Tag: emas

CME Group

CME Group dan Perannya dalam Menentukan Harga Emas Dunia

ABOUT CME GROUP – Penjelasan Lengkap, Fungsi, dan Pengaruhnya pada Pasar Global
Insiden di pusat data CME Group pada Jumat kemarin menjadi sorotan besar dunia finansial. Gangguan pada sistem pendingin di fasilitas data center Aurora, Illinois, menyebabkan suhu ruang server melonjak hingga 120°F (±49°C). Kondisi ekstrem ini jauh di atas standar suhu pusat data yang seharusnya berada di kisaran 64–81°F, menurut ASHRAE.
Kenaikan suhu tersebut membuat aktivitas perdagangan kontrak futures global terhenti lebih dari 10 jam. Pusat data ini dioperasikan oleh CyrusOne, yang mengonfirmasi bahwa gangguan terjadi akibat kegagalan sistem chiller. Peristiwa ini memperlihatkan betapa pentingnya peran CME Group dalam ekosistem pasar derivatif dunia.
________________________________________

(more…)
Dolar menekan Emas

Emas Lemah Lagi Kamis Kemarin

Meski bergerak fluktuatif dalam range yg cukup terbatas. Emas melemah lagi pada Kamis kemarin, mendekati level terendah tiga minggu-an  tertekan oleh dolar yang bertahan kuat dan Yield obligasi yang tinggi. Sementara pelaku pasar bersikap lebih hati-hati menjelang data gaji nonpertanian Amerika nanti malam.

Ada banyak fokus menuju angka NFP nanti malam. Terutama karena pelaku pasar memiliki beberapa data yang lebih positif akhir-akhir ini. Data-data ini membebani sentimen bullish emas dan memicu gagasan bahwa Fed mungkin harus mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi lebih lama.

Data ekonomi makro Amerika semalam hanya sempat membuat emas terayun naik. Kenaikan tersebut terhitung sedikit dalam range yg masih sangat terbatas dibandingkan dengan range hari Rabu sebelumnya.

https://www.reuters.com/markets/commodities/gold-near-3-week-lows-us-data-points-more-fed-tightening-2023-08-03/

Sebagai pengingat, logam mulia anjlok tajam terpukul oleh laporan data ADP NFP yg meningkat jauh melebihi Forecast. Hal ini menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Dan mengembalikan pemikiran bahwa siklus kenaikan suku bunga USD masih bisa berlanjut.
– Emas spot di tutup melemah tipis pada $1.933,80 per oz, setelah sempat mencapai level terendah sejak 11 Juli di level $1.929.36.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,3% lebih rendah di $1.968,80.

Harga Emas Turun Terbebani

Kamis Dolar Melemah

Kamis Dolar Melemah

Dolar Amerika di tutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Meski sempat menguat dan mencetak level tertinggi sejak 3 minggu terakhir.

USD juga mendapatkan tenaga penguatan dari perilaku Dolar juga telah didukung oleh perilaku carry trade. Ketika para pelaku pasar meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan berinvestasi dalam dolar atau aset berbasis dolar yg di anggap memiliki bunga lebih tinggi.

USD juga mendapatkan tekanan “korektif” tadi malam dari BoE yg cenderung mengambang. Namun dirasa lebih “berani” dibandingkan dengan ECB yg cenderung dovish pada minggu lalu.

Sementara data ekonomi makro Amerika semalam juga membantu USD terkoreksi. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik sedikit minggu lalu, sementara PHK turun ke level terendah 11 bulan di bulan Juli di tengah ketatnya pasar tenaga kerja.
– Indeks USD turun sebesarturun 0,039% dan menutup persagangan di kisaran level 102.280 setelah sempat menguat hingga 102.400 di pertengahan sesi Asia.

Sumber:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-stands-tall-us-economic-resilience-trumps-fiscal-uncertainty-2023-08-03/

 

Info lain >>>Harga Emas Turun Terbebani

Dolar menekan Emas

Emas menguat pada hari Senin

Emas menguat pada hari Senin kemarin. Mencatatkan bulan terbaik dalam empat bulan terakhir dibantu oleh dolar yang lebih lemah. Dan ekspektasi bahwa bank sentral global utama mendekati akhir dari kenaikan suku bunga.

Sementara itu, Indeks dolar meski semalam melemah. Namun mencatatkan penurunan bulanan kedua berturut-turut, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Data terbaru yang menunjukkan tanda-tanda inflasi yg mereda di Amerika Serikat telah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga tercepat sejak 1980-an.

Menurut CME FedWatch Tools, kemungkinan bahwa Fed akan membiarkan suku bunga tidak berubah tahun ini adalah sebesar 60%.

Saat ini, pelaku pasar berpikir Fed tidak akan bergerak hingga bulan September. Tetapi jika pelaku pasar terus mendapatkan data ekonomi yang kuat, Fed mungkin akan melakukan satu kali kenaikan suku bunga lagi.

Saat ini, pasar emas dan perak sedang menunggu katalis (data) berikutnya… dan jika permintaan dari China mulai pulih. Diperkirakan akan ada lebih banyak kenaikan pada emas dan perak.
– Gold spot naik 0,4% menjadi $1.967,77 per oz.Bullion naik 2,5% sejauh bulan ini.
– Emas berjangka Amerika di tutup naik 0,5% lebih tinggi pada $2.009,20.

(Diberitakan oleh :https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSL1N39H1B3)

Jumat emas Naik

Safe Haven

SAFE HAVEN

Pada paruh kedua sesi Amerika, USD sempat sedikit Rebound, mendapatkan dukungan penguatan dari anjloknya pasar saham khususnya di sektor Perbankan yg memicu perilaku Safe Haven.

Pelemahan besar pasar saham sektor perbankan terjadi setelah tersiar kabar bawa SVB Financial Group (salah satu Bank besar Amerika yg berbasis start up) mengalami kolaps. Dimana hal ini membawa “kenangan pahit” tersendiri pada kejadian serupa sekitar 14 tahun yg lalu. Saat beberapa bank besar Amerika mengalami keruntuhan finansial dan memicu krisis ekonomi global.
– Indeks dolar di tutup turun 0,618% pads kisaran level 104.610 dan sempat mencetak low harian pada level 105.020

Dolar melemah lagi pada perdagangan hari hari Jumat kemarin. Kali ini Dolar tertekan oleh laporan data NFP yg menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat.
Hasil dari rilis data NFP tersebut memunculkan kembali asumsi bahwa FED dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga Federal Reserve. Hal ini yg menjadi dasar pelemahan USD Jumat kemarin.

FOMC

Perekonomian Amerika mencatakan penambahan lapangan kerja pada bulan Februari. Tetapi pertumbuhan pendapatan rata rata per jam yang melambat dan tingkat pengangguran yg justru meningkat mendorong pelaku pasar untuk menarik kembali perhitungan mereka akan kenaikan suku bunga 50 basis pada event FOMC minggu depan.

Yields Treasury Note 10 tahun- nan turun lebih dari 22 basis poin menjadi di bawah 3,70% dalam penurunan satu hari terbesar dalam empat bulan terakhir.

Pada paruh kedua sesi Amerika, USD sempat sedikit Rebound. Mendapatkan dukungan penguatan dari anjloknya pasar saham khususnya di sektor Perbankan yg memicu perilaku Safe Haven.
MenKeu dan Dewan Ekonomi Nasional mencapai solusi dengan regulator perbankan. Simpanan deposan tetap akan tersedia saat mereka membutuhkannya. Akan meminta pertanggung jawaban atas kekacauan ini. Akan memberikan pidato lainnya pada Senin tentang bagaimana kami mempertahankan sistem perbankan untuk melindungi pemulihan ekonomi. Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 2 rig menjadi 590

Minyak Mentah

OIL menguat, naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Jumat kmrn setelah data NFP yang lebih baik dari perkiraan, meskipun kenyataanya kedua acuan harga minyak mentah dunia turun lebih dari 3% pada minggu ini karena kegelisahan kenaikan suku bunga USD.

Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut di Amerika dan di Eropa telah mengaburkan prospek pertumbuhan global dan mendorong penurunan harga kedua tolok ukur minyak mentah minggu ini.

Namun, Federal Reserve mungkin memiliki lebih sedikit alasan untuk menaikkan suku bunga dengan lebih “lembut” setelah laporan pada hari Jumat mengobarkan kembali harapan untuk berkurangnya agresifitas FED dalam menaikkan suku bunga.

Di sisi pasokan, produsen minyak utama Arab Saudi dan Iran, keduanya anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak. Menjalin kembali hubungan setelah berhari-hari melakukan pembicaraan yang sebelumnya dirahasiakan di Beijing.

Baker Hughes melaporkan Rig minyak Amerika turun 2 ikit menjadi 590 rig minggu lalu, jumlah terendah sejak Juni 2022.

Sementara itu, para pelaku pasar energi terus memantau dengan cermat pemotongan ekspor dari Rusia. Yang memutuskan untuk memangkas produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari pada bulan Maret.
– Brent naik $1,19, atau 1,5%, menjadi $82,78 per barel.
– WTI naik 96 sen, atau 1,3%, menjadi $76,68

BACA LAGI SAFE HAVEN

Emas

Emas menguat tajam pada perdagangan hari Jumat kemarin, terangkat oleh melemahnya Dolar Amerika, turunnya Yield Treasury dan perilaku Safe Haven yg lebih memihak kepada emas ketimbang mata uang Dolar.

Anjloknya pasar saham terutama di sektor perbankan menjadi penopang utama perilaku Safe Haven.
– Emas Spot di tutup naik sebesar 1.8% per troy ounce pada level $1863.46
– Emas Berjangka Amerika juga menguat, naik sebesar 1.8% pada level $1867.27

Departemen Tenaga Kerja AS : tenaga kerja sektor non pertanian bertambah 311.000 pekerja di Februari, dibanding 504.000 di Januari (direvisi turun dari 517.000). Tingkat pengangguran naik menjadi 3,6% dari 3,4%, dan inflasi upah tahunan, yang diukur dengan penghasilan per jam rata-rata, naik menjadi 4,6% dari 4,4%. Tingkat partisipasi angkatan kerja sedikit naik menjadi 62,5% dari 62,4%

Focus News
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : kelanjutan kisah SVB di AS. Selasa : Indeks Harga Konsumen di AS. Rabu : Anggaran Musim Semi Inggris. Data AS pada Indeks Harga Produsen, Penjualan Ritel, serta data stok minyak mentah. Kamis : Pertemuan ECB (diperkirakan menaikkan suku bunga). Data AS pada Izin Bangunan, Perumahan, Klaim Awal Pengangguran, dan Kesaksian MenKeu Yellen di Senat. Jumat : data AS pada Produksi Industri, Sentimen Konsumen, dan indikator ekonomi AS dari Conference Board
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

 

Market Review

  • Bank Sentral Jepang (BoJ) dengan suara bulat tidak merubah kebijakan, mempertahankan suku bunga pada -10bps. Target imbal hasil JGB 10 tahun tidak berubah pada 0,00%. Gubernur Kuroda : “tidak akan ragu untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan.
  • Salah satu bank terbesar di AS, Silicon Valley Bank (SVB), kolaps pada Jumat. Kegagalan terbesar sejak krisis 2008 dan terbesar kedua di AS. SVB merupakan bank spesialis pembiayaan dari banyak bisnis startup serta keterikatan dengan industri kripto, dan mitra dari hampir setengah perusahaan teknologi dan kesehatan di AS.
  • Regulator AS dalam pernyataan bersama MenKeu Yellen, Ketua Fed Powell dan Ketua LPS AS (FDIC) Gruenberg meluncurkan langkah darurat membendung potensi limpahan dari keruntuhan SVB. Termasuk mencari investor baru serta menjual aset-aset mereka, menambahkan bahwa bailout bukan opsi
  • Regulator negara bagian menutup Signature Bank yang berbasis di New York pada Minggu, untuk mencegah penyebaran krisis perbankan, hanya dua hari setelah otoritas California menutup Silicon Valley Bank (SVB).
  • Signature Bank adalah salah satu bank populer cryptocurrency, yang terbesar setelah Silvergate, dan kini telah diambil alih FDIC (LPS di AS). Dana asuransi FDIC akan digunakan menutup deposan, dan hanya dapat menanggung $ 250.000 per deposan.
  • Silvergate Capital Corp, sebuah bank khusus kripto, dan induk usaha Silvergate Bank, akan menghentikan operasional dan melikuidasi aset untuk penghindaran risiko, dan sepenuhnya mundur dari bisnis kripto