Klaim Pengangguran Amerika

Indeks futures Dow naik tipis

Klaim Pengangguran Amerika

Dolar melemah pada hari Kamis karena pelaku pasar juga tampak bereaksi terhadap laporan pembacaan klaim pengangguran Amerika yg buruk.
Pelaku pasar juga menimbang dampak pelonggaran cepat China atas aturan ketat COVID-19 dibandingkan dengan dengan lonjakan kasus infeksi baru.

Menyusul pencabutan aturan karantina China untuk pelancong yang masuk mulai 8 Januari, Amerika Serikat, Jepang, India. dan negara lain. Mereka akan mewajibkan tes COVID untuk pelancong dari China.

Dari segi fundamental, Klaim Pangangguran Mingguan Amerika naik menjadi 255 ribu sesuai dengan Forecast dan melebihi klaim pengangguran minggu sebelumnya 216 ribu.

Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa jumlah orang yang menerima tunjangan setelah minggu pertama bantuan naik menjadi 1,710 juta. Pada minggu yang dihitung hingga 17 Desember klaim tunjangan pengangguran ini telah naik lebih tinggi sejak awal Oktober.
– Indeks Dolar melemah sebesar 0,479% menjadi 103,840, setelah sempat menguat 0,18% di hari Rabu sebelumnya

Emas menguat pada hari Kamis, dibantu oleh penurunan dolar yg tertekan oleh laporan data klaim pengangguran awal yg memburuk dan menunjukkan perlambatan pertumnuhan di pasar tenaga kerja Amerika.

Pelaku pasar kembali mengaitkan kondisi sektor tenaga kerja Amerika dengan “keberanian” FED utk bertindak agresif, kondisi sektor tenaga kerja yg memburuk meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif tahun depan, dan ini melemahkan Dolar.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran naik 9.000 menjadi penyesuaian musiman menjadi 225.000 untuk minggu yang dihitung hingga tanggal 24 Desember, peningkatan yg sesuai dengan Forecast pasar.
– Emas spot melonjak 0,7% menjadi $1.817,30 per ons.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 0,6% pada $1.826.

ENERGY

OIL melemah turun untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis. Di tengah prospek permintaan yang tidak pasti karena lebih banyak negara mempertimbangkan pembatasan pada pelancong China dengan infeksi COVID-19 yang menyebar di negara pengimpor minyak terbesar.
Pemerintah China membongkar pembatasan pandemi, namun lonjakan infeksi di sana mendorong aturan perjalanan yang lebih ketat bagi pengunjung China di beberapa negara.

Pelemahan Oil terbatasi oleh laporan E.I.A yg menyebutkan cadangan minyak mentah mingguan Amerika mengalami penurunan.

US Crude Oil Inventories bertambah 0.7 juta barel, membalik Forecast yg justru menghitung Penurunan sejumlah 1.2 juta barel.
– Brent berjangka untuk pengiriman Februari turun satu dolar menjadi menetap di $82,26, turun 1,2%.
– West Texas Intermediate di tutup pada level $78,40 per barel, turun 56 sen, atau 0,7%.

China dan Para Pelaku Pasar