Indeks Harga Konsumen AS (CPI) Naik Tipis

Pasar Saham Amerika

Indeks Harga Konsumen AS (CPI) Naik Tipis

Data hari Selasa menunjukkan indeks harga konsumen AS CPI naik tipis 0,1% bulan lalu setelah naik 0,4% pada bulan April. Dalam 12 bulan hingga Mei, CPI naik 4,0%, kenaikan tahunan terkecil sejak Maret 2021. Setelah naik 4,9% di bulan April. Apa yang disebut CPI inti naik 0,4% di bulan Mei. Persentase kenaikan yang sama untuk bulan ketiga berturut-turut.

Dolar jatuh melemah ke level terendah tiga minggu-an pada hari Selasa malam tadi di tengah berita kenaikan inflasi tahunan terkecil bulan dalam lebih dari dua tahun. Memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga pada levelnya.

Pertemuan dua hari yang berakhir pada hari Rabu.

Indeks dolar anjlok hingga 103,04 merespon data tersebut. Menutup perdagangan harian dengan turun 0,3% di 103,29.

Pelaku Pasar berjangka sekarang menilai sebesar 93% peluang bank sentral Amerika akan memutuskan untuk menahan suku bunga dan beristirahat dari kenaikan suku bunga ke-11 berturut-turut.

FED diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuan pada 5,00% hingga 5,25% Kamis dini hari nanti. Sebelum laporan CPI di rilis, pelaku pasar melihat peluang 75% dari kenaikan suku bunga bulan Juni.

Pelaku pasar bahkan memangkas peluang kenaikan suku bunga Fed pada bulan Juli. Menjadi probabilitas 64%, turun dari lebih dari 70% pada Senin malam sebelumnya.

 

(source:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-dips-ahead-us-inflation-data-central-bank-meetings-2023-06-13/#:~:text=NEW%20YORK%2C%20June%2013%20)

Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi China

Kekhawatiran Ekonomi China

Pada hari Senin, harga minyak mentah turun sekitar 4% karena kekhawatiran tentang ekonomi China yg melamban setelah serangkaian data ekonomi China yang mengecewakan minggu lalu. OIL naik lebih dari 3% pada hari Selasa di tengah harapan untuk meningkatkan permintaan bahan bakar. Setelah bank sentral China menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 10 bulan. Meningkatkan harga minyak mentah setelah penurunan tajam sebelumnya.

Pemotongan suku bunga oleh PBoC tersebut bertujuan untuk menambah momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi di China yg merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia. Dari situ pelaku pasar energi berharap akan ada pemulihan permintaan terhadap minyak mentah dari China.

Laporan data CPI ikut membantu Oil menguat. Angka yg di rilis memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa FED tidak akan menaikkan suku bunga pada Kamis dini hari nanti. Hal ini jelas bukan hal yg positif utk mata uang USD. Potensi tidak naiknya suku bunga oleh FED melemahkan USD dan mengangkat pasar saham global yg sering berjalan seiring dengan harga minyak mentah dunia.

Minyak mentah Brent berjangka naik $2,45, atau 3,4%, menjadi $74,29 per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $2,30, atau 3,4%, menjadi $69,42 per barel.

(Source>https://www.reuters.com/business/energy/oil-prices-inch-higher-bargain-hunting-ahead-fed-rate-decision-2023-06-13/#:~:text=NEW%20YORK%2C%20June%2013%20)

Tingkat Pengangguran ILO Inggris turun

Tingkat Pengangguran ILO Inggris turun

Tingkat Pengangguran ILO Inggris turun ke 3,8%

di bulan April vs Forecast 4,0%

Tingkat Pengangguran Inggris secara tak terduga turun ke 3,8% dalam tiga bulan hingga April.
Perubahan Jumlah Penuntut untuk Inggris mencapai -13,6 ribu di bulan Mei.
Pendapatan Rata-rata Inggris tidak termasuk bonus naik 7,2% YoY di bulan April vs kenaikan 6,9% yang diharapkan.

Menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) pada hari Selasa. Tingkat Pengangguran ILO Inggris turun tipis menjadi 3,8% pada kuartal hingga April dari 3,9% yang tercatat dalam tiga bulan hingga Maret. Mengalahkan konsensus pasar yang memperkirakan angka 4,0%.

Claimant Count Change juga menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan. Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran turun 13,6 ribu di bulan Mei. Dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 9,6 ribu. Claimant Count Change secara tak terduga melonjak sebesar 23,4 ribu (revisi naik dari 46,7 ribu) pada bulan sebelumnya.

Pendapatan mingguan rata-rata Inggris, tidak termasuk bonus. Mencapai 7,2% 3 bulan / tahun di bulan April dibandingkan 6,8% sebelumnya dan 6,9% yang diharapkan. Indeks yang termasuk bonus berada di 6,5% 3Mo/YoY pada bulan keempat tahun ini dibandingkan 6,1% sebelumnya dan 6,1% yang diharapkan.

Perlu dicatat bahwa data bulan April termasuk dampak dari kenaikan upah minimum sebesar 9,7%. Dan oleh karena itu, akan dianalisis secara cermat oleh Bank of England (BoE) karena mereka tetap berkomitmen untuk menjinakkan inflasi.

Menteri Ketenagakerjaan Inggris, Guy Opperman MP mengatakan kepada FXStreet: “Dorongan kami untuk memasukkan lebih banyak orang ke dalam pekerjaan dan menumbuhkan ekonomi telah membuat tingkat pengangguran turun selama lima bulan berturut-turut. Lowongan kerja terus menurun, lapangan kerja meningkat dan angka-angka dalam daftar gaji perusahaan juga meningkat.”

“Kami menginvestasikan 3,5 miliar poundsterling untuk menghilangkan hambatan dalam bekerja – dengan dukungan ekstra untuk orang-orang dengan kondisi kesehatan. Perluasan penitipan anak gratis dan mempersenjatai para pencari kerja dengan keterampilan yang mereka butuhkan melalui pelatihan yang disesuaikan dan waktu pelatih kerja tambahan,” tambah Menteri.

(Source=>https://www.ons.gov.uk/employmentandlabourmarket/peopleinwork/employmentandemployeetypes/bulletins/uklabourmarket/june2023)

 

Info Tambahan

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

PBoC Memangkas Suku Bunga Kebijakan

PBoC Memangkas Suku Bunga Kebijakan

Bank sentral China (PBoC) memangkas suku bunga kebijakan jangka pendek untuk pertama kalinya sejak Agustus.

People’s Bank of China pada hari Selasa memangkas suku bunga kebijakan jangka pendek. Karena menghadapi data ekonomi yang mengecewakan di negara tersebut. Setelah pembukaan kembali Covid-19 gagal mendapatkan momentum.

PBOC memangkas suku bunga pembelian kembali tujuh hari sebesar 10 basis poin dari 2% menjadi 1,9%. Menurut rilis bank sentral, menyuntikkan 2 miliar yuan China ($279,97 juta) melalui repo tujuh hari. Perjanjian pembelian kembali (repo) adalah sebuah jenis suku bunga pinjaman jangka pendek.

Ini adalah langkah pertama bank sentral sejak Agustus. Mengikuti bank-bank terbesar di negara ini yang memangkas suku bunga deposito minggu lalu, menandakan bahwa pelonggaran moneter lebih lanjut akan dilakukan.

Langkah ini dilakukan menjelang keputusan suku bunga fasilitas pinjaman menengah PBOC. Yang diperkirakan akan dirilis pada hari Kamis. Sementara itu, suku bunga dasar pinjaman bank dijadwalkan untuk dirilis pada 20 Juni.

Yuan Tiongkok daratan
melemah 0,25% menjadi 7,1618 terhadap dollar AS tidak lama setelah pergerakan hari Selasa dan berada di level terlemah sejak November.

Kamis Dolar Melemah

Kebijakan Tentang Arah Suku Bunga

WHAT HAPPENED LAST NITE

Dolar Amerika menguat tipis menjelang data inflasi dan keputusan suku bunga The Fed.
Senin kemarin, Dolar menutup perdagangan harian dalam kondisi menguat tipis dan diperdagangkan cukup fluktuatif dalam kisaran yg tergolong sempit karena pelaku pasar tetap bersikap berhati-hati menjelang beberapa keputusan kebijakan utama yang akan dirilis minggu ini, dengan Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Januari 2022.

USD sempat jatuh melemah di sesi Eropa oleh sentiment penguatan mata uang Euro yg terangkat oleh ekspektasi naiknya suku bunga Euro oleh ECB. Bank Sentral Eropa di yakini akan bersikap lebih Hawkish sementara FED justru mungkin akan lebih Dovish dengan menahan Suku Bunga pada pertemuan FOMC Kamis dini hari lusa.
Pertemuan kebijakan moneter di The Fed, Bank Sentral Eropa (ECB) akan menentukan arah minggu ini. Pasar mencari petunjuk dari para pembuat kebijakan tentang arah suku bunga di masa depan.

Data CPI Amerika

bulan Mei juga akan dirilis pada hari Selasa. Bersamaan saat The Fed memulai pertemuan dua harinya.
Meskipun kemungkinan besar The Fed akan ‘melewatkan’ kenaikan (suku bunga) bulan ini. Tampaknya tidak ada yang ingin terjebak di sisi pasar yang salah jika mereka memilih untuk menaikkan suku bunga bulan ini. Menjaga volatilitas tetap rendah di sebagian besar mata uang utama.

Pelaku Pasar Forex condong ke arah jeda dari The Fed, menurut FedWatch dari Refinitiv, tetapi mayoritas memperkirakan kenaikan pada pertemuan bulan Juli.

Sebaliknya, mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis. Dan sekali lagi pada bulan Juli, sebelum berhenti sejenak selama sisa tahun ini karena inflasi tetap tinggi.

Indeks dolar mencatat penurunan hampir 0,5% minggu lalu. Penurunan mingguan terburuk sejak pertengahan April. Pada perdagangan Senin kemarin di tutup naik 0,1% pada 103,60.

(Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-steady-with-fed-pause-eyed-busy-cbank-week-2023-06-12/)

Info-info Lainnya

Kebijakan Tentang Arah Suku Bunga

Kegelisahan Menjelang Pertemuan Federal

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

Harga emas turun

Dolar dan Imbal Hasil Obligasi

WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST NITE

Imbal Hasil Obligasi

Harga emas turun pada hari Senin karena dolar dan imbal hasil obligasi menguat. Sementara para pedagang bersiap-siap untuk minggu yang sibuk dengan rilis data inflasi utama Amerika. Dan pertemuan kebijakan bank sentral utama, dengan semua mata tertuju pada Federal Reserve.

Indeks dolar naik tipis 0,2%, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Sementara kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat emas batangan dengan imbal hasil nol menjadi kurang menarik. Memasuki minggu ini dengan emas hampir seperti melempar koin. Fakta bahwa jika kita mendapatkan penundaan kenaikan suku bunga akan mendorong emas naik cukup besar. Meskipun mungkin nanti akan ada pernyataan hawkish (Fed).

Pasar memperkirakan peluang 76% Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah. Dan 71% peluang kenaikan pada bulan Juli, menurut alat Fedwatch CME.
Indeks harga konsumen Amerika untuk bulan Mei akan dirilis pada pukul 19.30 wib nanti malam. Sementara pembacaan indeks harga produsen akan dirilis pada hari Rabu lusa di jam yg sama menjelang keputusan suku bunga Fed Kamis dini harinya.

– Emas spot turun 0,4% menjadi $1.953,77 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,4% lebih rendah pada $1.969,70

(sumber:https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSKBN2XY014)

 

Info Penting ⇒TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

bahan bakar

Kegelisahan Menjelang Pertemuan Federal

WHAT HAPPENED WITH OIL LAST NITE

Harga minyak mentah dunia turun 4% di tengah kegelisahan menjelang pertemuan Federal reserves
Oil turun sekitar $3 per barel pada hari Senin kemarin setelah para pelaku pasar energi menyoroti peningkatan pasokan global dan kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan menjelang data inflasi utama dan pertemuan Federal Reserve.
– Brent turun $2,95, atau 3,9%, di tutup pada $71,84 per barel, terendah sejak Desember 2021.
– WTI turun $3,05, atau 4,4%, di tutup pada $67,12 per barel.

Pertemuan Fed dan tekanan inflasi tetap menjadi isu utama bagi pasar minggu ini, kemungkinan besar suku bunga akan dipertahankan, yang berarti pelaku pasar akan fokus dan memantau dengan seksama konferensi pers Ketua Fed Powell untuk mengetahui arah (kebijakan) selanjutnya untuk suku bunga.

Ikut membebani pelaku pasar energi adalah pemulihan permintaan minyak telah melambat dari China, importir utama minyak mentah dan produk olahan.
Permintaan (minyak mentah) dari China belum menunjukkan tanda-tanda akan pulih, ( (berdasar perhitungan IEA bisa mencapai 2 juta barel), jadi ini adalah jumlah yang signifikan. Jelas ada kekhawatiran bahwa OPEC dan IEA akan memangkas perkiraan permintaan mereka.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional masing-masing akan merilis update pasar bulanan mereka pada hari Selasa malam nanti.

(source:https://www.reuters.com/business/energy/oil-edges-lower-ahead-fed-meeting-2023-06-12/#:~:text=BENGALURU%2C%20June%2012%20(Reuters),Reserve%20meeting%20later%20this%20week)

 

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

US CPI

US CPI – Selasa 13 Juni 2023 : salah satu tren penting yang telah kita lihat dalam beberapa bulan terakhir adalah betapa cepatnya inflasi umum di Amerika menurun. Pada bulan Juni tahun lalu, CPI Amerika mencapai puncaknya di 9,1% dan terus menurun sejak saat itu. Tren penurunan ini telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Setelah mengakhiri tahun lalu pada 6,5%.

Pada bulan April, CPI Amerika turun menjadi 4,9% dan merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir, sementara harga-harga inti melambat menjadi 5,5%. Penurunan tajam pada harga energi, serta harga komoditas lainnya telah mempercepat tren ini meskipun harga makanan tetap bertahan. Meskipun demikian, perlambatan inflasi umum telah mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga minggu ini. Setelah menaikkan suku bunga pada setiap pertemuan sejak Maret tahun lalu. Harga-harga di tingkat pabrik atau PPI juga telah turun, dengan harga-harga inti berada di 3,2%. Setelah mencapai 9,7% lebih dari setahun yang lalu. Angka-angka CPI bulan Mei minggu ini diperkirakan akan mengalami perlambatan besar dalam angka utama, menjadi 4,1%, dengan harga-harga inti diperkirakan akan melambat dari 5,5% menjadi 5,3%.

KEPUTUSAN SUKU BUNGA FEDERAL RESERVE

Kamis 15 Juni 2023 dini hari : Ketika Federal Reserve terakhir kali bertemu pada awal Mei. Mereka menaikkan suku bunga sebesar 25bps seperti yang diperkirakan. Reaksi pasar relatif tidak banyak berubah. Hanya ada sedikit kejutan dengan perubahan dalam pernyataan yang melihat penghapusan garis yang menandakan lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang. Sebuah tanda yang disambut baik bahwa bank sentral Amerika hampir menghentikan kenaikan suku bunga.

Meskipun ada sinyal kemungkinan jeda. Suku bunga 2 tahun Amerika saat ini lebih tinggi daripada pada saat pertemuan terakhir. Hal ini disebabkan oleh pasar yang menilai ulang kemungkinan penurunan suku bunga hingga tahun depan karena ketahanan di pasar tenaga kerja dan inflasi inti. Pengarahan baru-baru ini dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa perbedaan pandangan sedang terbentuk tentang bagaimana langkah selanjutnya. Dengan sedikit bisa untuk melewatkan bulan Juni dan melihat ke bulan Juli untuk kenaikan suku bunga berikutnya.

Berita penting ⇒Data Inflasi dan Keputusan Suku Bunga Federal

Jumat emas Naik

Yields Treasury Naik Lebih Tinggi

WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST FRIDAY
Meski Emas melemah pada hari Jumat kemarin karena dolar yang lebih kuat dan Yields Treasury yang naik lebih tinggi, tetapi emas masih mencetak minggu terbaiknya sejak awal Mei setelah Kamis lalu data sektor ketenagakerjaan (Unemployment Claims) yang memburuk mendukung potensi bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga Kamis dini hari lusa. Emas mencatatkan minggu terbaik dalam lima minggu terakhir oleh keyakinan suku bunga Fed yg tidak akan berubah

  • Emas spot turun 0,3% menjadi $1.961,39 per troy ounce.

  • kenaikan mingguan 0,7%, terbantu oleh lonjakan naik sebesar 1,5% pada hari Kamis lalu. Setelah klaim pengangguran mingguan Amerika memburuk.

  • Emas berjangka Amerika turun 0,1% menjadi $1.977,20.

Seminggu kemarin, emas terperangkap dalam kisaran $1.940-$1.970. Ada kemungkinan akan tetap demikian sampai data inflasi dan keputusan FOMC minggu ini. Emas juga diperkirakan masih akan tetap “lebih sensitif terhadap pelemahan atau data ekonomi yg dovish.”
Indeks dolar rebound dari posisi terendah dua minggu-an. Yields Treasury 10 tahun-nan yang naik lebih tinggi. Menguatnya pasar saham Amerika membuat emas batangan dengan imbal hasil nol menjadi kurang menarik dan melemah.

Para pelaku pasar sekarang meyakini peluang sebesar 72% bahwa FED akan menahan Suku Bunga pada Kamis dini hari Lusa. Tetapi peluang kenaikan di bulan Juli lumayan besar, yaitu sebesar 67%,  menurut CME Fedwatch Tools.

(source:https://www.reuters.com/markets/commodities/gold-heads-best-week-five-fed-pause-expectations-2023-06-09/)

Berita penting Lainnya

⇓⇓⇓⇓⇓⇓

Harga emas turun 1% hari Rabu

Data Inflasi

Data Inflasi dan Keputusan Suku Bunga Federal

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST FRIDAY

Data Inflasi dan Suku Bunga Federal

Dolar Amerika menguat jelang rilis data Inflasi pertemuan FOMC
Dolar Rebound dari posisi terendah dua minggu-an pada hari Jumat kemarin. Pelaku pasar menunggu data inflasi dan keputusan suku bunga Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk baru. Tentang seberapa tinggi lagi bank sentral Amerika kemungkinan akan menaikkan suku bunga.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan 13-14 Juni. Tetapi kemungkinan akan tetap hawkish dan menunjukkan kemungkinan kenaikan pada bulan Juli karena inflasi tetap di atas target 2%.
The FED masih berpikir bahwa mereka perlu berbuat lebih banyak. Pelaku pasar mewaspadai mereka akan terus mematahkan ekspektasi pelonggaran kebijakan.
The Fed diperkirakan akan merevisi lebih tinggi “dot plot” ekspektasi tingkat pembuat kebijakan dan proyeksi inflasi.

Data yang akan dirilis pada hari Selasa lusa diperkirakan menunjukkan inflasi utama (CPI) naik pada tingkat tahunan sebesar 4,1% pada bulan Mei. Sementara Inflasi inti (Core CPI) naik 5,3%.

* Inflasi China dilaporkan menyusut pada Jumat pagi kemarin. Ikut membantu menguatnya USD, laporan Inflasi tersebut dapat mendorong pemerintah China untuk meluncurkan langkah-langkah kebijakan yang lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang. Tetapi ini kemungkinan akan semakin melemahkan yuan, dan menguatkan dolar.

* Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang juga akan bertemu minggu depan. ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga zona euro sebesar 25 bps menjadi 3,50% pada hari Kamis. Sementara BOJ kemungkinan akan membiarkan suku bunga tidak berubah.

* Bank of Canada dan Reserve Bank of Australia mengguncang pasar awal minggu lalu dengan menaikkan suku bunga. kenaikan ini untuk mengatasi inflasi yang membandel.

(Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-retreats-jump-us-jobless-claims-eyes-fed-2023-06-09/)

 

Info Penting Lain

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

Indeks Dolar Amerika