Tenaga Kerja

Sektor Tenaga Kerja

Emas melemah pada perdagangan hari Kamis, melanjutkan respon pasar setelah pernyataan Fed tentang pelonggaran inflasi pada tahun 2023 pada Kamis dini harinya. Namun jelang penutupan perdagangan harian emas sedikit Rebound dari level low harian setelah jatuh melemah sebesar lebih dari 1%. Terpukul oleh menguatnya USD yg melonjak oleh laporan pasar tenaga kerja Amerika yang membaik melebihi perkiraan yang meningkatkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi lebih lama. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas yang tidak menghasilkan karena tidak memiliki Yields.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir minggu lalu sementara PHK turun 43% pada bulan Desember.
Sementara ADP NFP juga menunjukan angka yg positif melebihi Forecast pasar.

Penguatan Indeks Dolar jelas membebani emas, terutama bila kita menyoroti pembacaan hasil Meeting FOMC Kamis dini hari kemarin dimana Fed kemungkinan besar akan terus bersikap hawkish lebih lama karena sektor tenaga kerja terus menjadi kuat.
Yang menjadi perhatian FED saat memutuskan untuk melakukan pengetatan adalah kekhawatiran akan terganggunya pertumbuhan sektor ketenagakerjaan. Bila sektor ini menunjukan hal positif secara stabil, maka keraguan dan kekhawatiran efek negatif dari pengetatan yg dikhawatirkan oleh FED dianggap berkurang. Dapat “melepas” tali kekang FED untuk lanjut memperketat kebijakan moneternya.
Jelang penutupan emas Rebound dari level Low harian karena Dolar juga terkoreksi oleh melemahnya Yields Obligasi 10 tahun-nan.
– Spot gold memangkas kerugian dan turun 0,9% menjadi $1.837,01 dan sempat turun ke level $1.824,08.
– Emas berjangka Amerika turun sekitar 1% pada $1.840,6.

ENERGY

OIL menguat sekitar 1% pada hari Kamis kemarin setelah membukukan kerugian terbesar dalam dua hari terakhir di awal tahun ini. Di dukung oleh data yg menunjukkan persediaan bahan bakar yang lebih rendah.

E.I.A melaporkan ; Persediaan minyak sulingan Amerika turun lebih dari yang Perkirakan karena badai musim dingin melanda Amerika Serikat pada akhir Desember.
Stok bensin Amerika turun 346.000 barel pekan lalu, tidak sebanyak penurunan yg Diperkirakan yg menghitung penurunan jumlah cadangan minyak seesar 486.000 barel.
Stok sulingan, yang meliputi solar dan minyak pemanas, turun 1,4 juta barel dalam sepekan, dibandingkan ekspektasi penurunan 396.000 barel.

Pendukung harga Oil lainnya adalah pernyataan dari operator jalur pipa Amerika Colonial Pipeline. Yang mengatakan Jalur 3 telah ditutup untuk pemeliharaan “dadak an” (tak terjadwal) dan akan kembali beroperasi pada 7 Januari.
– Brent di tutup naik sebesar tinggi pada 85 sen, atau 1,1%, pada $78,69 per barel.
– West Texas Intermediate ditutup naik 83 sen, atau 1,2%, menjadi $73,67 per barel.
Dolar melonjak naik pada erdagangan hari Kamis kemarin, di topng oleh laporan data eknomi makro utamanya dari sektor ketenagakerjaan.
ADP NFP bertambah sejumlah 235 ribu orang, melebihi Forecast yg menghitung penambahan hanya sejumlah 152 ribu orang, data ADP semalam jauh lebih baik dari data bulan sebelumnya 127 ribu orang.
Unemployemnt Claims di Rilis 204 ribu orang, membalik Forecast yg justru menghitung kenaikan klaim pengangguran sebesar 230 ribu orang. Ini kondisi membaik dibandingkan dengan klaim minggu sebelumnya sejumah 225 orang.

SEKTOR TENAGA KERJA

Laporan sektor tenaga kerja ini menjadi penopang utama penguatan Dolar dan pelaku pasar menganggap bahwa data sektor tenaga kerja ini akan menjadi dasar atau alasan untuk FED melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.

Sektor tenaga kerja merupakan salah satu hal yg sejak awal tindakan pengetatan menjadi perhatian, dan FED sendiri beberapa kali menyatakan bahwa dalam mengejar target tingkat inflasinya, mungkin akan memerlukan “pengorbanan” terutama dari sektor tenaga kerja.
Pelaku pasar yg tampak “mengabaikan” hasil pembacaan Risalah FOMC pada Kamis dini harinya, akhirnya menghadapi kenyataan bahwa membaiknya sektor ketenagakerjaan berpotensi besar “menghilangkan” harapan/asumsi para pelaku pasar bahwa FED dapat saja menghentikan kenaikan suku bunga tahun ini atau bahkan memangkas suku bunga karena buruknya sektor tenaga kerja.

Pelaku pasar masih akan menanti data utama untuk bulan ini malam nanti. aporan NFP, Pendapatan arata rata per jam dan Tingkat Pengangguran yg dapat saja menjadi pukulan telak untuk emas bila data di rilis lebih baik dari Forecast.

Dolar sedikit terkoreksi jelang penutupan perdagangan harian. Terseret oleh meleahnya Yields Obligasi 10 tahun-nan dan respn awal pelaku pasar terhadap Forecast data NFP nanti malam.
Pasar memperkirakan NFP turun 200 ribu dari 263 ribu pada bulan sebelumnya. Forecast ini yg membuat emas bereaksi bahkan sebelum data di rilis.
– Indeks dolar di tutup naik 0,85% menjadi 104,91 dan sempat mencetak High harian pada level 105.060

Focus News :
– 20:30 | USD | Non-Farm Employment Change ( F: 200K , P: 263K )
– 20:30 | USD | Average Hourly Earnings m/m ( F: 0.4% , P: 0.6% )
– 20:30 | USD | Unemployment Rate ( F: 3.7% , P: 3.7% )
– 22:00 | USD | ISM Services PMI ( F: 55.0 , P: 56.5 )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

MARKET REVIEW

– ADP : tenaga kerja sektor swasta di AS bertambah menjadi 235.000 pekerja pada Desember, dibanding pada November 182.000 pekerja (direvisi naik dari 127.000 pekerja)
– Departemen Tenaga Kerja AS : ada 204.000 klaim awal tunjangan pengangguran dalam sepekan, berkurang dibanding pekan sebelumnya 223.000 klaim
– Biro Sensus AS : defisit barang dan jasa turun menjadi $61,5 miliar pada November, dari $77,8 miliar pada revisi Oktober. Ekspor turun $5,1 miliar di $251,9 miliar. Impor turun $21,5 miliar di $313,4 miliar
– EIA : stok minyak mentah naik 1,69 juta barel menjadi 420,6 juta barel. Stok bensin turun 346.000 barel. Stok distilat turun 1,43 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 244.000 barel
– Pemimpin DPR Republik Kevin McCarthy kembali gagal ke-11 kalinya dalam 3 hari untuk menjadi pembicara DPR karena masih ditentang oleh 20 orang Republik. Pemilihan ketua adalah urutan pertama dalam DPR, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi sampai hal tersebut selesai, kecuali penundaan

Rusia, Ukraina, dan Suku Bunga