Category: Analisa

Kamis Dolar Melemah

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST NITE 8/6/2023

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST NITE
Dolar menguat lebih tinggi terhadap yen pada hari Rabu. Karena pelaku pasar menunggu data inflasi Amerika untuk bulan Mei dan keputusan suku bunga Fed minggu depan. Sementara dolar Kanada melonjak setelah Bank of Canada menaikkan suku bunga.

Bank sentral Amerika diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil Rabu depan. Mengevaluasi dampak dari kenaikan suku bunga baru-baru ini. Meskipun pedagang berjangka dana Fed memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan pada bulan Juli.

Sementara itu, Meski di rilis lebih kecil Bagus dari Forecast, Data Trade Balance pada hari Rabu malam tadi menunjukkan bahwa defisit perdagangan Amerika melebar dari US Trade Balance -64.2B menjadi -74.6B. Angka ini tercatat sebagai defisit paling tinggi dalam delapan tahun terakhir pada bulan April. Karena impor barang pulih sementara ekspor produk energi menurun.

Pelaku pasar juga memperkirakan sebagian besar ekspektasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga tahun ini. Karena inflasi tetap di atas target.
– Indeks USD di tutup menguat tiois pada kusaran 104.080 setelah sempat anjlok hingga 103.630

Info Lain ==> WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST NITE (7/6/23)

bahan bakar

WEEKLY CRUDE OIL INVENTORIES BY A.P.I

WEEKLY CRUDE OIL INVENTORIES BY A.P.I

Cadangan minyak mentah Amerika turun 1,71 juta barel selama seminggu hingga 2 Juni, menurut American Petroleum Institute (API). Pada minggu sebelumnya hingga 26 Mei, kelompok industri perminyakan melaporkan kenaikan minyak mentah sebesar 5,202 juta barel.

Terlepas dari penarikan minyak mentah secara keseluruhan. API mengutip pertumbuhan inventaris 1,535 juta barel khususnya di hub Cushing, Oklahoma yang menerima pengiriman minyak mentah AS. Pada minggu sebelumnya. Melaporkan kenaikan Cushing sebesar 1,777 juta barel.

Di sisi bahan bakar, API melaporkan peningkatan persediaan bensin sebesar 2,417 juta barel dan lonjakan sulingan sebesar 4,5 juta barel. Pada minggu sebelumnya, tercatat peningkatan 1,891 juta barel untuk bensin dan peningkatan 1,849 juta untuk penyulingan.

Laporan terbaru API tersebut diatas sangat penting untuk perdagangan karena menceritakan permintaan menjelang liburan Hari Peringatan 29 Mei yang secara tidak resmi menandai puncak perjalanan musim panas AS.

Data tersebut juga berfungsi sebagai pendahulu untuk nomor inventaris resmi minyak mentah dan bahan bakar dari Administrasi Informasi Energi AS, atau EIA, pada hari Rabu.

Kamis Dolar Melemah

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST NITE (7/6/23)

Dolar Amerika menguat pada perdagangan hari Selasa kemarin. Utamanya terhadap mata uang Eruo dan Yen Jepang. Investor fokus pada kemungkinan bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga. Sementara Aussie melonjak setelah Reserve Bank of Australia (RBA) terkejut dengan kenaikan tarif.

The Fed terlihat cenderung berhenti pada bulan Juni karena mengevaluasi dampak dari suku bunga yang lebih tinggi terhadap perekonomian. Namun Fedwatch Tools melihat Fed kemungkinan akan melanjutkan kenaikan suku bunga. Dengan peluang 65% untuk kenaikan setidaknya 25 basis poin pada bulan Juli.

* Sementara Aussie mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei. Setelah Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga seperempat poin ke level tertinggi 11 tahun sebesar 4,1%. Dan memperingatkan bahwa pengetatan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi kembali ke target.

– AUD di tutup naik 0,85% pada $0,6673

Harga emas turun

DODONGNA APA YA TINDAKAN KA SIA SEMALEMO KANA EMAS?

DODONGNA APA YA TINDAKAN KA SIA SEMALEMO KANA EMAS?

* Harga emas turun lebih dari 1% dan menyentuh level terendah tujuh minggu pada hari Selasa. Karena dolar menguat dan imbal hasil obligasi AS melonjak karena ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari yang diperkirakan oleh Federal Reserve.

Emas spot turun 0,8% pada $1.736,81 per ounce pada pukul 01.43 WIB (1743 GMT). Setelah jatuh ke level terendah sejak 11 Agustus ke $1.726,19 di awal sesi.

Emas berjangka AS menetap 0,8% lebih rendah pada $1,737.5 per ounce.

“Dot plot yang ditetapkan oleh anggota FOMC menandakan kenaikan suku bunga acuan Fed yang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Dan pergerakan yang lebih tinggi di seluruh kurva imbal hasil terus memberikan dampak negatif terhadap emas.” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Imbal hasil Treasury AS naik kembali di atas 1,5% ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Dengan pasar mulai memperhitungkan inflasi yang lebih tinggi di masa depan.

Beberapa investor melihat emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus. Tetapi imbal hasil Treasury yang lebih tinggi menumpulkan beberapa daya tarik komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.

Indikasi sentimen, kepemilikan SPDR Gold Trust turun 0,3% menjadi 990,32 pada hari Senin.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa ekonomi AS masih jauh dari mencapai lapangan kerja maksimum. Komponen kunci dari persyaratan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Indeks dolar naik 0,4%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“USD telah menguat lebih lanjut selama beberapa hari terakhir, yang menambah tekanan pada harga emas. Para pelaku pasar tampaknya mengharapkan kenaikan suku bunga lebih awal yang akan dilaksanakan oleh the Fed,” kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan

 

Source:PRECIOUS-Gold slides over 1% as U.S. yields jump on rate hike bets

Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi China

WONTEN MENOPO DUMATENG OIL WAU NDALU

WONTEN MENOPO DUMATENG OIL WAU NDALU

* Harga minyak mentah dunia lanjut menguat naik pada Senin kemarin. Pengekspor utama dunia Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi lebih lanjut 1 juta barel per hari (bpd) mulai Juli. Untuk melawan hambatan ekonomi makro yang telah menekan pasar (hasil meeting OPEC+ pada hari minggu kemarin).

Seperti yg telah kita ketahui bersama, Kementerian energi Saudi mengatakan output kerajaan akan turun menjadi 9 juta barel per hari pada Juli dari sekitar 10 juta barel per hari pada Mei. Pemotongan sukarela, yang terbesar di Arab Saudi dalam beberapa tahun. Berada di atas kesepakatan yang lebih luas oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia untuk membatasi pasokan hingga 2024 karena OPEC+ berupaya untuk meningkatkan harga minyak yang lesu.

Fatih Birol, Kepala Badan Energi Internasional (IEA), mengatakan peluang harga minyak yang lebih tinggi telah meningkat tajam setelah kesepakatan OPEC+ yang baru.
OPEC+ memompa sekitar 40% dari minyak mentah dunia dan telah memangkas target produksinya dengan total 3,66 juta barel per hari. Sebesar 3,6% dari permintaan global.
– Brent berjangka naik 58 sen menjadi $76,71 per barel, setelah menyentuh sesi tertinggi $78,73.
– WTI naik 41 sen menjadi $72,15 setelah mencapai tertinggi intraday $75,06.

Sumber==>https://www.google.com/amp/s/www.aljazeera.com/amp/news/2023/6/5/oil-rises-on-saudi-plan-to-deepen-output-cuts-from-july

Kamis Dolar Melemah

AYA NAON KA USD SAMALAM

AYA NAON KA USD SAMALAM

* Dolar naik ↑ setelah data NFP naik lebih baik dari Forecast. Rilis data NFP tersebut mendorong ekspektasi Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga karena inflasi tetap tinggi, dan…rilis data semalam merubah pandangan tersebut.

Dolar melemah pada Senin kemarin pasca berita bahwa sektor jasa Amerika hampir tidak tumbuh pada Mei karena pesanan baru melambat. Mengakhiri reli penguatan sejak awal perdagangan harian yang dipicu oleh respon lanjutan dari laporan pertumbuhan sektor pekerjaan (NFP) yang kuat.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI non-manufaktur turun menjadi 50,3 bulan lalu dari 51,9 pada bulan April. Lebih Kecil dari Forecast yg memperkirakan PMI non-manufaktur naik tipis menjadi 52,2. Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan dalam industri jasa yg sedang melambat. Yang menyumbang lebih dari dua pertiga perekonomian.

Data tersebut kini sedikit banyak menggeser pandangan pelaku pasar bahwa menunjukkan bahwa sinyal yang lebih akurat dari laporan sektor pekerjaan mungkin berasal dari kenaikan tingkat pengangguran (Unemployment Rate). Pada Jumat kemarin daripada peningkatan yang solid dalam pekerjaan penggajian (NFP).

Sebagai pengingat, Data pada hari Jumat kemarin menunjukkan pertumbuhan pekerjaan Amerika tumbuh sejumlah 339.000 pekerjaan pada bulan Mei. Tetapi lonjakan pengangguran naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir sebesar 3,7% menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.

Pelaku Pasar masih mempertahankan pandangan bahwa FED kemungkinan besar akan membiarkan suku bunga tidak berubah pada bulan Juni. Tetapi percaya dengan kemungkinan 65% dari setidaknya kenaikan suku bunga 25 basis poin tambahan pada bulan Juli (berdasar CME Fedwatch Tools).

Tidak ada komentar dari Para Pejabat Fed tadi malam bahkan mungkin hingga sepanjang minggu ini. Karena mereka sedang dalam masa “blackout” jelang pertemuwan FOMC pada tanggal 13 ~ 14 Juni minggu depan.
– Indeks Dolar jatuh ke 104,00, turun 0,13% hari ini, setelah naik setinggi 104,40. Itu bertahan tepat di bawah tertinggi 11 minggu di 104,70 yang dicapai pada 31 Mei.

Disadur dari berita berikut ==> https://www.reuters.com/markets/dollar-edges-up-us-rates-seen-higher-longer-2023-06-05/

Info Tambahan ==>HIGH IMPACT DATA THIS WEEK

JMMC AND OPEC+ MEETING RESULT

JMMC AND OPEC+ MEETING RESULT

JMMC AND OPEC+ MEETING RESULT

* Arab Saudi akan melakukan pemotongan besar-besaran pada produksinya pada Juli. Di atas kesepakatan OPEC+ yang lebih luas untuk membatasi pasokan hingga 2024 karena kelompok tersebut berupaya untuk meningkatkan harga minyak yang lesu.

Kementerian energi Saudi mengatakan produksi negara itu akan turun menjadi 9 juta barel per hari (bpd) pada Juli dari sekitar 10 juta bpd pada Mei. Pengurangan terbesar dalam beberapa tahun.

PERPANJANGAN (Pengurangan Produksi) HINGGA AKHIR 2024

OPEC+ telah melakukan pemotongan sebesar 3,66 juta barel per hari, sebesar 3,6% dari permintaan global. Termasuk 2 juta barel per hari yang disepakati tahun lalu dan pemotongan sukarela sebesar 1,66 juta barel per hari yang disepakati pada bulan April.

Pemotongan itu berlaku hingga akhir 2023 dan pada hari Minggu OPEC+. Dalam kesepakatan yang lebih luas tentang kebijakan produksi yang disepakati setelah tujuh jam pembicaraan, mengatakan akan memperpanjangnya hingga akhir 2024.

Selain memperpanjang pemotongan OPEC+ yang ada sebesar 3,66 juta bph. Grup tersebut juga sepakat pada hari Minggu untuk mengurangi target produksi keseluruhan dari Januari 2024 sebesar 1,4 juta bph. Lebih lanjut dibandingkan target saat ini menjadi gabungan 40,46 juta bph.

 

(SOurce=>> https://www.opec.org/opec_web/en/press_room/7160.htm)

Info Tambahan =>>OIL RIG COUNT by BAKER HUGHES CO

 

Harga emas turun

WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST FRIDAY

WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST FRIDAY

Emas melemah tajam pada hari Jumat. Data NFP Amerika yang lebih besar dari perkiraan mengangkat Yield Treasury (ini mengangkat USD dan menekan emas). Tetapi emas masih berada di jalur untuk kenaikan mingguan karena angka pengangguran yang lebih tinggi. Membuat harapan bahwa Federal Reserve akan menghentikan kenaikan suku bunga tetap ada dan sekarang bersaing ketat dengan potensi kenaikan suku bunga.

Sebagai pengingat, emas minggu lalu melonjak oleh serangkaian komentar dari beberapa pejabat FED yg menyarankan perlunya untuk “Berhenti Sejenak” dalam kebijakan pengetatan moneter.

Senat Amerika yg pada hari Kamis malam sebelumnya mengesahkan undang-undang bipartisan. Yang didukung oleh Presiden Joe Biden untuk mengangkat plafon utang negara ikut menekan emas.

– Emas Berjangka di Comex New York secara resmi di tutup pada level $1.947,40 per troy ounce, turun $30,60, atau 1,5%, pada hari itu.
– Emas Spot Amerika yang mencerminkan perdagangan fisik di tutup pada level $1.948,46 turun $29,06, atau 1,5%.

 

Info Tambahan ==>WHAT HAPPENED WITH OIL LAST NITE

minyak amerika mingguan

OIL RIG COUNT by BAKER HUGHES CO

OIL RIG COUNT by BAKER HUGHES CO

* Perusahaan energi di Amerika minggu lalu memangkas jumlah rig minyak yang beroperasi paling banyak sejak September 2021. Mengurangi jumlah keseluruhan selama lima minggu berturut-turut, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co dalam laporan pada hari Jumat.

Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi masa depan, turun 15 unit menjadi 696 dalam seminggu hingga 2 Juni, terendah sejak April 2022

Baker Hughes juga mengatakan bahwa jumlah total rig turun 31 unit atau 4%. Di bawah minggu yg sama tahun lalu.

Pengeboran telah melambat sejak Desember karena harga yang lebih lemah. Biaya yang lebih tinggi dan karena perusahaan mengalihkan pengeluaran untuk membayar pemegang saham.

Pada bulan Mei , jumlah rig minyak turun selama enam bulan berturut-turut karena membukukan penurunan bulanan terbesar dalam hampir tiga tahun. Sementara rig gas membukukan penurunan terbesar dalam sebulan sejak 2016, menurut data Baker Hughes minggu lalu.

Penurunan harga gas telah menyebabkan beberapa perusahaan eksplorasi dan produksi, termasuk Chesapeake Energy Corp CHK.O. Mengumumkan rencana untuk mengurangi produksi dengan memotong beberapa rig – terutama di shale Haynesville di Arkansas, Louisiana dan Texas.

(Source:https://www.reuters.com/markets/commodities/us-oil-rig-count-falls-by-most-since-september-2021-baker-hughes-2023-06-02/

Suku Bunga Referensi USD/CNY

WHAT HAPPENED THIS MORNING 2/6/23

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET THIS MORNING

———–
Sebagian besar mata uang Asia naik sedikit pada hari Jumat. Menutup beberapa kerugian minggu ini karena pasar menjadi tidak pasti mengenai arah kebijakan moneter AS menjelang data gaji nonpertanian yang akan dirilis hari ini.

Unit regional melihat beberapa dukungan setelah dolar jatuh pada hari Kamis. Karena data manufaktur yang mengecewakan dan pembacaan pasar tenaga kerja yang beragam dari AS membuat para pedagang mempertanyakan. Seberapa besar ruang ekonomi yang dimiliki Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga.

Yuan China naik 0,1%, bergerak menjauh dari posisi terendah enam bulan yang dicapai awal minggu ini. Mata uang ini dibantu oleh penetapan titik tengah harian yang lebih kuat dari People’s Bank of China.

Sebuah survei swasta yang dirilis pada hari Kamis juga menunjukkan beberapa ketahanan di sektor manufaktur RRT. Yang menimbulkan beberapa optimisme akan adanya rebound ekonomi pada tahun ini, meskipun prospek jangka pendek masih suram.

Optimisme terhadap RRT juga merembet ke dolar Australia. Yang naik 0,4% mengikuti kenaikan harga-harga komoditas.

Yen Jepang datar pada hari Jumat karena Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan bahwa bank tersebut tidak memiliki kerangka waktu yang pasti kapan inflasi akan mencapai target tahunan 2%. Sambil menegaskan kembali bahwa BOJ akan mempertahankan kebijakan ultra-dovish untuk saat ini.

Namun, yen masih berada di posisi menguat semalam. Karena yen pulih dari level terendah enam bulan yang dicapai di awal minggu ini.

Won Korea Selatan naik 0,2%, karena data menunjukkan bahwa ekonomi negara ini tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan pada kuartal pertama. Inflasi juga tetap stabil di bulan Mei dari bulan sebelumnya.

Mata uang Asia

Mata uang Asia yang lebih luas menguat, sementara dolar stabil di perdagangan Asia setelah penurunan tajam semalam.

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka bergerak kurang dari 0,1% di kedua arah, setelah jatuh hampir 0,7% pada hari Kamis.

Data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS menyusut selama tujuh bulan berturut-turut di bulan Mei. Sementara data di pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa upah mengalami stagnasi. Bahkan ketika perekrutan terus meningkat tahun ini.

Data-data tersebut mendorong spekulasi pada jeda Fed di bulan Juni. Dengan harga Fed Funds berjangka yang mengindikasikan peluang hampir 74% untuk jeda. Namun, data nonfarm payrolls pada hari Jumat kemungkinan akan memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai bagaimana the Fed akan bergerak.

Meskipun pembacaan diperkirakan telah menurun pada bulan Mei dari bulan sebelumnya. Data penggajian juga telah mengalahkan ekspektasi selama 12 dari 13 bulan terakhir. Pasar tenaga kerja yang kuat memberikan Fed lebih banyak dorongan dan ruang untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi – sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi mata uang Asia

 

Info Support ==>Laporan Status Minyak Mingguan