Kenaikan Suku Bunga Pada Hari Selasa

Kenaikan Suku Bunga

Dolar jatuh dari level tertinggi bulan ini pada hari Selasa kemarin setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell kembali mengulang pernyataan minggu lalu bahwa disinflasi telah dimulai, dan mengharapkan penurunan inflasi yang signifikan tahun ini. Dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, ketua Fed mengatakan pengembalian ke sasaran inflasi bank sentral Amerika sebesar 2% akan menjadi proses yang bergelombang, yang akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Pernyataan Powell dianggap kurang hawkish, tidak ada hal baru yg dapat dijadikan pelaku pasar sebagai pijakan penggerak market.

Satu hal yg perlu diperhatikan, Powell, bagaimanapun, menolak untuk menyamakan penguatan mengejutkan di pasar kerja yang ditunjukkan dalam NFP Jumat kemarin dengan ekspektasi bahwa suku bunga harus lebih tinggi dari perkiraan pejabat Fed akhir tahun lalu.

Kondisi ekonomi Amerika

Sebelumnya, Indeks Dolar sempat menguat di awal awal sesi Amerika, ditopang oleh data ekonomi makro yg positif.
Defisit neraca rugi laba Amerika mengecil. Sementara tingkat optimisme konsumen atas Kondisi Ekonomi kedepan naik melebihi Perkiraan.
– Indeks dolar jatuh setelah pernyataan Powell, dan menutup perdagangan harian dalam kondisi melemah sebesar 0,2% pada 103,39.
Emas menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin, meski terkoreksi dari level tertinggi harian. Emas yg bergerak cukup fluktuatif selama perdagangan Selasa kemarin. Menguat memanfaatkan pelemahan indeks dolar yg justru tertekan setelah Powell memberikan pernyataannya dalam sebuah acara Diskusi dalam Economic Club of Washington.

Powell mengatakan dia bersedia bersabar membiarkan disinflasi, yang baru saja dimulai daripada memulai kenaikan suku bunga yang lebih kuat.

Namun Powell juga mengatakan ; Jika laporan pasar tenaga kerja terus membaik atau laporan inflasi yang lebih tinggi terus berlanjut, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih dari harga saat ini.

Diperkirakan Keputusan suku bunga Fed berikutnya akan dilakukan pada 16 Maret, setelah rilis laporan NFP Februari pada 3 Maret.
– Spot Gold naik 0.2% pada level $1870.49
– Emas Berjangka Amerika juga di tutup naik sebesarj9.3% pada level $1884.89

Harga Oil

OIL naik lebih dari 3% pada hari Selasa kemarin setelah kepala bank sentral Amerika meredakan kekhawatiran pasar atas berlanjutnya kenaikan suku bunga yg agresif, sementara pemulihan permintaan di China juga menopang harga Oil utk menguat.

Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu dini hari tadi bahwa data NFP yang sangat kuat yang dirilis minggu lalu hanya menegaskan bahwa bank sentral memiliki beberapa cara untuk menaikkan suku bunga.
Dia juga menolak untuk mengatakan apakah mengetahui tentang kekuatan data akan mempengaruhi kenaikan suku bunga 25 basis poin minggu lalu.

Di lain hal, Perkiraan permintaan yang lebih kuat di China juga mengangkat harga minyak mentah pada hari Selasa. Badan Energi Internasional mengharapkan setengah dari pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini datang dari China, dan menambahkan pernyataan bahwa permintaan bahan bakar jet melonjak.

Sementara itu, terminal ekspor minyak di Ceyhan Turki bekum kembali beroperasi setelah gempa besar melanda wilayah tersebut.

Penutupan 535.000 barel per hari Fase 1 bagian dari ladang minyak Johan Sverdrup di wilayah Laut Utara Norwegia juga ikut mengangkat harga Oil.

Sementara itu, Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, menaikkan harga minyak mentah andalannya untuk pembeli Asia untuk pertama kalinya dalam enam bulan di tengah ekspektasi pemulihan permintaan, terutama dari China.
jika Arab Saudi tidak takut menaikkan harga minyak maka itu berarti permintaan cukup bagus.

A.P.I melaporkan sediaan minyak mentah Amerika turun 2,184 juta barel selama minggu lalu yang dihitung hingga tanghal 1 Februari.
A.P.I juga menunjukkan kenaikan 5,261 juta barel stok bensin untuk minggu lalu dan kenaikan 1,109 juta barel dalam stok sulingan
– Brent berjangka naik $2,70, atau 3,3%, menjadi $83,69 per barel.
– West Texas Intermediate naik $3,03, atau 4,1%, menjadi $77,14 per barel.

Focus News :
– 09:00 | USD | President Biden Speaks
– 21:15 | USD | FOMC Member Williams Speaks
– 22:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: 2.0M , P: 4.1M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

BACA JUGA : Agresivitas The FED

Market Review

– Biro Sensus AS : defisit perdagangan internasional barang dan jasa naik $6,4 miliar menjadi $67,4 miliar pada Desember. Ekspor turun $2,2 miliar di $250,2 miliar. Impor naik $4,2 miliar di $317,6 miliar
– Ketua Fed Powell kembali menegaskan jika proses disinflasi sudah dimulai. “Proses disinflasi, proses di mana inflasi menurun, sudah dimulai, dan ini dimulai dari sektor barang, sektor yang berkontribusi seperempat dari ekonomi. Tetapi jalan masih panjang, ini baru tahap paling awal. Kami pikir turut perlu melakukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Jika pekerjaan tetap panas, mungkin kami harus berbuat lebih banyak”

Disinflasi artinya laju kenaikan harga yang lebih rendah dari sebelumnya. Melihat inflasi sudah mencapai puncaknya, dan kini dalam tren turun, dengan demikian, Fed diharapkan bisa melonggarkan kebijakan. Tetapi tenaga kerja yang kuat (517.000) berisiko membuat inflasi sulit turun ke target 2%

– API : memperkirakan stok minyak mentah AS selama sepekan turun 2,184 juta barel. Stok bensin naik 5,261 juta barel. Stok distilasi naik 1,109 juta barel. Stok di Cushing Oklahoma naik 178.000 barel

– Bank Sentral Australia menaikkan official cash rate (OCR) 25 bps menjadi 3,35%. Inflasi diperkirakan turun tahun ini karena faktor global dan permintaan domestik yang lambat. Inflasi CPI diperkirakan turun menjadi 4,75% tahun ini. PDB diperkirakan melambat menjadi 1,5% selama 2023 dan 2024. Tingkat pengangguran naik menjadi 3,75% akhir tahun ini dan 4,5% pertengahan 2025.

– PM Inggris Sunak mengubah tiga departemen pemerintah menjadi empat, menciptakan kementerian baru yang berfokus pada keamanan energi dan sains. Sunak turut mengganti Ketua Partai Konservatif ke Greg Hands. Menggantikan Zahawi, yang akan dipilih pada bulan Mei, dan mengisyaratkan pemilihan umum berikutnya pada paruh kedua 2024. Timbul pertanyaan tentang Wakil PM Raab, ditengah penyelidikan atas tuduhan intimidasi, yang mungkin perlu perubahan lebih lanjut pada tim utamanya