Kenaikan Minyak Mentah Pada Hari Kamis

Minyak Mentah

OIL menguat 1% pada hari Kamis, melanjutkan reli penguatan yang ditopang oleh seputar optimisme meningkatnya permintaan China. Sementara pelaku pasar energi cenderung mengabaikan kenaikan besar dalam persediaan minyak mentah Amerika untuk minggu kedua berturut-turut.

Permintaan minyak China naik hampir 1 juta barel per hari (bph) dari bulan sebelumnya menjadi 15,41 juta bph pada November. Level tertinggi sejak Februari, menurut angka ekspor terbaru yang diterbitkan oleh Joint Organizations Data Initiative.

Sebagai pengingat, Oil sempat jatuh melemah turun lebih dari satu dolar per barel di hari Rabu dan awal sesi Asia hari Kamis. Karena aksi taking profit pelaku pasar dan data ekonomi makr Amerika yg menunjukkan ekonomi kehilangan momentum pertumbuhan. Kedua tolok ukur minyak dunia mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada hari Selasa.

Harga juga sempat tertekan setelah data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan stok minyak mentah Amerika pekan lalu naik 8,4 juta barel. Kenaikan terbesar sejak Juni 2021, namun hal tersebut tidak mampu mengimbangi perhitungan kembalinya permintaan minyak mentah dari China dan potensi “hilangnya” supply minyak mentah dunia dari Russia.
– Brent berjangka naik $1,18, atau 1,4%, di tutup pada $86,16 per barel.
– WTI naik 85 sen, atau 1,1%, di tutup pada $80,33 per barel.
Itu adalah level penutupan tertinggi untuk kedua kontrak sejak 1 Desember.

Ekonomi Amerika

Dolar melemah lagi pada hari Kamis dan bergerak dalam perdagangan yang fluktuatif, serangkaian data terus menunjukkan bahwa ekonomi Amerika melambat setelah beberapa kenaikan suku bunga yang besar dan kuat dari Federal Reserve. Membuat para pelaku pasar mengantisipasi (berharap) berkurangnya pengetatan kebijakan moneter dari FED tahun ini.

Pasar saat ini hanya satu arah: Bearish dolar dan obligasi panjang. Akan butuh waktu untuk mengubah arah itu karena aliran data saat ini tidak mendukung sikap Fed bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama.

Data Ekonomi Makro Amerika semalam menunjukkan sektor perumahan turun. Jumlah Dimulainya Pengerjaan Pembangunan Rumah Baru turun 1,4% ke tingkat 1,382 juta unit bulan lalu. Izin Pendirian Bangunan juga turun, turun 1,6% ke tingkat 1,330 juta unit.

Aktivitas Manufaktur

Aktivitas manufaktur di kawasan Mid-Atlantic juga melemah di bulan Januari. Indeks manufaktur bulanan Fed Philadelphia naik menjadi negatif 8,9 bulan ini, dari negatif 13,7 pada Desember, peningkatan dari estimasi median negatif 11.

Survei juga menunjukkan tekanan inflasi. Yang terakhir – diukur PPI – turun menjadi 24,5 pada Januari dari 36,3 bulan lalu. Itu adalah yang terendah dalam hampir 2-1/2 tahun.

Hanya sektor Ketenagakerjaan yg membaik, (itupun data mingguan), Klaim Pengangguran Mingguan turun 15.000 menjadi 190.000 untuk minggu yg dihitung hingga 14 Januari. Hasil ini lebih baik dari Forecast pasar yg disurvei oleh Reuters yg memperkirakan 214.000 klaim untuk pekan terakhir.

Beberapa petinggi FED tadi malam juga muncul dan lagi lagi memberi tekanan negaitf untuk USD.
Presiden Fed Boston Susan Collins mengatakan Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga menjadi “tepat di atas” 5% dan kemudian bertahan di sana untuk jangka waktu tertentu.

Sementara Wakil Ketua Fed Lael Brainard, mengatakan meskipun inflasi baru-baru ini turun moderat. Tapi itu masih tetap tinggi dan “kebijakan perlu cukup ketat untuk beberapa waktu untuk memastikan inflasi kembali ke 2% secara berkelanjutan.”

Emas Menguat

Emas menguat naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Kamis, didukung oleh dolar yang melemah dan beberapa permintaan safe-haven. Pembacaan ekonomi Amerika yang lemah dan komentar dari pejabat Federal Reserve memicu kekhawatiran resesi.

Gabungan dari komentar para pejabat FED, ekspektasi pasar bahwa FED akan melamban dalam pengetatatn kebijakan moneternya . Data ekonomi Amerika yg cenderung menunjukkan perlambatan, membuka kran aliran Safe Haven ke pada emas.

Indeks Dolar bergerak di level terendah dalam delapan bulan terakhi. Setelah serangkaian data menunjukkan ekonomi Amerika kehilangan momentum pertumbuhan dan membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing.

Data pada hari Rabu menunjukkan penjualan ritel Amerika turun paling banyak dalam setahun di bulan Desember, ini merupakan catatan tersendiri karena pada Bulan Desember penjualan retail Amerika cenderung menguat, sementara harga produsen turun lebih dari yang diharapkan bulan lalu, memberikan bukti bahwa inflasi telah surut.
– Emas spot di tutup 1,1% menjadi $1.924, mendekati level High 9 bulan yg lalu di $1.929 yang dicapai pada hari Senin.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,9% pada $1.923,9.

BACA JUGA : Cadangan Minyak Mentah Amerika

Focus News :
– 17:00 | EUR | ECB President Lagarde Speaks
– 22:00 | USD | Existing Home Sales ( F: 3.95M , F: 4.09M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Departemen Tenaga Kerja AS : ada 190.000 klaim awal tunjangan pengangguran dalam sepekan, turun dibanding pekan sebelumnya 205.000 klaim
– Federal Philadelphia : indeks aktivitas wilayah Philadelphia naik di -8,9 di Januari dari -13,8 di Desember
– Biro Sensus AS : pembangunan rumah turun 1,4% menjadi 1,38 juta unit di Desember. Izin mendirikan bangunan turut turun 1,6% menjadi 1,33 juta izin
– EIA : stok minyak mentah AS selama sepekan naik 8,41 juta barel menjadi 448,0 juta barel. Stok bensin naik 3,48 juta barel. Stok distilasi turun 1,94 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 3,65 juta barel
– Wakil Ketua Fed Brainard : melihat suku bunga harus tetap tinggi untuk beberapa waktu, bahkan saat inflasi mereda, bersikeras tidak mengabaikan komitmennya untuk menjinakkan harga.
– MenKeu AS Yellen : Departemen mulai mengambil langkahluar biasa untuk membayar tagihan pemerintah federal karena telah mencapai batas utangnya pada Kamis. Yellen juga memperingatkan langkah tersebut tetap tunduk pada “ketidakpastian yang cukup besar” jika Kongres tidak mengesahkan undang-undang untuk meningkatkan plafon utang
– Presiden ECB Lagarde berjanji kebijakan akan tetap ketat karena inflasi masih terlalu tinggi, bertekad untuk menurunkannya menjadi 2% pada waktu yang tepat. “Akan tetap dengan kenaikan tarif. 2023 tidak akan secemerlang tetapi lebih baik dari yang ditakuti. Kita harus menghindari kasus itu terjadi”