Rusia, Ukraina, dan Suku Bunga

Indeks futures Dow naik tipis

Rusia, Ukraina, dan Suku Bunga

Rusia Vs Ukraina.

Dunia dikejutkan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Perang yang dimulai pada 24 Februari 2022 lalu tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian bagi kedua negara, tapi juga berdampak besar bagi perekonomian dunia. Adapun perang tersebut mendisrupsi suplai dan mengganggu rantai pasok global. Hal itu membuat harga komoditas melambung tinggi. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas energi. OIL WTI melonjak hingga level $130.51 pada bulan Maret sebagai akibat dari invasi ini. Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia, negara dengan cadangan batu bara terbesar kedua di dunia, dan salah satu produsen Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair terbesar di dunia. Komoditas lain yang banyak diproduksi di Rusia juga ikut naik, seperti alumunium dan nikel. Perang juga membuat dunia menghadapi ancaman krisis pangan. Pasalnya, Rusia dan Ukraina menjadi salah satu produsen gandum terbesar di dunia. Kedua negara tersebut menyumbang hampir 30 persen perdagangan gandum global. Perang juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Inflasi yang terus meningkat, harga energi yang tinggi, pertumbuhan pendapatan rumah tangga yang lemah dan kepercayaan yang menurun, serta kondisi keuangan yang lebih ketat membatasi pertumbuhan. Suku bunga yang lebih tinggi meski diperlukan untuk meredakan inflasi, namun meningkatkan tantangan bagi kreditur.

Reli Kenaikan Suku Bunga USD oleh FED.

Selepas masa pandemi, banyak negara melonggarkan kebijakan moneternya demi menjaga perekonomian tetap berjalan. Demikian juga dengan Amerika yg menurunkan hingga level 0.25%. Namun akibatnya inflasi melonjak menjadi hal yg mengkhawatirkan, ditambah krisis energi akibat perang Rusia vs Ukraina, kondisi moneter di banyak negara termasuk Amerika berjalan memburuk. Untuk mengatasi tingginya inflasi, FED mulai menyusun langkah pengetatan kebijakan moneter, salah satunya yg paling diperhatikan adalah Rate Hike (Menaikkan Suku Bunga). Dolar mengalami tahun terbaik sepanjang 2022, menguat sejak awal tahun akibat Reli kenaikan suku bunga USD. Rate Hike dari FED dimulai pada ;

  • 17 Maret 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 25 bps dari 0.25% menjadi 0.50%
  • 5 Mei 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 50 bps dari 0.50% menjadi 1.00%
  • 16 Juni 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 75 bps dari 1.00% menjadi 1.75%
  • 28 Juli 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 75 bps dari 1.75% menjadi 2.50%
  • 22 Sept 2022 : dengan menaikkan Suku Buna sebesar 75 bps dari 2.50% menjadi 3.25%
  • 3 Nov 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 75 bps dari 3.25% menjadi 4.00%
  • 15 Des 2022 : dengan menaikkan Suku Bunga sebesar 50 bps dari 4.00% menjadi 4.50%

DOLLAR

Indeks Dolar menguat hingga level 114.73 pada bulan September 2022. Level ini merupakan level tertinggi sejak tahun 2008
Bersamaan dengan reli penguatan Dolar, komoditas emas mengalami penurunan yg dramatis, terus anjlok melemah dari level tertinggi $2070.10 yg tersentuh pada Maret 2022 akibat Invasi Rusia ke Ukraina, hingga mencetak Low tahun 2022 di level $1614.70
Dikabarkan FED masih akan mencoba mengejar hingga sentuh level 5.25% sepanjang tahun 2023 ini.

Masih ada beberapa kejadian Ekonomi Global penting sepanjang tahun 2022, diantaranya ;

  • Kenaikan suku bung@ negara negara besar seperti ECB, BoE dan RBA (meski mereka melakukan Rate Hike dalam skala yg lebih kecil dibanding FED)
  • Ambrolnya nilai tukar EUR terhadap USD hingga dibawah $1
  • Pergantian Perdana Menteri Inggris
  • Bangkrutnya Sri Lanka
  • Ambrolnya nilai Crypto Currencies

SAFE HAVEN