Category: Analisa

Kenaikan Harga Minyak Mentah

Krisis Perbankan

Krisis Perbankan Global

Mata uang Dolar Amerika melemah lagi pada perdagangan hari Selasa kemarin seiring dengan memudarnya rasa khawatir terhadap krisis perbankan global khususnya di Amerika. Hal tersebut menghidupkan kembali minat para pelaku pasar terhadap mata uang yang lebih berisiko dan instrument investasi beresiko lainnya.

Para pelaku pasar mendapatkan “angin segar” dari kesepakatan First Citizens BancShares untuk membeli semua deposito dan pinjaman pemberi pinjaman yang gagal dari Silicon Valley Bank. Fakta bahwa tidak ada berita atau kabar masalah perbankan lebih lanjut yang muncul di perbankan global. Dalam beberapa hari terakhir merupakan berita yg bagus atau sebagian pelaku pasar menyebutnya dengan istiah “no (bank) news is a good news.

Dolar sempat rebound pendek oleh data Consumer Confidence dan Manufacturing Index untuk wilayah Richmond yg dilaporkan membaik. Sentiment pasar yg positif masih lebih mendominasi perilaku Risk Appetite dan mengikis perilaku Safe haven Dolar.
Sebelum data tersebut, laporan tentang defisit perdagangan barang Amerika yg sedikit melebar pada bulan Februari karena ekspor menurun. Berpotensi membuat sektor perdagangan menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama nanti.
– Indeks Dolar turun 0,31% pada kisaran level 102,43, kembali bergerak mendekati level terendah dalam tujuh minggu terakhir di 101,91 yang disentuh pada hari Kamis minggu lalu.
Melemahnya Dolar tampaknya membawa manfaat tersendiri unutk emas yg bergerak menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin. Penguatannya terbatasi oleh Meredanya kekhawatiran tentang krisis perbankan global membatasi penguatan untuk aset safe haven.

Pasar tetap melemah

Pasar masih tentatif dalam hal ini, dan hal ini akan membuat sentiment risk appetite tetap terkendali setidaknya untuk beberapa minggu ke depan sampai pelaku pasar merasa telah benar benar melewati krisis perbankan.

Meski kekhawatiran atas resiko krisis perbankan dikatakan telah berangusr mereda dan sentment resio telah kembali ke pasar, namun pasar saham Amerika tidak otomatis menguat, S&P 500 turun 0,1%, Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,1%, atau 37 poin, dan Nasdaq turun 0,5%.
Pasar saham Amerika yg melemah, ditambah mata uang Dolar yg juga melemah, jelas menjadi dasar yang menopang harga emas Selasa kemarin.
Wall Street berjuang untuk menentukan arah karena para pelaku pasar mempertimbangkan kekhawatiran yang surut mengenai krisis perbankan, sementara Yield Treasury naik di tengah fokus para pelaku pasar pada kebijakan suku bunga Federal Reserve kedepannya.
– Emas spot naik 0,7% menjadi $1.970,88 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 1% lebih tinggi pada $1,973.50.

OIL

OIL menguat pada perdagangan Selasa kemarin dengan masih didukung oleh hal yg sama dengan pendukung penguatan Oil Senin kemarin ; pulihnya sentiment pasar dan masalah terganggunya supply minyak mentah di wilayah Irak.

Berkurangnya cadangan minyak mentah mingguan Amerika Versi A.P.I juga ikut menopang harga Oil.
A.P.I melaporkan Stok minyak mentah Amerika turun sekitar 6,1 juta barel dalam minggu yang hingga tangal 24 Maret, sementara stok bensin turun sekitar 5,9 juta barel dan stok distilat naik sekitar 550.000 barel.

Dilain hal, unit riset China National Petroleum Corp menunjukkan Impor minyak mentah China diperkirakan akan naik 6,2% pada tahun 2023 menjadi 540 juta ton.
Sementara Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia perlu fokus untuk meningkatkan ekspor energi ke negara-negara yang disebutnya sebagai negara sahabat dan mencatat bahwa pasokan minyak Rusia ke India mencatat lonjakan 22 kali lipat tahun lalu.
– Brent di tutup pada level $78,65 per barel, naik 53 sen, atau 0,7%.
– WTI di tutup pada level $73,20 per barel, naik 39 sen, atau 0,5%.

Baca Kembali Safe Haven

Focus News :
– 21:00 | USD | Pending Home Sales m/m ( F: -2.9% , P: 8.1% )
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: 1.8M , P: 1.1M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Conference Board : Indeks Keyakinan Konsumen AS naik tipis menjadi 104,2 di Februari dari 103,4 di Januari
  • API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan turun 6,076 juta barel. Stok bensin turun 5,891 juta barel. Stok distilat naik 548.000 barel. Persediaan di Cushing Oklahoma turun 2,388 juta barel
  • Regulator di Komite Senat Perbankan : akan mendukung persyaratan yang lebih ketat untuk bank dengan aset lebih dari $100 miliar setelah kegagalan tiga bank regional. Memilih menentang langkah deregulasi pada tahun 2018. Setuju untuk perlu mencegah jenis kegagalan perbankan ini
  • Presiden AS Biden : pemerintah telah melakukan apa yang mungkin untuk mengatasi krisis perbankan, tetapi masalah tersebut “belum selesai”. Telah melihat perubahan legislatif sebagai tanggapan terhadap krisis, meskipun itu bisa menjadi sulit di Kongres yang terpecah
  • Gubernur BoE Bailey : pasar sedang menguji bank untuk mengidentifikasi kelemahan. Berjanji untuk “sangat waspada” di tengah volatilitas yang berlangsung. “Pasar mencoba untuk menemukan titik kelemahan saat ini”
  • Uni Eropa sedang mencari cara untuk melarang pengiriman gas alam cair (LNG) Rusia tanpa menerapkan sanksi energi baru. Para menteri energi blok tersebut sebelumnya telah menyetujui proposal yang mencegah eksportir Rusia memesan kapasitas infrastruktur yang diperlukan untuk pengiriman
Jumat emas Naik

Safe Haven

SAFE HAVEN

Pada paruh kedua sesi Amerika, USD sempat sedikit Rebound, mendapatkan dukungan penguatan dari anjloknya pasar saham khususnya di sektor Perbankan yg memicu perilaku Safe Haven.

Pelemahan besar pasar saham sektor perbankan terjadi setelah tersiar kabar bawa SVB Financial Group (salah satu Bank besar Amerika yg berbasis start up) mengalami kolaps. Dimana hal ini membawa “kenangan pahit” tersendiri pada kejadian serupa sekitar 14 tahun yg lalu. Saat beberapa bank besar Amerika mengalami keruntuhan finansial dan memicu krisis ekonomi global.
– Indeks dolar di tutup turun 0,618% pads kisaran level 104.610 dan sempat mencetak low harian pada level 105.020

Dolar melemah lagi pada perdagangan hari hari Jumat kemarin. Kali ini Dolar tertekan oleh laporan data NFP yg menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat.
Hasil dari rilis data NFP tersebut memunculkan kembali asumsi bahwa FED dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga Federal Reserve. Hal ini yg menjadi dasar pelemahan USD Jumat kemarin.

FOMC

Perekonomian Amerika mencatakan penambahan lapangan kerja pada bulan Februari. Tetapi pertumbuhan pendapatan rata rata per jam yang melambat dan tingkat pengangguran yg justru meningkat mendorong pelaku pasar untuk menarik kembali perhitungan mereka akan kenaikan suku bunga 50 basis pada event FOMC minggu depan.

Yields Treasury Note 10 tahun- nan turun lebih dari 22 basis poin menjadi di bawah 3,70% dalam penurunan satu hari terbesar dalam empat bulan terakhir.

Pada paruh kedua sesi Amerika, USD sempat sedikit Rebound. Mendapatkan dukungan penguatan dari anjloknya pasar saham khususnya di sektor Perbankan yg memicu perilaku Safe Haven.
MenKeu dan Dewan Ekonomi Nasional mencapai solusi dengan regulator perbankan. Simpanan deposan tetap akan tersedia saat mereka membutuhkannya. Akan meminta pertanggung jawaban atas kekacauan ini. Akan memberikan pidato lainnya pada Senin tentang bagaimana kami mempertahankan sistem perbankan untuk melindungi pemulihan ekonomi. Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 2 rig menjadi 590

Minyak Mentah

OIL menguat, naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Jumat kmrn setelah data NFP yang lebih baik dari perkiraan, meskipun kenyataanya kedua acuan harga minyak mentah dunia turun lebih dari 3% pada minggu ini karena kegelisahan kenaikan suku bunga USD.

Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut di Amerika dan di Eropa telah mengaburkan prospek pertumbuhan global dan mendorong penurunan harga kedua tolok ukur minyak mentah minggu ini.

Namun, Federal Reserve mungkin memiliki lebih sedikit alasan untuk menaikkan suku bunga dengan lebih “lembut” setelah laporan pada hari Jumat mengobarkan kembali harapan untuk berkurangnya agresifitas FED dalam menaikkan suku bunga.

Di sisi pasokan, produsen minyak utama Arab Saudi dan Iran, keduanya anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak. Menjalin kembali hubungan setelah berhari-hari melakukan pembicaraan yang sebelumnya dirahasiakan di Beijing.

Baker Hughes melaporkan Rig minyak Amerika turun 2 ikit menjadi 590 rig minggu lalu, jumlah terendah sejak Juni 2022.

Sementara itu, para pelaku pasar energi terus memantau dengan cermat pemotongan ekspor dari Rusia. Yang memutuskan untuk memangkas produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari pada bulan Maret.
– Brent naik $1,19, atau 1,5%, menjadi $82,78 per barel.
– WTI naik 96 sen, atau 1,3%, menjadi $76,68

BACA LAGI SAFE HAVEN

Emas

Emas menguat tajam pada perdagangan hari Jumat kemarin, terangkat oleh melemahnya Dolar Amerika, turunnya Yield Treasury dan perilaku Safe Haven yg lebih memihak kepada emas ketimbang mata uang Dolar.

Anjloknya pasar saham terutama di sektor perbankan menjadi penopang utama perilaku Safe Haven.
– Emas Spot di tutup naik sebesar 1.8% per troy ounce pada level $1863.46
– Emas Berjangka Amerika juga menguat, naik sebesar 1.8% pada level $1867.27

Departemen Tenaga Kerja AS : tenaga kerja sektor non pertanian bertambah 311.000 pekerja di Februari, dibanding 504.000 di Januari (direvisi turun dari 517.000). Tingkat pengangguran naik menjadi 3,6% dari 3,4%, dan inflasi upah tahunan, yang diukur dengan penghasilan per jam rata-rata, naik menjadi 4,6% dari 4,4%. Tingkat partisipasi angkatan kerja sedikit naik menjadi 62,5% dari 62,4%

Focus News
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : kelanjutan kisah SVB di AS. Selasa : Indeks Harga Konsumen di AS. Rabu : Anggaran Musim Semi Inggris. Data AS pada Indeks Harga Produsen, Penjualan Ritel, serta data stok minyak mentah. Kamis : Pertemuan ECB (diperkirakan menaikkan suku bunga). Data AS pada Izin Bangunan, Perumahan, Klaim Awal Pengangguran, dan Kesaksian MenKeu Yellen di Senat. Jumat : data AS pada Produksi Industri, Sentimen Konsumen, dan indikator ekonomi AS dari Conference Board
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

 

Market Review

  • Bank Sentral Jepang (BoJ) dengan suara bulat tidak merubah kebijakan, mempertahankan suku bunga pada -10bps. Target imbal hasil JGB 10 tahun tidak berubah pada 0,00%. Gubernur Kuroda : “tidak akan ragu untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan.
  • Salah satu bank terbesar di AS, Silicon Valley Bank (SVB), kolaps pada Jumat. Kegagalan terbesar sejak krisis 2008 dan terbesar kedua di AS. SVB merupakan bank spesialis pembiayaan dari banyak bisnis startup serta keterikatan dengan industri kripto, dan mitra dari hampir setengah perusahaan teknologi dan kesehatan di AS.
  • Regulator AS dalam pernyataan bersama MenKeu Yellen, Ketua Fed Powell dan Ketua LPS AS (FDIC) Gruenberg meluncurkan langkah darurat membendung potensi limpahan dari keruntuhan SVB. Termasuk mencari investor baru serta menjual aset-aset mereka, menambahkan bahwa bailout bukan opsi
  • Regulator negara bagian menutup Signature Bank yang berbasis di New York pada Minggu, untuk mencegah penyebaran krisis perbankan, hanya dua hari setelah otoritas California menutup Silicon Valley Bank (SVB).
  • Signature Bank adalah salah satu bank populer cryptocurrency, yang terbesar setelah Silvergate, dan kini telah diambil alih FDIC (LPS di AS). Dana asuransi FDIC akan digunakan menutup deposan, dan hanya dapat menanggung $ 250.000 per deposan.
  • Silvergate Capital Corp, sebuah bank khusus kripto, dan induk usaha Silvergate Bank, akan menghentikan operasional dan melikuidasi aset untuk penghindaran risiko, dan sepenuhnya mundur dari bisnis kripto
Suku Bunga Referensi USD/CNY

Resesi Membuat Para Investor Gelisah

Resesi

Dolar bergerak lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan hari Selasa kemarin dan bergerak dalam perdagangan yang fluktuatif pada hari Selasa. USD masih tetap berada di jalur kenaikan bulanan pertamanya sejak September. Di tengah pandangan bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk beberapa waktu karena inflasi masih tetap tinggi. Kekhawatiran akan resesi membuat para investor gelisah.

Data ekonomi Amerika positif sebulan terakhir. (seperti laporan ketenagakerjaan yang luar biasa untuk bulan Januari). Membantu rally penguatan Dolar di bulan Februari di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunga lebih tinggi dan lebih lama. Daripada yang diantisipasi pasar sebelumnya untuk melawan inflasi.

Suku bunga berjangka Amerika telah memperhitungkan suku bunga kebijakan target Federal Reserve yang mencapai puncaknya di 5,4% pada bulan September. Sementara penurunan suku bunga untuk tahun ini sebagian besar telah diperhitungkan. Suku bunga kebijakan Fed saat ini berada di kisaran target 4,50%-4,75%.

The FED

Indeks dolar, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang mata uang lainnya, naik 0,22% pada 104,88 dan mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 2,7%.

Data tadi malam menunjukkan tanda-tanda bahwa kenaikan suku bunga the Fed mulai memberikan dampak yang diharapkan untuk mendinginkan ekonomi yang sedang memanas, yang sedikit membebani dolar. Selengkapnya ⇒  Money Stock Measures
Kepercayaan konsumen Amerika secara tidak terduga turun di bulan Februari, turun menjadi 102,9 dari angka 106 di bulan Januari. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks akan mencapai 108,5.

Laporan lain menunjukkan bahwa harga rumah keluarga tunggal Amerika meningkat pada laju paling lambat di bulan Desember sejak musim panas 2020, dengan indeks harga rumah nasional S&P CoreLogic Case Shiller naik 5,8% YoY.
Survei bisnis PMI Chicago untuk bulan Februari juga dirilis lebih lemah dari perkiraan.

Pasar menantikan data ketenagakerjaan (NFP) untuk bulan Februari pada 10 Maret dan indeks harga konsumen (CPI) pada 14 Maret, yang keduanya dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed pada 23 Maret dini hari.

-OIL-oil

OIL menguat naik hampir 2% pada hari Selasa kemarin, Rebound dari pelemahan yg terjadi di hari Senin sebelumnya. Oil mendapatkan dukungan penguatan dari harapan rebound ekonomi yang kuat di China. Harapan ini “menetralkan” kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Amerika yang menyeret turun konsumsi di negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini.

Ekspektasi pemulihan permintaan di China mendukung kenaikan harga Oil, dengan pasar menunggu data-data penting selama dua hari ke depan. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa aktivitas pabrik di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini tumbuh di bulan Februari.
Harga minyak diperkirakan akan naik di atas $90 per barel menjelang paruh kedua tahun 2023 karena permintaan China pulih dan produksi Rusia turun, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pada hari Selasa.

BACA LAGI Sanksi Rusia

Produksi Minyak Mentah

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah memompa 28,97 juta barel per hari (bph) bulan ini, survei Reuters menemukan, naik 150.000 bph dari bulan Januari. Produksi masih turun lebih dari 700.000 bph dari bulan September.

Sementara itu di Amerika, Energy Information Administration (EIA) melaporkan produksi minyak mentah turun di bulan Desember menjadi 12,10 juta barel per hari, terendah sejak Agustus 2022,
Namun, stok minyak mentah Amerika telah meningkat dan diperkirakan akan membukukan kenaikan selama 10 minggu berturut-turut, dengan analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan hampir setengah juta barel minggu lalu.

Persediaan minyak mentah Amerika naik sekitar 6,2 juta barel dalam minggu yang dihitung hingga tanggal 24 Februari, menurut sumber-sumber pasar yang mengutip angka-angka dari American Petroleum Institute pada hari Selasa.
– Brent berjangka untuk bulan April, ditutup lebih tinggi $1,44, atau 1,8%, pada $83,89 per barel. Kontrak yang lebih aktif untuk bulan Mei naik $1,41, atau 1,7%, menjadi $83,45.
– West Texas Intermediate naik $1,37, atau 1,8%, menjadi $77,05 per barel.

goldEmas

Emas di tutup menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin, seiring dengan menguatnya mata uang Dolar Amerika. Emas tampaknya mendapatkan dorongan penguatan dari sentiment Safe Haven. Pasar saham Amerika kembali melemah diterjang oleh kekhawatiran terjadinya resesi di masa depan oleh tingginya Suku Bunga USD.

Perilaku Bargain Hunting juga membantu emas naik. Para pelaku pasar melakukan pembelian di harga yg dianggap murah dan berada di dekat level Support Psikologis.
Meski menguat, namun Emas pada Selasa kemarin juga mencatatkan pelemahan harian dan mencetak level terendah sejak Desember 2022. Perlemahan tersebut merupakan new low untuk tahun 2023 ini

Melemahnya pasar saham global, ikut memberi keuntungan tersendiri untuk harga emas. Pelaku pasar juga tampak melihat untuk seminggu kedepan. Indeks Dolar dan yields Obligasi pemerintah Amerika dapat saja mereda dari reli penguatannya.
– Emas Spot naik sebesar 0.6% menjadi $1828.28 per tory oz, rebound dari level low harian di level $1804.20
– Emas Berjangka Amerika menguat sebesar 0.7% pada level $1836.70

Focus News
– 17:00 | GBP | BOE Gov Bailey Speaks
– 22:00 | USD | ISM Manufacturing PMI ( F: 47.9 , P: 47.4 )
– 22:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: 1.7M , P: 7.6M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • -Conference Board : sentimen konsumen AS memburuk pada Februari dengan Indeks Keyakinan Konsumen turun menjadi 102,9 dari 106.0 (direvisi turun dari 107,1)
  • API : stok minyak mentah selama sepekan naik 6,203 juta barel, stok bensin turun 1,774 juta barel, stok distilasi turun 341.000 barel, di Cushing Oklahoma naik 483.000 barel
  • Presiden AS Biden : proposal anggarannya pada Kongres 9 Maret akan mencakup kenaikan pajak, termasuk miliarder, berjanji untuk tidak menaikkan tarif atas penghasilan kurang dari $ 400.000 setahun
  • Ekspor minyak mentah Ural ke China dari pelabuhan Barat Rusia naik pada Februari dari bulan sebelumnya. Biaya pengiriman yang lebih rendah dan permintaan yang meningkat. Pembeli dari China semakin aktif, bersaing lebih banyak dengan kilang India. Penyuling China membeli minyak Ural langsung dari pelabuhan Rusia atau dari fasilitas kapal-ke-kapal (STS) di Mediterania atau di tempat lain
  • suku bunga akan tetap tinggi untuk beberapa waktu karena inflasi masih tetap tinggi. Kekhawatiran akan resesi membuat para investor gelisah
bahan bakar

Sanksi Rusia

Sanksi Rusia

AS bersama UE dan negara G7 memberlakukan sanksi Rusia, menargetkan industri logam dan pertambangan Rusia serta 22 individu dan 83 entitas perusahaan negara ketiga yang terkait dengan upaya penghindaran sanksi Rusia, termasuk yang terkait dengan perdagangan senjata dan keuangan gelap, serta pada 3 Bank Rusia dan yang terkait manajemen kekayaan dalam sektor jasa keuangan Rusia

OIL menguat dalam perdagangan yang fluktuatif pada hari Jumat kemarin dimana harga didukung oleh potensi berkurangnya ekspor Rusia (ini mengangkat harga Oil) namun sempat tertekan oleh meningkatnya persediaan mijyak mentah di Amerika Serikat dan kekhawatiran atas aktivitas ekonomi global.

Oil sempat melemah di awal sesi Eropa hingga awal sesi Amerika. Karena pertimbangan bahwa pasokan minyak mentah (terutama di Amerika) akan melebihi permintaan yg terancam berkurang karena potensi dan resiko resesi.

Indikasi bahwa produk mentah dan olahan Rusia menumpuk di kapal tanker yang mengapung di laut juga mengisyaratkan peningkatan pasokan.

Namun laporan dari Baker Hughes membatasi pelemahan Oil bahkan membantu Oil berbalik menguat.
Jumlah RIG minyak Amerika turun tujuh unit menjadi 600 minggu ini, sementara jumlah total masih naik 103 rig, atau 15,8%, dibandingkan waktu ini tahun lalu, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.

Kenyataan bahwa Rusia sebagai salah satu sumber cadangan minyak mentah dunia tidak dapat mendistribusikan produknya dengan lancar, ditambah adanya potensi OPEC+ akan memangkas produksi juga jelas membantu Oil rebound menguat hingga akhir perdagangan harian.
– Brent berjangka di tutup pada level $83,16 per barel, naik 95 sen, atau 1,2%.
– West Texas Intermediate di tutup pada levek $76,32 per barel, naik 93 sen, atau 1,2%. Sebelumnya, keduanya turun lebih dari $1 per barel.

Dolar

Dolar menguat hjngga mencapai level high baru dalam tujuh minggu terakhir pada perdagangan hari Jumat kemarin, karena data ekonomi makro menunjukkan inflasi yang masih tinggi, dan hal tersebut memperkuat asumis bahwa suku bunga dapat tetap lebih tinggi lebih lama.

Yang memicu lonjakan dolar adalah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) , (data ini sering digunakan sebagai salah satu acuan oleh Federal Reserve untuk kebijakan moneter), yang naik 0,6% bulan lalu setelah naik 0,2% pada bulan Desember.
Indeks harga PCE meningkat 5,4% dalam 12 bulan hingga Januari, setelah naik 5,3% pada Desember.

kenaikan inflasi PCE

Pengeluaran konsumen, (data yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi Amerika), melonjak 1,8% bulan lalu. Data bulan Desember direvisi lebih tinggi untuk menunjukkan pengeluaran turun 0,1% bukannya turun 0,2% seperti yang dilaporkan sebelumnya. Selain itu, penjualan rumah keluarga tunggal baru di Amerika meningkat 7,2% pada Januari, level tertinggi sejak Maret 2022.

Emas

Laju penjualan Desember direvisi lebih tinggi menjadi 625.000 unit dari 616.000 yang dilaporkan sebelumnya.
– indeks dolar naik 0,6% pada 105,20 ke level tertinggi tujuh minggu dan menempatkannya di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak akhir September.
Emas jatuh melemah hingga mencetak low baru untuk tahun 2023 ini pada perdagangan hari Jumat kemarin.

Emas terpukul oleh penguatan dolar yg menguat, dolar sendiri menguat karena terangkat oleh hasil pembacaan rilis data PCE yg menunjukan bahwa tingkat inflasi masih cukup tinggi. Laporan data Jumat kemarin kembali memunculkan asumsi bahwa suku bunga Dolar dapat berlanjut naik lebih tinggi lagi.

Tingkat Pengeluaran Personal melonjak naik tajam menjadi 1.8% dibandingkan dengan data bulan sebelumnya 0.1%, membuat pelaku pasar berfikir bahwa FED masih akan tetap agresif dalam hal kenaikan suku bunga USD.
– Emas Spot melemah sebesar 0.6% menjadi $1810.89 per troy oz bahkan sempat menyentuh level $1808.7
– Emas Berjangka Amerika jatuh melemah sebesar 0.4% dan menutup perdagangan harian pada level $1817.70

DAILY FORECAST SENIN 27 FEBRUARI 2023

Focus News :
– 20:30 | USD | Durable Goods Orders m/m ( F: -3.7% , P: 5.6% )
– 20:30 | USD | Core Durable Goods Orders m/m ( F: 0.1% , P: -0.2% )
– 20:30 | USD | Pending Home Sales m/m ( F: 0.9% , P: 2.5% )
– Fokus minggu ini : Senin : data pesanan barang tahan lama di AS. Selasa : data kepercayaan konsumen di AS. Rabu : data PMI Manufaktur dari ISM di AS dan data persediaan minyak mentah. Kamis : data klaim awal pengangguran di AS. Risalah pertemuan ECB Januari. Jumat : data PMI Jasa dari ISM di AS
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Baca Juga Perihal Minyak Mentah

Market Review

  • Biro Analisis Ekonomi AS : Pendapatan Pribadi naik 0,6% ($131,1 miliar) dan Pengeluaran Pribadi (PCE) naik 1,8% ($312,5 miliar) di Januari tingkat bulanan. Inflasi yang diukur dengan Indeks Harga PCE, naik menjadi 5,4% di Januari dari 5,3% di Desember. PCE Inti tahunan, pengukur inflasi pilihan Fed, naik menjadi 4,7% dari 4,6%. Secara bulanan, inflasi PCE Inti dan inflasi PCE keduanya naik 0,6%
  • Biro Sensus AS : penjualan rumah keluarga tunggal baru di AS naik 7,2% sebesar 670.000 unit pada Januari, setelah kenaikan 7,2% (direvisi dari 2,3%) sebesar 625.000 unit pada Desember
  • Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 7 rig menjadi 600
  • AS bersama UE dan negara G7 memberlakukan sanksi Rusia, menargetkan industri logam dan pertambangan Rusia serta 22 individu dan 83 entitas perusahaan negara ketiga yang terkait dengan upaya penghindaran sanksi Rusia
  • Rusia berencana mengurangi ekspor minyak dari pelabuhan baratnya pada Maret hingga 25% dibanding Februari, melebihi pemotongan yang diumumkan sebelumnya 5%. Rusia turut menghentikan pasokan minyak ke Polandia melalui pipa Druzhba, sehari setelah Polandia mengirim tank Leopard ke Ukraina
  • China merilis 12 point dalam proposal perdamaian untuk akhiri perang Rusia-Ukraina tepat setahun invasi Rusia. Diplomat China Yi telah berkeliling Eropa untuk melobi-lobi minggu lalu yang diakhiri di Moskow untuk memuluskan rencana tersebut. Presiden Komisi Eropa Leyen : “China berbagi prinsip, bukan rencana perdamaian untuk Ukraina. China memihak Rusia, dan mereka melihat dalam sudut pandang itu”
  • Calon Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda : BOJ harus mempertahankan suku bunga yang sangat rendah karena percepatan inflasi baru-baru ini sebagian besar didorong oleh kenaikan biaya impor mentah, daripada permintaan yang kuat. “Tren inflasi Jepang cenderung meningkat secara bertahap. Tapi itu akan memakan waktu untuk inflasi untuk mencapai target 2% BOJ secara berkelanjutan dan stabil.” (dianggap dovish). Ueda akan berbicara lagi di parlemen Majelis Tinggi Jepang hari Senin (est 11:10 WIB)
Pasar Saham Amerika

Data Ekonomi

Data Ekonomi

Dolar mempertahankan kenaikan moderat terhadap mata uang lainnya pada hari Selasa, didukung oleh data ekonomi Amerika yang kuat, tetapi USD melemah terhadap pound Inggris.

Aktivitas bisnis di Amerika Serikat pada bulan Februari secara tak terduga melonjak ke level tertinggi delapan bulan. Meningkat menjadi 50,2 dari pembacaan akhir 46,8 pada bulan Januari, menurut laporan data ekonomi.
Pembacaan data PMI di atas 50 mengindikasikan ekspansi sementara pembacaan di bawah menandakan kontraksi.

Rilis data Services PMI yg kuat mengikuti data penjualan ritel yang kuat minggu lalu, pasar tenaga kerja dan produksi manufaktur. Menunjukkan momentum yang kuat dalam perekonomian di awal tahun.
Hal tersebit diatas menunjukkan sebagian besar ekonomi Amerika masih terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan, terutama sektor jasa. Tetapi pasar perumahan tetap belum aman yang dibuktikan dengan penurunan mengejutkan penjualan rumah yang ada
– Indeks dolar berada di 104,16, atau naik 0,25%, rebound dari penurunan awal hingga mendekati tertinggi hari ini di 104,26.
Emas melemah pada perdagangan hari Selasa kemarin, tertekan oleh penguatan Dolar Amerika dan naiknya Yields Obligasi Amerik. Para pelaku pasar juga tampak melakukan antisipasi terhadap data penting Amerika di sisa minggu ini.

Data ekonomi Makro Amerika

Data ekonomi Makro Amerika semalam di rilis positif, dan ikut memberi tekanan pelemahan pada emas.
– Emas spot di tutup turun 0,5% menjadi $1.832,78 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika tergelincir 0,4% menutup perdagangan harian di $1.842,50.

Indeks dolar menguat mendekati level tertinggi dalam enam minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Yields Treasury 10 tahun-nan Amerika berada pada level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.

Pelemahan emas semalam adalah gerakan bearish di luar kekuatan pasar dan Anda juga memiliki penghindaran risiko yang lebih tajam di pasar yang pada perdagangan semalam bergerak melawan emas.

INFO PENTING Data Ekonomi Makro

OIL

OIL melemah pada perdagangan Selasa kemarin, dengan harga minyak Brent jatuh lebih dari 1% dalam pergerakan yg fluktuatif. Dikarenakan kekhawatiran yg kembali mencuat tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global mengalahkan sentiment positif dari terbatasnya pasokan. Dan mendorong pelaku pasar energi untuk melakukan aksi taking profit dari kenaikan hari sebelumnya.

Fokus di pasar keuangan dengan tema USD yg masih dalam sentiment penguatan pada rilis risalah pertemuan terbaru Federal Reserve pada dini hari nanti. Meningkatkan risiko suku bunga tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, dan ini menekan harga Oil.

Di awal sesi, pasar menguat, dengan Brent sempat berbalik positif. Setelah survei aktivitas bisnis yang lebih baik dari perkiraan di Eropa dan Inggris menunjukkan prospek ekonomi Eropa yang tidak seburuk dari yang ditakuti sebelumnya.
– Brent di tutup melemah sebesar $1,02, atau 1,2%, lebih rendah pada $83,05 per barel.
– West Texas Intermediate untuk bulan Maret, yang berakhir pada hari Selasa, turun 18 sen, atau 0,2%, menjadi $76,16 per barel. Kontrak bulan kedua tergelincir 19 sen, atau 0,2%, menjadi $76,27

Focus News :
– 02:00 | USD | FOMC Meeting Minutes

FOMC Meeting
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– NAR : penjualan rumah AS turun 0,7% di 4 juta unit pada Januari. Rata-rata harga meningkat 1,3% menjadi $359.000
– Presiden ECB Lagarde : tidak melihat spiral upah-harga di zona euro dan pertumbuhan upah adalah bagian dari ‘mengejar’. Inflasi utama melambat tetapi mereka tetap menaikkan suku bunga utama sebesar 50 basis poin pada pertemuan mendatang.
– Gedung Putih mengincar tiga mantan pejabat Departemen Keuangan pemerintahan Obama sebagai calon untuk Wakil Ketua Fed
– Uni Eropa mendekati paket sanksi ke-10 terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina dan pemerintah UE berharap mencapai kesepakatan pada Rabu. Untuk mengatasi perbedaan tentang larangan impor karet dan berlian Rusia.
– Presiden Rusia Putin : menegaskan melanjutkan serangan ke Ukraina. Upaya Rusia hanya untuk “membebaskan” warga Donbass (Ukraina Timur), agar bisa berbicara dengan bahasanya sendiri. Putin keluarkan peringatan kepada Barat dengan menangguhkan partisipasi Rusia dalam perjanjian pengendalian senjata nuklir. Putin tuduh Barat dan Ukraina memulai perang dengan ekspansi NATO dan sistem pertahanan anti-roket baru Eropa
– Iran akan menaikkan harga jual minyak mentahnya ke Asia bulan depan. Iran Light dijual $2 per barel di atas rata-rata Dubai/Oman pada bulan Maret, kenaikan $0,20 per barel dari harga Februari

Jumat emas Naik

Kenaikan Suku Bunga Tambahan

Kenaikan Suku Bunga Tambahan

Secara umum, Dolar amerika masih berada dalam sentiment Bullish oleh perubahan pandangan pelaku pasar mengenai kebijakan Suku Bunga yg akan diambil oleh FED.
Beberapa pejabat Federal Reserve mengisyaratkan minggu ini bahwa bank sentral Amerika kemungkinan harus menaikkan suku bunga lebih tinggi untuk mengembalikan inflasi ke tingkat yang diinginkan. Pernyataan hawkish tersebut ditambah dengan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan telah membuat beberapa bank memperkirakan tiga kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.

Dolar melemah pada perdagangan hari Jumat lebih disebabkan oleh faktor tekhnis dan persiapan pelaku pasar yang menyesuaikan diri menjelang akhir pekan yang panjang (Libur Nasional di Amerika).
Sementara Dolar terkoreksi setelah menguat selama seminggu terakhir.

Data Ekonomi Amerika

Serangkaian Data ekonomi makro Amerika yang meliputi indikator-indikator ekonomi utama seperti penjualan ritel. Pesanan produk baru, produksi industri dan harga saham (yg dirangkum dalam data Leading Index) menunjukan pertumbuhan yg moderat.
Data Leading Index Amerika di laporkan membaik sesuai Perkiraan pada angka -0.3% sesuai dengan perkiraan. Membaik dari bulan sebelumnya yg berada pada angka -0.8%
Pada hari Kamis sebelumnya, data ekonomi Amerika lainnya menunjukkan harga produsen bulanan meningkat paling tinggi dalam tujuh bulan di bulan Januari karena biaya produk energi melonjak. Sementara jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu.
– Indeks dolar di tutup turun 0,24% pada 103,83, setelah sebelumnya sempat mencapai 104,67 tertinggi sejak 6 Januari 2023.
Emas di tutup naik tipis pada hari Jumat namun masih berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, terbebani oleh dolar yang secara umum masih menguat dan naiknya Yieds obligasi.
Rebound tekhnis dan antisipasi pelaku pasar jelang long Weekend di Amerika berkaitan dengan hari Libur Nasional (President Days) membuat emas terpantul naik (Rebound) dari level harian terendah yg juga merupakan level terendah (sementara?) untuk tahun 2023 ini.

Logam Mulia

Perlu diperhatikan bahwa secara umum emas belum terlepas dari tekanan penguatan mata uang USD yg di topang oleh potensi kenaikan Suku Bunga Tambahan USD oleh FED.
Beberapa pejabat Fed minggu lalu mengatakan bahwa bank sentral Amerika kemungkinan besar seharusnya menaikkan suku bunga lebih banyak daripada yang dilakukannya pada awal bulan ini, dengan Gubernur Fed Michelle Bowman mengulangi target inflasi 2%.

Indeks dolar berada di jalur untuk kenaikan minggu ketiga berturut-turut, bahkan sempat memcetak level tertinggi (sementara?) untuk tahun 2023. Dan hal ini membuat emas batangan kurang menarik bagi pembeli di luar negeri, sementara Yields obligasi juga naik.
Harga logam mulia turun sekitar 7,3% dari level tertingginya selama sembilan bulan di awal bulan ini.
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga tiga kali lagi tahun ini masing-masing sebesar seperempat poin persentase.

FOMC

Federal Reserve

Para pelaku pasar menunggu rilis risalah FOMC terbaru dan data GDP minggu ini untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk mengenai jalur kenaikan suku bunga.
Ujian bagi the Fed akan terjadi jika dan ketika ekonomi melemah tanpa inflasi yang menurun dengan cepat. Jika the Fed bereaksi terhadap hasil potensial tersebut dengan melonggarkan kebijakan, maka emas dapat saja berbalik menguat.
– Emas spot di tutup naik 0,3% pada $ 1.842,27 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sejak akhir Desember. Harga telah turun 1,2% sepanjang minggu lalu.
– Emas berjangka Amerika ditutup 0,1% lebih rendah pada $1.850,20.
Minyak turun $2 per barel pada hari Jumat kemarin, menutup perdagangan mingguan dengan lebih rendah, karena para pelaku pasar energi khawatir bahwa kenaikan suku bunga Amerika di masa depan dapat membebani permintaan dan gelisah dengan meningkatnya tanda-tanda pasokan minyak mentah dan bahan bakar yang berlimpah.

Pada hari Kamis lalu, dua pejabat Fed memperingatkan kenaikan Suku Bunga tambahan sangat penting untuk mengekang inflasi. Sentimen-sentimen ini mengangkat dolar Amerika, membuat minyak menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Minyak Mentah

Para produsen minyak Rusia berharap untuk mempertahankan volume ekspor minyak mentah saat ini. Meskipun ada rencana pemerintah untuk memangkas produksi minyak di bulan Maret, surat kabar Vedomosti mengatakan pada hari Jumat, mengutip sumber-sumber yang mengetahui rencana-rencana perusahaan.

Sementara itu, laporan terbaru dari cadangan minyak mentah Amerika, yang dirilis pada hari Rabu sebelumnya menunjukkan persediaan minyak mentah dalam sepekan hingga 10 Februari naik 16,3 juta barel menjadi 471,4 juta barel, level tertinggi sejak Juni 2021.
Harga minyak pemanas turun 5% pada hari Jumat

Baker Hughes pada Jumat kemarin melaporkan Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi di masa depan. Turun satu rig menjadi 760 rig dalam sepekan hingga 17 Februari.
Meskipun jumlah rig turun minggu ini, Baker Hughes mengatakan bahwa jumlah total rig masih naik 115, atau 18%. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
– Minyak mentah berjangka Brent turun $2,14 atau 2,5%, menjadi $83,00 per barel, turun 3,9% dari minggu ke minggu.
– Minyak mentah West Texas Intermediate turun $2,15 atau 2,7% menjadi $76,34, turun 4,2% dari penyelesaian Jumat lalu

BACA JUGA Agresivitas The FED

DATA EKONOMI MAKRO PENTING MINGGU INI :

1. FLASH MANUFACTURING PMI INGGRIS

(Selasa 21 Februari 2023 ~ 16.30 wib)
Data yg melaporkan aktivitas manufaktur di Inggris. Data PMI sendiri adalah survei yang dilakukan terhadap sejumlah manajer pembelian atau purchasing managers dalam suatu industri manufaktur, dimana mereka diminta untuk menilai beberapa aspek dalam bisnis mereka, seperti produksi, pengiriman, pemesanan, harga bahan baku, tenaga kerja, dan lain-lain.

2. FLASH MANUFACTURING PMI AMERIKA

(Selasa 21 Februari 2023 ~ 21.45 wib)
Serupa dengan data Flash Manufacturing PMI Inggris, data ini melaporkan aktifitas manufaktur di Amerika, meski masih bersifat data pendahuluan (Flash), namun data ini digunakan sebagai indikator awal tentang pertumbuhan atau penurunan sektor manufaktur di negara tersebut.

3. FLASH SERVICES PMI AMERIKA

(Selasa 21 Februari 2023 ~ 21.45 wib)
Hampir sama dnegan data Flash Manufacturing PMI, hanya saja data ini menyoroti aktifitas sektor jasa dan bisanya dikaitkan dengan kondisi supply barang.

4. FOMC MEETING MINUTES

(Kamis 23 Februari 2023 ~ 02.00 wib)
Ini adalah ringkasan resmi (pembacaan hasil) dari pertemuan FOMC, yang dirilis sekitar tiga minggu setelah pertemuan dilaksanakan, 2 februari 2023 lalu.

5. PRELIM GDP AMERIKA

(Kamis 23 Februari 2023 ~ 20.30 wib)
Data Preliminary Gross Domestic Product (GDP) adalah indikator ekonomi yang mengukur nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama periode waktu tertentu, biasanya selama satu kuartal. Data ini dirilis sekitar satu bulan setelah kuartal berakhir. Merupakan estimasi awal tentang kinerja ekonomi suatu negara.

Preliminary GDP

Preliminary GDP adalah salah satu dari tiga jenis laporan GDP yang dirilis, yaitu preliminary (estimasi awal), revised (revisi), dan final (data akhir). Laporan preliminary GDP berisi informasi tentang pertumbuhan ekonomi selama kuartal tersebut, dengan membandingkan produk domestik bruto saat ini dengan produk domestik bruto periode sebelumnya. Data ini digunakan untuk menilai kinerja ekonomi suatu negara, termasuk pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, lapangan kerja, investasi, dan lain-lain.

Focus News :
– No High Impact Data , Pasar AS ditutup libur Hari Presiden
– Fokus minggu ini : Selasa : data PMI Jepang, Zona Eropa, Inggris, dan AS. Data penjualan rumah yang ada di AS. Pidato Presiden Rusia Putin sebelum peringatan 1 tahun. Rabu : risalah Pertemuan Fed Januari. MenKeu G-20 dan Gubernur Bank Sentral bertemu di India. Kamis : data AS pada PDB Q4, klaim awal pengangguran mingguan, stok minyak mentah AS. Jumat : data AS pada pendapatan dan pengeluaran pribadi, berisi indeks inti PCE, pengukur inflasi yang disukai Fed. IHK Jepang dan penampilan calon Gubernur BOJ Ueda (seorang yang hawkish) di majelis rendah Jepang bersama dua calon wakilnya. Peringatan satu tahun invasi Rusia ke Ukraina (diperkirakan ada peningkatan serangan)
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Presiden Fed Richmond Barkin : pengendalian inflasi membutuhkan lebih banyak kenaikan suku bunga, untuk “fleksibilitas” meredam inflasi.
– AS menerima 3 juta barel minyak mentah dari Venezuela bulan ini, dimana Chevron mengirimkan 100.000 bph minyak mentah Venezuela per hari sebagai bagian lisensinya dari Departemen Keuangan AS yang memberikan izin terbatas untuk memindahkan minyak yang terkena sanksi, setelah larangan tiga tahun
– Harga gas alam Eropa turun ke level terendah 18 bulan
– MenLu G7 : berkomitmen mempertahankan dan memperkuat sanksi terhadap Rusia untuk membatasi upaya perangnya. AS turut berencana memberlakukan kontrol ekspor baru dan babak baru sanksi terhadap Rusia.
– Ketegangan geopolitik menguat dengan Korea Utara yang menembakkan lebih banyak rudal. Pengawas nuklir PBB turut sedang berdiskusi dengan Iran karena peningkatan uranium hingga 84%, mendekati tingkat senjata. Dan pembicaraan Rusia yang diperkirakan meningkatkan serangan di Ukraina sebelum peringatan satu tahun invasi (24 Februari).

CPI Nanti Malam

CPI Nanti Malam

Emas di tutup menguat tipis pada perdagangan hari Jumat kemarin, setelah sempat jatuh melemah hingga mencetak low harian di level $1852.55 yg merupakan level terendah bulan Februari tahun ini.
Harga emas juga bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan Jumat kemarin, para pelaku pasar tampak sangat mewaspadai data CPI nanti malam.
Sebagai pengingat, data CPI (yg sering disebut dengan data Inflasi konsumen) dijadikan dasar oleh pelaku pasar utk meraba kebijakan FED kedepannya.

Sempat bergerak naik sepanjang pertengahan sesi Asia hingga awal sesi Eropa. Di topang oleh respon lanjutan pelaku pasar pada laporan data klaim pengangguran yg meningkat pada Kamis malam sebelumnya, harga emas perlahan tertekan hingga memasuki sesi Amerika.

Data ekonomi makro Amerika pada Jumat kemarin di rilis positif. Memberikan dukungan penguatan utk USD dan memberikan tekanan pelemahan utk emas.
Data prelim UoM Inflation Expectation menunjukan perkiraan kenaikan tingkat Inflasi pada angka 4.2%. Naik dari tingkat Inflasi bulan Januari 3.6%.
Sementara data prelim UoM Consumer Sentiment di Rilis 66.4, melebihi Forecast 65.0 dan Last 64.9.

Ikut menekan harga emas pada Jumat malam kemarin adalah tersiarnya kabar dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika mengenai Revisi data CPI utk bulan Desember (yg dilaporkan bulan Januari lalu).
CPI yg dilaporkan Januari lalu menunjukan CPI bulanan turun sebesar 0.1% (tertulis -0.1%). Namun utk data CPI nanti malam, pada bagian Last di revisi naik menjadi 0.1%.
Hal ini jelas menjadi perhatian tersendiri utk pelaku pasar, bahwa meredanya tingkat inflasi tidak “seindah” yg dibayangkan, dan….masih lambatnya penurunan inflasi dapat menjadi dasar utk FED lanjut menaikkan suku bunga.
– Emas spot di tutup naik sebesar 0.2% pada levek $1864.10.
– Emas berjangka Amerika di tutup melemah sebesar 0.2% pada level $ 1874.50

Laporan Inflasi

Dolar bergerak menguat pada hari Jumat krmn karena para pelaku bersiap dan waspada menghadapi laporan inflasi Amerika Senin ini. Laporan Inflasi ( CPI ) ini dikhawatirkan dapat menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan pasar di tengah data yang menunjukkan ekspektasi kenaikan harga yang berkelanjutan selama tahun depan.

Data ekojomi makro Amerika seminggu kemarin terus menunjukkan momentum positif. Dolar berada pada kenaikan mingguan kedua terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya, kenaikan yang belum terlihat sejak Oktober.

Survei University of Michigan pada hari Jumat menunjukkan prospek inflasi satu tahun sebesar 4,2%, lebih tinggi dari angka akhir pada bulan Januari 3.9%.
(Dari data prelim UoM Inflation Expectation) Keseluruhan indeks sentimen konsumen berada di 66,4, naik dari 64,9 bulan sebelumnya.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell pernah mengutip ; prospek inflasi survei Michigan sebagai salah satu indikator yang dilacak bank sentral Amerika. Maka data tersebut menjadi penopang penguatan USD Jumat kmrn.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika ikut memberikan dorongan penguatan untuk USD dengan revisi data CPI pada bulan sebelumnya.
Tercatat CPI m/m yg di rilis pada bulan Januari lalu -0.1%. Data tersebut semestinya menjadi Last atau Previous untuk laporan CPI m/m nanti malam, namun Last atau Previous CPI m/m nanti malam justru terlihat angka 0.1% , itu berarti ada revisi naik dari yg sudah pernah terlaporkan. Dan memberikan kewaspadaan tersendiri bagi para pelaku pasar bahwa meredanya tingkat inflasi tidak berjalan selancar yg dibayangkan. Dan kembali memunculkan potensi berlanjutnya pengetatan kebijakan (Rate Hike) oleh FED
– Indeks Dolar di tutup menguat sebesar 0.33% pada level 103.48

Baca Juga Data Ekonomi Makro

5 HAL PENTING MINGGU INI.

—————————————-
1. DATA INFLASI (CPI) AMERIKA
(Selasa 14 Feb 2023 ~ 20:30 wib)
ngka-angka CPI pada hari Selasa akan menjadi perkembangan tingkat inflasi. Kalender ekonomi juga akan menampilkan data penjualan ritel bulan Januari, data PPI, dan laporan mingguan mengenai klaim pengangguran awal pada miggu ini

Beberapa pejabat Fed dijadwalkan untuk tampil selama minggu ini, termasuk Presiden Fed New York John Williams, kepala Fed St Louis James Bullard, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dan kepala Fed Cleveland Loretta Mester.
2. LAPORAN RUGI LABA PERUSAHAN (EARNING REPORTS)
Laporan keuangan penting di minggu ini termasuk Coca-Cola (NYSE: KO), yang akan melaporkan laporan keuangannya sebelum pembukaan pasar pada hari Selasa. Barrick Gold (NYSE:GOLD), Kraft Heinz (NASDAQ:KHC), Krispy Kreme (NASDAQ:DNUT) dan Biogen (NASDAQ:BIIB) akan melapor sebelum pembukaan pada hari Rabu, sementara Deere (NYSE:DE) akan melapor sebelum pembukaan pasar pada hari Jumat.
Buruknya Earning report bisanya memberikan dukungan penguatan untuk USD.

3. DATA INFLASI (CPI) INGGRIS
(Rabu 15 Feb 2023 ~ 14.00 wib)
Data inflasi dan data pekerjaan Inggris minggu ini akan membantu Bank of England untuk menentukan apakah akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Maret mendatang.

4. BANK of JAPAN
Pada hari Selasa, pemerintah Jepang akan secara resmi mencalonkan kandidat yang tidak terduga untuk menggantikan Haruhiko Kuroda. Yang masa jabatannya sebagai gubernur Bank of Japan (BOJ) akan segera berakhir.

5. ZONA EROPA (FLASH GDP & ECOFIN MEETING)
(Selasa 15 Feb 2023 ~ 17.00 wib)
Sebelumnya, Zona Euro akan merilis data PDB yang direvisi pada hari Selasa, dilanjutkan dengan rilis perkiraan ekonomi kuartalan untuk zona euro pada hari Rabu.

Focus News :
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Selasa : data IHK (indeks harga konsumen) di AS. Rabu : data penjualan ritel di AS. Rilis anggaran dasar 2023, perkiraan ekonomi dan batas utang federal dari CBO AS (Congress Budget Office). Kamis : data klaim pengangguran di AS, data PPI (indeks harga produsen) di AS
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Universitas Michigan : sentimen konsumen di AS membaik menjadi 66,4 pada Februari dari 64,9 di Januari
– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan naik 10 rig menjadi 609
– AS memberi sanksi baru terhadap China, menargetkan enam perusahaan kedirgantaraan China yang diidentifikasi mendukung program balon pengintaian militer negara. Sanksi dijatuhkan setelah F-22 militer Amerika menembak jatuh “objek kedua” yang memasuki wilayah udara AS dalam seminggu terakhir
– Rusia mengumumkan rencana untuk memangkas produksi minyak hingga 500.000 bph mulai Maret, akibat larangan impor UE dan pembatasan harga G-7. Kementrian Energi Rusia melaporkan produksi 9,8-9,9 juta bph pada Januari, mendekati level November dan Desember. Mitra Rusia dalam koalisi OPEC+ turut telah mengisyaratkan tidak akan meningkatkan produksi untuk mengisi pengurangan tersebut
– Pemerintah Jepang akan mengumumkan calon Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) ke parlemen pada 14 Februari (est 02:00 GMT), yang diperkirakan akan mengajukan mantan anggota dewan kebijakan BoJ Kazuo Ueda yang hawkish, dengan pengumuman pada 17 Februari. BoJ turut diperkirakan akan menawarkan pinjaman 5 tahun kepada bank pada 14 Februari untuk membantu Yields

analisa trading emas hari ini

Perdagangan Hari Rabu Sesuai Forecast

Perdagangan Hari Rabu

Dolar di tutup menguat setelah sempat melemah pada awal pembukaan perdagangan hari Rabu kemarin. Dolar yg sempat tertekan pada hari Selasa sebelumnya (tepatnya Rabu dini hari) setelah pernyataan Powell pada acara diskusi panel di Washington. Rebound oleh data ekonomi makro dan komentar beberapa pejabat FED.

Data Wholesales Inventories dilaporkan menurun sesuai dengan Forecast pasarmenjadi 0.1% pada bulan lalu dibangkan dengan Inventories pada bulan sebelumnya 0.9%. Data tambahan berupa Wholesales Trades yg dilaporkan meningkat menjadi 0.0%, lebih baik dari Forecast yg justru menghitung penurunan sebesar -0.3%.

Sementara itu, Presiden Fed New York John Williams tadi malam memberikan dukungan penguatan untuk Dolar dengan mengatakan bahwa beralih ke tingkat Suku Bunga antara 5,00% dan 5,25% tampaknya pandangan yang sangat masuk akal tentang apa yang perlu kita lakukan tahun ini untuk menurunkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan.

Indeks Dollar

Indeks Dolar naik sebesar 0.11% pada level 103.35 setelah sehari sebelumnya sempat jatuh hingga level 102.86
Emas di tutup menguat tipis pada perdagangan hari Rabu kemarin. Terkoreksi dari level high harian yg sempat tercatat pada awal awal sesi Eropa. Harga emas sempat bergerak fluktuatif oleh pada sesi Eropa oleh respon pasar pada komentar beberapa pejabat ECB.

kepala bank sentral Jerman Joachim Nagel mengatakan ; Dari posisi saya hari ini, kami membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang signifikan.
Sementara Rekannya Isabel Schnabel mengatakan belum jelas bahwa kenaikan suku bunga ECB sejauh ini akan dapat membawa inflasi kembali ke 2%.
Kedua komentar tersebut memberikan tekanan tersendiri untuk Dolar karena perbedaan pandangan yg dianggap cukup signifikan, dimana FED dianggap akan mulai melambat untuk siklus pengetatan kebijakannya. Sementara ECB tampak masih akan terus tancap gas untuk kebijakan pengetatannya.

Memasuki sesi Amerika , emas mulai cenderung tertekan oleh rilis data ekonomi makro Amerika dari sektor penjualan, dimana Wholesales Inventories dan Wholesales trade dilaporkan membaik secara moderat.
Komentar beberapa pejabat FED yg memberikan dukungan untuk Dolar ikut menekan harga emas hingga akhir sesi perdagangan harian.
– Emas Spot di tutup pada level $1875 atau naik sebesar 0.1%
– Emas Berjangka naik 0,3% menjadi $1.890,00.

OIL

OIL menguat naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Rabu karena pelaku pasar energi merasa lebih nyaman dengan risiko akan tingginya suku bunga USD sehari setelah pernyataan ketua Federal Reserve (pada Rabu dini hari) meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga.
Komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu dini hari terlihat kurang hawkish dibandingkan dengan yg dikhawatirkan pelaku Pasar, meningkatkan selera risiko (Risk Appetite) dan membebani dolar. Mata uang USD yang lebih lemah membuat minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah pada Senin menghentikan aliran minyak mentah dari Irak dan Azerbaijan keluar dari pelabuhan Ceyhan di Turki. BP Azerbaijan telah mengumumkan force majeure pada pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan.

Sesuai Forecast

Di lain pihak, E.I.A melaporkan Stok minyak mentah Amerika naik minggu lalu sesuai dengan Forecast dan untuk minggu ketujuh berturut-turut, mencapai level tertinggi dalam 20 bulan.
Persediaan minyak mentah Amerika naik 2,423 juta barel selama minggu yang dihitung hingga tanggal 1 Februari.

Produksi minyak mentah sendiri naik 100.000 bpd, atau barel per hari, mencapai 12,3 juta bpd atau tertinggi sejak April 2020. Ekspor minyak mentah, sementara itu, anjlok 17% pada minggu ini, menjadi 2,9 juta barel per hari dari 3,492 juta barel per hari pada minggu sebelumnya.

Persediaan bensin Amerika mengalami peningkatan 5 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan 1,271 juta dan kenaikan minggu sebelumnya sebesar 2,576 juta.
Persediaan bensin telah naik hampir 16 juta barel sejak tahun 2023 dimulai. Bahan bakar bensin otomotif adalah produk bahan bakar No.1 di Amerika.

Stok sulingan naik 2,932 juta dibandingkan Forecast 0,097 juta. Di minggu sebelumnya, penambahan minyak distilat mencapai 2,32 juta.
– Minyak mentah Brent ditutup naik $1,40, atau 1,7%, menjadi $85,09 per barel.
– West Texas Intermediate ditutup naik $1,33, atau 1,7%, menjadi $78,47.

Focus News :
– 16:45 | GBP | Monetary Policy Report Hearings
– 17:00 | EUR | EU Economic Forecast
– 20:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 191K , P: 183K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

BACA JUGA : Kenaikan Suku Bunga Pada Hari Selasa

Market Review

– EIA : stok minyak mentah selama sepekan naik 2,42 juta barel menjadi 455,1 juta barel. Stok bensin naik 5 juta barel. Stok distilat naik 2,93 juta barel. Persediaan di Cushing Oklahoma naik 1,04 juta barel
– Pidato Kenegaraan Presiden Biden mengakui masih membutuhkan minyak dan gas “setidaknya untuk satu dekade lagi”. Presiden menyerukan empat kali lipat pajak atas pembelian kembali saham perusahaan, yang akan mendorong lebih banyak investasi industri jangka panjang. Mendesak pengesahan pajak minimum miliarder. Menunjukkan sikap keras terhadap China jika negara merusak kedaulatan
– Presiden Fed New York Williams : pasar tenaga kerja masih sangat kuat dan ada banyak pekerjaan yang dilakukan pada suku bunga. Tingkat puncak 5% -5,25% masih merupakan pandangan yang masuk akal. Melihat lebih banyak tanda positif tentang pertumbuhan.
– Negara G7 sedang menimbang sanksi kepada perusahaan China, Iran, dan Korea Utara karena diyakini memberi Rusia suku cadang dan teknologi yang memiliki tujuan militer, mengoordinasikan paket tindakan tersebut sebelum 24 Februari, satu tahun invasi Rusia ke Ukraina

Kenaikan Suku Bunga Pada Hari Selasa

Kenaikan Suku Bunga

Dolar jatuh dari level tertinggi bulan ini pada hari Selasa kemarin setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell kembali mengulang pernyataan minggu lalu bahwa disinflasi telah dimulai, dan mengharapkan penurunan inflasi yang signifikan tahun ini. Dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, ketua Fed mengatakan pengembalian ke sasaran inflasi bank sentral Amerika sebesar 2% akan menjadi proses yang bergelombang, yang akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Pernyataan Powell dianggap kurang hawkish, tidak ada hal baru yg dapat dijadikan pelaku pasar sebagai pijakan penggerak market.

Satu hal yg perlu diperhatikan, Powell, bagaimanapun, menolak untuk menyamakan penguatan mengejutkan di pasar kerja yang ditunjukkan dalam NFP Jumat kemarin dengan ekspektasi bahwa suku bunga harus lebih tinggi dari perkiraan pejabat Fed akhir tahun lalu.

Kondisi ekonomi Amerika

Sebelumnya, Indeks Dolar sempat menguat di awal awal sesi Amerika, ditopang oleh data ekonomi makro yg positif.
Defisit neraca rugi laba Amerika mengecil. Sementara tingkat optimisme konsumen atas Kondisi Ekonomi kedepan naik melebihi Perkiraan.
– Indeks dolar jatuh setelah pernyataan Powell, dan menutup perdagangan harian dalam kondisi melemah sebesar 0,2% pada 103,39.
Emas menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin, meski terkoreksi dari level tertinggi harian. Emas yg bergerak cukup fluktuatif selama perdagangan Selasa kemarin. Menguat memanfaatkan pelemahan indeks dolar yg justru tertekan setelah Powell memberikan pernyataannya dalam sebuah acara Diskusi dalam Economic Club of Washington.

Powell mengatakan dia bersedia bersabar membiarkan disinflasi, yang baru saja dimulai daripada memulai kenaikan suku bunga yang lebih kuat.

Namun Powell juga mengatakan ; Jika laporan pasar tenaga kerja terus membaik atau laporan inflasi yang lebih tinggi terus berlanjut, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih dari harga saat ini.

Diperkirakan Keputusan suku bunga Fed berikutnya akan dilakukan pada 16 Maret, setelah rilis laporan NFP Februari pada 3 Maret.
– Spot Gold naik 0.2% pada level $1870.49
– Emas Berjangka Amerika juga di tutup naik sebesarj9.3% pada level $1884.89

Harga Oil

OIL naik lebih dari 3% pada hari Selasa kemarin setelah kepala bank sentral Amerika meredakan kekhawatiran pasar atas berlanjutnya kenaikan suku bunga yg agresif, sementara pemulihan permintaan di China juga menopang harga Oil utk menguat.

Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu dini hari tadi bahwa data NFP yang sangat kuat yang dirilis minggu lalu hanya menegaskan bahwa bank sentral memiliki beberapa cara untuk menaikkan suku bunga.
Dia juga menolak untuk mengatakan apakah mengetahui tentang kekuatan data akan mempengaruhi kenaikan suku bunga 25 basis poin minggu lalu.

Di lain hal, Perkiraan permintaan yang lebih kuat di China juga mengangkat harga minyak mentah pada hari Selasa. Badan Energi Internasional mengharapkan setengah dari pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini datang dari China, dan menambahkan pernyataan bahwa permintaan bahan bakar jet melonjak.

Sementara itu, terminal ekspor minyak di Ceyhan Turki bekum kembali beroperasi setelah gempa besar melanda wilayah tersebut.

Penutupan 535.000 barel per hari Fase 1 bagian dari ladang minyak Johan Sverdrup di wilayah Laut Utara Norwegia juga ikut mengangkat harga Oil.

Sementara itu, Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, menaikkan harga minyak mentah andalannya untuk pembeli Asia untuk pertama kalinya dalam enam bulan di tengah ekspektasi pemulihan permintaan, terutama dari China.
jika Arab Saudi tidak takut menaikkan harga minyak maka itu berarti permintaan cukup bagus.

A.P.I melaporkan sediaan minyak mentah Amerika turun 2,184 juta barel selama minggu lalu yang dihitung hingga tanghal 1 Februari.
A.P.I juga menunjukkan kenaikan 5,261 juta barel stok bensin untuk minggu lalu dan kenaikan 1,109 juta barel dalam stok sulingan
– Brent berjangka naik $2,70, atau 3,3%, menjadi $83,69 per barel.
– West Texas Intermediate naik $3,03, atau 4,1%, menjadi $77,14 per barel.

Focus News :
– 09:00 | USD | President Biden Speaks
– 21:15 | USD | FOMC Member Williams Speaks
– 22:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: 2.0M , P: 4.1M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

BACA JUGA : Agresivitas The FED

Market Review

– Biro Sensus AS : defisit perdagangan internasional barang dan jasa naik $6,4 miliar menjadi $67,4 miliar pada Desember. Ekspor turun $2,2 miliar di $250,2 miliar. Impor naik $4,2 miliar di $317,6 miliar
– Ketua Fed Powell kembali menegaskan jika proses disinflasi sudah dimulai. “Proses disinflasi, proses di mana inflasi menurun, sudah dimulai, dan ini dimulai dari sektor barang, sektor yang berkontribusi seperempat dari ekonomi. Tetapi jalan masih panjang, ini baru tahap paling awal. Kami pikir turut perlu melakukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Jika pekerjaan tetap panas, mungkin kami harus berbuat lebih banyak”

Disinflasi artinya laju kenaikan harga yang lebih rendah dari sebelumnya. Melihat inflasi sudah mencapai puncaknya, dan kini dalam tren turun, dengan demikian, Fed diharapkan bisa melonggarkan kebijakan. Tetapi tenaga kerja yang kuat (517.000) berisiko membuat inflasi sulit turun ke target 2%

– API : memperkirakan stok minyak mentah AS selama sepekan turun 2,184 juta barel. Stok bensin naik 5,261 juta barel. Stok distilasi naik 1,109 juta barel. Stok di Cushing Oklahoma naik 178.000 barel

– Bank Sentral Australia menaikkan official cash rate (OCR) 25 bps menjadi 3,35%. Inflasi diperkirakan turun tahun ini karena faktor global dan permintaan domestik yang lambat. Inflasi CPI diperkirakan turun menjadi 4,75% tahun ini. PDB diperkirakan melambat menjadi 1,5% selama 2023 dan 2024. Tingkat pengangguran naik menjadi 3,75% akhir tahun ini dan 4,5% pertengahan 2025.

– PM Inggris Sunak mengubah tiga departemen pemerintah menjadi empat, menciptakan kementerian baru yang berfokus pada keamanan energi dan sains. Sunak turut mengganti Ketua Partai Konservatif ke Greg Hands. Menggantikan Zahawi, yang akan dipilih pada bulan Mei, dan mengisyaratkan pemilihan umum berikutnya pada paruh kedua 2024. Timbul pertanyaan tentang Wakil PM Raab, ditengah penyelidikan atas tuduhan intimidasi, yang mungkin perlu perubahan lebih lanjut pada tim utamanya

WhatsApp Image 2022 02 11 at 9.16.18 AM

Kenaikan Suku Bunga

FOMC Meeting

Akankah the Fed terus memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam menghadapi inflasi yang mendingin atau tetap pada pendiriannya?. Para pengamat pasar secara luas memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu ke kisaran 4,5% hingga 4,75%. Memperlambat ukuran kenaikan untuk pertemuan kedua berturut-turut.

Pelaku Pasar akan mengamati konferensi pers pasca rapat kebijakan Ketua Fed Jerome Powell untuk mengetahui indikasi seberapa besar kenaikan suku bunga. Dan kapan para pejabat akan mempertimbangkan jeda.

Personal Consumption Expenditure (PCE)

Dolar menguat pada perdagangan hari Jumat kemarin setelah data PCE menunjukkan penurunan belanja konsumen Amerika dan inflasi mereda. Pelaku pasar juga tampak jelas mengantisipasi sejumlah pertemuan bank sentral minggu ini.

Indeks Harga Belanja konsumen (PCE), yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi Amerika, turun 0,2% bulan lalu. Data untuk bulan November direvisi lebih rendah dan menunjukkan pengeluaran turun 0,1%. Bukan naik 0,1% seperti yang dilaporkan sebelumnya. Para Pelaku pasar yang disurvei oleh Reuters memperkirakan belanja konsumen turun 0,1%.

Departemen Perdagangan melaporkan ata PCE yg merupakan pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), naik 0,1% bulan lalu setelah kenaikan serupa di bulan November.
– Indeks dolar Amerika di tutup naik 0,1% menjadi 101,72.

EMAS

Emas di tutup melemah tipis pada perdagangan hari Jumat kemarin dalam perdagangan yg sangat fluktuatif.
Sempat melemah sepanjang sesi Asia atas sikap antisipatif pasar terhadap forecast data PCE yg di rilir malam harinya. Emas justru Rebound sepanjang sesi Eropa hingga masuk di awal sesi Amerika. Bahkan sempat mencetak new high harian meski sangat tipis.

Setelah data PCE dan kawan kawannya di rilis, Emas kembali jatuh melemah oleh mata uang Dolar yg mendapatkan dorongan naik pasca rilis data.
Emas bahkan sempat mencetak Low harian setelah data PCE di rilis. Namun itupun tidak berahan lama. Emas kembali Rebound pada paruh waktu kedua sesi Amerika, melonjaknya pasar saham Amerika tampak menekan permintaan untuk mata uang Dolar dan hal tersebut sedikit menguntungkan emas yg rebound hingga mendekati level Open harian.

– Emas untuk pengiriman Februari di Comex New York menutup perdagangan kontrak Februari di level $1.928 dan menutup sesi perdagangan harian di level $1929,40, turun hanya 60 sen.
– Emas spot, yang lebih banyak diikuti oleh para pelaku pasar / trader daripada emas berjangka di tutup pada level $1.928,15 – turun 96 sen, atau 1%.
Emas spot mencapai level high tahun 2023 di $1,949.29 pada hari Kamis sebelumnya.

Minyak

OIL ditutup melemah pada hari Jumat kemarin. Pelemahan Oil lebih disebabkan oleh karena indikasi kuatnya pasokan minyak Rusia yg mentralkan mengimbangi data pertumbuhan ekonomi Amerika yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah penyulingan distilat menengah yang kuat, serta harapan akan pemulihan permintaan yang cepat dalam permintaan China.

Pemuatan minyak dari pelabuhan-pelabuhan Baltik Rusia akan naik 50% bulan ini dari bulan Desember karena para penjual mencoba untuk memenuhi permintaan yang kuat di Asia dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga energi global (perhitungan Reuters).
Pemuatan minyak mentah Ural dan KEBCO dari Ust-Luga selama tanggal 1 hingga 10 Februari dapat meningkat menjadi 1,0 juta ton dari 0,9 juta ton pada rencana periode yang sama di bulan Januari.
Jika pasokan Rusia tetap kuat hingga bulan depan, minyak mungkin akan terus mengalami tren penurunan.

Sementara itu, para delegasi OPEC+ akan bertemu minggu ini untuk meninjau kembali tingkat produksi minyak mentah. Dengan sedikit “bocoran” dari beberapa sumber OPEC memperkirakan tidak akan ada perubahan pada kebijakan produksi saat ini.

Di Cina, kasus COVID-19 yang kritis turun 72% dari level tertingginya pada awal bulan ini, sementara kematian harian di antara pasien COVID-19 di rumah sakit telah turun 79% dari jumlah tertingginya, yang menunjukkan normalisasi ekonomi Cina dan meningkatkan ekspektasi pemulihan permintaan minyak.
– Brent ditutup turun 81 sen, atau 0,9%, pada $86,66 per barel, naik hanya 3 sen dari penutupan minggu lalu.
– WTI turun $1,33, atau 1,6%, menjadi $79,68, turun 2% pada minggu ini

Baca Juga :  Kenaikan Minyak Mentah Pada Hari Kamis

ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps; Lagarde akan tetap hawkish

Kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3% dari ECB saat rapat pada hari Kamis tampaknya sudah pasti terjadi – namun apa yang akan terjadi selanjutnya masih belum jelas. Para pengamat pasar akan mencari indikasi seberapa jauh dan seberapa cepat para pejabat berniat untuk melangkah.

Presiden ECB Christine Lagarde kemungkinan akan tetap bersikap hawkish karena inflasi inti tetap tinggi, meskipun ada perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan, dengan lebih banyak suara dovish yang berpendapat bahwa inflasi telah mundur dari rekor tertinggi.

BOE akan mengikuti Fed dan ECB

BOE diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga kesepuluh sejak Desember 2021.
Para pejabat secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4%. Inflasi umum turun pada bulan Desember menjadi 10,5%, tetapi masih lebih dari lima kali lipat dari target resmi Bank dan pertumbuhan upah tetap tinggi.

Laporan Rugi/Laba Perusahan

Apple (NASDAQ: AAPL), Amazon (NASDAQ: AMZN) dan Alphabet (NASDAQ: GOOGL) – tiga dari empat perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan nilai pasar akan melaporkan hasil laporan keuangannya pada hari Kamis. Meta Platforms (NASDAQ:META) akan melaporkan pada hari Rabu.

Perusahaan-perusahaan teknologi pada umumnya berada di bawah tekanan untuk tumbuh sambil memangkas biaya menjelang potensi resesi.

Pasar-pasar Tiongkok kembali
Pasar keuangan China akan kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu dan akan berusaha untuk melanjutkan pergerakannya – pada level tertinggi dalam lima bulan terakhir untuk saham-saham blue chips.
Perjalanan liburan di dalam China melonjak 74% dari tahun lalu setelah pihak berwenang menghapus pembatasan COVID-19. Sementara itu, data resmi menunjukkan bahwa kematian akibat COVID-19 telah turun sekitar 80% dari puncaknya pada awal bulan ini, yang bertentangan dengan kekhawatiran bahwa perjalanan liburan akan memicu gelombang infeksi baru

Focus News

– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Senin : prospek ekonomi dunia dari IMF. Selasa : data kepercayaan konsumen di AS. Rabu : data AS pada pekerja sektor non-pertanian dari ADP, lowongan pekerjaan JOLTS, PMI Manufaktur dari ISM. Pertemuan JMMC OPEC+ (diperkirakan tidak merubah kebijakan). Pertemuan Presiden Biden dengan Ketua DPR AS tentang batas utang dan pengeluaran. Kamis : Keputusan suku bunga FOMC Fed (diperkirakan ada kenaikan 0,25%) serta konferensi pers Ketua Fed Powell. Data klaim awal tunjangan pengangguran di AS. Keputusan suku bunga BoE Inggris (diperkirakan ada kenaikan 0,50%). Keputusan suku bunga ECB (diperkirakan ada kenaikan 0,50%) dan konferensi pers Presiden ECB Lagarde. Jumat : data AS pada pekerja sektor non-pertanian, tingkat pengangguran, PMI non-manufaktur (jasa) dari ISM
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– University of Michigan : sentimen konsumen AS di Januari menguat pada 64.9 dari 64.6 (direvisi dari 59.7)
– NAR : penjualan rumah yang tertunda di AS naik 2.5% menjadi 76.9 pada Desember, setelah penurunan 6 bulan berturut di -2.6% pada November
– Biro Analisis Ekonomi AS : pendapatan pribadi naik 0,2% ($49,5 miliar) pada Desember dan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) turun 0,2% ($41,6 miliar). Inflasi, yang diukur dengan index PCE, turun menjadi 5% pada Desember tingkat tahunan, dari November 5,5%. Index PCE Inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, pengukur inflasi pilihan Fed, turun menjadi 4,4% dari 4,7% tingkat tahunan. Tingkat bulanan, index inflasi PCE naik 0,1% dan index PCE inti naik 0,3%
– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 4 rig menjadi 609
– DPR AS dengan suara 221:205 meloloskan RUU yang membatasi pengeluaran SPR, yang dikenal sebagai The Strategic Response Act, HR 21. RUU sekarang masuk ke Senat dipimpin Demokrat. RUU tersebut berarti bahwa saat memanfaatkan cadangan stok minyak mentah negara (SPR).
– Pedagang minyak mentah mulai mewaspadai dampak larangan Rusia terhadap ekspor produk minyaknya ke negara G7 yang dimulai pada 1 Februari, balasan atas pembatasan $ 60/barel yang dikenakan G7 kepada minyak mentahnya. Uni Eropa kini turut membahas batas harga untuk minyak diesel Rusia yang tengah diusulkan pada batas $100/barel yang akan mulai berlaku pada 5 Februari.
– Dewan Negara China dan PM Li Keqiang : negara perlu meningkatkan konsumsi dan impor, yang menjadikan kekuatan untuk pendorong pemulihan ekonomi, dimana pasar China yang kini dibuka kembali setelah libur Imlek selama sepekan.