Dolar menekan Emas

Dolar menekan Emas

Emas melemah, turun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir pada hari Senin kemarin tertekan oleh dolar yang lebih kuat, sementara pelaku pasar menunggu katalis baru untuk mengukur penurunan setelah angka inflasi Amerika bervariasi minggu lalu.

https://www.reuters.com/article/global-precious-idUSKBN2ZP01Z

Semalam, sentiment safe haven yg lebih memilih mata uang dolar tampak menjadi faktor utama penekan harga emas. Terlepas dari masalah suku bunga.

Dolar melonjak 0,3% ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, Membuat emas batangan dengan harga greenback lebih mahal untuk pembeli di luar negeri, sementara Yield Treasury 10 tahun-nan Amerika mencapai level tertinggi sembilan bulan terakhir pada hari Senin malan tadi.

Pasar terus dilanda penurunan yang cukup signifikan pada long exposure pada emas dan peningkatan signifikan pada short exposure. Pelaku pasar emas spekulatif keluar dari emas dan ekspektasi suku bunga merupakan faktor besar di sini.

SPDR Gold Trust, reksa dana yang diperdagangkan di bursa yang berbasis emas terbesar di dunia. Mengatakan bahwa kepemilikannya turun ke level terendah sejak Januari 2020.
Fokus minggu ini akan tertuju pada data penjualan ritel Amerika (nanti malam). Diikuti oleh risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada hari Rabu (Kamis dini hari) yang dapat menjelaskan selera untuk suku bunga yang lebih tinggi.

– Emas berjangka Amerika di tutup 0,1% lebih rendah di $1.944,00.
– Emas spot turun 0,3% ke $1.907,40 per oz, setelah sempat mencapai level terendah sejak 6 Juli.