CPI Nanti Malam

CPI Nanti Malam

Emas di tutup menguat tipis pada perdagangan hari Jumat kemarin, setelah sempat jatuh melemah hingga mencetak low harian di level $1852.55 yg merupakan level terendah bulan Februari tahun ini.
Harga emas juga bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan Jumat kemarin, para pelaku pasar tampak sangat mewaspadai data CPI nanti malam.
Sebagai pengingat, data CPI (yg sering disebut dengan data Inflasi konsumen) dijadikan dasar oleh pelaku pasar utk meraba kebijakan FED kedepannya.

Sempat bergerak naik sepanjang pertengahan sesi Asia hingga awal sesi Eropa. Di topang oleh respon lanjutan pelaku pasar pada laporan data klaim pengangguran yg meningkat pada Kamis malam sebelumnya, harga emas perlahan tertekan hingga memasuki sesi Amerika.

Data ekonomi makro Amerika pada Jumat kemarin di rilis positif. Memberikan dukungan penguatan utk USD dan memberikan tekanan pelemahan utk emas.
Data prelim UoM Inflation Expectation menunjukan perkiraan kenaikan tingkat Inflasi pada angka 4.2%. Naik dari tingkat Inflasi bulan Januari 3.6%.
Sementara data prelim UoM Consumer Sentiment di Rilis 66.4, melebihi Forecast 65.0 dan Last 64.9.

Ikut menekan harga emas pada Jumat malam kemarin adalah tersiarnya kabar dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika mengenai Revisi data CPI utk bulan Desember (yg dilaporkan bulan Januari lalu).
CPI yg dilaporkan Januari lalu menunjukan CPI bulanan turun sebesar 0.1% (tertulis -0.1%). Namun utk data CPI nanti malam, pada bagian Last di revisi naik menjadi 0.1%.
Hal ini jelas menjadi perhatian tersendiri utk pelaku pasar, bahwa meredanya tingkat inflasi tidak “seindah” yg dibayangkan, dan….masih lambatnya penurunan inflasi dapat menjadi dasar utk FED lanjut menaikkan suku bunga.
– Emas spot di tutup naik sebesar 0.2% pada levek $1864.10.
– Emas berjangka Amerika di tutup melemah sebesar 0.2% pada level $ 1874.50

Laporan Inflasi

Dolar bergerak menguat pada hari Jumat krmn karena para pelaku bersiap dan waspada menghadapi laporan inflasi Amerika Senin ini. Laporan Inflasi ( CPI ) ini dikhawatirkan dapat menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan pasar di tengah data yang menunjukkan ekspektasi kenaikan harga yang berkelanjutan selama tahun depan.

Data ekojomi makro Amerika seminggu kemarin terus menunjukkan momentum positif. Dolar berada pada kenaikan mingguan kedua terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya, kenaikan yang belum terlihat sejak Oktober.

Survei University of Michigan pada hari Jumat menunjukkan prospek inflasi satu tahun sebesar 4,2%, lebih tinggi dari angka akhir pada bulan Januari 3.9%.
(Dari data prelim UoM Inflation Expectation) Keseluruhan indeks sentimen konsumen berada di 66,4, naik dari 64,9 bulan sebelumnya.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell pernah mengutip ; prospek inflasi survei Michigan sebagai salah satu indikator yang dilacak bank sentral Amerika. Maka data tersebut menjadi penopang penguatan USD Jumat kmrn.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika ikut memberikan dorongan penguatan untuk USD dengan revisi data CPI pada bulan sebelumnya.
Tercatat CPI m/m yg di rilis pada bulan Januari lalu -0.1%. Data tersebut semestinya menjadi Last atau Previous untuk laporan CPI m/m nanti malam, namun Last atau Previous CPI m/m nanti malam justru terlihat angka 0.1% , itu berarti ada revisi naik dari yg sudah pernah terlaporkan. Dan memberikan kewaspadaan tersendiri bagi para pelaku pasar bahwa meredanya tingkat inflasi tidak berjalan selancar yg dibayangkan. Dan kembali memunculkan potensi berlanjutnya pengetatan kebijakan (Rate Hike) oleh FED
– Indeks Dolar di tutup menguat sebesar 0.33% pada level 103.48

Baca Juga Data Ekonomi Makro

5 HAL PENTING MINGGU INI.

—————————————-
1. DATA INFLASI (CPI) AMERIKA
(Selasa 14 Feb 2023 ~ 20:30 wib)
ngka-angka CPI pada hari Selasa akan menjadi perkembangan tingkat inflasi. Kalender ekonomi juga akan menampilkan data penjualan ritel bulan Januari, data PPI, dan laporan mingguan mengenai klaim pengangguran awal pada miggu ini

Beberapa pejabat Fed dijadwalkan untuk tampil selama minggu ini, termasuk Presiden Fed New York John Williams, kepala Fed St Louis James Bullard, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dan kepala Fed Cleveland Loretta Mester.
2. LAPORAN RUGI LABA PERUSAHAN (EARNING REPORTS)
Laporan keuangan penting di minggu ini termasuk Coca-Cola (NYSE: KO), yang akan melaporkan laporan keuangannya sebelum pembukaan pasar pada hari Selasa. Barrick Gold (NYSE:GOLD), Kraft Heinz (NASDAQ:KHC), Krispy Kreme (NASDAQ:DNUT) dan Biogen (NASDAQ:BIIB) akan melapor sebelum pembukaan pada hari Rabu, sementara Deere (NYSE:DE) akan melapor sebelum pembukaan pasar pada hari Jumat.
Buruknya Earning report bisanya memberikan dukungan penguatan untuk USD.

3. DATA INFLASI (CPI) INGGRIS
(Rabu 15 Feb 2023 ~ 14.00 wib)
Data inflasi dan data pekerjaan Inggris minggu ini akan membantu Bank of England untuk menentukan apakah akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Maret mendatang.

4. BANK of JAPAN
Pada hari Selasa, pemerintah Jepang akan secara resmi mencalonkan kandidat yang tidak terduga untuk menggantikan Haruhiko Kuroda. Yang masa jabatannya sebagai gubernur Bank of Japan (BOJ) akan segera berakhir.

5. ZONA EROPA (FLASH GDP & ECOFIN MEETING)
(Selasa 15 Feb 2023 ~ 17.00 wib)
Sebelumnya, Zona Euro akan merilis data PDB yang direvisi pada hari Selasa, dilanjutkan dengan rilis perkiraan ekonomi kuartalan untuk zona euro pada hari Rabu.

Focus News :
– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Selasa : data IHK (indeks harga konsumen) di AS. Rabu : data penjualan ritel di AS. Rilis anggaran dasar 2023, perkiraan ekonomi dan batas utang federal dari CBO AS (Congress Budget Office). Kamis : data klaim pengangguran di AS, data PPI (indeks harga produsen) di AS
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Universitas Michigan : sentimen konsumen di AS membaik menjadi 66,4 pada Februari dari 64,9 di Januari
– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan naik 10 rig menjadi 609
– AS memberi sanksi baru terhadap China, menargetkan enam perusahaan kedirgantaraan China yang diidentifikasi mendukung program balon pengintaian militer negara. Sanksi dijatuhkan setelah F-22 militer Amerika menembak jatuh “objek kedua” yang memasuki wilayah udara AS dalam seminggu terakhir
– Rusia mengumumkan rencana untuk memangkas produksi minyak hingga 500.000 bph mulai Maret, akibat larangan impor UE dan pembatasan harga G-7. Kementrian Energi Rusia melaporkan produksi 9,8-9,9 juta bph pada Januari, mendekati level November dan Desember. Mitra Rusia dalam koalisi OPEC+ turut telah mengisyaratkan tidak akan meningkatkan produksi untuk mengisi pengurangan tersebut
– Pemerintah Jepang akan mengumumkan calon Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) ke parlemen pada 14 Februari (est 02:00 GMT), yang diperkirakan akan mengajukan mantan anggota dewan kebijakan BoJ Kazuo Ueda yang hawkish, dengan pengumuman pada 17 Februari. BoJ turut diperkirakan akan menawarkan pinjaman 5 tahun kepada bank pada 14 Februari untuk membantu Yields