Dari segi fundamental, Klaim Pangangguran Mingguan Amerika naik menjadi 255 ribu sesuai dengan Forecast dan melebihi klaim pengangguran minggu sebelumnya 216 ribu.

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa jumlah orang yang menerima tunjangan setelah minggu pertama bantuan naik menjadi 1,710 juta. Pada minggu yang dihitung hingga 17 Desember klaim tunjangan pengangguran ini telah naik lebih tinggi sejak awal Oktober.
– Indeks Dolar melemah sebesar 0,479% menjadi 103,840, setelah sempat menguat 0,18% di hari Rabu sebelumnya

Emas menguat pada hari Kamis, dibantu oleh penurunan dolar yg tertekan oleh laporan data klaim pengangguran awal yg memburuk dan menunjukkan perlambatan pertumnuhan di pasar tenaga kerja Amerika.

Pelaku pasar kembali mengaitkan kondisi sektor tenaga kerja Amerika dengan “keberanian” FED utk bertindak agresif, kondisi sektor tenaga kerja yg memburuk meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif tahun depan, dan ini melemahkan Dolar.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik 9.000 menjadi penyesuaian musiman menjadi 225.000 untuk minggu yang dihitung hingga tanggal 24 Desember, peningkatan yg sesuai dengan Forecast pasar.
– Emas spot melonjak 0,7% menjadi $1.817,30 per ons.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,6% pada $1.826.

ENERGY

OIL melemah turun untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis. Di tengah prospek permintaan yang tidak pasti karena lebih banyak negara mempertimbangkan pembatasan pada pelancong China dengan infeksi COVID-19 yang menyebar di negara pengimpor minyak terbesar.
Pemerintah China membongkar pembatasan pandemi, namun lonjakan infeksi di sana mendorong aturan perjalanan yang lebih ketat bagi pengunjung China di beberapa negara.

Pelemahan Oil terbatasi oleh laporan E.I.A yg menyebutkan cadangan minyak mentah mingguan Amerika mengalami penurunan.

US Crude Oil Inventories bertambah 0.7 juta barel, membalik Forecast yg justru menghitung Penurunan sejumlah 1.2 juta barel.
– Brent berjangka untuk pengiriman Februari turun satu dolar menjadi menetap di $82,26, turun 1,2%.
– West Texas Intermediate di tutup pada level $78,40 per barel, turun 56 sen, atau 0,7%.

China dan Para Pelaku Pasar