Category: Analisa

Minutes of the Federal Open Market Committee

Komite Pasar Terbuka Federal

Dini hari tadi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) merilis notulen pertemuan 21-22 Maret. Yang hanya mendorong sedikit pergerakan di pasar FX. Menurut dokumen tersebut, proyeksi para staf termasuk “resesi ringan yang dimulai akhir tahun ini, dengan pemulihan selama dua tahun berikutnya”.

Pada bulan Maret, Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% – 5,0%. Seperti yang diharapkan di tengah gejolak perbankan. Sejak pertemuan tersebut, kekhawatiran perbankan mereda dan data inflasi yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan Indeks Harga Konsumen melambat menjadi 5% di bulan Maret. Terendah sejak Mei 2021; namun, suku bunga Inti naik tipis menjadi 5,6%. Risalah tersebut menunjukkan bahwa beberapa pejabat The Fed akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin. Jika tidak ada perkembangan di sektor perbankan.

Beberapa kata kunci yg menjadi perhatian aktor pasar :
————-

“Mengingat penilaian mereka terhadap potensi dampak ekonomi dari perkembangan sektor perbankan baru-baru ini. Proyeksi staf pada saat pertemuan bulan Maret termasuk resesi ringan yang dimulai akhir tahun ini, dengan pemulihan selama dua tahun ke depan.”

“Dalam menilai prospek ekonomi, para peserta mencatat bahwa sejak mereka bertemu di bulan Februari. Data inflasi, ketenagakerjaan, dan aktivitas ekonomi secara umum lebih kuat daripada yang diharapkan. Namun, mereka juga mencatat bahwa perkembangan di sektor perbankan yang terjadi di akhir periode pertemuan mempengaruhi pandangan mereka terhadap prospek ekonomi dan kebijakan serta ketidakpastian seputar prospek tersebut.”

“Para peserta setuju bahwa pasar tenaga kerja masih sangat ketat.”

“Semua peserta Komite Pasar Terbuka Federal setuju bahwa adalah tepat untuk menaikkan kisaran target suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi 4¾ hingga 5 persen. Semua peserta juga setuju bahwa adalah tepat untuk melanjutkan proses pengurangan kepemilikan sekuritas Federal Reserve”

Sumber Minutes of the Federal Open Market Committee

Read more Data Inflasi Amerika

Inflasi CPI Australia turun

Data Inflasi Amerika

Data Inflasi

Mata uang Dolar Amerika melemah secara umum pada perdagangan hari Rabu kemarin, utamanya pada sesi Amerika pasca rilis data CPI yg sering disebut dengan data tingkat inflasi. Tingkat inflasi mengacu pada kenaikan umum dalam harga barang dan jasa dalam suatu ekonomi dalam periode waktu tertentu. Data tingkat inflasi biasanya diukur dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang membandingkan harga-harga dari sekelompok barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dalam suatu wilayah atau negara pada periode waktu tertentu, dengan harga-harga pada periode waktu sebelumnya.

Seperti yg telah kita ketahui semalam, Inflasi Amerika (CPI) naik 0,1% pada bulan Maret, di bawah Perkiraan yg menghitung kenaikan 0,3%, dan pada tingkat tahunan melambat menjadi 5%, terkecil sejak Mei 2021. Namun, tingkat Inflasi Inti (Core CPI) naik tipis dari 5,5% menjadi 5,6%.
Terlepas dari “Bandelnya” inflasi Inti, pasar obligasi terus bertaruh pada penurunan suku bunga di akhir tahun 2023 sementara kondisi di lapangan masih terlihat beberapa potensi kenaikan suku bunga lainnya pada pertemuan FOMC bulan Mei (yang terakhir).
Penurunan Yields Obligasi pemerintah Amerika juga membebani Dolar.
– Indeks Dolar turun ke 101,50 dan membukukan pelemahan harian terendah sejak Februari.

Masih akan ada Lebih banyak data inflasi dari Amerika yg akan dirilis pada hari Kamis malam nanti. Kali ini inflasi dari sisi Produsen dengan gg sering disebut denhan PPI (penjelasan tentang PPI bisa dilihat di https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/. Laporan Klaim Pengangguran mingguan juga akan dirilis nanti malam.

Emas

Emas bersinar karena taruhan untuk “berhentinya” reli kenaikan suku bunga FED semakin meningkat. Harga emas melonjak pada hari Rabu malam tadi oleh tanda tanda meredanya tingkat inflasi yg mendukung keyakinan bahwa Federal Reserve dapat saja menghentikan pengetatan kebijakannya (kenaikan suku bunga) setelah kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei bulan depan.

Data CPI semalam menunjukkan pertumbuhan tingkat inflasi yg menurun untuk rentang waktu bulanan. Untuk ulasan berita mengenai tingkat inflasi Amerika, bisa dilihat di https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/.

CPI (Indeks Harga Konsumen) Amerika yang lebih lemah telah menimbulkan keraguan pada pelaku pasar apakah Fed sekarang akan menaikkan suku bunga bulan depan. Di sisi lain, Menurunnya ekspektasi suku bunga mengurangi kekhawatiran resesi dan membantu mendukung harga aset berdenominasi dolar pada saat yang sama.
– Emas spot naik 0,6% ke $2.014,39 per troy ounce dan sempat naik sebanyak 1,3% sebelumnya.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,3% lebih tinggi pada $2.024,90.

Harga minyak naik 2% pada hari Rabu ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Data inflasi AS yang mendingin mendorong harapan bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga dan meredam dampak dari membangun stok minyak mentah AS .

Semalam data inflasi Amerika di rilis melemah.
Departemen Tenaga Lerja Amerika melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,1% bulan lalu setelah naik 0,4% pada Februari.
Untyk rentang waktu tahunan yg dihitung hingga hingga 31 Maret, CPI meningkat 5%, kenaikan tahunan terkecil sejak Mei 2021.

Penasihat ekonomi utama Presiden Joe Biden yg juga merupakan mantan wakil ketua Federal Reserve, Lael Brainard, juga mengatakan dia melihat inflasi turun.

Stok Minyak

Oil juga mendapat dorongan dari spekulasi bahwa pemerintahan Biden akan mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) yang berada di posisi terendah dalsm hampir empat dekade.
Pemerintah berharap untuk mengisi ulang SPR dengan harga yang “menguntungkan bagi pembayar pajak” selama sisa tahun ini, kata Sekretaris Energi Granholm.

Pelaku pasar energi bahkan mengabaikan peningkatan dalam stok minyak mentah mingguan Amerika. Menghubungkannya dengan pelepasan minyak yang diamanatkan kongres dari cadangan darurat Amerika serta ekspor yang lebih rendah pada awal bulan Maret lalu.

Peningkatan stok minyak mentah mingguan Amerika yang tidak mempengaruhi pasar dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti pelepasan minyak dari cadangan strategis Amerika dan ekspor yang lebih rendah pada bulan Maret lalu.

Pelepasan minyak dari cadangan strategis Amerika dapat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak mentah. Sehingga dapat mempengaruhi harga minyak mentah secara langsung. Selain itu, ekspor yang lebih rendah juga dapat menunjukkan adanya penurunan permintaan global terhadap minyak mentah. Dapat mempengaruhi harga minyak mentah di pasar global.

Untuk rincian data Cadangan Minyak Mentah Amerika versi E.I.A silahkan kunjungi https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/.
– Brent ditutup naik $1,72, atau 2,01%, menjadi $87,33 per barel, tertinggi sejak akhir Januari.
– West Texas Intermediate ditutup naik $1,73, atau 2,1%, menjadi $83,26, tertinggi dalam lima bulan terakhir

Focus News :
– 18:00 | All | OPEC Monthly Report
– 19:30 | USD | PPI m/m ( F: 0.0% , P: -0.1% )
– 19:30 | USD | Core PPI m/m ( F: 0.2% , P: 0.0% )
– 19:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 233K , P: 228K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS : inflasi, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), turun menjadi 5% di Maret dari 6% di Februari tingkat tahunan, terendah sejak Mei 2021. IHK Inti tahunan, tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik tipis menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,5%
  • Risalah Fed Maret : beberapa pejabat mempertimbangkan jeda kenaikan suku bunga pada Maret, tetapi setuju untuk menaikkan. Krisis perbankan mungkin akan memasukkan ekonomi ke resesi akhir tahun ini. “Mengingat dampak sektor perbankan, proyeksi pertemuan Maret akan ada resesi mulai akhir tahun ini, dengan pemulihan mungkin akan berjalan selama dua tahun berikutnya.” Meskipun FOMC menyetujui peningkatan, itu mengubah bahasa pernyataan pasca-pertemuan, sebelumnya merujuk pada perlunya “peningkatan berkelanjutan”, mengubah frasa menunjukkan lebih banyak kenaikan “mungkin sesuai”
  • Presiden Fed San Francisco Daly : sementara ekonomi menguat, pengetatan pasar tenaga kerja, dan inflasi yang tinggi, menunjukkan Fed memiliki “lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan” pada kenaikan suku bunga, faktor lain termasuk kondisi kredit yang ketat dapat memperdebatkan untuk berhenti sebentar
  • Presiden Fed Minneapolis Kashkari melihat potensi resesi tahun ini. Kenaikan suku bunga dan perlambatan pinjaman, setelah runtuhnya beberapa bank AS, dapat memicu potensi resesi. Namun membiarkan inflasi tetap tinggi kemungkinan akan lebih buruk
  • EIA : stok minyak mentah AS naik 597.000 barel menjadi 470,5 juta barel. Stok bensin turun 330.000 barel. Stok distilasi turun 606.000 barel. Di Cushing Oklahoma turun 409.000 barel
  • Bank Sentral Kanada (BoC) tidak merubah suku bunga di 4,5%. Memperkirakan inflasi turun dengan cepat menjadi sekitar 3% pada pertengahan 2023 dan kemudian turun bertahap ke target 2% pada akhir 2024. Menurunkan inflasi hingga 2% bisa jadi sulit karena ekspektasi inflasi turun perlahan. Inflasi harga layanan dan pertumbuhan upah tetap tinggi. Dewan tetap siap menaikkan suku bunga jika diperlukan
  • Kepala Ekonom IMF Gourinchas memperingatkan kenaikan suku bunga meningkatkan kerentanan bank. Menghadirkan risiko signifikan terhadap pertumbuhan global. “Bank dalam situasi yang genting. Mereka memiliki bantalan sehat, tetapi pasti membuat mereka lebih berhati-hati dan mengurangi pinjaman.” IMF melihat kondisi pendanaan untuk bank semakin ketat dan menekan pinjaman, memperkirakan skenario yang lebih buruk, di mana stabilitas keuangan tidak terkendali

E.I.A CRUDE OIL INVENTORIES

U.S. natural gas consumption reached multiyear lows this past January and February

E.I.A CRUDE OIL INVENTORIES


  • Saldo minyak mentah di penyimpanan Amerika naik 0,597 juta barel selama pekan yang dihitung hingga tanggal 7 April.
    Pada minggu sebelumnya yg dihitung hingga tanggal 24 Maret. Stok minyak mentah turun sebesar 3,739 juta barel setelah penurunan sebelumnya sebesar 7,489 juta barel.
  • Persediaan bensin , EIA mencatat penurunan moderat 0,331 juta barel dibandingkan dengan perkiraan yg menghitung penurunan 1,6 juta barel. Dan terhadap penurunan mingguan sebelumnya sebesar 4,119 juta barel. Bahan bakar bensin otomotif adalah produk bahan bakar Ameriks No.1.
  • Stok sulingan berkurang 0,606 juta barel dibandingkan dengan Perkiraan yg menghitung penurunan 0,764 juta barel. Konsumsi minyak sulingan minggu sebelumnya sebesar 3,632 juta.
  • Sebagai pengingat, Hasil minyak sulingan ini akan menjadi minyak pemanas. Diesel untuk truk, bus, kereta api dan kapal serta bahan bakar untuk jet.
  • Persediaan minyak mentah di tempat penyimpanan (cushing crude oil inventories) juga turun sejumlah 0.409 juta barel. Membalik Perkiraan yg justru menghitung penamban sebesar 0.130 juta barel.
  • Produksi minyak sulingan turun 0.157 juta barel, membalik perkiraan yg menghitung kenaikan sejumlah 0.032 juta barel.

“E.I.A Crude Oil Inventories” merujuk pada laporan mingguan yang diterbitkan oleh Badan Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat yang berisi data tentang persediaan minyak mentah di AS. Laporan ini mencatat jumlah minyak mentah yang disimpan di fasilitas penyimpanan utama di AS, seperti tangki penyimpanan minyak, kilang minyak, dan kapal tanker minyak.

Laporan EIA Crude Oil Inventories biasanya dirilis setiap hari Rabu pada pukul 10.30 pagi waktu AS, kecuali jika ada libur nasional atau keadaan darurat tertentu. Laporan ini sering dianggap sebagai indikator penting untuk memprediksi harga minyak dunia, karena dapat memberikan gambaran tentang keseimbangan pasokan dan permintaan minyak mentah di AS.


Source : U.S. natural gas consumption reached multiyear lows this past January and February 

Info lain : Persediaan minyak naik

Analisa Teknikal dan Fundamental 12 April 2023

XAUUSD

XAUUSD : sesi Eropa
———–

Emas terus bergerak naik di sesi perdagangan Asia hingga jelang sesi Eropa siang ini dan sempat mencetak level High harian (sementara?) di kisaran $2020.93, dekat dengan target atas tekhnis yg berada di level $2021, menguatnya emas sedari pagi masih disebabkan oleh sikap antisipasi pasar yg mendahului Forecast data CPI nanti malam serta permintaan aset safe haven logam mulia dibalik kekhawatiran terhadap resesi.

Secara Analisa teknis, selama harga mampu bertahan di atas level $2013, maka emas masih berpeluang untuk coba sentuh target tekhnis $2021 (High Kamis 6 April 2023) atau bahkan $2025 (High RSelasa 4 April 2023).
Koreksi diperkirakan akan menemui hambatan kuat di sekitar level $2010 (Daily R1) yg sekarang bertindak sebagai Support.
————-
Disclaimer On
source : autochartist


 

OILOIL : sesi Eropa
———-

Dengan pelemahan mata uang Dolar Amerika yg masih mendominasi pasar, Oil ikut terangkat naik dengan bergerak ke level High siang ini di kisaran $81.73.
Di tengah perkiraan melemahnya USD pada data CPI nanti malam, Oil sepanjang sesi Eropa ini (setidaknya hingga masuk sesi Amerika nanti malam) diperkirakan masih berpotensi menguat untuk coba sentuh resistance di $82.00 yg dekat dengan level Daily R1 di $82.21 .
Koreksi akan coba lembali ke sekitar level $80.80 (Daily Pivot) yg bila tertembus akan membuka potensi tersentuhnya level $80.50.
————-
Disclaimer On
source : autochartist


 

Breaking News

SELASA SIANG INI IMF MEMPROYEKSIKAN PERTUMBUHAN EKONOMI CHINA :
IMF memproyeksikan bahwa ekonomi China akan tumbuh 5,2% di tahun 2023 dan 4,5% di tahun 2024.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan 5,2% untuk China di tahun 2023. Angka ini naik dari 3% tahun lalu,” kata Pierre-Olivier Gourinchas, direktur Departemen Riset IMF. Dalam sebuah konferensi pers hari Selasa mengenai laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru.

Mengingat ukuran ekonomi China, itu akan menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan global di tahun mendatang, kata Gourinchas. Seraya menambahkan bahwa ini adalah “salah satu berita bagus untuk tahun 2023” bahwa ekonomi China mengalami pembukaan kembali yang cepat dengan pemulihan yang kuat.

“Ketika gelombang COVID-19 mereda (di China) pada Januari tahun ini, mobilitas menjadi normal, dan indikator ekonomi frekuensi tinggi. Seperti penjualan ritel dan pemesanan perjalanan, mulai meningkat,” kata IMF dalam laporan WEO.

“Pembukaan kembali dan pertumbuhan ekonominya kemungkinan akan menghasilkan limpahan positif. Dengan limpahan yang lebih besar untuk negara-negara dengan hubungan perdagangan yang lebih kuat dan ketergantungan pada pariwisata China,” tambahnya.

Menurut perkiraan IMF, ekonomi dunia akan tumbuh 2,8% pada tahun 2023, 0,1% lebih rendah dari perkiraan bulan Januari.

Sumber > IMF projects China’s economy

minyak amerika mingguan

Persediaan minyak naik

Persediaan minyak secara tak terduga naik 377.000 barel minggu lalu


A.P.I melaporkan Stok minyak mentah mingguan Amerika secara tak terduga meningkat minggu lalu.

Dalam laporan yang dihasilkan oleh API, disebutkan bahwa stok minyak mentah Amerika meningkat secara tak terduga pada minggu lalu. Artinya, jumlah minyak mentah yang tersimpan di fasilitas penyimpanan Amerika Serikat meningkat. Meskipun para ahli dan pelaku pasar diharapkan akan terjadi penurunan stok.

Laporan ini dapat mempengaruhi harga minyak mentah di pasar global. Jika stok minyak mentah naik, maka penawaran minyak mentah akan meningkat. Sehingga dapat menekan harga minyak mentah. Namun, reaksi pasar terhadap laporan API dapat berbeda-beda tergantung pada faktor lain yang mempengaruhi pasar minyak mentah, seperti permintaan, kebijakan produksi OPEC, dan ketidakpastian geopolitik.

Cadangan Minyak Mentah mingguan Amerika meningkat 377.000 barel selama pekan yang dihitung hingga 7 April, membalik perkiraan yang justru menghitung penurunan 1,3 juta barel.

Sebagai pengingat, pada minggu sebelumnya yg dihitung hingga tanggal 31 Maret, API melaporkan penurunan 4,3 juta barel.

Sumber

Selain persediaan absolut minyak mentah, laporan API juga menyebutkan defisit 1,4 juta barel di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah Amerika. Defisit di titik pengiriman ini dapat menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah ke fasilitas penyimpanan Amerika Serikat sedang menurun.

Laporan API juga menyebutkan bahwa persediaan bensin meningkat sebesar 450.000 barel minggu lalu. Yang dapat menunjukkan bahwa permintaan bensin masih cukup tinggi di Amerika Serikat. Namun, stok sulingan turun sejumlah 2 juta barel. Dapat menunjukkan bahwa produksi bahan bakar yang lebih tinggi mungkin tidak terjadi.

Semua data ini dapat mempengaruhi harga minyak mentah dan produk-produk turunannya di pasar global. Para pelaku pasar cenderung menggunakan data ini untuk memperkirakan permintaan dan penawaran minyak mentah. Dapat mempengaruhi harga di pasar. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor lain, seperti kebijakan OPEC dan ketidakpastian geopolitik, juga dapat mempengaruhi harga minyak mentah dan produk-produk turunannya di pasar global.

Aktor Pasar

Minutes of the Federal Open Market Committee

Aktor Pasar

Pelaku Pasar dan Data CPI

Dolar jatuh melemah pada hari Selasa karena reaksi awal / antipasi Para pelaku pasar atas Forecast data CPI yg akan di rilis nanti malam. Jika para aktor pasar memperkirakan bahwa data CPI akan menunjukkan kenaikan inflasi yang tidak setinggi bulan sebelumnya. Hal tersebut dapat memicu kekhawatiran tentang potensi terganggunya kelanjutan jalur kenaikan suku bunga dan membuat pasar merespon dengan melemahnya nilai tukar dolar. Menunggu data CPI yang sebenarnya dirilis sebelum dapat mengetahui dampaknya secara pasti terhadap pasar keuangan. CPI atau Consumer Price Index adalah sebuah indikator ekonomi yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dalam sebuah negara. CPI digunakan sebagai indikator inflasi dan sering digunakan oleh bank sentral dan pemerintah dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskal.

Data Indeks Harga Konsumen bulanan (ingg : CPI m/m) pada hari Rabu malam nanti diharapkan menunjukkan inflasi utama naik 0,2% pada bulan Maret di bandingkan kenaikan CPI bulan Februari 0.4%. Sementara Indeks Harga Konsumen inti (ingg : Core CPI) naik 0,4% pada bulan Maret dibandingkan kenaikan IHK inti bulan Februari 0.5%.

FED

Presiden Fed New York John Williams tadi malam mengatakan bahwa prospek The Fed menaikkan suku bunga acuan hanya sekali lagi dan dengan kenaikan 25 basis poin merupakan titik awal yang berguna tetapi kelanjutan kebijakan bank sentral akan bergantung pada data yang masuk.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee tadi malam mengatakan bank sentral Amerika harus berhati-hati untuk menaikkan suku bunga dalam menghadapi tekanan perbankan baru-baru ini. Menurut Goolsbee, berkurangnya jumlah pinjaman bank dapat membantu meredakan inflasi dan mengurangi kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. keputusan untuk menaikkan suku bunga merupakan kebijakan bank sentral dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Bank sentral biasanya menimbang semua faktor tersebut sebelum membuat keputusan tentang kebijakan suku bunga

GOLD

Sementara kemarin sore, data Small Bussiness Indeks mengalami penurunan kecil pada angka 90.1 dibandingkan bulan sebelumnya 90.9. Forecast pasar menghitung penurunan sebesar 89.6, namun rilis data tersebut hanya mampu menahan pelemahan USD sebentar saja, memasuki sesi Amerika, USD kembali tertekan dalam perdagangan yg sepi data Amerika.
– Indeks dolar turun 0,26% menjadi 102,20
Emas menguat dan kembali bergerak di atas level $2.000 pada perdagangan hari Selasa kemarin. Memanfaatkan pelemahan dolar yang jatuh terkoreksi dari level tertinggi Senin sebelumnya. Sementara para para pelaku pasar tampak mengambil sikap waspada untuk data inflasi nanti malam. Data tersebut akan digunakan sebagai isyarat kenaikan suku bunga di masa depan.

Pelaku Pasar Cenderung Waspada

Para pelaku pasar cenderung waspada terhadap data inflasi karena inflasi dapat mempengaruhi keputusan bank sentral tentang kebijakan suku bunga. Jika inflasi tinggi, bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga untuk mencegah terjadinya inflasi yang tidak terkendali. Ini dapat mempengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk harga emas dan dolar.

Oleh karena itu, para aktor pasar cenderung mengambil sikap hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga emas dan dolar sebelum membuat keputusan investasi mereka.

Pada tahap ini, pasar komoditas (terutama emas dan Oil) tidak terlalu sibuk dengan apakah akan ada kenaikan 25 basis poin lagi dari Federal Reserve pada Mei bulan depan.
Para aktor pasar sedang berpegang pada rencana utama dan memiliki keyakinan bahwa suku bunga USD akan lebih rendah saat memasuki paruh kedua tahun 2023.

Komentar John Williams semalam tampaknya benar benar menjadi dasar kuatnya harga emas.
Presiden FED bagian New York tersebut mengatakan bahwa Prospek The Fed menaikkan suku bunga acuan hanya sekali lagi sebesar 25 basis poin.
– Emas spot naik 0,8% menjadi $2.005,79 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika menetap 0,8% lebih tinggi pada $2.019,00.

OIL

OIL naik sekitar 2% pada hari Selasa malam tadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve mungkin mengurangi pengetatan kebijakannya setelah laporan inflasi utama Amerika nanti malam. Meskipun kekhawatiran menyusutnya permintaan dari China tetap ada.

Aktor pasar energi optimis bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga, membuat Oil yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Jika Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga. Hal tersebut dapat mempengaruhi pasar keuangan dan dapat memicu pergerakan pada nilai tukar dolar AS. Jika nilai tukar dolar AS melemah, maka harga minyak mentah dalam dolar AS dapat menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dari segi Supply, A.P.I melaporkan Stok minyak mentah mingguan Amerika secara tak terduga meningkat minggu lalu. Menambah kekhawatiran tentang prospek permintaan energi di tengah kekhawatiran tentang perlambatan global.

Sekilas, biasanya pembacaan hasil rilis data crude oil inventories yg bertambah akan menekan harga Oil. Namun penjelasan rinci laporan dari A.P.I justru mendukung harga Oil bergahan menguat.
– Brent berjangka naik $1,43, atau 1,7%, menjadi $85,61 per barel.
– West Texas Intermediate naik $1,79, atau 2,2%, menjadi $81,53 per barel.
Rincian data A.P.I dapat dilihat di Analisa Forex

Focus News :
– 19:30 | USD | CPI y/y ( F: 5.1% , P: 6.0% )
– 19:30 | USD | Core CPI y/y ( F: 5.6% , P: 5.5% )
– 20:00 | GBP | BoE Gov Bailey Speaks
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -1.0M , P: -3.7M )
– 01:00 | USD | FOMC Meeting Minutes
– 02:15 | GBP | BoE Gov Bailey Speaks
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

– API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan naik 377.000 barel. Stok bensin naik 450.000 barel. Stok sulingan turun 1,98 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 1,36 juta barel
– EIA STEO : produksi minyak mentah AS diperkirakan naik pada 2023, sementara permintaan hanya sedikit naik. Produksi diperkirakan naik 5,5% menjadi 12,54 juta bph pada 2023, dan menjadi 12,75 juta bph pada 2024. Perkiraan harga Brent untuk 2023 naik 2,5% menjadi $85,01/b dan Brent 2024 naik 4,7% menjadi $81,21/b. Perkriaan harga WTI 2023 naik 2,8% menjadi $79,24/b, dan WTI 2024 naik 5,1% di $75,21/b
– MenKeu AS Yellen : ekonomi AS berkinerja ‘sangat baik’, dan ‘tidak mengantisipasi penurunan’. Yellen turut mengakui ada risiko krisis atau penurunan kredit meskipun ekonomi tampak kuat
– IMF memperingatkan ekonomi global dapat menuju pertumbuhan terlemah sejak 1990, serta menurunkan prospeknya untuk tahun-tahun mendatang. Dalam jangka pendek, IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 2,8% untuk tahun ini, dan pertumbuhan 3% pada tahun 2024

Pasar Saham Amerika

Kenaikan Yield Treasury

Yield Treasury

Dolar bergerak menguat pada hari Senin kemarin, didukung oleh kenaikan Yield Treasury karena potensi atau peluang pada kenaikan suku bunga Federal Reserve (pada bulan Mei mendatang) melonjak menyusul data terbaru yang menunjukkan penguatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja (NFP Jumat minggu kemarin) dan semakin meredanya tekanan dalam sistem perbankan yg sempat menghebohkan pasar finansial global pada bulan lalu.

Data dari Fed terbaru menunjukkan bahwa pinjaman komersial dan industri di bank komersial turun menjadi $2,756 triliun dalam pekan yang berakhir 29 Maret, dari $2,824 triliun dalam pekan yang berakhir 15 Maret.

Simpanan di bank-bank komersial Amerika juga naik menjelang akhir Maret lalu untuk pertama kalinya dalam waktu sekitar satu bulan. Menunjukkan bahwa tekanan dari penarikan simpanan oleh para nasabah mereda.

Yields Treasury naik karena repricing (penilaian ulang) yg hawkish oleh para pelaku pasar mengenai peluang kenaikan suku bunga Fed, dengan Yield Treasury 2 Tahun-nan Amerika Serikat bertahan di angka 4%, mendorong dolar naik lebih tinggi.

kenaikan yield Treasury disebabkan oleh adanya kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang lebih tinggi di masa depan. Kebijakan hawkish dari the Fed dapat mempengaruhi permintaan terhadap Treasury bond, sehingga mendorong naiknya yield.

Dalam situasi seperti ini, biasanya nilai tukar dolar AS dapat menguat karena permintaan yang lebih tinggi terhadap aset denominasi dolar AS. Namun, perlu diingat bahwa faktor lain juga dapat mempengaruhi nilai tukar, seperti sentimen pasar dan kondisi ekonomi global secara keseluruhan.

pergerakan pasar selalu sulit diprediksi dengan pasti, dan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga aset dan nilai tukar mata uang. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

Data Ekonomi Makro Amerika

Sementar itu, data ekonomi makro Amerika yg dirilis semalam ikut memberikan dukungan penguatan utk mata uang Dolar Amerika. Faktor lain juga dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang. Seperti kondisi ekonomi global secara keseluruhan, sentimen pasar, atau kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah AS. Oleh karena itu, pergerakan pasar selalu sulit diprediksi dengan pasti, dan sangat penting untuk melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

US Final Wholesales Inventories m/m di Rilis 0.1%, lebih baik dari Forecast dan Last 0.2%
– Indeks Dolar naik 0,52% menjadi 102,26

* Mata uang YEN Jepang melemah karena Gubernur Bank of Japan baru Kazuo Ueda mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk menarik kembali stimulus besar-besaran (tidak terburu buru melakukan oengetatan kebijakan moneter).
– Yen Jepang melemah sebesar 1,12% pada 133,615 yen, setelah sempat mencapai 133,87 yg merupakan lejel tertinggi sejak 15 Maret

OIL

OIL ditutup melemah pada hari Senin kemarin, setelah naik selama tiga minggu berturut-turut. Melemahnya Oil lebih disebabkan oleh kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga FED lebih lanjut yang dapat mengganggu pemulihan permintaan. Hal tersebut “menetralkan” potensi terjadinya keterbatasan supply minyak mentah karena pemotongan pasokan dari produsen OPEC+, perlu diingat bahwa masalah supply ini menjadi sisi pendukung harga Oil.

Sebagai pengingat, Brent dan WTI sempat melonjak lebih dari 6% pada minggu akhir bulan Maret lalu (WTI mencapai $81,81 dan Brent mencapai $86,44) di tengah panasnya pengumuman OPEC+ yg akan menambah jumlah pengurangan produksinya.
Selain dari OPEC+, laporan dari EIA minggu lalu mengenai jumlah cadangan minyak mentah dalam penyimpanan Amerika yg turun 3,739 juta barel selama pekan yang dihitung hingga tanggal 31 Maret juga menopang harga Oil sepanjang akhir Maret. Pada minggu sebelumnya (minggu yg dihitung hingga tanggal 24 Maret), stok minyak mentah turun 7,489 juta barel.

laporan penurunan stok bensin dan sulingan yang substansial

Dolar Menguat

Di lain hal, Dolar Amerika yang menguat naik setelah data sektor ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lagi. Seperti yg sudah kita ketahui bersama. Menguatnya dolar membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan dapat membebani permintaan.
– Brent turun 96 sen, atau 0,2%, menjadi $84,58 per barel.
– West Texas Intermediate juga turun 94, atau 0,1%, menjadi $79,74.

Emas melemah hingga kembali bergerak di bawah level $2.000 pada hari Senin kemarin. Tertekan oleh USD yg menguat akibat rilis data NFP Jumat pada hari Jumat lalu. Sementara para pelaku pasar juga tampak menetralkan posisi utk menghadapi data inflasi minggu ini yang dapat mempengaruhi jalur kenaikan suku bunga FED.

Yield Treasury Amerika naik menyusul laporan NFP yang menunjukkan laju perekrutan yang masih kuat di bulan Maret. Hasil dari laporan NFP minggu lalu kemungkinan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi.

Peluang dan potensi kenaikan suku bunga 25 basis poin bulan Mei sekarang dipatok pada 72% , menopang penguatan dolar. Membuat emas batangan berdenominasi dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Sedikit pengingat, pada Jumat minggu kemarin. Pasar emas tutup karena libur peringatan hari raya keagamaan, padahal pada malam harinya tiga serangkai data super dari Amerika tetap di rilis sesuai jadwal dengan hasil yg Bagus untuk USD. Akibatnya, emas membuka perdagangan hari Senin dengan gap down sekitar $12.

Sentiment positif untuk USD akibat rilis data Amerika Jumat lalu (Khususnya data NFP) berlanjut mendominasi pasar dan membuat emas melemah dalam perdagangan harian.

Laporan data Final Wholesales Inventories bulanan yg di rilis semalam membaik melebihi perkiraan ikut memberikan tekanan pelemahan untuk emas.
– Emas spot turun hampir 1% menjadi $1.988,88 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika turun 1,1% pada $1.989,10.

Focus News :
– No High Impact Data
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

 

Market Review :

Gubernur baru Bank Sentral Jepang Ueda : ia akan berkomunikasi erat dengan pemerintah dan memandu kebijakan moneter secara fleksibel di tengah ketidakpastian prospek ekonomi yang tinggi. Tidak perlu segera merevisi pernyataan di mana bank sentral menargetkan target inflasi 2% sedini mungkin

Kenaikan Harga Minyak Mentah

Minyak Mentah

Minyak Mentah

Dari segi permintaan, buruknya data ekonomi global terutama Amerika dan China memperparah kekhawatiran bahwa kondisi ekonomi akan memburuk dan mempengaruhi permintaan minyak mentah. Kondisi ekonomi global yang buruk, terutama di Amerika dan China, dapat mempengaruhi permintaan minyak mentah. Jika ekonomi memburuk, maka permintaan akan menurun karena bisnis dan konsumen akan mengurangi penggunaan energi dan bahan bakar. Hal ini dapat mempengaruhi pasar minyak mentah, karena permintaan yang menurun dapat menyebabkan penurunan harga.

Namun, penting untuk diingat bahwa faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi permintaan dan harga minyak mentah. Contohnya, kebijakan produksi minyak dari negara-negara produsen seperti OPEC. Pengaruh cuaca dan bencana alam, serta perkembangan teknologi dapat mempengaruhi permintaan dan harga minyak mentah.

Dalam mengamati pasar minyak mentah, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang berbeda. Melihat tren jangka panjang dalam permintaan dan harga.

Data menunjukkan kondisi ekonomi yang sedang memburuk, membebani permintaan minyak mentah dan bahan bakar.
Lowongan pekerjaan Amerika di bulan Februari turun ke level terendah dalam hampir dua tahun tetakhir, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah.
Data tersebut bisa menjadi tanda pertama pelemahan di pasar tenaga kerja Amerika dan itu sangat besar. Tanpa itu, FED akan sangat sulit membuat argumen bahwa mereka akan menghentikan siklus pengetatan.

Dari sisi Supply, EIA semalam melaporkan Persediaan minyak mentah mingguan Amerika turun 3,7 juta barel pekan lalu, sekitar 1,5 juta barel lebih banyak dari Forecast yg menghitung penurunan sebesar 1.6 juta barel.  Stok bensin dan sulingan juga turun lebih dari yang diperkirakan, turun masing-masing sebesar 4,1 juta barel dan 3,6 juta barel.
– Brent berjangka naik 5 sen, atau 0,1%, menjadi $84,99 per barel.
– West Texas Intermediate berakhir 10 sen, atau 0,1%, lebih rendah pada $80,61 per barel.

Baca Lagi : Krisis Perbankan

Rebound Dolar

Dolar di tutup menguat pada perdagangan hari Rabu malam tadi, Rebound dari level low dua bulan terakhir yg tercapai pada hari Selasa sebelumnya. Rebound Dolar lebih disebabkan karena para pelaku pasar mengurangi posisi short mereka untuk membukukan keuntungan (taking profit) menjelang laporan non-farm payrolls yang sangat penting pada hari Jumat besok.

Secara garis besar, Tren yang menghinggapi dolar masih tetap cenderung bearish ke bawah dan angka ADP menjadi dasar yg menegaskan hal itu. Data pekerjaan mendukung pandangan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi.
Secara umum, tren dolar terlihat masih cenderung bearish, yang berarti dolar cenderung melemah. Angka ADP (Automatic Data Processing) merupakan salah satu faktor yang menegaskan pandangan ini. Data pekerjaan yang dirilis mendukung pandangan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi.

Dalam hal ini, “bearish” merujuk pada pandangan atau prediksi bahwa nilai dolar cenderung melemah dalam jangka waktu tertentu, sementara “ADP” adalah singkatan dari Automatic Data Processing, yaitu sebuah perusahaan swasta yang mengumpulkan dan menganalisis data ketenagakerjaan di AS. Pandangan ini didukung oleh data pekerjaan yang menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja di AS tidak sekuat yang diharapkan, sehingga Federal Reserve kemungkinan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Hal ini dapat memengaruhi harga dan nilai tukar dolar terhadap mata uang lainnya.

Semalam data ekonomi makro Amerika juga mengindikasikan berlanjutnya pelemahan ekonomi, kali ini di sektor jasa. Industri itu melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Maret karena permintaan menurun. Sementara ukuran harga yang dibayarkan oleh bisnis jasa turun ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir.
Indeks non-manufaktur ISM turun menjadi 51,2 bulan lalu dari 55,1 pada bulan Februari. Sementara komponen harga yang dibayar turun menjadi 59,5 dari 65,6 pada bulan Februari, dengan indikator ketenagakerjaan sektor jasa juga turun menjadi 45,8 dari 47,6 pada bulan Februari.

FED

Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, (seorang pejabat FED yg terkenal Hawkish), mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV pada hari Rabu malam tadi bahwa “masih terlalu dini untuk mengetahui apakah Fed perlu menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan berikutnya pada awal Mei.” (Sumber: Suku Bunga Perlu Bergerak ‘Sedikit Lebih Tinggi’)

Indeks Dolar di tutup naik 0,4% menjadi 101,87
Emas di tutup terkoreksi dari penguatan harian pada perdagangan Rabu kemarin.
Harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Ditopang oleh data ekonomi Amerika selama beberapa hari terakhir yang memunculkan kembali kekhawatiran perlambatan ekonomi. Dan mendorong asumsi bahwa Federal Reserve dapat menghentikan kenaikan suku bunga.

Sebagai pengingat, minggu ini emas melonjak melewati level krusial $2.000 pada hari Selasa lalu. Setelah penurunan tajam pada data lowongan pekerjaan Amerika untuk bulan Februari. Data tersebut menambah tekanan bullish dari awal pekan ini setelah lonjakan minyak yang sebabkan oleh penambahan jumlah pemangkasan produksi OPEC+ yg memicu kekhawatiran kenaikan inflasi lainnya.

Semalam serentetan data Amerika di rilis memburuk. Mengangkat emas hingga sentuh level $2031 yg merupakan level tertinggi sejak satu tahun yg lalu.

GOLD

Namun pada pertengahan sesi Amerika, emas jatuh terkoreksi dari level tertinggi hariannya. Tertekan oleh lonjakan mendadak pada Indeks USD yg tampaknya lebih dipicu oleh aksi profit taking jelang data NFP Jumat besok.
Namun perlu diperhatikan bahwa meskipun emas terkoreksi lumayan dalam dari level high hariannya. Harga masih bertahan stabil di atas zona $2000, bahkan masih mencetak penutupan harian diatas harga pembukaan meskipun tipis.
– Emas spot di tutup stabil di dekat level pembukaan harian $2.020,30 per troy ounce, setelah sempat naik ke level tertinggi sejak Maret 2022 di $2.031,89.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,1% lebih rendah pada $2.035,60.Oil di tutup sedikit melemah pada perdagangan Rabu kemarin meski pelemahannya termasuk terbatas karena pelaku pasar energi terjebak diantara sentiment berkurangnya pasokan global dan potensi melemahnya permintaan global.

Focus News :
– 19:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 200K , P: 198K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • ADP : lapangan kerja sektor swasta di AS bertambah 145.000 pada Maret, turun dibanding Februari 261.000 pekerja (direvisi naik dari 242.000 pekerja)
  • ISM : aktivitas ekonomi di sektor jasa AS melambat pada Maret dengan IMP Jasa turun di 51,2 dari 55,1
  • Biro Sensus AS : defisit perdagangan internasional naik $1,9 miliar menjadi $70,5 miliar pada Februari. Ekspor turun $6,9 miliar menjadi $251,2 miliar. Impor turun $5,0 miliar menjadi $321,7 miliar
  • EIA : stok minyak mentah selama sepekan turun 3,74 juta barel pada 470,0 juta barel. Stok distilat turun 3,6 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 970.000 barel
  • Gedung Putih berjanji bekerja dengan semua produsen minyak mentah untuk memastikan harga yang lebih rendah. Sekretaris Gedung Putih Pierre menolak untuk memberikan hipotetis tentang apa yang akan terjadi musim panas ini sehubungan dengan harga bensin
  • MenKeu AS Yellen : Internal Revenue Service (IRS) akan mengungkap rencana pengeluaran 10 tahun untuk meningkatkan layanan, menjanjikan investasi besar dalam teknologi dan jasa. Serta menguraikan rencana untuk membantunya mengaudit perusahaan besar, berpenghasilan tinggi dan kemitraan yang kompleks
  • Saudi Aramco menaikkan harga minyak mentah Arab Light unggulan ke Asia sebesar 30 sen per barel, kenaikan bulanan berturut-turut. Kenaikan memperkuat analisis bahwa Saudi memandang permintaan China yang akan datang sangat kuat, dimana Saudi menjual sekitar 60% minyaknya ke Asia
  • Mantan Direktur Eksekutif BOJ, yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter, Kazuo Momma : Ada kemungkinan YCC berakhir di bulan April. Hasil jangka panjang tidak akan naik tiba-tiba, bahkan jika YCC dibatalkan. Selama lingkungan pasar terus memiliki sedikit momentum untuk hasil yang lebih tinggi. Setiap perubahan YCC harus dilakukan tanpa peringatan sebelumnya
Imbal Hasil 10 Tahun Lebih Rendah

Data Ekonomi Awal April 2023

Data Ekonomi

Dolar Amerika merosot ke level terendah dalam dua bulan terakhir pada hari Selasa malam tadi, laporan data ekonomi yang lemah memperkuat asumsi pelaku pasar bahwa Federal Reserve hampir selesai dengan siklus pengetatan bahkan ketika bank sentral lain terlihat masih menaikkan suku bunga utk mengatasi inflasi yang masih tinggi.

Tadi malam, data yang menunjukkan Pembukaan Lowongan Pekerjaan di Amerika pada bulan Februari turun ke level terendah dalam hampir dua tahun terakhir. Laporan yg menunjukkan berlanjutnya penurunan pesanan pabrik, menghempaskan dolar Amerika.

Pembukaan Lowongan Pekerjaan, (yg biasa dijadikan sebagai ukuran dasar permintaan tenaga kerja), turun 632.000 menjadi 9,9 juta pada Februari, terendah sejak Mei 2021, sementara Pesanan Barang Pabrik turun 0.7% melebihi perkiraan yg menghitung penurunan sebesar 0.4%.

Krisis Pasokan Energi

Serangkaian data ekonomi yg lemah sejak akhir bulan Maret kemarin hingga data tadi malam tersebut. Krisis pasokan energi yg kembali memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa FED berpeluang besar untuk menghentikan siklus pengetatan kebijakan moneternya. Data ekonomi yang lemah, seperti kenaikan angka pengangguran atau penurunan pertumbuhan ekonomi. Menunjukkan perlambatan ekonomi yang memerlukan kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral. Sementara itu, krisis pasokan energi dapat berdampak pada inflasi dan mengurangi kemampuan bank sentral untuk menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi.

Laporan Ekonomi

Akibat dari pelemahan Dolar, Poundsterling naik ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir terhadap dolar, di tutup pada $1,2497, naik 0,7%, sementara Euro mencapai level tertinggi sejak Februari, naik 0,4% pada $1,0951.

Di lain pihak, komoditas Safe Haven juga ikut naik, Emas melonjak hingga kembali menembus resistensi krusial $2000per troy ounce.
– Indeks Dolar di tutup turun 0,4% di level 101,58.
Emas menguat, melonjak hingga kembali bergerak diatas level $2000 terangkat oleh sentiment pelaku pasar yg berasumsi bahwa siklus kenaikan suku bunga FED akan segera berakhir.

Asumsi dan keyakinan pelaku pasar tersebut didasari oleh buruknya serangkaian data ekonomi makro penting.
Semalam, data mengenai Pembukaan Lapangan Kerja dilaporkan menurun hingga mencapai jumlah terendah sejak bulan Mei tahun 2021.

Safe Haven

Emas sedang berada dalam latar belakang yang sangat positif untuk di mana data ekonomi yang buruk terus berjalan seiring dengan tekanan inflasi yang tetap tinggi.
– Emas spot di tutup naik 1,7% ke $2.017,92 per troy ounce, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 9 Maret tahun lalu di $2.024,89.
– Emas berjangka Amerika di tutup 1,9% lebih tinggi pada $2.038,20.
OIL di tutup menguat tipis dan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari Selasa kemarin.

Info Tambahan Safe Haven

Potensi terjadinya krisis Supply minyak mentah global setelah OPEC+ menambah jumlah pemangkasan produksi. Melemahnya mata uang Dolar Amerika membantu Oil menguat. Namun penguatan Oil terbatasi oleh potensi berkurangnya Demand. Baik itu dari China ataupun dari buruknya laporan ekonomi makro dari sektor yg berkaitan dengan Industri di Amerika.

Penjelasan: Bagaimana pemotongan produksi OPEC akan mempengaruhi harga BBM di AS?

Semalam A.P.I melaporkan stok minyak mentah Amerika turun lebih dari 4 juta barel pada minggu lalu.
A.P.I juga mencatat defisit 1,035 juta barel di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah Amerika.
Selain itu, A.P.I juga menunjukkan penurunan produk bahan bakar utama bensin dan sulingan. Ada penurunan stok bensin sebesar 3,97 juta barel untuk minggu lalu dan kenaikan stok sulingan sebesar 3,693 juta barel.

– Brent naik 1 sen lebih tinggi pada $84,94 per barel. – West Texas Intermediate ditutup naik 29 sen, atau 0,4%, pada $80,71 per barel.

Focus News :
– 19:15 | USD | ADP Non-Farm Employment Change ( F: 208K , P: 242K )
– 19:30 | USD | Trade Balance ( F: -68.9B , P: -68.3B )
– 21:00 | USD | ISM Services PMI ( F: 54.3 , P: 55.1 )
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -1.6M , P: -7.5M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Departemen Tenaga Kerja AS : pembukaan lapangan kerja (JOLTS) hanya mencapai 9,93 juta pada Februari, turun 632.000 dibanding Januari 10,56 juta lowongan. Pertama kali dibawah 10 juta sejak Mei 2021
  • Biro Sensus AS : pesanan pabrik, pesanan baru untuk barang manufaktur, turun 0,7% ($3,9 miliar) menjadi $536,4 miliar pada Februari, setelah penurunan 2,1% pada Januari
  • Presiden Fed Cleveland Mester : pembuat kebijakan harus merubah suku bunga acuan mereka di atas 5% tahun ini. Menahannya selama beberapa waktu untuk memadamkan inflasi. Dengan tingkat yang tepat tergantung pada seberapa cepat tekanan harga mereda
  • API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan turun 4,346 juta barel. Stok bensin turun 3,970 juta barel. Stok distilat turun 3,693 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 1,035 juta barel. Stok SPR turut turun 400.000 barel menjadi 371,2 juta barel – terendah sejak Desember 1983
  • AS dan UE akan terus bekerja untuk menjaga stabilitas pasar energi global. Upaya apa yang merusak pasar energi dan menghindari sanksi “akan dikonfrontasi langsung oleh AS dan UE”. Akan mengintensifikasi kolaborasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar nuklir Rusia
  • Finlandia secara resmi menjadi anggota NATO ke-31 pada Selasa. Rusia memperingatkan akan mengambil ‘tindakan balasan’. MenLu Rusia Grushko : “Kami akan memperkuat potensi militer kami ke arah barat dan barat laut. Dalam hal pengerahan pasukan dan sumber daya anggota NATO lainnya di wilayah Finlandia. Kami akan mengambil langkah tambahan untuk memastikan keamanan militer Rusia secara andal”
Inflasi CPI Australia turun

Laporan Aktivitas Manufaktur Amerika

Laporan Aktivitas Manufaktur Amerika

Dolar Amerika melemah pada hari Senin, tertekan oleh selera risiko (Risk Appetite) dan turunnya Yields Obligasi pemerintah Amerika yang lebih rendah karena data Ekonomi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan. Ikut menopang menguatnya emas semalam adalah laporan aktivitas manufaktur Amerika yang merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan Maret di tengah pengetatan kondisi kredit. Pengetatan kondisi kredit juga menjadi faktor yang berdampak negatif terhadap aktivitas manufaktur. Hal ini menambah kekhawatiran investor tentang kondisi perekonomian Amerika Serikat yang lebih luas. selain itu, penurunan Yields Treasury 10 tahun- nan Amerika juga membantu emas dengan menekan Dolar Amerika.
– Emas spot di tutup naik 0,9% ke $1.984,75 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika di tutup naik 0,7% lebih tinggi pada $2.000,40.

Laporan Indeks Pembelian Manufaktur AS

PMI Manufaktur ISM berada di level 46,3 di bulan Maret dibandingkan dengan yang diperkirakan di 47,5. PMI Sektor Jasa dan laporan Ketenagakerjaan ADP akan dirilis pada hari Rabu lusa.

Pada hari Rabu, laporan PMI Sektor Jasa AS dan laporan Ketenagakerjaan ADP juga akan dirilis. PMI Sektor Jasa mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS, yang merupakan sektor ekonomi yang paling besar di negara tersebut. Sementara itu, laporan Ketenagakerjaan ADP menyediakan data tentang pekerjaan swasta di Amerika Serikat dan dapat memberikan petunjuk awal tentang laporan tenaga kerja resmi yang akan dirilis pada hari Jumat.

Kedua laporan ini dapat mempengaruhi sentimen pasar dan dapat memicu volatilitas di pasar keuangan. Jika data yang dirilis lebih baik dari yang diharapkan, maka dapat memicu penguatan dolar AS dan potensi penurunan harga emas karena investor akan lebih memilih aset-aset risiko daripada safe-haven seperti emas. Namun, jika data yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan, maka hal tersebut dapat mendukung harga emas dan melemahkan dolar AS karena investor cenderung mencari aset safe-haven di saat ketidakpastian meningkat.

Yields Treasury Amerika

Yields Treasury Amerika 10 tahun-nan jatuh, turun menjadi 3,41%, membukukan penutupan terendah dalam seminggu.
– Indeks dolar Amerika , yang mengukur kekuatan mata uang Dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,45% menjadi 101,72.
Emas menguat sebesar 1% pada hari Senin malam tadi terbantu oleh penurunan dolar yang mendongkrak daya tarik emas sebagai safe-haven. Pemotongan produksi yang mengejutkan oleh OPEC+ menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan dan memicu ketidakpastian tentang respons bank sentral Amerika.

Inflasi yang berkepanjangan dapat merusak nilai mata uang dan meningkatkan permintaan akan aset safe-haven seperti emas. Oleh karena itu, investor cenderung membeli emas sebagai perlindungan dari inflasi. Namun, respons bank sentral Amerika dapat memengaruhi permintaan terhadap emas karena suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat alternatif investasi menjadi lebih menarik bagi investor.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran tentang inflasi, penurunan nilai mata uang, suku bunga, dan faktor-faktor lainnya.

OIL

OIL melonjak 6% pada hari Senin, sehari setelah kelompok OPEC+ mengguncang pasar dengan rencana untuk memangkas lebih banyak produksi. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pengetatan pasokan sementara beberapa memperingatkan penurunan permintaan. Jika penyuling minyak bergeming membayar harga minyak mentah yang lebih tinggi.

OPEC+

OPEC+, mengguncang pasar dengan pengumuman hari Minggu bahwa mereka akan menurunkan target produksinya lebih lanjut sebesar 1,16 juta barel per hari (bpd). (Sumber : oil-output-cuts )

Janji terbaru membuat total volume pemotongan oleh OPEC+ menjadi 3,66 juta barel per hari termasuk pemotongan 2 juta barel Oktober lalu, menurut perhitungan Reuters, setara dengan sekitar 3,7% dari permintaan global.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan telah memberikan “peringatan” kepada pemerintah Saudi tentang kebijakan pemotongan produksi minyak yang diumumkan oleh OPEC+. Pemerintahan AS mengungkapkan bahwa mereka tidak setuju dengan kebijakan tersebut karena khawatir akan berdampak pada pemulihan ekonomi global dan mengakibatkan kenaikan harga minyak yang tinggi.

OPEC menggambarkan pemotongan itu sebagai tindakan pencegahan. Analis mengatakan melemahnya ekonomi dan meningkatnya stok minyak mendukung keputusan tersebut. Bulan lalu, harga Brent diperdagangkan mendekati $70 per barel, level terendah dalam 15 bulan, di tengah kekhawatiran melemahnya permintaan.

Aktivitas manufaktur Amerika merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan Maret. Dapat menurun lebih lanjut karena kredit yang lebih ketat. Dan biaya pinjaman yang menjadi lebih tinggi.
– Brent di tutup naik sebesar $5,04, atau 6,3%, pada $84,93 per barel, dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Maret di $86,44.
– West Texas Intermediate ditutup naik $4,75, atau 6,3%, menjadi $80,42 per barel setelah naik ke level tertinggi dua bulan selama sesi tersebut.

BACA LAGI TENTANG Safe Haven

 

Focus News :
– 11:30 | AUD | Cash Rate ( F: 3.60% , P: 3.60% ) & RBA Rate Statement
– 21:00 | USD | JOLTS Job Opening ( F: 10.49M , P: 10.82M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • ISM : aktivitas manufaktur di AS pada Maret turun di 46,3, terendah sejak Mei 2020, dari 47,7 pada Februari
  • MenKeu AS Yellen : pengurangan produksi minyak OPEC+ adalah “tindakan tidak konstruktif” yang akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian ekonomi global dan mempersulit upaya menurunkan inflasi