SAFE HAVEN

Indeks futures Dow naik tipis

SAFE HAVEN

Dolar melemah pada perdagangan hari Jumat kemarin yg juga merupakan perdagangan terakhir utk tahun 2022.
Volume perdagangan Pasar sangat kecil dan pasangan mata uang utama terus berfluktuasi dalam range mingguan.

Dolar sempat terayun naik sedikit sesaat setelah data Chicago PMI di rilis lebih baik dari perkiraan,
US Chicago PMI di rilis 44.9, melebihi Forecast 40.1 dan menjauh dari data bulan sebelumnya 37.2.

Meski pasar Saham mengalami pelemahan. Tampaknya pelaku pasar cenderung lebih memilih aset safe haven tradisional ketimbang safe haven currencies seperti mata uang Dolar. USD juga terseret oleh pelemahan yield obligasi Treasury turun hampir 2% sejak hari Kamis.
– Indeks Dolar di tutup melemah sebesar 0.44% pada kisaran 103.230
Emas menguat pada perdagangan ujung tahun di hari Jumat kemarin, terangkat oleh melemahnya mata uang Dolar, turunnya Yields dan memburuknya pasar saham global. Emas berhasil mengumpulkan momentum Bullish dan naik lebih dari 0.5%.
Ketidakpastian kondisi ekonomi global di tahun 2023. Asumsi pelaku pasar yg masih yakin bahwa FED akan melamban dalam kenaikan suku bunga nya menambah sentiment Safe Haven yg tampak lebih condong kepada emas ketimbang Safe Haven Dolar.
Perlu di perhatikan bahwa emas mencatatkan perjalanan yg cenderung fluktuatif di tahun 2022. Menutup perdagangan tahunan dalam kondisi melemah di kisaran $1823.13. Di bawah harga pembukaan tahun 2022 di $1828.55. Emas Rebound dari reli pelemahan hampir sepanjang tahun 2022 yg disebabkan oleh kebijakan pengetatan FED untuk menekan tingkat Inflasi.

ENERGY

OIL menguat pada hari Jumat kemarin dalam perdagangan yg sangat fluktuatif. Rencana Putin untuk tidak menjual minyak mentah kepada negara negara G7 yg mendukung pembatasan harga Oil menjadi penopang utama penguatan emas.
Oil sendiri sepanjang tahun 2022 bergerak sangat fluktuatif, sempat menguat tajam karena ketatnya pasokan di tengah perang di Ukraina, kemudian merosot karena melemahnya permintaan dari importir utama China dan kekhawatiran kontraksi ekonomi, tetapi Oil akhirnya menutup tahun 2022 pada hari Jumat dengan kenaikan tahunan kedua berturut-turut.

Harga melonjak pada bulan Maret karena invasi Rusia ke Ukraina meningkatkan aliran minyak mentah global, dengan patokan internasional Brent mencapai $139,13 per barel, tertinggi sejak 2008. Harga turun dengan cepat di paruh kedua tahun 2022 karena bank sentral Amerika menaikkan suku bunga dan memicu kekhawatiran resesi yg dapat berakibat pada berkurangnya permintaan minyak mentah..

Ini merupakan tahun yang luar biasa untuk pasar komoditas, dengan risiko pasokan yang menyebabkan peningkatan volatilitas dan kenaikan harga,
– Brent pada hari Jumat, hari perdagangan terakhir tahun ini, di tutup pada level $85,91 per barel, naik hampir 3% menjadi $2,45 per barel.
– West Texas Intermediate di tutuppada level $80,26 per barel, naik $1,86 atau 2,4%.

DAILY FORECAST SENIN 02 JANUARI 2023

Focus News :
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Selasa : OPEC-JMMC Meeting. Rabu : data AS pada manufaktur dan lowongan pekerjaan JOLTS, risalah FOMC Desember. Kamis : data AS pada tenaga kerja sektor non pertanian dari ADP, data klaim pengangguran, dan neraca perdagangan. Jumat : data AS pada tenaga kerja sektor non pertanian, pendapatan rata-rata dan tingkat pengangguran, serta data layanan PMI dari ISM
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :
– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 1 menjadi 621 rig
– Presiden AS Biden menandatangani RUU pendanaan pemerintah senilai $1,7 triliun. RUU pengeluaran omnibus tersebut menyediakan dana pemerintah untuk sisa tahun fiskal 2023

 

Klaim Pengangguran Amerika