Indeks Dolar Amerika

Inflasi CPI Australia turun

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST NITE

Indeks Dolar Amerika: DXY anjlok oleh data Amerika yang suram. Posisi pra-Fed di terendah dalam 13 hari terakhir di dekat 103,30.

Indeks Dolar Amerika menjilat lukanya setelah jatuh paling dalam dua bulan.
Klaim Pengangguran Amerika melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2021 dan memunculkan kembali nada Dovish FED.

Di lain pihak, IMF mendesak Fed dan bank sentral lainnya untuk terus memperketat kebijakan moneter guna menjinakkan kekhawatiran inflasi.
Katalis risiko, pergerakan pasar obligasi mengincar arah jelang CPI Amerika minggu depan dan FOMC.

Jumat pagi ini Indeks Dolar Ameriks (DXY) masih menanggung beban data Amerika yang suram. Terus tertekan di dekat 103,30 selama jam-jam awal sesi Asia hari Jumat. Perlu dicatat bahwa kekuatan indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya turun paling banyak dalam dua bulan terakhir pada hari sebelumnya. Karena statistik Amerika Serikat terus menekan isyarat “Jeda” kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve menjelang kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu depan.

Klaim Pengangguran Awal

Klaim Pengangguran Awal naik menjadi 261K dalam pekan yang dihitung hingga tanggal 02 Juni. Lebih buruk dari Forecast 235K dan 233K minggu sebelumnya (revisi). Dengan ini, rata-rata kkaim pengangguran empat minggu naik menjadi 237,25K dari pembacaan sebelumnya 229,75K. Selanjutnya, Klaim Pengangguran Berkelanjutan turun menjadi 1,757 juta dalam pekan yang berakhir pada 26 Mei dari 1,794 juta sebelumnya (direvisi), dibandingkan dengan perkiraan pasar 1,8 juta.
Di awal minggu ini, PMI sektor Jasa , PMI Global S&P, dan Pesanan Pabrik juga mencetak hasil yang suram dan mengangkat kembali harapan Hold Rate dari Fed yg tentunya membebani Indeks Dolar Amerika (DXY).

Indeks Dolar Amerika (DXY)

Sementara data Amerika membebani prospek Fed , kinerja yang mengejutkan dari Bank of Canada (BoC) dan Reserve Bank of Australia (RBA) memberikan alasan tambahan bagi DXY untuk terus tertekan. Selanjutnya, optimisme seputar China, sebuah komentar dari Li Yunze, Direktur Regulasi Administrasi Keuangan Nasional China, juga membebani Dolar Amerika.

Dengan demikian, DXY mengabaikan komentar hawkish dari juru bicara Dana Moneter Internasional (IMF) Julie Kozack. Pada hari Kamis malam tadi mendorong bank sentral utama di negara negara besar, termasuk Federal Reserve, terus menjalankan kenaikan suku bunga lebih lanjut. “Jika inflasi terbukti lebih bertahan dari yang diharapkan. Maka Fed mungkin perlu mendorong suku bunga lebih tinggi lebih lama.”

Yields obligasi Treasury Amerika

Di tengah permainan ini, Yields obligasi Treasury Amerika merosot, sementara Wall Street naik dan memberikan tekanan penurunan pada greenback.

Yields obligasi Treasury 10 tahun-nan Amerika berbalik dari level tertinggi dalam dua minggu menjadi 3,72%. Sedangkan obligasi ber tenor dua tahun- nan juga menghentikan kenaikan beruntun dua hari untuk turun menjadi 4,52%.

Ke depannya, kalender ekonomi yang ringan dapat menjaga Indeks Dolar Amerika dalam perjalanannya untuk membukukan penurunan mingguan kedua. Sambil menguatkan Indeks Harga Konsumen (CPI) minggu depan dan pertemuan kebijakan moneter Fed.
– Indeks dolar , yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama, turun 0,67% menjadi 103,33 dan turun ke 103,29, terendah sejak 23 Mei.

Ekonomi zona euro

Euro di tutup naik sebesar 0,75% terhadap dolar pada $1,0779. Mata uang tunggal uni eropa ini naik meskipun data menunjukkan bahwa ekonomi zona euro berada dalam resesi teknis dalam tiga bulan pertama tahun 2023, EUR mencapai levek $1,07870, tertinggi sejak 24 Mei.
Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ketika bertemu Kamis depan. Diikuti oleh kenaikan 25 bps lainnya di bulan Juli, mengambil suku bunga menjadi 3,75%.

* Dolar Kanada sedikit menguat setelah Bank of Canada mengejutkan para pelaku pasar pada hari Rabu lalu dengan menaikkan suku bunga menjadi 4,75%. Ini merupakan suku bunga tertinggi dalam 22 tahun terakhir. CAD di tutup menguat, turun 0,09% pada C$1,3358.

* Dolar Australia juga naik setelah Reserve Bank of Australia pada hari Selasa lalu menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 11 tahun terakhir sebesar 4,1%. AUD di tutup naik 0,91% menjadi $0,6714.

* Swiss Franc juga menguat, di topang oleh komentar Ketua Bank Nasional Swiss Thomas Jordan yg mengulangi komitmennya untuk melawan inflasi yang “keras kepala” pada hari Kamis dalam penampilan publik terakhirnya sebelum bank sentral mengumumkan keputusan suku bunga berikutnya.
CHF menguat, turun sebesar 1,20% terhadap USD menjadi 0,899, ini merupakan levek terkuat CHF sejak 23 Mei bulan lalu