Krisis Perbankan

Kenaikan Harga Minyak Mentah

Krisis Perbankan Global

Mata uang Dolar Amerika melemah lagi pada perdagangan hari Selasa kemarin seiring dengan memudarnya rasa khawatir terhadap krisis perbankan global khususnya di Amerika. Hal tersebut menghidupkan kembali minat para pelaku pasar terhadap mata uang yang lebih berisiko dan instrument investasi beresiko lainnya.

Para pelaku pasar mendapatkan “angin segar” dari kesepakatan First Citizens BancShares untuk membeli semua deposito dan pinjaman pemberi pinjaman yang gagal dari Silicon Valley Bank. Fakta bahwa tidak ada berita atau kabar masalah perbankan lebih lanjut yang muncul di perbankan global. Dalam beberapa hari terakhir merupakan berita yg bagus atau sebagian pelaku pasar menyebutnya dengan istiah “no (bank) news is a good news.

Dolar sempat rebound pendek oleh data Consumer Confidence dan Manufacturing Index untuk wilayah Richmond yg dilaporkan membaik. Sentiment pasar yg positif masih lebih mendominasi perilaku Risk Appetite dan mengikis perilaku Safe haven Dolar.
Sebelum data tersebut, laporan tentang defisit perdagangan barang Amerika yg sedikit melebar pada bulan Februari karena ekspor menurun. Berpotensi membuat sektor perdagangan menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama nanti.
– Indeks Dolar turun 0,31% pada kisaran level 102,43, kembali bergerak mendekati level terendah dalam tujuh minggu terakhir di 101,91 yang disentuh pada hari Kamis minggu lalu.
Melemahnya Dolar tampaknya membawa manfaat tersendiri unutk emas yg bergerak menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin. Penguatannya terbatasi oleh Meredanya kekhawatiran tentang krisis perbankan global membatasi penguatan untuk aset safe haven.

Pasar tetap melemah

Pasar masih tentatif dalam hal ini, dan hal ini akan membuat sentiment risk appetite tetap terkendali setidaknya untuk beberapa minggu ke depan sampai pelaku pasar merasa telah benar benar melewati krisis perbankan.

Meski kekhawatiran atas resiko krisis perbankan dikatakan telah berangusr mereda dan sentment resio telah kembali ke pasar, namun pasar saham Amerika tidak otomatis menguat, S&P 500 turun 0,1%, Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,1%, atau 37 poin, dan Nasdaq turun 0,5%.
Pasar saham Amerika yg melemah, ditambah mata uang Dolar yg juga melemah, jelas menjadi dasar yang menopang harga emas Selasa kemarin.
Wall Street berjuang untuk menentukan arah karena para pelaku pasar mempertimbangkan kekhawatiran yang surut mengenai krisis perbankan, sementara Yield Treasury naik di tengah fokus para pelaku pasar pada kebijakan suku bunga Federal Reserve kedepannya.
– Emas spot naik 0,7% menjadi $1.970,88 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 1% lebih tinggi pada $1,973.50.

OIL

OIL menguat pada perdagangan Selasa kemarin dengan masih didukung oleh hal yg sama dengan pendukung penguatan Oil Senin kemarin ; pulihnya sentiment pasar dan masalah terganggunya supply minyak mentah di wilayah Irak.

Berkurangnya cadangan minyak mentah mingguan Amerika Versi A.P.I juga ikut menopang harga Oil.
A.P.I melaporkan Stok minyak mentah Amerika turun sekitar 6,1 juta barel dalam minggu yang hingga tangal 24 Maret, sementara stok bensin turun sekitar 5,9 juta barel dan stok distilat naik sekitar 550.000 barel.

Dilain hal, unit riset China National Petroleum Corp menunjukkan Impor minyak mentah China diperkirakan akan naik 6,2% pada tahun 2023 menjadi 540 juta ton.
Sementara Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia perlu fokus untuk meningkatkan ekspor energi ke negara-negara yang disebutnya sebagai negara sahabat dan mencatat bahwa pasokan minyak Rusia ke India mencatat lonjakan 22 kali lipat tahun lalu.
– Brent di tutup pada level $78,65 per barel, naik 53 sen, atau 0,7%.
– WTI di tutup pada level $73,20 per barel, naik 39 sen, atau 0,5%.

Baca Kembali Safe Haven

Focus News :
– 21:00 | USD | Pending Home Sales m/m ( F: -2.9% , P: 8.1% )
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: 1.8M , P: 1.1M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Conference Board : Indeks Keyakinan Konsumen AS naik tipis menjadi 104,2 di Februari dari 103,4 di Januari
  • API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan turun 6,076 juta barel. Stok bensin turun 5,891 juta barel. Stok distilat naik 548.000 barel. Persediaan di Cushing Oklahoma turun 2,388 juta barel
  • Regulator di Komite Senat Perbankan : akan mendukung persyaratan yang lebih ketat untuk bank dengan aset lebih dari $100 miliar setelah kegagalan tiga bank regional. Memilih menentang langkah deregulasi pada tahun 2018. Setuju untuk perlu mencegah jenis kegagalan perbankan ini
  • Presiden AS Biden : pemerintah telah melakukan apa yang mungkin untuk mengatasi krisis perbankan, tetapi masalah tersebut “belum selesai”. Telah melihat perubahan legislatif sebagai tanggapan terhadap krisis, meskipun itu bisa menjadi sulit di Kongres yang terpecah
  • Gubernur BoE Bailey : pasar sedang menguji bank untuk mengidentifikasi kelemahan. Berjanji untuk “sangat waspada” di tengah volatilitas yang berlangsung. “Pasar mencoba untuk menemukan titik kelemahan saat ini”
  • Uni Eropa sedang mencari cara untuk melarang pengiriman gas alam cair (LNG) Rusia tanpa menerapkan sanksi energi baru. Para menteri energi blok tersebut sebelumnya telah menyetujui proposal yang mencegah eksportir Rusia memesan kapasitas infrastruktur yang diperlukan untuk pengiriman