Data Ekonomi Makro

Data Ekonomi Makro

Data ekonomi makro Amerika semalam juga sempat membuat Dolar tertekan, US Empire State Manufacturing Index
Di rilis pada angka -32.9, lebih buruk dari Forecast -8.7 bahkan Last -11.2
– Indeks Dolar di tutup memgyat sebesar 0.1% pada level 102.110

Dolar menguat tipis dalam range yg cukup ketat dan fluktuatif.
Fluktuasi Dolar tampaknya digerakkan oleh ekspektasi kemungkinan perubahan kebijakan di Bank of Japan (BOJ). Yang dapat mengakhiri apa yang disebut “kontrol kurva imbal hasil” dan menjadi pendahulu untuk mengadopsi sikap moneter yang lebih ketat.

BOJ menargetkan beberapa suku bunga Obligasi jangka pendek di -0,1% dan Yields obligasi pemerintah 10 tahun-nan pada rentang 0,5% di atas atau di bawah nol. Bertujuan untuk mencapai target inflasi 2% secara berkelanjutan.
YEN Jepang menguat terhadap Dolar sejak minggu lalu sebesar 5% atas sikap antisipasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan BoJ tersebut diatas.

Data ekonomi makro Amerika semalam juga sempat membuat Dolar tertekan, US Empire State Manufacturing Index
Di rilis pada angka -32.9, lebih buruk dari Forecast -8.7 bahkan Last -11.2
– Indeks Dolar di tutup memgyat sebesar 0.1% pada level 102.110

GOLD

Emas jatuh melemah pada perdagangan Selasa malam tadi. Koreksi dari level High tahun ini karena tertekan oleh Rebound yg terjadi pada Dolar.
Indeks dolar Amerika naik 0,1% dan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar melihat ini sebagai koreksi dalam tren sideways-to-higher. Para Pelaku Pasar masih percaya kombinasi dari pelemahan dolar dan kekhawatiran inflasi terus mendukung sentiment positif yang mendasari emas.

Emas sempat naik sebentar setelah data data ekonomi Amerika di rilis memburuk. Namun tidak mampu menahan koreksi harga yg sedang menerpa emas.
– Emas spot turun 0,7% menjadi $1.904,87, setelah mencapai level tertinggi sejak akhir April pada hari Senin.
– Emas berjangka Amerika ditutup turun 0,6% pada $1.909,9.

Data Ekonomi Makro China

OIL menguat pada hari Selasa dalam perdagangan yg cukip fluktuatif. Oil bahkan mengabaikan laporan data ekonomi makro China yg membukukan pertumbuhan ekonomi tahunan yang lemah, tetapi ekspektasi dan harapan bahwa perubahan baru-baru ini dalam kebijakan COVID-19 akan meningkatkan permintaan bahan bakar lebih mendominasi sentiment pelaku pasar energy.

Produksi kilang minyak China pada tahun 2022 telah turun 3,4% dari tahun sebelumnya dan mencatatkan penurunan tahunan pertama sejak 2001, meskipun produksi minyak harian bulan Desember naik ke level tertinggi kedua di tahun 2022.
Impor minyak mentah China naik 4% pada Desember dan dorongan permintaan yang cukup besar untuk bahan bakar transportasi utk antisipasi saat Tahun Baru Imlek dimulai pada Minggu

Laporan Bulanan

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan dalam laporan bulanan bahwa permintaan minyak China akan tumbuh 510.000 barel per hari tahun ini, sementara perkiraan pertumbuhan permintaan global 2023 tidak berubah pada 2,22 juta barel per hari.
– Brent ditutup naik $1,46, atau 1,7%, menjadi $85,92 sementara minyak mentah West Texas Intermediate ditutup naik 32 sen, atau 0,4%, pada $80,18.

Baca Juga : Kenaikan Suku Bunga

Focus News :
– Tent | JPY | BoJ Policy Rate ( F: -0.10% , P: -0.10% ) & Monetary Policy Statement
– Tent | JPY | BoJ Press Conference
– 14:00 | GBP | CPI y/y ( F: 10.5% , F: 10.7% )
– 20:30 | USD | PPI m/m ( F: -0.1% , F: 0.3% )
– 20:30 | USD | Core PPI m/m ( F: 0.1% , F: 0.4% )
– 20:30 | USD | Retail Sales m/m ( F: -0.8% , F: -0.6% )
– 20:30 | USD | Core Retail Sales m/m ( F: -0.5% , F: -0.2% )
– 02:00 | USD | Beige Book
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Fed New York : indeks kondisi bisnis wilayah, ukuran aktivitas manufaktur, turun 21,7 poin menjadi -32,9 pada Januari, dari -11,2 pada Desember, level terendah dalam sejarah survei
– Ketua DPR AS McCarthy meminta Demokrat terlibat dengan Republik mengenai rencana fiskal termasuk peningkatan batas utang federal, dimana Gedung Putih menegaskan kembali penolakannya terhadap negosiasi, yang akan meningkatkan gejolak pasar.
– Pembuat kebijakan ECB mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih lambat daripada yang diperkirakan Presiden ECB Lagarde pada Desember
– Laporan Bulanan OPEC MOMR : produksi Desember rata-rata naik 91.000 bph menjadi 28,971 juta bph, dengan kenaikan terbesar dari Nigeria. Bagian OPEC dari produksi minyak mentah global “tetap tidak berubah di 28,5% pada bulan Desember, dibandingkan bulan sebelumnya”
– SekJend OPEC Al-Ghais : optimis dengan ekonomi global, melihat permintaan minyak meningkat di China hingga 500 ribu bph di 2023. Sedang menunggu apa yang terjadi setelah liburan tahun baru China. Kuota impor minyak China yang lebih besar adalah pertanda baik. OPEC juga mengincar potensi perlambatan di Eropa dan AS.