Tag: Mata uang

logo rbnz 450x450 2022 1

Notulen rapat kebijakan Reserve Bank of New Zealand

RBNZ Official Cash Rate
Rilis 5.50% | Forecast 5.50% | Last 5.50%
——
Notulen rapat kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) bulan Agustus menunjukkan bahwa “komite setuju bahwa OCR perlu tetap pada level yang ketat di masa mendatang.”

Kesimpulan tambahan :
* Tingkat suku bunga saat ini membatasi pengeluaran dan karenanya tekanan inflasi, seperti yang telah diantisipasi dan dibutuhkan.
* Komite sepakat bahwa OCR perlu tetap pada level yang terbatas untuk masa mendatang.
* Perekonomian Selandia Baru berkembang secara luas seperti yang telah diantisipasi.
* Inflasi umum dan ekspektasi inflasi telah menurun, namun ukuran inflasi inti tetap terlalu tinggi.
* Dalam waktu dekat, ada risiko bahwa aktivitas dan ukuran inflasi tidak melambat sebanyak yang diharapkan.
* Komite yakin bahwa dengan suku bunga yang tetap berada pada tingkat yang terbatas untuk beberapa waktu, inflasi harga konsumen akan kembali ke dalam kisaran targetnya yaitu 1 sampai 3% per tahun.
* Komite mencatat bahwa inflasi diperkirakan masih akan menurun dalam kisaran target pada paruh kedua tahun 2024.
* Komite sepakat bahwa risiko di sekitar proyeksi inflasi tetap seimbang.
* Komite mencatat bahwa estimasi OCR netral nominal telah meningkat 25 basis poin menjadi 2,25% dalam proyeksi, konsisten dengan rangkaian indikator Bank Sentral.
* Suku bunga resmi pada 5,54% di Desember 2023 (dibandingkan 5,5%).
* RBNZ melihat suku bunga resmi di 5,57% pada September 2024 (dibandingkan 5,43%).
* RBNZ melihat twi NZD di sekitar 71,0% pada September 2024 (dibandingkan 71,5%).
* RBNZ melihat CPI tahunan 2,7% pada September 2024 (dibandingkan 2,7%).
* RBNZ melihat suku bunga resmi di 5,5% pada Desember 2024 (dibandingkan 5,3%).
* RBNZ memperkirakan suku bunga resmi di 3,38% pada September 2026.

https://www.rbnz.govt.nz/monetary-policy/monetary-policy-statement

Agenda Minggu ini, Penjualan Retail Amerika, dan Inflasi Inggris

Agenda Minggu ini, Penjualan Retail Amerika, dan Inflasi Inggris

Agenda Minggu ini, Penjualan Retail Amerika, dan Inflasi Inggris

Dolar sempat tersendat setelah melesetnya data inflasi Amerika minggu lalu. Namun para pelaku pasar mungkin memiliki kesempatan lain untuk menyesuaikan posisi dolar mereka. Karena agenda minggu ini termasuk notulen dari pertemuan Fed terbaru (Kamis dini hari) dan penjualan ritel untuk bulan Juli (Selasa malam). Pound juga akan menjadi pusat perhatian karena CPI Inggris dapat mengkonfirmasi apakah para investor benar dalam memangkas taruhan kenaikan suku bunga mereka setelah pertemuan BoE terakhir. Rilis lainnya termasuk keputusan RBNZ. Di mana tidak ada tindakan yang diharapkan, dan CPI Kanada.

Para pelaku pasar mengalihkan perhatian ke Penjualan Ritel Amerika dan notulen Fed
Menyusul data CPI yang lebih rendah dari perkiraan untuk bulan Juli. Para pelaku pasar tetap yakin bahwa the Fed tidak akan melanjutkan kenaikan suku bunga. Penurunan suku bunga sebesar hampir 130bps mungkin diperlukan untuk tahun depan. Hal ini membuat tren naik euro/dolar tetap utuh. Meskipun mata uang Amerika bertahan kuat sejak 18 Juli. Karena pasangan mata uang ini sedikit rebound dari garis miring ke atas yang ditarik dari level rendah 26 September.

FOMC

Pada pertemuan FOMC terakhir, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa mereka akan membuat keputusan pertemuan demi pertemuan. Mengamati data ekonomi dengan seksama. Menambahkan bahwa mereka dapat menaikkan suku bunga lagi pada bulan September jika data menunjukkan demikian. Tetapi juga bahwa mereka dapat memilih untuk bertahan.

Oleh karena itu, setelah CPI, penjualan ritel pada hari Selasa dan produksi industri pada hari Rabu untuk bulan Juli mungkin juga sangat penting. Karena mereka dapat menentukan apakah dolar dapat kembali menguat atau tidak. Baik penjualan ritel dan penjualan mobil yang tidak termasuk mobil diperkirakan akan meningkat menjadi 0,4% bulan ke bulan dari 0,2%. Sementara produksi industri diperkirakan akan naik 0,3% m/m setelah menyusut 0,5%.

Meskipun rilis ini tidak mungkin secara signifikan mengubah jalur suku bunga tersirat Fed dengan sendirinya. Rilis ini dapat menambah harapan akan soft landing, sementara itu dapat memudahkan investor untuk memikirkan kembali kemungkinan kenaikan September jika nanti pada hari Rabu. Notulen pertemuan Fed terakhir mengungkapkan bahwa ada sejumlah pembuat kebijakan yang mendukung untuk melakukan lebih banyak kenaikan sebelum memberi sinyal akhir dari siklus pengetatan ini.

Dikombinasikan dengan janji Departemen Keuangan Amerika untuk menerbitkan lebih banyak obligasi. Hal ini dapat membantu Yields Obligasi dan dolar bergerak lebih tinggi. Pada saat yang sama, ekuitas dapat memperpanjang koreksi terbaru mereka. Hal sebaliknya mungkin terjadi jika data yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan dan notulen rapat menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed skeptis tentang apakah kenaikan suku bunga diperlukan.

Bank Of England

Akankah inflasi Inggris turun lebih jauh?
BoE menaikkan suku bunga sebesar 25bps pada pertemuan terakhirnya, namun tidak terlihat se-hawkish yang diantisipasi oleh banyak pihak, dengan Gubernur Bailey yang menyatakan bahwa ia tidak merasa perlu menaikkan suku bunga sebesar 50bps. Menyusul keputusan tersebut, para investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga mereka, dan kini hanya melihat probabilitas kenaikan seperempat poin sebesar 70% pada pertemuan bulan September, dengan 30% sisanya menunjukkan bahwa tidak akan ada kenaikan. Untuk masa depan, mereka hanya mengantisipasi kenaikan seperempat poin lagi sebelum Bank Sentral Inggris mengakhiri perang salib pengetatannya.

Minggu depan, para trader Pound kemungkinan akan memperhatikan CPI Inggris untuk bulan Juli, yang akan dirilis pada hari Rabu, saat mereka mencoba mengevaluasi apakah penilaian mereka benar atau tidak. Saat ini tidak ada perkiraan yang tersedia, namun PMI Global S&P menunjukkan penurunan lebih lanjut dari tekanan inflasi. Yang memiringkan risiko seputar IHK ke sisi negatifnya. Penurunan lebih lanjut dalam tingkat CPI, terutama yang inti, dapat menambah kepercayaan pada pilihan investor untuk menurunkan jalur suku bunga tersirat mereka dan dapat semakin membebani Pound.

China

Data China yang buruk, notulen RBA, dan data pekerjaan Australia
Berbicara mengenai China, negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini akan merilis data investasi aset tetap, produksi industri. Dan penjualan ritel untuk bulan Juli pada hari Selasa. Menyusul kontraksi yang memburuk dalam ekspor dan impor, serta penurunan harga konsumen, serangkaian angka mengecewakan lainnya dapat membebani sentimen pasar lebih lanjut dan terutama mata uang yang negaranya memiliki hubungan dagang yang erat dengan China, seperti kiwi dan aussie.

Jepang

Yen telah berada di bawah tekanan selama seminggu penuh. Karena perlambatan pertumbuhan upah Jepang mungkin telah membebani ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh BoJ. Pada hari Selasa, angka PDB awal Jepang untuk kuartal kedua akan dirilis dan perkiraan menunjukkan percepatan kecil ke 0,8% qoq dari 0,7%. Meskipun demikian, potensi melesetnya data ini dapat menguatkan pandangan bahwa para pejabat Jepang mungkin perlu menunggu lebih lama lagi, dan dengan demikian mendorong yen lebih rendah, terutama jika IHK hari Jumat menunjukkan perlambatan.

https://www.fxstreet.com/analysis/week-ahead-fed-minutes-us-retail-sales-and-uk-cpis-the-highlights-of-a-packed-week-202308111037?utm_medium=onesignal&utm_source=alert&utm_campaign=analysis

Kamis Dolar Melemah

Kamis Dolar Melemah

Dolar Amerika di tutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Meski sempat menguat dan mencetak level tertinggi sejak 3 minggu terakhir.

USD juga mendapatkan tenaga penguatan dari perilaku Dolar juga telah didukung oleh perilaku carry trade. Ketika para pelaku pasar meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan berinvestasi dalam dolar atau aset berbasis dolar yg di anggap memiliki bunga lebih tinggi.

USD juga mendapatkan tekanan “korektif” tadi malam dari BoE yg cenderung mengambang. Namun dirasa lebih “berani” dibandingkan dengan ECB yg cenderung dovish pada minggu lalu.

Sementara data ekonomi makro Amerika semalam juga membantu USD terkoreksi. Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik sedikit minggu lalu, sementara PHK turun ke level terendah 11 bulan di bulan Juli di tengah ketatnya pasar tenaga kerja.
– Indeks USD turun sebesarturun 0,039% dan menutup persagangan di kisaran level 102.280 setelah sempat menguat hingga 102.400 di pertengahan sesi Asia.

Sumber:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-stands-tall-us-economic-resilience-trumps-fiscal-uncertainty-2023-08-03/

 

Info lain >>>Harga Emas Turun Terbebani

Kenaikan Harga Minyak Mentah

Krisis Perbankan

Krisis Perbankan Global

Mata uang Dolar Amerika melemah lagi pada perdagangan hari Selasa kemarin seiring dengan memudarnya rasa khawatir terhadap krisis perbankan global khususnya di Amerika. Hal tersebut menghidupkan kembali minat para pelaku pasar terhadap mata uang yang lebih berisiko dan instrument investasi beresiko lainnya.

Para pelaku pasar mendapatkan “angin segar” dari kesepakatan First Citizens BancShares untuk membeli semua deposito dan pinjaman pemberi pinjaman yang gagal dari Silicon Valley Bank. Fakta bahwa tidak ada berita atau kabar masalah perbankan lebih lanjut yang muncul di perbankan global. Dalam beberapa hari terakhir merupakan berita yg bagus atau sebagian pelaku pasar menyebutnya dengan istiah “no (bank) news is a good news.

Dolar sempat rebound pendek oleh data Consumer Confidence dan Manufacturing Index untuk wilayah Richmond yg dilaporkan membaik. Sentiment pasar yg positif masih lebih mendominasi perilaku Risk Appetite dan mengikis perilaku Safe haven Dolar.
Sebelum data tersebut, laporan tentang defisit perdagangan barang Amerika yg sedikit melebar pada bulan Februari karena ekspor menurun. Berpotensi membuat sektor perdagangan menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama nanti.
– Indeks Dolar turun 0,31% pada kisaran level 102,43, kembali bergerak mendekati level terendah dalam tujuh minggu terakhir di 101,91 yang disentuh pada hari Kamis minggu lalu.
Melemahnya Dolar tampaknya membawa manfaat tersendiri unutk emas yg bergerak menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin. Penguatannya terbatasi oleh Meredanya kekhawatiran tentang krisis perbankan global membatasi penguatan untuk aset safe haven.

Pasar tetap melemah

Pasar masih tentatif dalam hal ini, dan hal ini akan membuat sentiment risk appetite tetap terkendali setidaknya untuk beberapa minggu ke depan sampai pelaku pasar merasa telah benar benar melewati krisis perbankan.

Meski kekhawatiran atas resiko krisis perbankan dikatakan telah berangusr mereda dan sentment resio telah kembali ke pasar, namun pasar saham Amerika tidak otomatis menguat, S&P 500 turun 0,1%, Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,1%, atau 37 poin, dan Nasdaq turun 0,5%.
Pasar saham Amerika yg melemah, ditambah mata uang Dolar yg juga melemah, jelas menjadi dasar yang menopang harga emas Selasa kemarin.
Wall Street berjuang untuk menentukan arah karena para pelaku pasar mempertimbangkan kekhawatiran yang surut mengenai krisis perbankan, sementara Yield Treasury naik di tengah fokus para pelaku pasar pada kebijakan suku bunga Federal Reserve kedepannya.
– Emas spot naik 0,7% menjadi $1.970,88 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 1% lebih tinggi pada $1,973.50.

OIL

OIL menguat pada perdagangan Selasa kemarin dengan masih didukung oleh hal yg sama dengan pendukung penguatan Oil Senin kemarin ; pulihnya sentiment pasar dan masalah terganggunya supply minyak mentah di wilayah Irak.

Berkurangnya cadangan minyak mentah mingguan Amerika Versi A.P.I juga ikut menopang harga Oil.
A.P.I melaporkan Stok minyak mentah Amerika turun sekitar 6,1 juta barel dalam minggu yang hingga tangal 24 Maret, sementara stok bensin turun sekitar 5,9 juta barel dan stok distilat naik sekitar 550.000 barel.

Dilain hal, unit riset China National Petroleum Corp menunjukkan Impor minyak mentah China diperkirakan akan naik 6,2% pada tahun 2023 menjadi 540 juta ton.
Sementara Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia perlu fokus untuk meningkatkan ekspor energi ke negara-negara yang disebutnya sebagai negara sahabat dan mencatat bahwa pasokan minyak Rusia ke India mencatat lonjakan 22 kali lipat tahun lalu.
– Brent di tutup pada level $78,65 per barel, naik 53 sen, atau 0,7%.
– WTI di tutup pada level $73,20 per barel, naik 39 sen, atau 0,5%.

Baca Kembali Safe Haven

Focus News :
– 21:00 | USD | Pending Home Sales m/m ( F: -2.9% , P: 8.1% )
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: 1.8M , P: 1.1M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Conference Board : Indeks Keyakinan Konsumen AS naik tipis menjadi 104,2 di Februari dari 103,4 di Januari
  • API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan turun 6,076 juta barel. Stok bensin turun 5,891 juta barel. Stok distilat naik 548.000 barel. Persediaan di Cushing Oklahoma turun 2,388 juta barel
  • Regulator di Komite Senat Perbankan : akan mendukung persyaratan yang lebih ketat untuk bank dengan aset lebih dari $100 miliar setelah kegagalan tiga bank regional. Memilih menentang langkah deregulasi pada tahun 2018. Setuju untuk perlu mencegah jenis kegagalan perbankan ini
  • Presiden AS Biden : pemerintah telah melakukan apa yang mungkin untuk mengatasi krisis perbankan, tetapi masalah tersebut “belum selesai”. Telah melihat perubahan legislatif sebagai tanggapan terhadap krisis, meskipun itu bisa menjadi sulit di Kongres yang terpecah
  • Gubernur BoE Bailey : pasar sedang menguji bank untuk mengidentifikasi kelemahan. Berjanji untuk “sangat waspada” di tengah volatilitas yang berlangsung. “Pasar mencoba untuk menemukan titik kelemahan saat ini”
  • Uni Eropa sedang mencari cara untuk melarang pengiriman gas alam cair (LNG) Rusia tanpa menerapkan sanksi energi baru. Para menteri energi blok tersebut sebelumnya telah menyetujui proposal yang mencegah eksportir Rusia memesan kapasitas infrastruktur yang diperlukan untuk pengiriman