Category: Gold

Jumat emas Naik

Bank Sentral Beli Emas

Bank sentral yg melakukan pembelian emas sebagai reverse utk antisipasi harga emas pasca cut rate USD
Permintaan emas global di luar perdagangan over-the-counter (OTC) turun sebesar 5% menjadi 4,448.4 metrik ton pada tahun 2023. Namun menurut data World Gold Council (WGC), ini tetap kuat dibandingkan dengan rata-rata 10 tahun karena ketidakpastian geopolitik dan ekonomi
Read More

Super Tuesday

SUPER FRIDAY VS SUPER TUESDAY

SUPER FRIDAY VS SUPER TUESDAY
————-
Selain Sederet data high impact sepanjang minggu ini yg tampak sedang di antisipasi oleh pelaku pasar, terutama trio data super pada hari Jumat lusa (Average Hourly Earning, NFP dan Unemppoyment Rate), ada event penting lain yg sedang terjadi di Amerika yg sedikit banyak juga menyita perhatian pelaku pasar, Yaitu Super Tuesday, apa itu Super Tuesday…?

Super Tuesday adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hari pemilihan presiden di Amerika Serikat ketika sejumlah besar negara bagian secara bersamaan menggelar pemilihan pendahuluan atau kaukus. Biasanya, Super Tuesday terjadi pada awal Maret dalam tahun pemilihan presiden.

Pentingnya Super Tuesday terletak pada jumlah delegasi yang dapat dimenangkan oleh kandidat di hari itu. Delegasi ini akan menjadi kontribusi besar untuk konvensi nasional partai, di mana partai akan menentukan siapa yang akan menjadi kandidat presiden mereka. Dengan banyaknya negara bagian yang ikut serta, Super Tuesday dapat menjadi titik balik dalam perlombaan dan dapat memberikan keunggulan signifikan kepada kandidat yang berhasil memenangkan sejumlah besar delegasi pada hari itu.

Super Tuesday pertama kali diadakan pada tahun 1988 dan telah menjadi momen penting dalam siklus pemilihan presiden Amerika Serikat sejak itu. Pada hari tersebut, beberapa negara bagian, terutama yang memiliki populasi dan delegasi besar, mengadakan pemilihan serentak, menciptakan situasi di mana kandidat dapat membangun momentum atau mengalami kemunduran.

Event yg digelar saat dimulainya event Super Tuesday diantaranya :

*Pemilihan Pendahuluan (Primaries): Banyak negara bagian menggelar pemilihan pendahuluan pada hari itu. Pemilih datang ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suara mereka kepada kandidat pilihan mereka.

*Kaukus: Beberapa negara bagian menggunakan sistem kaukus, di mana pemilih berkumpul dalam kelompok-kelompok yang mendukung kandidat tertentu. Diskusi dan perubahan dukungan dapat terjadi sebelum hasil akhirnya diumumkan.

*Pemilihan Delegasi: Hasil pemilihan pendahuluan dan kaukus menentukan bagaimana delegasi akan didistribusikan kepada kandidat. Delegasi ini kemudian mewakili suara pemilih di konvensi nasional partai.

*Kampanye Politik Intensif: Sebelum Super Tuesday, kampanye politik intensif biasanya terjadi. Kandidat menghabiskan waktu dan sumber daya besar untuk mendapatkan dukungan sebanyak mungkin dari pemilih di negara bagian yang menggelar pemilihan pada hari itu.

*Debat dan Acara Publik: Sejumlah debat dan acara kampanye diadakan menjelang Super Tuesday. Ini memberikan kesempatan kepada kandidat untuk berbicara langsung kepada pemilih dan mengesankan pandangan mereka.

*Pemantauan Hasil dan Analisis: Setelah pemilihan berakhir, ada pemantauan hasil dan analisis yang intensif. Media, analis politik, dan masyarakat umum mengamati hasil di berbagai negara bagian untuk menentukan dampaknya pada posisi kandidat dan dinamika perlombaan.

Super Tuesday sering dianggap sebagai momen krusial dalam pemilihan presiden Amerika Serikat karena sejumlah besar delegasi dapat dimenangkan pada hari itu, yang dapat memberikan keuntungan yang signifikan kepada kandidat yang berhasil meraih dukungan luas.

Dolar menekan Emas

Dolar menekan Emas

Emas melemah, turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir pada hari Senin kemarin tertekan oleh dolar yang lebih kuat, sementara pelaku pasar menunggu katalis baru untuk mengukur penurunan setelah angka inflasi Amerika bervariasi minggu lalu.

https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSKBN2ZP01Z

Semalam, sentiment safe haven yg lebih memilih mata uang dolar tampak menjadi faktor utama penekan harga emas. Terlepas dari masalah suku bunga.

Dolar melonjak 0,3% ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, Membuat emas batangan dengan harga greenback lebih mahal untuk pembeli di luar negeri, sementara Yield Treasury 10 tahun-nan Amerika mencapai level tertinggi sembilan bulan terakhir pada hari Senin malan tadi.

Pasar terus dilanda penurunan yang cukup signifikan pada long exposure pada emas dan peningkatan signifikan pada short exposure. Pelaku pasar emas spekulatif keluar dari emas dan ekspektasi suku bunga merupakan faktor besar di sini.

SPDR Gold Trust, reksa dana yang diperdagangkan di bursa yang berbasis emas terbesar di dunia. Mengatakan bahwa kepemilikannya turun ke level terendah sejak Januari 2020.
Fokus minggu ini akan tertuju pada data penjualan ritel Amerika (nanti malam). Diikuti oleh risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada hari Rabu (Kamis dini hari) yang dapat menjelaskan selera untuk suku bunga yang lebih tinggi.

– Emas berjangka Amerika di tutup 0,1% lebih rendah di $1.944,00.
– Emas spot turun 0,3% ke $1.907,40 per oz, setelah sempat mencapai level terendah sejak 6 Juli.

Dolar menekan Emas

Emas Lemah Lagi Kamis Kemarin

Meski bergerak fluktuatif dalam range yg cukup terbatas. Emas melemah lagi pada Kamis kemarin, mendekati level terendah tiga minggu-an  tertekan oleh dolar yang bertahan kuat dan Yield obligasi yang tinggi. Sementara pelaku pasar bersikap lebih hati-hati menjelang data gaji nonpertanian Amerika nanti malam.

Ada banyak fokus menuju angka NFP nanti malam. Terutama karena pelaku pasar memiliki beberapa data yang lebih positif akhir-akhir ini. Data-data ini membebani sentimen bullish emas dan memicu gagasan bahwa Fed mungkin harus mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi lebih lama.

Data ekonomi makro Amerika semalam hanya sempat membuat emas terayun naik. Kenaikan tersebut terhitung sedikit dalam range yg masih sangat terbatas dibandingkan dengan range hari Rabu sebelumnya.

https://www.reuters.com/markets/commodities/gold-near-3-week-lows-us-data-points-more-fed-tightening-2023-08-03/

Sebagai pengingat, logam mulia anjlok tajam terpukul oleh laporan data ADP NFP yg meningkat jauh melebihi Forecast. Hal ini menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Dan mengembalikan pemikiran bahwa siklus kenaikan suku bunga USD masih bisa berlanjut.
– Emas spot di tutup melemah tipis pada $1.933,80 per oz, setelah sempat mencapai level terendah sejak 11 Juli di level $1.929.36.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,3% lebih rendah di $1.968,80.

Harga Emas Turun Terbebani

Harga emas turun

Harga Emas Turun Terbebani

Harga emas turun 1% pada hari Selasa. Terbebani oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi. Sementara para investor menantikan lebih banyak data ekonomi AS minggu ini yang dapat mempengaruhi sikap kebijakan Federal Reserve.

Harga emas melemah karena kita melihat pergerakan yang lebih tinggi pada dolar AS. Ada juga beberapa aksi ambil untung menjelang laporan nonfarm payroll di minggu ini.

Indeks dolar naik 0,5% ke level tertinggi tiga minggu terhadap mata uang lainnya. Membuat emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil Treasury AS naik karena investor memposisikan diri untuk pengumuman pengembalian dana Treasury pada hari Rabu. Dan mengantisipasi lebih banyak ketahanan ekonomi di masa mendatang. Meskipun data pada hari Selasa menunjukkan perlambatan aktivitas. (AS/)

Data pada hari Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun ke level terendah dalam lebih dari dua tahun di bulan Juni. Tetapi tetap pada level yang konsisten dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat.

Sementara itu, manufaktur AS tampak stabil pada level yang lebih lemah di bulan Juli di tengah peningkatan bertahap dalam pesanan baru.

Fokus saat ini bergeser ke laporan utama nonfarm payrolls AS untuk bulan Juli yang akan dirilis pada hari Jumat. Secara keseluruhan payrolls diperkirakan akan naik 200.000 pekerjaan di bulan Juli setelah naik 209.000 di bulan Juni.

Emas mengakhiri bulan Juli dengan kenaikan 2,5% – kenaikan bulanan terbesar dalam empat bulan – didorong oleh harapan bahwa bank-bank sentral utama dunia mendekati puncaknya dengan kenaikan suku bunga di tengah tanda-tanda melambatnya inflasi.
Emas spot turun 1% pada $1.944,29 per ons.
– Emas berjangka AS menetap 1,5% lebih rendah pada $ 1.978,80 per oz.

>>Sumber:https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSKBN2ZC1WD

Dolar menekan Emas

Emas menguat pada hari Senin

Emas menguat pada hari Senin kemarin. Mencatatkan bulan terbaik dalam empat bulan terakhir dibantu oleh dolar yang lebih lemah. Dan ekspektasi bahwa bank sentral global utama mendekati akhir dari kenaikan suku bunga.

Sementara itu, Indeks dolar meski semalam melemah. Namun mencatatkan penurunan bulanan kedua berturut-turut, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Data terbaru yang menunjukkan tanda-tanda inflasi yg mereda di Amerika Serikat telah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga tercepat sejak 1980-an.

Menurut CME FedWatch Tools, kemungkinan bahwa Fed akan membiarkan suku bunga tidak berubah tahun ini adalah sebesar 60%.

Saat ini, pelaku pasar berpikir Fed tidak akan bergerak hingga bulan September. Tetapi jika pelaku pasar terus mendapatkan data ekonomi yang kuat, Fed mungkin akan melakukan satu kali kenaikan suku bunga lagi.

Saat ini, pasar emas dan perak sedang menunggu katalis (data) berikutnya… dan jika permintaan dari China mulai pulih. Diperkirakan akan ada lebih banyak kenaikan pada emas dan perak.
– Gold spot naik 0,4% menjadi $1.967,77 per oz.Bullion naik 2,5% sejauh bulan ini.
– Emas berjangka Amerika di tutup naik 0,5% lebih tinggi pada $2.009,20.

(Diberitakan oleh :https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSL1N39H1B3)

Jumat emas Naik

Jumat Emas Naik

Emas naik pada hari Jumat setelah penurunan tajam sehari sebelumnya. Logam mulia ini mendapatkan bantuan oleh dolar yg sedikit melemah karena tanda-tanda penurunan inflasi meningkatkan pemikiran bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mengakhiri siklus pengetatan moneternya.

Inflasi tahunan Amerika melambat secara signifikan pada bulan Juni, (lihat data PCE Jumat kmrn). Inflasi yang diukur dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) turun ke levek 0,2% bulan lalu dari julan sebelumnya 0.3%.

Naiknya suku bunga membuat memegang emas kurang menarik bagi pelaku pasar karena emas batangan tidak menghasilkan bunga.

Tidak ada kejutan berarti pada rilis data Jumat kmrn,
PCE inti, yang diperhatikan secara seksama oleh Fed, di rilis menurun namun sesuai dengan perkiraan. Itu benar-benar tidak terlalu mengejutkan. Selain itu, dolar melemah hari ini dan memberikan sedikit dorongan untuk GOLD.

Sebagain pengingat, Gold tergelincir hampir 1,4% pada hari Kamis minggu lalu untuk mencatat hari terburuknya dalam hampir sebulan setelah data menunjukkan ekonomi Amerika tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal kedua dan klaim pengangguran mingguan turun, mendorong dolar.
– Emas spot naik 0,75% ke $1.959,53 per oz.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,8% lebih tinggi pada $1.960,40.

(Sumbernya:https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSKBN2Z803P)

Harga emas turun

Emas Tergelincir Dari Level Tertinggi

Harga emas tergelincir dari level tertinggi dua bulan-nan pada hari Kamis kemarin. Karena dolar dan imbal hasil obligasi bergerak lebih tinggi. Meskipun ada harapan untuk jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve setelah pertemuan Juli membatasi penurunan.

Beberapa analis mengatakan bahwa Yield Treasury Amerika dan USD sebenarnya sedikit menguat. Jadi pelaku pasar melihat sedikit efek sebaliknya pada emas. Selain itu, area $2.000 ini akan menjadi tantangan (tekhnikal) bagi pasar emas dalam jangka pendek.

Dolar naik 0,6% terhadap para pesaingnya setelah data klaim pengangguran AS. Membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga naik lebih tinggi.
– Emas spot turun 0,4% ke $1.969,53 per oz. Setelah mencapai level tertinggi sejak 17 Mei di awal sesi perdagangan hari Kamis.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,5% lebih rendah pada $1.970,90

Source:https://www.reuters.com/article/global-precious/precious-gold-slips-from-2-month-peak-as-dollar-yields-rebound-idUSL4N3963R1

Dolar menekan Emas

Siklus Kenaikan Suku Bunga

Harga emas di tutup sedikit melemah dan bergerak di kisaran level puncak delapan minggu-an pada hari Rabu kemarin. Setelah data ekonomi baru-baru ini memicu kembali harapan bahwa Federal Reserve akan segera menghentikan siklus kenaikan suku bunga.
– Emas spot turun 0,1% ke $1.977,25 per oz, karena dolar Amerika naik dari posisi terendah 15 bulan.
– Emas berjangka Amerika di tutup hampir sama dengan level pembukaan di sekitar $1.980,80.

Pada hari Selasa lalu, emas melonjak mencapai level tertinggi sejak 24 Mei di $1.984,19. Sebelum akhirnya di tutup naik sekitar 1,2% lebih tinggi setelah penjualan ritel Amerika naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Juni.
Pasar sangat yakin bahwa kenaikan suku bunga akan segera berakhir dan disinflasi terjadi. Setelah pertemuan Fed, jika pasar yakin Fed tidak lagi mempertahankan sikap hawkish, harga emas bisa mencapai $2.000.

Jajak pendapat Reuters memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga acuan semalam sebesar 25 basis poin pada 26 Juli. Dengan sebagian besar ekonom memperkirakan itu akan menjadi kenaikan terakhir dari siklus pengetatan saat ini

Suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi berbunga lebih menarik daripada emas batangan dengan hasil nol.
Pelaku pasar juga akan mengawasi data klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada hari Kamis malam nanti.

Source:https://www.reuters.com/article/global-precious/precious-gold-stalls-near-8-week-highs-on-fed-pause-hopes-idUSL4N3953EN

Harga emas turun

Pelaku Pasar Kembali Ragu

Emas di tutup melemah tipis pada perdagangan hari Senin kemarin di tengah minimnya data penting dari Amerika. Pelaku pasar juga tampaknya kembali ragu tentang apakah Federal Reserve akan segera memberi sinyal untuk mengakhiri jalur pengetatan moneternya.

Sebagai pengingat, Emas membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak April pekan lalu. Di tengah spekulasi bahwa Fed dapat menghentikan kenaikan suku bunga setelah Juli setelah data CPI menunjukkan tren disinflasi.

Semalam Emas sempat melemah di awal sesi Amerika. Tertekan oleh rilis data yg di rilis positif. Membalik forecast pasar yg justru memperkirakan terjadinya penurunan indeks manufactur di New York. Namun harga segera rebound hingga menutup perdagangan harian tipis dibawah level pembukaan.

Di awal minggu ini pelaku pasar tampak belum sepenuhnya memberikan “kata sepakat” untuk trend Bullish emas. Meskipun efek dari laporan data CPI pada Rabu minggu kemarin maish cenderung mendominasi pasar. Namun komentar dari beberapa pejabat FED yg dominan masih menyuarakan perlunya kenaikan suku bunga 2 kali lagi (lihat pernyatan Chrostopher Waller Senin kemarin). Kembali memunculkan keraguan apakah benar FED akan segera mengakhiri siklus kenaikan suku bunga nya setelah kenaikan sukubunga akhir Juli nanti.

Sejauh ini, pelaku pasar masih meyakini bahwa suku bunga USD akan naik lagi sebesar 25 bp pada akhir Juli nanti, menurut CME FEDWatch Tools. Ada sekitar 97.3% peluang kenaikan suku bunga USD pada Kamis dini hari tanggal 27 Juli 2023 minggu depan.
– Emas spot stabil di $1.953,91 per oz.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,4% lebih rendah pada $1.956,40.

Source:https://www.reuters.com/article/global-precious/precious-gold-struggles-for-traction-on-doubts-about-fed-pause-idUSL4N3932PD

 

Jangan Lewatkan ==>Kenaikan Harga Minyak Mentah