Data Inflasi Amerika

Laporan Aktivitas Manufaktur Amerika

Dolar Amerika melemah pada hari Senin, tertekan oleh selera risiko (Risk Appetite) dan turunnya Yields Obligasi pemerintah Amerika yang lebih rendah karena data Ekonomi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan. Ikut menopang menguatnya emas semalam adalah laporan aktivitas manufaktur Amerika yang merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan Maret di tengah pengetatan kondisi kredit. Pengetatan kondisi kredit juga menjadi faktor yang berdampak negatif terhadap aktivitas manufaktur. Hal ini menambah kekhawatiran investor tentang kondisi perekonomian Amerika Serikat yang lebih luas. selain itu, penurunan Yields Treasury 10 tahun- nan Amerika juga membantu emas dengan menekan Dolar Amerika.
– Emas spot di tutup naik 0,9% ke $1.984,75 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika di tutup naik 0,7% lebih tinggi pada $2.000,40.

Laporan Indeks Pembelian Manufaktur AS

PMI Manufaktur ISM berada di level 46,3 di bulan Maret dibandingkan dengan yang diperkirakan di 47,5. PMI Sektor Jasa dan laporan Ketenagakerjaan ADP akan dirilis pada hari Rabu lusa.

Pada hari Rabu, laporan PMI Sektor Jasa AS dan laporan Ketenagakerjaan ADP juga akan dirilis. PMI Sektor Jasa mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS, yang merupakan sektor ekonomi yang paling besar di negara tersebut. Sementara itu, laporan Ketenagakerjaan ADP menyediakan data tentang pekerjaan swasta di Amerika Serikat dan dapat memberikan petunjuk awal tentang laporan tenaga kerja resmi yang akan dirilis pada hari Jumat.

Kedua laporan ini dapat mempengaruhi sentimen pasar dan dapat memicu volatilitas di pasar keuangan. Jika data yang dirilis lebih baik dari yang diharapkan, maka dapat memicu penguatan dolar AS dan potensi penurunan harga emas karena investor akan lebih memilih aset-aset risiko daripada safe-haven seperti emas. Namun, jika data yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan, maka hal tersebut dapat mendukung harga emas dan melemahkan dolar AS karena investor cenderung mencari aset safe-haven di saat ketidakpastian meningkat.

Yields Treasury Amerika

Yields Treasury Amerika 10 tahun-nan jatuh, turun menjadi 3,41%, membukukan penutupan terendah dalam seminggu.
– Indeks dolar Amerika , yang mengukur kekuatan mata uang Dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,45% menjadi 101,72.
Emas menguat sebesar 1% pada hari Senin malam tadi terbantu oleh penurunan dolar yang mendongkrak daya tarik emas sebagai safe-haven. Pemotongan produksi yang mengejutkan oleh OPEC+ menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan dan memicu ketidakpastian tentang respons bank sentral Amerika.

Inflasi yang berkepanjangan dapat merusak nilai mata uang dan meningkatkan permintaan akan aset safe-haven seperti emas. Oleh karena itu, investor cenderung membeli emas sebagai perlindungan dari inflasi. Namun, respons bank sentral Amerika dapat memengaruhi permintaan terhadap emas karena suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat alternatif investasi menjadi lebih menarik bagi investor.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran tentang inflasi, penurunan nilai mata uang, suku bunga, dan faktor-faktor lainnya.

OIL

OIL melonjak 6% pada hari Senin, sehari setelah kelompok OPEC+ mengguncang pasar dengan rencana untuk memangkas lebih banyak produksi. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pengetatan pasokan sementara beberapa memperingatkan penurunan permintaan. Jika penyuling minyak bergeming membayar harga minyak mentah yang lebih tinggi.

OPEC+

OPEC+, mengguncang pasar dengan pengumuman hari Minggu bahwa mereka akan menurunkan target produksinya lebih lanjut sebesar 1,16 juta barel per hari (bpd). (Sumber : oil-output-cuts )

Janji terbaru membuat total volume pemotongan oleh OPEC+ menjadi 3,66 juta barel per hari termasuk pemotongan 2 juta barel Oktober lalu, menurut perhitungan Reuters, setara dengan sekitar 3,7% dari permintaan global.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan telah memberikan “peringatan” kepada pemerintah Saudi tentang kebijakan pemotongan produksi minyak yang diumumkan oleh OPEC+. Pemerintahan AS mengungkapkan bahwa mereka tidak setuju dengan kebijakan tersebut karena khawatir akan berdampak pada pemulihan ekonomi global dan mengakibatkan kenaikan harga minyak yang tinggi.

OPEC menggambarkan pemotongan itu sebagai tindakan pencegahan. Analis mengatakan melemahnya ekonomi dan meningkatnya stok minyak mendukung keputusan tersebut. Bulan lalu, harga Brent diperdagangkan mendekati $70 per barel, level terendah dalam 15 bulan, di tengah kekhawatiran melemahnya permintaan.

Aktivitas manufaktur Amerika merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan Maret. Dapat menurun lebih lanjut karena kredit yang lebih ketat. Dan biaya pinjaman yang menjadi lebih tinggi.
– Brent di tutup naik sebesar $5,04, atau 6,3%, pada $84,93 per barel, dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Maret di $86,44.
– West Texas Intermediate ditutup naik $4,75, atau 6,3%, menjadi $80,42 per barel setelah naik ke level tertinggi dua bulan selama sesi tersebut.

BACA LAGI TENTANG Safe Haven

 

Focus News :
– 11:30 | AUD | Cash Rate ( F: 3.60% , P: 3.60% ) & RBA Rate Statement
– 21:00 | USD | JOLTS Job Opening ( F: 10.49M , P: 10.82M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • ISM : aktivitas manufaktur di AS pada Maret turun di 46,3, terendah sejak Mei 2020, dari 47,7 pada Februari
  • MenKeu AS Yellen : pengurangan produksi minyak OPEC+ adalah “tindakan tidak konstruktif” yang akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian ekonomi global dan mempersulit upaya menurunkan inflasi