Aktor Pasar

Minutes of the Federal Open Market Committee

Pelaku Pasar dan Data CPI

Dolar jatuh melemah pada hari Selasa karena reaksi awal / antipasi Para pelaku pasar atas Forecast data CPI yg akan di rilis nanti malam. Jika para aktor pasar memperkirakan bahwa data CPI akan menunjukkan kenaikan inflasi yang tidak setinggi bulan sebelumnya. Hal tersebut dapat memicu kekhawatiran tentang potensi terganggunya kelanjutan jalur kenaikan suku bunga dan membuat pasar merespon dengan melemahnya nilai tukar dolar. Menunggu data CPI yang sebenarnya dirilis sebelum dapat mengetahui dampaknya secara pasti terhadap pasar keuangan. CPI atau Consumer Price Index adalah sebuah indikator ekonomi yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dalam sebuah negara. CPI digunakan sebagai indikator inflasi dan sering digunakan oleh bank sentral dan pemerintah dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskal.

Data Indeks Harga Konsumen bulanan (ingg : CPI m/m) pada hari Rabu malam nanti diharapkan menunjukkan inflasi utama naik 0,2% pada bulan Maret di bandingkan kenaikan CPI bulan Februari 0.4%. Sementara Indeks Harga Konsumen inti (ingg : Core CPI) naik 0,4% pada bulan Maret dibandingkan kenaikan IHK inti bulan Februari 0.5%.

FED

Presiden Fed New York John Williams tadi malam mengatakan bahwa prospek The Fed menaikkan suku bunga acuan hanya sekali lagi dan dengan kenaikan 25 basis poin merupakan titik awal yang berguna tetapi kelanjutan kebijakan bank sentral akan bergantung pada data yang masuk.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee tadi malam mengatakan bank sentral Amerika harus berhati-hati untuk menaikkan suku bunga dalam menghadapi tekanan perbankan baru-baru ini. Menurut Goolsbee, berkurangnya jumlah pinjaman bank dapat membantu meredakan inflasi dan mengurangi kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. keputusan untuk menaikkan suku bunga merupakan kebijakan bank sentral dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Bank sentral biasanya menimbang semua faktor tersebut sebelum membuat keputusan tentang kebijakan suku bunga

GOLD

Sementara kemarin sore, data Small Bussiness Indeks mengalami penurunan kecil pada angka 90.1 dibandingkan bulan sebelumnya 90.9. Forecast pasar menghitung penurunan sebesar 89.6, namun rilis data tersebut hanya mampu menahan pelemahan USD sebentar saja, memasuki sesi Amerika, USD kembali tertekan dalam perdagangan yg sepi data Amerika.
– Indeks dolar turun 0,26% menjadi 102,20
Emas menguat dan kembali bergerak di atas level $2.000 pada perdagangan hari Selasa kemarin. Memanfaatkan pelemahan dolar yang jatuh terkoreksi dari level tertinggi Senin sebelumnya. Sementara para para pelaku pasar tampak mengambil sikap waspada untuk data inflasi nanti malam. Data tersebut akan digunakan sebagai isyarat kenaikan suku bunga di masa depan.

Pelaku Pasar Cenderung Waspada

Para pelaku pasar cenderung waspada terhadap data inflasi karena inflasi dapat mempengaruhi keputusan bank sentral tentang kebijakan suku bunga. Jika inflasi tinggi, bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga untuk mencegah terjadinya inflasi yang tidak terkendali. Ini dapat mempengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk harga emas dan dolar.

Oleh karena itu, para aktor pasar cenderung mengambil sikap hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga emas dan dolar sebelum membuat keputusan investasi mereka.

Pada tahap ini, pasar komoditas (terutama emas dan Oil) tidak terlalu sibuk dengan apakah akan ada kenaikan 25 basis poin lagi dari Federal Reserve pada Mei bulan depan.
Para aktor pasar sedang berpegang pada rencana utama dan memiliki keyakinan bahwa suku bunga USD akan lebih rendah saat memasuki paruh kedua tahun 2023.

Komentar John Williams semalam tampaknya benar benar menjadi dasar kuatnya harga emas.
Presiden FED bagian New York tersebut mengatakan bahwa Prospek The Fed menaikkan suku bunga acuan hanya sekali lagi sebesar 25 basis poin.
– Emas spot naik 0,8% menjadi $2.005,79 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika menetap 0,8% lebih tinggi pada $2.019,00.

OIL

OIL naik sekitar 2% pada hari Selasa malam tadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve mungkin mengurangi pengetatan kebijakannya setelah laporan inflasi utama Amerika nanti malam. Meskipun kekhawatiran menyusutnya permintaan dari China tetap ada.

Aktor pasar energi optimis bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga, membuat Oil yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Jika Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga. Hal tersebut dapat mempengaruhi pasar keuangan dan dapat memicu pergerakan pada nilai tukar dolar AS. Jika nilai tukar dolar AS melemah, maka harga minyak mentah dalam dolar AS dapat menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dari segi Supply, A.P.I melaporkan Stok minyak mentah mingguan Amerika secara tak terduga meningkat minggu lalu. Menambah kekhawatiran tentang prospek permintaan energi di tengah kekhawatiran tentang perlambatan global.

Sekilas, biasanya pembacaan hasil rilis data crude oil inventories yg bertambah akan menekan harga Oil. Namun penjelasan rinci laporan dari A.P.I justru mendukung harga Oil bergahan menguat.
– Brent berjangka naik $1,43, atau 1,7%, menjadi $85,61 per barel.
– West Texas Intermediate naik $1,79, atau 2,2%, menjadi $81,53 per barel.
Rincian data A.P.I dapat dilihat di Analisa Forex

Focus News :
– 19:30 | USD | CPI y/y ( F: 5.1% , P: 6.0% )
– 19:30 | USD | Core CPI y/y ( F: 5.6% , P: 5.5% )
– 20:00 | GBP | BoE Gov Bailey Speaks
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -1.0M , P: -3.7M )
– 01:00 | USD | FOMC Meeting Minutes
– 02:15 | GBP | BoE Gov Bailey Speaks
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

– API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan naik 377.000 barel. Stok bensin naik 450.000 barel. Stok sulingan turun 1,98 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 1,36 juta barel
– EIA STEO : produksi minyak mentah AS diperkirakan naik pada 2023, sementara permintaan hanya sedikit naik. Produksi diperkirakan naik 5,5% menjadi 12,54 juta bph pada 2023, dan menjadi 12,75 juta bph pada 2024. Perkiraan harga Brent untuk 2023 naik 2,5% menjadi $85,01/b dan Brent 2024 naik 4,7% menjadi $81,21/b. Perkriaan harga WTI 2023 naik 2,8% menjadi $79,24/b, dan WTI 2024 naik 5,1% di $75,21/b
– MenKeu AS Yellen : ekonomi AS berkinerja ‘sangat baik’, dan ‘tidak mengantisipasi penurunan’. Yellen turut mengakui ada risiko krisis atau penurunan kredit meskipun ekonomi tampak kuat
– IMF memperingatkan ekonomi global dapat menuju pertumbuhan terlemah sejak 1990, serta menurunkan prospeknya untuk tahun-tahun mendatang. Dalam jangka pendek, IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 2,8% untuk tahun ini, dan pertumbuhan 3% pada tahun 2024