Kekhawatiran Ekonomi China

Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi China

Pada hari Senin, harga minyak mentah turun sekitar 4% karena kekhawatiran tentang ekonomi China yg melamban setelah serangkaian data ekonomi China yang mengecewakan minggu lalu. OIL naik lebih dari 3% pada hari Selasa di tengah harapan untuk meningkatkan permintaan bahan bakar. Setelah bank sentral China menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 10 bulan. Meningkatkan harga minyak mentah setelah penurunan tajam sebelumnya.

Pemotongan suku bunga oleh PBoC tersebut bertujuan untuk menambah momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi di China yg merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia. Dari situ pelaku pasar energi berharap akan ada pemulihan permintaan terhadap minyak mentah dari China.

Laporan data CPI ikut membantu Oil menguat. Angka yg di rilis memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa FED tidak akan menaikkan suku bunga pada Kamis dini hari nanti. Hal ini jelas bukan hal yg positif utk mata uang USD. Potensi tidak naiknya suku bunga oleh FED melemahkan USD dan mengangkat pasar saham global yg sering berjalan seiring dengan harga minyak mentah dunia.

Minyak mentah Brent berjangka naik $2,45, atau 3,4%, menjadi $74,29 per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $2,30, atau 3,4%, menjadi $69,42 per barel.

(Source>https://www.reuters.com/business/energy/oil-prices-inch-higher-bargain-hunting-ahead-fed-rate-decision-2023-06-13/#:~:text=NEW%20YORK%2C%20June%2013%20)