Category: Analisa

bahan bakar

Kegelisahan Menjelang Pertemuan Federal

WHAT HAPPENED WITH OIL LAST NITE

Harga minyak mentah dunia turun 4% di tengah kegelisahan menjelang pertemuan Federal reserves
Oil turun sekitar $3 per barel pada hari Senin kemarin setelah para pelaku pasar energi menyoroti peningkatan pasokan global dan kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan menjelang data inflasi utama dan pertemuan Federal Reserve.
– Brent turun $2,95, atau 3,9%, di tutup pada $71,84 per barel, terendah sejak Desember 2021.
– WTI turun $3,05, atau 4,4%, di tutup pada $67,12 per barel.

Pertemuan Fed dan tekanan inflasi tetap menjadi isu utama bagi pasar minggu ini, kemungkinan besar suku bunga akan dipertahankan, yang berarti pelaku pasar akan fokus dan memantau dengan seksama konferensi pers Ketua Fed Powell untuk mengetahui arah (kebijakan) selanjutnya untuk suku bunga.

Ikut membebani pelaku pasar energi adalah pemulihan permintaan minyak telah melambat dari China, importir utama minyak mentah dan produk olahan.
Permintaan (minyak mentah) dari China belum menunjukkan tanda-tanda akan pulih, ( (berdasar perhitungan IEA bisa mencapai 2 juta barel), jadi ini adalah jumlah yang signifikan. Jelas ada kekhawatiran bahwa OPEC dan IEA akan memangkas perkiraan permintaan mereka.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional masing-masing akan merilis update pasar bulanan mereka pada hari Selasa malam nanti.

(source:https://www.reuters.com/business/energy/oil-edges-lower-ahead-fed-meeting-2023-06-12/#:~:text=BENGALURU%2C%20June%2012%20(Reuters),Reserve%20meeting%20later%20this%20week)

 

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

TWO VERY IMPORTANT THINGS THIS WEEK

US CPI

US CPI – Selasa 13 Juni 2023 : salah satu tren penting yang telah kita lihat dalam beberapa bulan terakhir adalah betapa cepatnya inflasi umum di Amerika menurun. Pada bulan Juni tahun lalu, CPI Amerika mencapai puncaknya di 9,1% dan terus menurun sejak saat itu. Tren penurunan ini telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Setelah mengakhiri tahun lalu pada 6,5%.

Pada bulan April, CPI Amerika turun menjadi 4,9% dan merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir, sementara harga-harga inti melambat menjadi 5,5%. Penurunan tajam pada harga energi, serta harga komoditas lainnya telah mempercepat tren ini meskipun harga makanan tetap bertahan. Meskipun demikian, perlambatan inflasi umum telah mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga minggu ini. Setelah menaikkan suku bunga pada setiap pertemuan sejak Maret tahun lalu. Harga-harga di tingkat pabrik atau PPI juga telah turun, dengan harga-harga inti berada di 3,2%. Setelah mencapai 9,7% lebih dari setahun yang lalu. Angka-angka CPI bulan Mei minggu ini diperkirakan akan mengalami perlambatan besar dalam angka utama, menjadi 4,1%, dengan harga-harga inti diperkirakan akan melambat dari 5,5% menjadi 5,3%.

KEPUTUSAN SUKU BUNGA FEDERAL RESERVE

Kamis 15 Juni 2023 dini hari : Ketika Federal Reserve terakhir kali bertemu pada awal Mei. Mereka menaikkan suku bunga sebesar 25bps seperti yang diperkirakan. Reaksi pasar relatif tidak banyak berubah. Hanya ada sedikit kejutan dengan perubahan dalam pernyataan yang melihat penghapusan garis yang menandakan lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang. Sebuah tanda yang disambut baik bahwa bank sentral Amerika hampir menghentikan kenaikan suku bunga.

Meskipun ada sinyal kemungkinan jeda. Suku bunga 2 tahun Amerika saat ini lebih tinggi daripada pada saat pertemuan terakhir. Hal ini disebabkan oleh pasar yang menilai ulang kemungkinan penurunan suku bunga hingga tahun depan karena ketahanan di pasar tenaga kerja dan inflasi inti. Pengarahan baru-baru ini dari beberapa pejabat Fed menunjukkan bahwa perbedaan pandangan sedang terbentuk tentang bagaimana langkah selanjutnya. Dengan sedikit bisa untuk melewatkan bulan Juni dan melihat ke bulan Juli untuk kenaikan suku bunga berikutnya.

Berita penting ⇒Data Inflasi dan Keputusan Suku Bunga Federal

Jumat emas Naik

Yields Treasury Naik Lebih Tinggi

WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST FRIDAY
Meski Emas melemah pada hari Jumat kemarin karena dolar yang lebih kuat dan Yields Treasury yang naik lebih tinggi, tetapi emas masih mencetak minggu terbaiknya sejak awal Mei setelah Kamis lalu data sektor ketenagakerjaan (Unemployment Claims) yang memburuk mendukung potensi bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga Kamis dini hari lusa. Emas mencatatkan minggu terbaik dalam lima minggu terakhir oleh keyakinan suku bunga Fed yg tidak akan berubah

  • Emas spot turun 0,3% menjadi $1.961,39 per troy ounce.

  • kenaikan mingguan 0,7%, terbantu oleh lonjakan naik sebesar 1,5% pada hari Kamis lalu. Setelah klaim pengangguran mingguan Amerika memburuk.

  • Emas berjangka Amerika turun 0,1% menjadi $1.977,20.

Seminggu kemarin, emas terperangkap dalam kisaran $1.940-$1.970. Ada kemungkinan akan tetap demikian sampai data inflasi dan keputusan FOMC minggu ini. Emas juga diperkirakan masih akan tetap “lebih sensitif terhadap pelemahan atau data ekonomi yg dovish.”
Indeks dolar rebound dari posisi terendah dua minggu-an. Yields Treasury 10 tahun-nan yang naik lebih tinggi. Menguatnya pasar saham Amerika membuat emas batangan dengan imbal hasil nol menjadi kurang menarik dan melemah.

Para pelaku pasar sekarang meyakini peluang sebesar 72% bahwa FED akan menahan Suku Bunga pada Kamis dini hari Lusa. Tetapi peluang kenaikan di bulan Juli lumayan besar, yaitu sebesar 67%,  menurut CME Fedwatch Tools.

(source:https://www.reuters.com/markets/commodities/gold-heads-best-week-five-fed-pause-expectations-2023-06-09/)

Berita penting Lainnya

⇓⇓⇓⇓⇓⇓

Harga emas turun 1% hari Rabu

Data Inflasi

Data Inflasi dan Keputusan Suku Bunga Federal

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST FRIDAY

Data Inflasi dan Suku Bunga Federal

Dolar Amerika menguat jelang rilis data Inflasi pertemuan FOMC
Dolar Rebound dari posisi terendah dua minggu-an pada hari Jumat kemarin. Pelaku pasar menunggu data inflasi dan keputusan suku bunga Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk baru. Tentang seberapa tinggi lagi bank sentral Amerika kemungkinan akan menaikkan suku bunga.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan 13-14 Juni. Tetapi kemungkinan akan tetap hawkish dan menunjukkan kemungkinan kenaikan pada bulan Juli karena inflasi tetap di atas target 2%.
The FED masih berpikir bahwa mereka perlu berbuat lebih banyak. Pelaku pasar mewaspadai mereka akan terus mematahkan ekspektasi pelonggaran kebijakan.
The Fed diperkirakan akan merevisi lebih tinggi “dot plot” ekspektasi tingkat pembuat kebijakan dan proyeksi inflasi.

Data yang akan dirilis pada hari Selasa lusa diperkirakan menunjukkan inflasi utama (CPI) naik pada tingkat tahunan sebesar 4,1% pada bulan Mei. Sementara Inflasi inti (Core CPI) naik 5,3%.

* Inflasi China dilaporkan menyusut pada Jumat pagi kemarin. Ikut membantu menguatnya USD, laporan Inflasi tersebut dapat mendorong pemerintah China untuk meluncurkan langkah-langkah kebijakan yang lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang. Tetapi ini kemungkinan akan semakin melemahkan yuan, dan menguatkan dolar.

* Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang juga akan bertemu minggu depan. ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga zona euro sebesar 25 bps menjadi 3,50% pada hari Kamis. Sementara BOJ kemungkinan akan membiarkan suku bunga tidak berubah.

* Bank of Canada dan Reserve Bank of Australia mengguncang pasar awal minggu lalu dengan menaikkan suku bunga. kenaikan ini untuk mengatasi inflasi yang membandel.

(Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-retreats-jump-us-jobless-claims-eyes-fed-2023-06-09/)

 

Info Penting Lain

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

Indeks Dolar Amerika

Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi China

Harga Minyak Mentah Dunia Turun

WHAT HAPPENED WITH OIL LAST FRIDAY
OIL membukukan penurunan mingguan kedua karena kekhawatiran menyusutnya permintaan mengalahkan efek pemangkasan produksi Saudi.
Harga minyak mentah dunia turun lebih dari satu dolar per barel pada hari Jumat kemarin. Mencatatkan penurunan mingguan kedua berturut-turut. Data ekonomi Cina yang mengecewakan menambah keraguan tentang pertumbuhan permintaan setelah keputusan akhir pekan Arab Saudi untuk memangkas produksi.

– Minyak mentah Brent berjangka turun $1,17, atau 1,5%, menjadi $74,79 per barel.
– West Texas Intermediate turun $1,12, atau 1,6%, menjadi $70,17 per barel.

Sebagai pengingat, Kedua tolok ukur harga minyak mentah dunia tersebut semoat anjlok melemah lebih dari $3 pada hari Kamis minggu kemarin. Setelah laporan media bahwa kesepakatan nuklir Amerika-Iran sudah dekat dan akan menghasilkan lebih banyak pasokan. Namun Harga kemudian segera berbalik naik mengurangi setelah kedua negara membantah laporan tersebut. Masih mencetak pelenahan sebesar satu dolar per barel lebih rendah.

Harga minyak telah naik di awal minggu. Didukung oleh janji Arab Saudi selama akhir pekan untuk memangkas lebih banyak produksi di atas pemotongan yang disepakati sebelumnya dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya.
Kenaikan stok bahan bakar Amerika dan lemahnya data ekspor China telah membebani pasar.

Manufaktur Output China turun pada laju tercepat dalam tujuh tahun terakhir di bulan Mei. Permintaan yang goyah membebani sektor manufaktur yang melambat dan menutupi pemulihan ekonomi.
Beberapa pelaku pasar energi memperkirakan harga minyak akan naik. Jika Federal Reserve menghentikan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 13-14 Juni. Keputusan The Fed juga dapat mempengaruhi langkah Arab Saudi selanjutnya.

Sumber ==> oil-prices-fall-demand-fears-headed-second-weekly-loss

Info pelengkap

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

WEEKLY CRUDE OIL INVENTORIES BY A.P.I

 

Inflasi CPI Australia turun

Indeks Dolar Amerika

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST NITE

Indeks Dolar Amerika: DXY anjlok oleh data Amerika yang suram. Posisi pra-Fed di terendah dalam 13 hari terakhir di dekat 103,30.

Indeks Dolar Amerika menjilat lukanya setelah jatuh paling dalam dua bulan.
Klaim Pengangguran Amerika melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2021 dan memunculkan kembali nada Dovish FED.

Di lain pihak, IMF mendesak Fed dan bank sentral lainnya untuk terus memperketat kebijakan moneter guna menjinakkan kekhawatiran inflasi.
Katalis risiko, pergerakan pasar obligasi mengincar arah jelang CPI Amerika minggu depan dan FOMC.

Jumat pagi ini Indeks Dolar Ameriks (DXY) masih menanggung beban data Amerika yang suram. Terus tertekan di dekat 103,30 selama jam-jam awal sesi Asia hari Jumat. Perlu dicatat bahwa kekuatan indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya turun paling banyak dalam dua bulan terakhir pada hari sebelumnya. Karena statistik Amerika Serikat terus menekan isyarat “Jeda” kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve menjelang kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan.

Klaim Pengangguran Awal

Klaim Pengangguran Awal naik menjadi 261K dalam pekan yang dihitung hingga tanggal 02 Juni. Lebih buruk dari Forecast 235K dan 233K minggu sebelumnya (revisi). Dengan ini, rata-rata kkaim pengangguran empat minggu naik menjadi 237,25K dari pembacaan sebelumnya 229,75K. Selanjutnya, Klaim Pengangguran Berkelanjutan turun menjadi 1,757 juta dalam pekan yang berakhir pada 26 Mei dari 1,794 juta sebelumnya (direvisi), dibandingkan dengan perkiraan pasar 1,8 juta.
Di awal minggu ini, PMI sektor Jasa , PMI Global S&P, dan Pesanan Pabrik juga mencetak hasil yang suram dan mengangkat kembali harapan Hold Rate dari Fed yg tentunya membebani Indeks Dolar Amerika (DXY).

Indeks Dolar Amerika (DXY)

Sementara data Amerika membebani prospek Fed , kinerja yang mengejutkan dari Bank of Canada (BoC) dan Reserve Bank of Australia (RBA) memberikan alasan tambahan bagi DXY untuk terus tertekan. Selanjutnya, optimisme seputar China, sebuah komentar dari Li Yunze, Direktur Regulasi Administrasi Keuangan Nasional China, juga membebani Dolar Amerika.

Dengan demikian, DXY mengabaikan komentar hawkish dari juru bicara Dana Moneter Internasional (IMF) Julie Kozack. Pada hari Kamis malam tadi mendorong bank sentral utama di negara negara besar, termasuk Federal Reserve, terus menjalankan kenaikan suku bunga lebih lanjut. “Jika inflasi terbukti lebih bertahan dari yang diharapkan. Maka Fed mungkin perlu mendorong suku bunga lebih tinggi lebih lama.”

Yields obligasi Treasury Amerika

Di tengah permainan ini, Yields obligasi Treasury Amerika merosot, sementara Wall Street naik dan memberikan tekanan penurunan pada greenback.

Yields obligasi Treasury 10 tahun-nan Amerika berbalik dari level tertinggi dalam dua minggu menjadi 3,72%. Sedangkan obligasi ber tenor dua tahun- nan juga menghentikan kenaikan beruntun dua hari untuk turun menjadi 4,52%.

Ke depannya, kalender ekonomi yang ringan dapat menjaga Indeks Dolar Amerika dalam perjalanannya untuk membukukan penurunan mingguan kedua. Sambil menguatkan Indeks Harga Konsumen (CPI) minggu depan dan pertemuan kebijakan moneter Fed.
– Indeks dolar , yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama, turun 0,67% menjadi 103,33 dan turun ke 103,29, terendah sejak 23 Mei.

Ekonomi zona euro

Euro di tutup naik sebesar 0,75% terhadap dolar pada $1,0779. Mata uang tunggal uni eropa ini naik meskipun data menunjukkan bahwa ekonomi zona euro berada dalam resesi teknis dalam tiga bulan pertama tahun 2023, EUR mencapai levek $1,07870, tertinggi sejak 24 Mei.
Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ketika bertemu Kamis depan. Diikuti oleh kenaikan 25 bps lainnya di bulan Juli, mengambil suku bunga menjadi 3,75%.

* Dolar Kanada sedikit menguat setelah Bank of Canada mengejutkan para pelaku pasar pada hari Rabu lalu dengan menaikkan suku bunga menjadi 4,75%. Ini merupakan suku bunga tertinggi dalam 22 tahun terakhir. CAD di tutup menguat, turun 0,09% pada C$1,3358.

* Dolar Australia juga naik setelah Reserve Bank of Australia pada hari Selasa lalu menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 11 tahun terakhir sebesar 4,1%. AUD di tutup naik 0,91% menjadi $0,6714.

* Swiss Franc juga menguat, di topang oleh komentar Ketua Bank Nasional Swiss Thomas Jordan yg mengulangi komitmennya untuk melawan inflasi yang “keras kepala” pada hari Kamis dalam penampilan publik terakhirnya sebelum bank sentral mengumumkan keputusan suku bunga berikutnya.
CHF menguat, turun sebesar 1,20% terhadap USD menjadi 0,899, ini merupakan levek terkuat CHF sejak 23 Mei bulan lalu

Harga emas turun

Klaim Tunjangan Pengangguran

Emas melonjak seiring melemahnya dolar Amerika. Dan Yields Obligasi pemerintah Amerika yg turun setelah data klaim pengangguran di rilis memburuk.

emas naik lebih dari 1% pada hari Kamis. Karena dolar dan imbal hasil obligasi merosot setelah data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS melonjak pekan lalu. Memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menghentikan siklus kenaikan suku bunga.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melonjak minggu lalu. Menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja melambat di tengah meningkatnya risiko resesi.

“Data ini menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi AS. Yang merupakan kabar baik untuk emas karena akan memungkinkan Fed menahan suku bunganya.

Dengan kondisi terkini, pelaku pasar sekarang akan memperhatikan masa depan emas ;
– Jika inflasi tinggi masih berlanjut.
– Bila Fed bertahan (tidak menaikan suku bunga minggu depan).
– dan jika FED benar-benar tidak memberi sinyal jelas kemungkinan kuat kenaikan untuk pertemuan bulan Juli berikutnya….
maka ada kemungkinan emas naik lebih tinggi lagi.

Setelah klaim data penganghuran di rilis, dolar tergelincir 0,7% ke level terendah dua minggu terhadap para pesaingnya. Membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara Yields Treasury 10 tahun-nan Amerika juga jatuh.
Pelaku pasar uang sekarang melihat peluang 71% bahwa bank sentral Amerika akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan, menurut Fedwatch Tools CME.

Seperti yg telah kita ketahu bersama, Suku bunga USD yang lebih rendah memberi tekanan pada dolar dan Yield obligasi, meningkatkan daya tarik bagi emas.

Laporan inflasi konsumen (CPI) untuk bulan Mei, yang akan dirilis pada tanggal 13 Juni. Dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

– Emas spot naik 1,3% menjadi $1.965,49 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika ditutup naik 1% pada $1.978,60.

Berita Lainnya

Harga emas turun 1% hari Rabu

Laporan Mingguan Petroleum Data awal Juni 2023

 

Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi China

Kesepakatan Nuklir

WHAT HAPPENED WITH OIL LAST NITE

OIL melemah pada perdagangan hari Kamis malam tadi. Meski sempat rebound dari level terendah hariannya sebelumnya. Rebound terjadi setelah Amerika dan Iran sama-sama membantah laporan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan nuklir. Sementara itu, OIL turun pada awal perdagangan Asia pada hari Jumat pagi ini karena kekhawatiran permintaan melebihi prospek pasokan yang lebih ketat dari produsen global sementara investor tetap skeptis bahwa Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai kesepakatan nuklir.

Minyak turun lebih dari $3 di tengah laporan bahwa Amerika akan memberikan keringanan sanksi kepada Iran untuk mengekspor minyak dengan imbalan Teheran mengurangi pengayaan uranium.
Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyebut laporan itu “salah dan menyesatkan”.

Kekhawatiran permintaan melebihi prospek pasokan yang lebih ketat. Setelah Arab Saudi berjanji pada pertemuan OPEC+ akhir pekan untuk memangkas produksi minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari pada Juli.

Pemotongan sepihak itu merupakan tambahan dari kesepakatan grup yang lebih luas untuk memperpanjang pembatasan pasokan yang ada hingga 2024.

Harga minyak bisa terangkat jika Federal Reserve AS melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 13-14 Juni, kata Tamas Varga dari broker PVM. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan tidak ada kenaikan pada pertemuan tersebut.

Dolar Amerika yg lebih lemah pada hari Kamis, membuat minyak lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

– turun 99 sen, atau 1,3%, menjadi $75,96 per barel
– West Texas Intermediate turun $1,24, atau 1,7%, menjadi $71,29.

Sementara itu, OIL turun pada awal perdagangan Asia pada hari Jumat pagi ini karena kekhawatiran permintaan melebihi prospek pasokan yang lebih ketat dari produsen global sementara investor tetap skeptis bahwa Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai kesepakatan nuklir.

Info Tambahan ==>WEEKLY CRUDE OIL INVENTORIES BY A.P.I

Jumat emas Naik

Harga emas turun 1% hari Rabu

Harga emas turun 1% hari Rabu

Harga emas turun 1% pada hari Rabu, terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS. Sementara para investor menantikan data inflasi dan pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai tingkat suku bunga AS.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi lebih dari satu minggu setelah Bank of Canada menaikkan suku bunga dalam sebuah langkah yang dapat membantu The Fed mempertahankan sikap hawkish ketika para pembuat kebijakan bertemu minggu depan. (AS/)

Imbal hasil tetap relatif tinggi sehingga memberikan sedikit tekanan pada pasar emas.

Jelas inflasi masih menjadi fokus utama pasar ini. Pada saat ini, ekspektasi adalah bahwa Fed akan berhenti sejenak. Namun, jika angka-angka inflasi tersebut tetap sangat tinggi, Anda dapat melihat pergeseran pandangan.

Laporan inflasi konsumen AS untuk bulan Mei, yang akan dirilis pada 13 Juni. Menjelang pertemuan Fed, akan memberikan investor kejelasan lebih lanjut mengenai kesehatan ekonomi terbesar di dunia ini.

Perekonomian AS kuat di tengah-tengah belanja konsumen yang kuat namun beberapa area melambat, kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Juga menambahkan bahwa ia mengharapkan kemajuan yang berkelanjutan dalam menurunkan inflasi dalam dua tahun ke depan.

The Fed tidak akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun pada pertemuan 13-14 Juni. Menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Harga emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Data dari China menunjukkan ekspor menyusut jauh lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Mei. Mengisyaratkan perlambatan ekonomi global yang dapat mengurangi permintaan logam mulia, Jim Wyckoff, analis senior di Kitco, menulis dalam sebuah catatan.

– Emas spot turun 1,1% pada $1.942,32 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika turun 1,2% menjadi $1,958.40.

Sumbernya==>https://www.reuters.com/article/global-precious/precious-gold-slips-1-as-us-yields-tick-higher-focus-still-on-fed-idUSL4N37Z33D

 

Info lainnya : Laporan Mingguan Petroleum Data awal Juni 2023

Kenaikan Harga Minyak Mentah

Laporan Mingguan Petroleum Data awal Juni 2023

Laporan Mingguan Petroleum Data awal Juni 2023

EIA melaporkan Stok minyak mentah mingguan Amerika turun sekitar 450.000. Membalik forecast yg justru menghitung peningkatan jumlah cadangan minyak mentah sebesar 1 juta barel.

Persediaan diesel naik 5,1 juta barel, sementara pasar memperkirakan kenaikan 1,33 juta. Persediaan bensin juga naik lebih dari perkiraan pada 2,8 juta barel. Dibandingkan dengan perkiraan untuk membangun 880.000 barel.

Persediaan diesel naik 5,1 juta barel, sementara pasar memperkirakan kenaikan 1,33 juta. Persediaan bensin juga naik lebih dari perkiraan pada 2,8 juta barel. Dibandingkan dengan perkiraan untuk membangun 880.000 barel.

Cadangan minyak sulingan melonjak 5,075 juta barel, pelaju pasar energi memperkirakan kenaikan 1,328 juta barel dibandingkan kenaikan minggu sebelumnya sebesar 0,985 juta.

Produk bensin motor jadi yang dikirim ke pasar berjumlah 9,218 juta barel per hari minggu lalu dibandingkan minggu sebelumnya 9,098 juta per hari.

Sumber==> https://ir.eia.gov/wpsr/wpsrsummary.pdf