Cadangan Minyak Mentah Amerika

Minyak Mentah Amerika

Administrasi Informasi Energi Amerika (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah melonjak 19,0 juta barel pekan lalu, membalik Forecast yg justru memperkirakan pnurunan jumlah cadangan minyak sebesar 2.2 juta barel. Lonjakan jumlah cadangan minyak mentah Amerika ini merupakan kenaikan cadangan minyak mentah mingguan terbesar ketiga yang pernah ada dan terbesar sejak stok naik dengan rekor 21,6 juta barel pada Februari 2021.
– Brent berjangka naik $2,57, atau 3,2%, menjadi $82,67 per barel.
– West Texas Intermediate naik $2,29, atau 3,1%, menjadi menetap di $77,41.

Emas di tutup melemah, terkoreksi dari level tertinggi harian pada perdagangan hari Rabu kemarin dan bergerak cukup fluktuatif. Emas bahkan sempat mencetak Rekor High dalam delapan bulan terakhir di kisaran 1886. Karena para pelaku pasar memposisikan diri jelang laporan data inflasi Amerika yang dapat mempengaruhi jalur kebijakan Federal Reserve.

Memasuki paruh kedua sesi Eropa, Harga emas anjlok melemah oleh beberapa aksi “profit taking dari pedagang berjangka jangka menjelang laporan CPI besok. Pelemahan tersebut bahkan terus berlanjut hingga memasuki sesi Amerika.

Para pelaku pasar melihat peluang sebesar 77% Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,50%-4,75% pada bulan Februari. Dan melihat suku bunga memuncak pada 4,92% pada bulan Juni. Asumsi dan ekspektasi ini yg membuat indeks Dolar terus melemah sejak November 2022 lalu
– Emas spot di tutup di level $1.877,51.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,1% pada $1.878,9.

ENERGY

OIL menguat naik 3% ke level tertinggi mingguan pada hari Rabu kemarin, ditopang oleh harapan akan ada pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik dan kekhawatiran atas dampak sanksi terhadap produksi minyak mentah Rusia.
Efek dari Harapan akan bertumbuhnya ekonomi Global yg berujung pada harapan tumbuhnya permintaan minyak mentah bahkan mengalahkan laporan data cadangan minyak mentah Amerika yg melebihi Forecast.

Pelaku Pasar energi mulai terbiasa melihat harga minyak naik lebih tinggi. Permintaan minyak akan kembali dan ekspektasi tinggi bahwa permintaan China akan meroket menjadi penopang harga Oil.
Penjualan kendaraan penumpang China secara keseluruhan diperkirakan naik 5% pada tahun 2023. Sementara Output industri China diperkirakan tumbuh 3,6% pada 2022 dari tahun sebelumnya, kata Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT).

Dolar Amerika di tutup menguat tipis dalam perdagangan yg fluktuatif pada hari Rabu kemarin. Pelaku Pasar tampak bersikap hati hati jelang rilis data CPI yg biasa disebut sebagai data pengukur tingkat Inflasi ditengah minimnya data Eekonomi amkro Amerika Rabu kemarin.

HAWKISH ECB

Dolar sempat terpukul melemah oleh pernyataan Hawksih dari ECB yg mengatakan bahwa tingkat Suku Bunga ECB masih akan terus naik. Hingga dapat meredam tingginya tingkat Inflasi yg melanda zona Eropa.
Sebagian besar Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB bersikap hawkish. Gubernur bank sentral Prancis Francois Villeroy de Galhau mengatakan ECB harus bertujuan untuk mencapai tingkat terminal pada musim panas, mengkonfirmasikan mereka harus menaikkan tingkat lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Gubernur bank sentral Austria Robert Holzmann memilih sikap yang lebih agresif.  “suku bunga harus naik secara signifikan lebih lanjut untuk mencapai tingkat yang cukup ketat untuk memastikan kembalinya inflasi tepat waktu sesuai target.” Dia akhirnya menambahkan bahwa terlalu dini untuk membahas kemungkinan tarif terminal. Terakhir, anggota Dewan Pemerintahan ECB Olli Rehn mengatakan bahwa suku bunga di Zona Euro masih harus naik secara signifikan dalam beberapa pertemuan berikutnya. Dan mencapai tingkat yang terbatas untuk meredam inflasi.

Pernyataan Dovish

Hal ini seperti berlawanan dengan FED yg oleh sebagian pelaku pasar dianggap akan memperlambat laju Suku Bunga USD.
Akhir minggu lalu, beberapa pejabat FED justru memberikan pernyataan yg cenderung Dovish, Mulai dari Raphael Bostic, hingga Lisa Cook.
Semalam “aroma” Dovish kembali tercium oleh pelaku pasar saat Presiden Federal Reserve Amerika Boston Susan Collins mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil. Collins mengatakan bahwa dia berpikir 25 bps atau 50bps akan masuk akal, menambahkan dia bersandar pada tahap ini untuk kenaikan 25 bps, tetapi mengklarifikasi itu sangat bergantung pada data.
– Indeks dolar di tutup menguat tipis,naik sedikit sebesar 0,01% pada level 103,26.

Focus News :
– 20:30 | USD | CPI m/m ( F: -0.1% , P: 0.1% )
– 20:30 | USD | CPI y/y ( F: 6.5% , P: 7.1% )
– 20:30 | USD | Core CPI y/y ( F: 5.7% , P: 6.0% )
– 20:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 216K , P: 204K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– EIA : stok minyak mentah AS selama sepekan naik 19 juta barel menjadi 439,6 juta barel. Stok bensin naik 4,1 juta barel. Stok distilat turun 1,07 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 2,5 juta barel
– DPR AS yang dipimpin Republik pada Rabu diperkirakan memberikan suara tentang undang-undang yang akan melarang menjual minyak dari Cadangan Minyak Strategis ke perusahaan-perusahaan yang terkait dengan China. Menandakan hubungan AS-China akan menjadi prioritas utama untuk Kongres baru
– AS akan mencapai batas utang bulan ini. Kongres diperkirakan memaksimalkan pinjaman $31,4 triliun, yang akan menyiapkan pertarungan politik di Kongres yang terbagi (DPR Republik, Senat Demokrat). Setelah batas tercapai, Departemen Keuangan tidak akan dapat menerbitkan utang baru tanpa tindakan kongres

Agresivitas The FED