Perdagangan Hari Rabu Sesuai Forecast

analisa trading emas hari ini

Perdagangan Hari Rabu

Dolar di tutup menguat setelah sempat melemah pada awal pembukaan perdagangan hari Rabu kemarin. Dolar yg sempat tertekan pada hari Selasa sebelumnya (tepatnya Rabu dini hari) setelah pernyataan Powell pada acara diskusi panel di Washington. Rebound oleh data ekonomi makro dan komentar beberapa pejabat FED.

Data Wholesales Inventories dilaporkan menurun sesuai dengan Forecast pasarmenjadi 0.1% pada bulan lalu dibangkan dengan Inventories pada bulan sebelumnya 0.9%. Data tambahan berupa Wholesales Trades yg dilaporkan meningkat menjadi 0.0%, lebih baik dari Forecast yg justru menghitung penurunan sebesar -0.3%.

Sementara itu, Presiden Fed New York John Williams tadi malam memberikan dukungan penguatan untuk Dolar dengan mengatakan bahwa beralih ke tingkat Suku Bunga antara 5,00% dan 5,25% tampaknya pandangan yang sangat masuk akal tentang apa yang perlu kita lakukan tahun ini untuk menurunkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan.

Indeks Dollar

Indeks Dolar naik sebesar 0.11% pada level 103.35 setelah sehari sebelumnya sempat jatuh hingga level 102.86
Emas di tutup menguat tipis pada perdagangan hari Rabu kemarin. Terkoreksi dari level high harian yg sempat tercatat pada awal awal sesi Eropa. Harga emas sempat bergerak fluktuatif oleh pada sesi Eropa oleh respon pasar pada komentar beberapa pejabat ECB.

kepala bank sentral Jerman Joachim Nagel mengatakan ; Dari posisi saya hari ini, kami membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang signifikan.
Sementara Rekannya Isabel Schnabel mengatakan belum jelas bahwa kenaikan suku bunga ECB sejauh ini akan dapat membawa inflasi kembali ke 2%.
Kedua komentar tersebut memberikan tekanan tersendiri untuk Dolar karena perbedaan pandangan yg dianggap cukup signifikan, dimana FED dianggap akan mulai melambat untuk siklus pengetatan kebijakannya. Sementara ECB tampak masih akan terus tancap gas untuk kebijakan pengetatannya.

Memasuki sesi Amerika , emas mulai cenderung tertekan oleh rilis data ekonomi makro Amerika dari sektor penjualan, dimana Wholesales Inventories dan Wholesales trade dilaporkan membaik secara moderat.
Komentar beberapa pejabat FED yg memberikan dukungan untuk Dolar ikut menekan harga emas hingga akhir sesi perdagangan harian.
– Emas Spot di tutup pada level $1875 atau naik sebesar 0.1%
– Emas Berjangka naik 0,3% menjadi $1.890,00.

OIL

OIL menguat naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Rabu karena pelaku pasar energi merasa lebih nyaman dengan risiko akan tingginya suku bunga USD sehari setelah pernyataan ketua Federal Reserve (pada Rabu dini hari) meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga.
Komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Rabu dini hari terlihat kurang hawkish dibandingkan dengan yg dikhawatirkan pelaku Pasar, meningkatkan selera risiko (Risk Appetite) dan membebani dolar. Mata uang USD yang lebih lemah membuat minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah pada Senin menghentikan aliran minyak mentah dari Irak dan Azerbaijan keluar dari pelabuhan Ceyhan di Turki. BP Azerbaijan telah mengumumkan force majeure pada pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan.

Sesuai Forecast

Di lain pihak, E.I.A melaporkan Stok minyak mentah Amerika naik minggu lalu sesuai dengan Forecast dan untuk minggu ketujuh berturut-turut, mencapai level tertinggi dalam 20 bulan.
Persediaan minyak mentah Amerika naik 2,423 juta barel selama minggu yang dihitung hingga tanggal 1 Februari.

Produksi minyak mentah sendiri naik 100.000 bpd, atau barel per hari, mencapai 12,3 juta bpd atau tertinggi sejak April 2020. Ekspor minyak mentah, sementara itu, anjlok 17% pada minggu ini, menjadi 2,9 juta barel per hari dari 3,492 juta barel per hari pada minggu sebelumnya.

Persediaan bensin Amerika mengalami peningkatan 5 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan 1,271 juta dan kenaikan minggu sebelumnya sebesar 2,576 juta.
Persediaan bensin telah naik hampir 16 juta barel sejak tahun 2023 dimulai. Bahan bakar bensin otomotif adalah produk bahan bakar No.1 di Amerika.

Stok sulingan naik 2,932 juta dibandingkan Forecast 0,097 juta. Di minggu sebelumnya, penambahan minyak distilat mencapai 2,32 juta.
– Minyak mentah Brent ditutup naik $1,40, atau 1,7%, menjadi $85,09 per barel.
– West Texas Intermediate ditutup naik $1,33, atau 1,7%, menjadi $78,47.

Focus News :
– 16:45 | GBP | Monetary Policy Report Hearings
– 17:00 | EUR | EU Economic Forecast
– 20:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 191K , P: 183K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

BACA JUGA : Kenaikan Suku Bunga Pada Hari Selasa

Market Review

– EIA : stok minyak mentah selama sepekan naik 2,42 juta barel menjadi 455,1 juta barel. Stok bensin naik 5 juta barel. Stok distilat naik 2,93 juta barel. Persediaan di Cushing Oklahoma naik 1,04 juta barel
– Pidato Kenegaraan Presiden Biden mengakui masih membutuhkan minyak dan gas “setidaknya untuk satu dekade lagi”. Presiden menyerukan empat kali lipat pajak atas pembelian kembali saham perusahaan, yang akan mendorong lebih banyak investasi industri jangka panjang. Mendesak pengesahan pajak minimum miliarder. Menunjukkan sikap keras terhadap China jika negara merusak kedaulatan
– Presiden Fed New York Williams : pasar tenaga kerja masih sangat kuat dan ada banyak pekerjaan yang dilakukan pada suku bunga. Tingkat puncak 5% -5,25% masih merupakan pandangan yang masuk akal. Melihat lebih banyak tanda positif tentang pertumbuhan.
– Negara G7 sedang menimbang sanksi kepada perusahaan China, Iran, dan Korea Utara karena diyakini memberi Rusia suku cadang dan teknologi yang memiliki tujuan militer, mengoordinasikan paket tindakan tersebut sebelum 24 Februari, satu tahun invasi Rusia ke Ukraina