Data Inflasi Amerika

Inflasi CPI Australia turun

Data Inflasi

Mata uang Dolar Amerika melemah secara umum pada perdagangan hari Rabu kemarin, utamanya pada sesi Amerika pasca rilis data CPI yg sering disebut dengan data tingkat inflasi. Tingkat inflasi mengacu pada kenaikan umum dalam harga barang dan jasa dalam suatu ekonomi dalam periode waktu tertentu. Data tingkat inflasi biasanya diukur dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang membandingkan harga-harga dari sekelompok barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dalam suatu wilayah atau negara pada periode waktu tertentu, dengan harga-harga pada periode waktu sebelumnya.

Seperti yg telah kita ketahui semalam, Inflasi Amerika (CPI) naik 0,1% pada bulan Maret, di bawah Perkiraan yg menghitung kenaikan 0,3%, dan pada tingkat tahunan melambat menjadi 5%, terkecil sejak Mei 2021. Namun, tingkat Inflasi Inti (Core CPI) naik tipis dari 5,5% menjadi 5,6%.
Terlepas dari “Bandelnya” inflasi Inti, pasar obligasi terus bertaruh pada penurunan suku bunga di akhir tahun 2023 sementara kondisi di lapangan masih terlihat beberapa potensi kenaikan suku bunga lainnya pada pertemuan FOMC bulan Mei (yang terakhir).
Penurunan Yields Obligasi pemerintah Amerika juga membebani Dolar.
– Indeks Dolar turun ke 101,50 dan membukukan pelemahan harian terendah sejak Februari.

Masih akan ada Lebih banyak data inflasi dari Amerika yg akan dirilis pada hari Kamis malam nanti. Kali ini inflasi dari sisi Produsen dengan gg sering disebut denhan PPI (penjelasan tentang PPI bisa dilihat di https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/. Laporan Klaim Pengangguran mingguan juga akan dirilis nanti malam.

Emas

Emas bersinar karena taruhan untuk “berhentinya” reli kenaikan suku bunga FED semakin meningkat. Harga emas melonjak pada hari Rabu malam tadi oleh tanda tanda meredanya tingkat inflasi yg mendukung keyakinan bahwa Federal Reserve dapat saja menghentikan pengetatan kebijakannya (kenaikan suku bunga) setelah kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei bulan depan.

Data CPI semalam menunjukkan pertumbuhan tingkat inflasi yg menurun untuk rentang waktu bulanan. Untuk ulasan berita mengenai tingkat inflasi Amerika, bisa dilihat di https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/.

CPI (Indeks Harga Konsumen) Amerika yang lebih lemah telah menimbulkan keraguan pada pelaku pasar apakah Fed sekarang akan menaikkan suku bunga bulan depan. Di sisi lain, Menurunnya ekspektasi suku bunga mengurangi kekhawatiran resesi dan membantu mendukung harga aset berdenominasi dolar pada saat yang sama.
– Emas spot naik 0,6% ke $2.014,39 per troy ounce dan sempat naik sebanyak 1,3% sebelumnya.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,3% lebih tinggi pada $2.024,90.

Harga minyak naik 2% pada hari Rabu ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Data inflasi AS yang mendingin mendorong harapan bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga dan meredam dampak dari membangun stok minyak mentah AS .

Semalam data inflasi Amerika di rilis melemah.
Departemen Tenaga Lerja Amerika melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,1% bulan lalu setelah naik 0,4% pada Februari.
Untyk rentang waktu tahunan yg dihitung hingga hingga 31 Maret, CPI meningkat 5%, kenaikan tahunan terkecil sejak Mei 2021.

Penasihat ekonomi utama Presiden Joe Biden yg juga merupakan mantan wakil ketua Federal Reserve, Lael Brainard, juga mengatakan dia melihat inflasi turun.

Stok Minyak

Oil juga mendapat dorongan dari spekulasi bahwa pemerintahan Biden akan mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) yang berada di posisi terendah dalsm hampir empat dekade.
Pemerintah berharap untuk mengisi ulang SPR dengan harga yang “menguntungkan bagi pembayar pajak” selama sisa tahun ini, kata Sekretaris Energi Granholm.

Pelaku pasar energi bahkan mengabaikan peningkatan dalam stok minyak mentah mingguan Amerika. Menghubungkannya dengan pelepasan minyak yang diamanatkan kongres dari cadangan darurat Amerika serta ekspor yang lebih rendah pada awal bulan Maret lalu.

Peningkatan stok minyak mentah mingguan Amerika yang tidak mempengaruhi pasar dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti pelepasan minyak dari cadangan strategis Amerika dan ekspor yang lebih rendah pada bulan Maret lalu.

Pelepasan minyak dari cadangan strategis Amerika dapat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak mentah. Sehingga dapat mempengaruhi harga minyak mentah secara langsung. Selain itu, ekspor yang lebih rendah juga dapat menunjukkan adanya penurunan permintaan global terhadap minyak mentah. Dapat mempengaruhi harga minyak mentah di pasar global.

Untuk rincian data Cadangan Minyak Mentah Amerika versi E.I.A silahkan kunjungi https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/.
– Brent ditutup naik $1,72, atau 2,01%, menjadi $87,33 per barel, tertinggi sejak akhir Januari.
– West Texas Intermediate ditutup naik $1,73, atau 2,1%, menjadi $83,26, tertinggi dalam lima bulan terakhir

Focus News :
– 18:00 | All | OPEC Monthly Report
– 19:30 | USD | PPI m/m ( F: 0.0% , P: -0.1% )
– 19:30 | USD | Core PPI m/m ( F: 0.2% , P: 0.0% )
– 19:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 233K , P: 228K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS : inflasi, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), turun menjadi 5% di Maret dari 6% di Februari tingkat tahunan, terendah sejak Mei 2021. IHK Inti tahunan, tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik tipis menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,5%
  • Risalah Fed Maret : beberapa pejabat mempertimbangkan jeda kenaikan suku bunga pada Maret, tetapi setuju untuk menaikkan. Krisis perbankan mungkin akan memasukkan ekonomi ke resesi akhir tahun ini. “Mengingat dampak sektor perbankan, proyeksi pertemuan Maret akan ada resesi mulai akhir tahun ini, dengan pemulihan mungkin akan berjalan selama dua tahun berikutnya.” Meskipun FOMC menyetujui peningkatan, itu mengubah bahasa pernyataan pasca-pertemuan, sebelumnya merujuk pada perlunya “peningkatan berkelanjutan”, mengubah frasa menunjukkan lebih banyak kenaikan “mungkin sesuai”
  • Presiden Fed San Francisco Daly : sementara ekonomi menguat, pengetatan pasar tenaga kerja, dan inflasi yang tinggi, menunjukkan Fed memiliki “lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan” pada kenaikan suku bunga, faktor lain termasuk kondisi kredit yang ketat dapat memperdebatkan untuk berhenti sebentar
  • Presiden Fed Minneapolis Kashkari melihat potensi resesi tahun ini. Kenaikan suku bunga dan perlambatan pinjaman, setelah runtuhnya beberapa bank AS, dapat memicu potensi resesi. Namun membiarkan inflasi tetap tinggi kemungkinan akan lebih buruk
  • EIA : stok minyak mentah AS naik 597.000 barel menjadi 470,5 juta barel. Stok bensin turun 330.000 barel. Stok distilasi turun 606.000 barel. Di Cushing Oklahoma turun 409.000 barel
  • Bank Sentral Kanada (BoC) tidak merubah suku bunga di 4,5%. Memperkirakan inflasi turun dengan cepat menjadi sekitar 3% pada pertengahan 2023 dan kemudian turun bertahap ke target 2% pada akhir 2024. Menurunkan inflasi hingga 2% bisa jadi sulit karena ekspektasi inflasi turun perlahan. Inflasi harga layanan dan pertumbuhan upah tetap tinggi. Dewan tetap siap menaikkan suku bunga jika diperlukan
  • Kepala Ekonom IMF Gourinchas memperingatkan kenaikan suku bunga meningkatkan kerentanan bank. Menghadirkan risiko signifikan terhadap pertumbuhan global. “Bank dalam situasi yang genting. Mereka memiliki bantalan sehat, tetapi pasti membuat mereka lebih berhati-hati dan mengurangi pinjaman.” IMF melihat kondisi pendanaan untuk bank semakin ketat dan menekan pinjaman, memperkirakan skenario yang lebih buruk, di mana stabilitas keuangan tidak terkendali