Kenaikan Suku Bunga

FOMC Meeting

Akankah the Fed terus memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam menghadapi inflasi yang mendingin atau tetap pada pendiriannya?. Para pengamat pasar secara luas memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu ke kisaran 4,5% hingga 4,75%. Memperlambat ukuran kenaikan untuk pertemuan kedua berturut-turut.

Pelaku Pasar akan mengamati konferensi pers pasca rapat kebijakan Ketua Fed Jerome Powell untuk mengetahui indikasi seberapa besar kenaikan suku bunga. Dan kapan para pejabat akan mempertimbangkan jeda.

Personal Consumption Expenditure (PCE)

Dolar menguat pada perdagangan hari Jumat kemarin setelah data PCE menunjukkan penurunan belanja konsumen Amerika dan inflasi mereda. Pelaku pasar juga tampak jelas mengantisipasi sejumlah pertemuan bank sentral minggu ini.

Indeks Harga Belanja konsumen (PCE), yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi Amerika, turun 0,2% bulan lalu. Data untuk bulan November direvisi lebih rendah dan menunjukkan pengeluaran turun 0,1%. Bukan naik 0,1% seperti yang dilaporkan sebelumnya. Para Pelaku pasar yang disurvei oleh Reuters memperkirakan belanja konsumen turun 0,1%.

Departemen Perdagangan melaporkan ata PCE yg merupakan pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), naik 0,1% bulan lalu setelah kenaikan serupa di bulan November.
– Indeks dolar Amerika di tutup naik 0,1% menjadi 101,72.

EMAS

Emas di tutup melemah tipis pada perdagangan hari Jumat kemarin dalam perdagangan yg sangat fluktuatif.
Sempat melemah sepanjang sesi Asia atas sikap antisipatif pasar terhadap forecast data PCE yg di rilir malam harinya. Emas justru Rebound sepanjang sesi Eropa hingga masuk di awal sesi Amerika. Bahkan sempat mencetak new high harian meski sangat tipis.

Setelah data PCE dan kawan kawannya di rilis, Emas kembali jatuh melemah oleh mata uang Dolar yg mendapatkan dorongan naik pasca rilis data.
Emas bahkan sempat mencetak Low harian setelah data PCE di rilis. Namun itupun tidak berahan lama. Emas kembali Rebound pada paruh waktu kedua sesi Amerika, melonjaknya pasar saham Amerika tampak menekan permintaan untuk mata uang Dolar dan hal tersebut sedikit menguntungkan emas yg rebound hingga mendekati level Open harian.

– Emas untuk pengiriman Februari di Comex New York menutup perdagangan kontrak Februari di level $1.928 dan menutup sesi perdagangan harian di level $1929,40, turun hanya 60 sen.
– Emas spot, yang lebih banyak diikuti oleh para pelaku pasar / trader daripada emas berjangka di tutup pada level $1.928,15 – turun 96 sen, atau 1%.
Emas spot mencapai level high tahun 2023 di $1,949.29 pada hari Kamis sebelumnya.

Minyak

OIL ditutup melemah pada hari Jumat kemarin. Pelemahan Oil lebih disebabkan oleh karena indikasi kuatnya pasokan minyak Rusia yg mentralkan mengimbangi data pertumbuhan ekonomi Amerika yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah penyulingan distilat menengah yang kuat, serta harapan akan pemulihan permintaan yang cepat dalam permintaan China.

Pemuatan minyak dari pelabuhan-pelabuhan Baltik Rusia akan naik 50% bulan ini dari bulan Desember karena para penjual mencoba untuk memenuhi permintaan yang kuat di Asia dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga energi global (perhitungan Reuters).
Pemuatan minyak mentah Ural dan KEBCO dari Ust-Luga selama tanggal 1 hingga 10 Februari dapat meningkat menjadi 1,0 juta ton dari 0,9 juta ton pada rencana periode yang sama di bulan Januari.
Jika pasokan Rusia tetap kuat hingga bulan depan, minyak mungkin akan terus mengalami tren penurunan.

Sementara itu, para delegasi OPEC+ akan bertemu minggu ini untuk meninjau kembali tingkat produksi minyak mentah. Dengan sedikit “bocoran” dari beberapa sumber OPEC memperkirakan tidak akan ada perubahan pada kebijakan produksi saat ini.

Di Cina, kasus COVID-19 yang kritis turun 72% dari level tertingginya pada awal bulan ini, sementara kematian harian di antara pasien COVID-19 di rumah sakit telah turun 79% dari jumlah tertingginya, yang menunjukkan normalisasi ekonomi Cina dan meningkatkan ekspektasi pemulihan permintaan minyak.
– Brent ditutup turun 81 sen, atau 0,9%, pada $86,66 per barel, naik hanya 3 sen dari penutupan minggu lalu.
– WTI turun $1,33, atau 1,6%, menjadi $79,68, turun 2% pada minggu ini

Baca Juga :  Kenaikan Minyak Mentah Pada Hari Kamis

ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps; Lagarde akan tetap hawkish

Kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3% dari ECB saat rapat pada hari Kamis tampaknya sudah pasti terjadi – namun apa yang akan terjadi selanjutnya masih belum jelas. Para pengamat pasar akan mencari indikasi seberapa jauh dan seberapa cepat para pejabat berniat untuk melangkah.

Presiden ECB Christine Lagarde kemungkinan akan tetap bersikap hawkish karena inflasi inti tetap tinggi, meskipun ada perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan, dengan lebih banyak suara dovish yang berpendapat bahwa inflasi telah mundur dari rekor tertinggi.

BOE akan mengikuti Fed dan ECB

BOE diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga kesepuluh sejak Desember 2021.
Para pejabat secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4%. Inflasi umum turun pada bulan Desember menjadi 10,5%, tetapi masih lebih dari lima kali lipat dari target resmi Bank dan pertumbuhan upah tetap tinggi.

Laporan Rugi/Laba Perusahan

Apple (NASDAQ: AAPL), Amazon (NASDAQ: AMZN) dan Alphabet (NASDAQ: GOOGL) – tiga dari empat perusahaan terbesar di Amerika Serikat berdasarkan nilai pasar akan melaporkan hasil laporan keuangannya pada hari Kamis. Meta Platforms (NASDAQ:META) akan melaporkan pada hari Rabu.

Perusahaan-perusahaan teknologi pada umumnya berada di bawah tekanan untuk tumbuh sambil memangkas biaya menjelang potensi resesi.

Pasar-pasar Tiongkok kembali
Pasar keuangan China akan kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu dan akan berusaha untuk melanjutkan pergerakannya – pada level tertinggi dalam lima bulan terakhir untuk saham-saham blue chips.
Perjalanan liburan di dalam China melonjak 74% dari tahun lalu setelah pihak berwenang menghapus pembatasan COVID-19. Sementara itu, data resmi menunjukkan bahwa kematian akibat COVID-19 telah turun sekitar 80% dari puncaknya pada awal bulan ini, yang bertentangan dengan kekhawatiran bahwa perjalanan liburan akan memicu gelombang infeksi baru

Focus News

– No High Impact Data
– Fokus minggu ini : Senin : prospek ekonomi dunia dari IMF. Selasa : data kepercayaan konsumen di AS. Rabu : data AS pada pekerja sektor non-pertanian dari ADP, lowongan pekerjaan JOLTS, PMI Manufaktur dari ISM. Pertemuan JMMC OPEC+ (diperkirakan tidak merubah kebijakan). Pertemuan Presiden Biden dengan Ketua DPR AS tentang batas utang dan pengeluaran. Kamis : Keputusan suku bunga FOMC Fed (diperkirakan ada kenaikan 0,25%) serta konferensi pers Ketua Fed Powell. Data klaim awal tunjangan pengangguran di AS. Keputusan suku bunga BoE Inggris (diperkirakan ada kenaikan 0,50%). Keputusan suku bunga ECB (diperkirakan ada kenaikan 0,50%) dan konferensi pers Presiden ECB Lagarde. Jumat : data AS pada pekerja sektor non-pertanian, tingkat pengangguran, PMI non-manufaktur (jasa) dari ISM
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– University of Michigan : sentimen konsumen AS di Januari menguat pada 64.9 dari 64.6 (direvisi dari 59.7)
– NAR : penjualan rumah yang tertunda di AS naik 2.5% menjadi 76.9 pada Desember, setelah penurunan 6 bulan berturut di -2.6% pada November
– Biro Analisis Ekonomi AS : pendapatan pribadi naik 0,2% ($49,5 miliar) pada Desember dan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) turun 0,2% ($41,6 miliar). Inflasi, yang diukur dengan index PCE, turun menjadi 5% pada Desember tingkat tahunan, dari November 5,5%. Index PCE Inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, pengukur inflasi pilihan Fed, turun menjadi 4,4% dari 4,7% tingkat tahunan. Tingkat bulanan, index inflasi PCE naik 0,1% dan index PCE inti naik 0,3%
– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 4 rig menjadi 609
– DPR AS dengan suara 221:205 meloloskan RUU yang membatasi pengeluaran SPR, yang dikenal sebagai The Strategic Response Act, HR 21. RUU sekarang masuk ke Senat dipimpin Demokrat. RUU tersebut berarti bahwa saat memanfaatkan cadangan stok minyak mentah negara (SPR).
– Pedagang minyak mentah mulai mewaspadai dampak larangan Rusia terhadap ekspor produk minyaknya ke negara G7 yang dimulai pada 1 Februari, balasan atas pembatasan $ 60/barel yang dikenakan G7 kepada minyak mentahnya. Uni Eropa kini turut membahas batas harga untuk minyak diesel Rusia yang tengah diusulkan pada batas $100/barel yang akan mulai berlaku pada 5 Februari.
– Dewan Negara China dan PM Li Keqiang : negara perlu meningkatkan konsumsi dan impor, yang menjadikan kekuatan untuk pendorong pemulihan ekonomi, dimana pasar China yang kini dibuka kembali setelah libur Imlek selama sepekan.