Category: Forex

Tiongkok Menjual Mata Uang Dollar Amerika

Tiongkok Menjual Mata Uang Dollar Amerika

Bank-bank besar milik pemerintah Tiongkok terlihat menjual mata uang dollar Amerika. Untuk membeli Yuan di pasar spot dalam dan luar negeri pada awal perdagangan Asia hari Selasa ini, tindakan ini bertujuan untuk mendukung mata uang Tiongkok.

Bank-bank pemerintah China biasanya berdagang atas nama bank sentral di pasar valuta asing negara ini. Namun mereka juga dapat berdagang atas nama mereka sendiri.

Penjualan dolar terjadi setelah para pemimpin tertinggi China berjanji pada hari Senin kemarin untuk meningkatkan dukungan kebijakan bagi perekonomian di tengah pemulihan pasca-COVID-19 yang berliku. Dengan fokus pada peningkatan permintaan domestik dan mengisyaratkan lebih banyak langkah stimulus.

Para pembuat kebijakan juga mengatakan bahwa China akan menjaga nilai tukar yuan pada dasarnya stabil pada tingkat yang wajar dan seimbang. Dan berjanji untuk menyegarkan pasar modal dan memulihkan kepercayaan investor.

Yuan dalam negeri (CNY) menguat lebih dari 0,6% ke level tertinggi 7,1411 per dollar dan berada di 7,1541. Yuan masih turun 3,5% terhadap dollar Amerika sepanjang tahun ini – dan menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terburuk.

 

<Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/china-state-banks-seen-selling-us-dollars-prop-up-yuan-sources-2023-07-25/>

Kenaikan Suku Bunga Kumulatif

Pertemuan Bank Sentral

Euro turun setelah data aktivitas bisnis, mata tertuju pada bank sentral
———-
Euro turun pada hari Senin setelah data aktivitas di negara-negara ekonomi utama dirilis lebih lemah daripada yang diperkirakan. Memberikan sentakan pada pasar di awal minggu yang penuh dengan pertemuan-pertemuan bank sentral. Dimana para investor mengharapkan kenaikan suku bunga di Eropa dan Amerika Serikat.

Mata uang bersama Eropa ini turun 0,43% menjadi $1,1076. Tergelincir setelah sesi Asia yang sepi setelah data PMI menunjukkan aktivitas bisnis mengalami kontraksi di Perancis dan Jerman.

Pertumbuhan zona euro yang lebih lambat akan mengurangi kemungkinan “arus masuk portofolio yang dibutuhkan untuk membawa euro kembali ke kisaran sebelum perang Ukraina di $1,12 hingga $1,20”.

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh para investor minggu ini – Federal Reserve akan mengadakan pertemuan pada hari Rabu. Diikuti oleh Bank Sentral Eropa (ECB) sehari kemudian dan Bank of Japan pada hari Jumat. Serta laporan keuangan dari berbagai perusahaan besar.

Para investor memperkirakan ECB dan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan fokus pada kedua kasus ini adalah pada sinyal-sinyal yang mereka kirimkan di sekitar pertemuan mereka di bulan September. Melunaknya pengukur inflasi mungkin memberi ruang bagi The Fed untuk mengisyaratkan jeda.

<Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/yen-pressured-traders-wait-policy-decisions-2023-07-24/>

Suku Bunga Referensi USD/CNY

Suku Bunga Referensi USD/CNY

PBOC menetapkan suku bunga referensi USD/CNY pada 7,1451 vs 7,1456 sebelumnya. People’s Bank of China menetapkan kurs tengah USD/CNY di 7,1451 pada hari Senin. dibandingkan dengan ketetapan sebelumnya di 7,1456 dan ekspektasi pasar di 7,1795. Perlu dicatat bahwa USD/CNY ditutup di dekat 7,1882 pada hari sebelumnya. Terlepas dari penetapan USD/CNY, PBoC juga mengungkap rincian Operasi Pasar Terbuka (OMO). Dan mengatakan bahwa Bank Sentral China menyuntikkan 14 miliar Yuan melalui reverse repo (RR) 7 hari pada 1,90% vs 1,90% sebelumnya. Dengan RRs senilai 33 miliar yang akan berakhir pada hari Senin, OMO PBoC terlihat net short sebesar 19 miliar untuk hari ini.
————–

Perbedaan antara CNH (Chinese Offshore Renminbi) dan CNY (Chinese Onshore Renminbi)

Chinese Onshore Yuan (CNY) berbeda dengan Chinese Offshore Renminbi (CNH) dalam hal pembatasan perdagangan.
Perbedaan antara CNH (Chinese Offshore Renminbi) dan CNY (Chinese Onshore Renminbi). Terletak pada tempat di mana mata uang Renminbi Tiongkok tersebut diperdagangkan dan diatur.

* CNY (Chinese Onshore Renminbi):
CNY merujuk pada Renminbi (RMB) yang diperdagangkan di pasar keuangan utama di Tiongkok daratan.
Penggunaan CNY terbatas di dalam Tiongkok daratan. Dan pemerintah Tiongkok memberlakukan kontrol valuta yang ketat atas mata uang ini.
CNY diatur oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBOC), yaitu bank sentral Tiongkok.

* CNH (Chinese Offshore Renminbi):
CNH merujuk pada Renminbi (RMB) yang diperdagangkan di luar daratan Tiongkok. Khususnya di pasar keuangan internasional dan wilayah keuangan Hong Kong.
CNH memungkinkan Renminbi diperdagangkan secara bebas di pasar global tanpa pembatasan valuta yang ketat.
CNH adalah instrumen yang digunakan oleh investor dan perusahaan internasional untuk bertransaksi dan berinvestasi dengan mata uang Tiongkok di luar Tiongkok daratan.
CNH memberikan akses lebih mudah bagi pasar global keuangan Tiongkok. Memfasilitasi perdagangan dan investasi lintas batas.

Perbedaan utama antara keduanya adalah pada tingkat pengaturan dan kendali valuta yang dikenakan oleh pemerintah Tiongkok. CNY terutama digunakan untuk transaksi di dalam Tiongkok daratan dengan aturan valuta yang ketat. Sedangkan CNH digunakan untuk transaksi internasional di pasar bebas tanpa kendala yang sama seperti CNY.

Setiap pagi, People’s Bank of China (PBOC) menetapkan apa yang disebut sebagai titik tengah harian. Berdasarkan level penutupan yuan pada hari sebelumnya dan kuotasi yang diambil dari dealer antar bank.

<Source:https://www.fxstreet.com/news/pboc-sets-usd-cny-reference-rate-at-71451-vs-71456-previous-202307240117>

Tiongkok Menjual Mata Uang Dollar Amerika

Data PMI Awal Bulan Juli

Minggu ini akan dimulai pada hari Senin dengan rilis Data PMI awal bulan Juli dari Eropa dan Amerika. Secara umum, sektor manufaktur diperkirakan akan tetap berada di wilayah kontraksi. Sementara sektor jasa diperkirakan akan berekspansi dengan laju yang lebih lambat. Angka-angka ini akan memberikan gambaran sekilas tentang aktivitas ekonomi global selama bulan ini. Pada hari Selasa, Consumer Confidence Amerika akan menjadi perhatian pelaku pasar. Kemudian pada hari Rabu, Australia akan merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Juni dan kuartal kedua. Ini adalah ukuran / acuan utama kondisi tingkat Inflasi di Australia menjelang pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) pada tanggal 1 Agustus.

Kemudian pada hari Kamis dini hari (masih masuh ke dalam perdagangan hari Rabu). Federal Reserve (Fed) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin telah diperhitungkan. Fokus akan tertuju pada pernyataan dan konferensi pers Ketua Powell. Peristiwa ini akan memicu pergerakan tajam di seluruh pasar keuangan. Bahkan jika hasilnya seperti yang diharapkan: kenaikan suku bunga dengan kelanjutan bias hawkish.

Bank Sentral Eropa (ECB)

Ketika pasar terus mencerna keputusan FOMC hingga pada perdagangan hari Kamis paginya. Kamis malam nya Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan keputusan Suku Bunga nya. Selain itu, kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin telah diperhitungkan. Presiden Lagarde diperkirakan akan memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar akan terjadi. Seberapa kuat pesan mengenai pengetatan lebih lanjut akan sangat penting. Pertemuan ECB berikutnya adalah pada bulan September. Mungkin masih terlalu jauh untuk memiliki perspektif yang jelas tentang apa yang mungkin terjadi di sana. Namun, ekspektasi akan relevan dan akan membebani EUR/USD.

Juga pada hari Kamis malam, pembacaan pertama kinerja pertumbuhan Amerika (GDP) selama kuartal kedua akan dirilis. Yang diperkirakan akan berekspansi pada tingkat tahunan sebesar 1,7%, di bawah 2% dari kuartal pertama. Laporan ini mencakup Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti untuk kuartal kedua. Pada saat yang sama, laporan Klaim Pengangguran mingguan dan Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan Juni akan dirilis. Mempertimbangkan pertemuan ECB dan sebagian besar data ekonomi dari Amerika. Hari Kamis lusa akan menjadi hari yang bergejolak.

Bank of Japan (BoJ)

Pada hari Jumat, lebih banyak data ekonomi akan dirilis dari Australia. Dengan Indeks Harga Produsen (Q2) dan Penjualan Ritel bulan Juni. Peristiwa penting selama sesi Asia hari Jumat adalah keputusan Bank of Japan (BoJ). Namun, tidak banyak yang diharapkan dari bank sentral ini. Sebuah laporan dari Reuters menyebutkan bahwa meskipun inflasi di Jepang meningkat. Bank sentral cenderung untuk membiarkan strategi kontrol kurva imbal hasil tidak berubah.

Inflasi CPI awal bulan Juli dari negara-negara Eropa akan mulai dirilis pada hari Jumat dengan Spanyol dan Jerman. Dengan perkiraan perlambatan pada tingkat tahunan. Pada hari itu, data inflasi Amerika juga akan dirilis dengan Indeks Biaya Tenaga Kerja untuk kuartal kedua dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti untuk bulan Juni (namun, tidak ada kejutan yang akan terjadi mengingat data ini termasuk dalam laporan PDB/GDP yang akan dirilis Kamis sehari sebelumnya). Kanada akan melaporkan pertumbuhan PDB bulanan (Mei).

Selama minggu ini, lebih banyak perusahaan, termasuk Microsoft, Alphabet, Meta Platforms, dan Amazon, akan melaporkan pendapatan yang dapat membebani sentimen pasar.

<Source:https://www.fxstreet.com/news/forex-today-a-busy-week-ahead-and-its-not-all-about-central-banks-202307211854>

Kamis Dolar Melemah

Dolar Menguat Pada Hari Kamis

Dolar menguat pada hari Kamis malam tadi setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran tiba-tiba turun minggu lalu, mengembalikan perkiraan bahwa Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga jika ekonomi tetap kuat.

Klaim untuk tunjangan pengangguran turun 9.000 menjadi 228.000 untuk pekan yang dihitung hingga tanggal 15 Juli, sementara Forecast memperkirakan 242.000 klaim untuk minggu terakhir.

Data lain malam tadi adalah penjualan rumah yang ada turun ke level terendah selama lima bulan terakhir pada bulan Juni, tertekan oleh kekurangan jumlah rumah yang kronis di pasar yang memperlambat laju penurunan harga rumah tahunan.

Pelaku pasar akan fokus pada komentar Ketua Fed Jerome Powell setelah keputusan suku bunga USD pada hari Kamis dini hari minggu deoan untuk mendapatkan petunjuk baru apakah kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan September.
– Indeks dolar naik 0,62% terhadap sejumlah mata uang utama menjadin100.85

* EURUSD Euro turun 0,67% menjadi $1,1127.
Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 27 Juli, menurut perkiraan paea ekonom dalam jajak pendapat Reuters, sebagian besar dari mereka sekarang juga mengharapkan kenaikan suku bunga lain di bulan September.

* GBPUSD juga melemah, pada hari Rabu lalu terlihat bahwa tingkat inflasi di Inggris turun 7,9%, yang kemungkinan akan mengurangi beberapa tekanan pada Bank of England untuk terus menaikkan suku bunga secara tajam. Tingkat Suju Bunga hipotek Inggris juga turun pada hari Kamis untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan terakhir.
Mata uang Inggris turun 0,61% pada $1,2859 dan telah jatuh dari $1,3144 Kamis lalu, yang merupakan level tertinggi sejak April 2022.

Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/sterling-takes-beating-dollar-gains-ground-2023-07-20/

Kamis Dolar Melemah

Imbal Hasil Treasury

Dolar merosot terhadap sekeranjang mata uang pada hari Senin setelah pekan lalu mengalami penurunan mingguan terbesar tahun ini karena imbal hasil Treasury jatuh, tetapi bertahan di atas posisi terendah lebih dari satu tahun yang dicapai pada hari Jumat tanpa katalis utama untuk mendorong pasar arah.

Minggu ini kemungkinan akan melihat dolar berkonsolidasi karena investor menunggu pertemuan Federal Reserve minggu depan, ketika bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 25 basis poin.

Fokus utama ekonomi AS minggu ini adalah laporan penjualan ritel untuk Juni pada hari Selasa, meskipun data tersebut tidak mungkin mempengaruhi jalur kebijakan moneter.

Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan pengetatan 32 basis poin tambahan dengan suku bunga acuan diperkirakan akan mencapai puncaknya di 5,40% pada bulan November. Itu menyiratkan bahwa pasar melihat peluang yang rendah untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut setelah pertemuan Fed pada 25-26 Juli.

Imbal hasil Treasury AS turun tajam minggu lalu karena melambatnya inflasi harga konsumen dan produsen di bulan Juni meningkatkan ekspektasi bahwa tekanan harga akan terus moderat, dan pada gilirannya menyebabkan kebijakan moneter yang lebih dovish.
– Indeks dolar terakhir turun 0,12% pada 99,832, setelah jatuh ke 99,574 pada hari Jumat, terendah sejak April 2022.

Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-licks-wounds-china-data-looms-2023-07-17/

 

Info Lain==>Pelaku Pasar Kembali Ragu

Indeks futures Dow naik tipis

Indeks futures Dow naik tipis 48 poin atau 0,14%, indeks futures S&P 500 bertambah 8 poin atau 0,18%, dan indeks futures Nasdaq 100 menguat 32 poin qQatau 0,21%.

Saham-saham berjangka Amerka secara umum masih bergerak cenderung datar. Karena para investor menantikan rilis angka-angka inflasi yang sangat penting.

Perusahaan perancang chip yang berbasis di Inggris, Arm, dikabarkan sedang bernegosiasi untuk mendatangkan Nvidia (NASDAQ: NVDA) sebagai investor utama dalam rencana penawaran saham perdananya. Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya yang dikutip oleh Financial Times.

Regulator di AS telah dihubungi oleh kedua perusahaan, dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran yang mungkin terjadi. Penjualan Arm senilai $66 miliar oleh SoftBank Jepang (TYO: 9984) kepada Nvidia dibatalkan tahun lalu setelah regulator di AS, Inggris, dan Uni Eropa menyuarakan keprihatinan persaingan atas kesepakatan tersebut.

Merger Microsoft (NASDAQ:MSFT) senilai $69 miliar dengan Activision Blizzard (NASDAQ:ATVI) mendapat dorongan besar. Setelah hakim pengadilan federal menolak kekhawatiran antimonopoli AS atas kesepakatan tersebut pada hari Selasa.

Source;https://www.nasdaq.com/articles/daily-markets-inflation-fed-to-drive-todays-market-action

Bursa Saham Amerika Mencapai 10,20 Miliar

Volume di bursa saham Amerika mencapai 10,20 miliar saham. Dibandingkan dengan rata-rata 11,09 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Saham-saham yang naik melebihi saham-saham yang turun di NYSE. Dengan rasio 2,23 banding 1; di Nasdaq, rasio 2,06 banding 1 mendukung saham-saham yang naik.

S&P 500 membukukan 28 saham mencetak level tertinggi baru. Dan 4 saham mencetak level terendah baru dalam 52 minggu terakhir. Nasdaq Composite mencatat 59 saham mencetak level tertinggi dan 47 saham mencetak level terendah baru.
– Dow Jones Industrial Average naik 209,52 poin, atau 0,62%, menjadi 33.944,4.
– S&P 500 menguat 10,58 poin, atau 0,24%, pada 4.409,53.
– Nasdaq Composite menguat 24,77 poin, atau 0,18%, pada 13.685,48

Bursa saham Amerika

Bursa saham Amerika di tutup menguat pada hari Senin kemarin. Setelah mengalami pelemahan pada minggu lalu. Sementara komentar pejabat Federal Reserve mendukung pandangan bahwa bank sentral Amerika mungkin mendekati akhir siklus pengetatannya.

Indeks S&P 500 menambah penguatan sebelum penutupan. Dengan sikap kehati-hatian pelaku pasar mendominasi di sebagian besar sesi perdagangan Amerika menjelang laporan harga konsumen (CPI) pada hari Rabu dan dimulainya laporan keuangan (Earning Report) kuartal kedua pada akhir pekan ini.

Para pelaku pasar ingin melihat apakah tekanan harga terus berkurang. Hal ini dapat menjelaskan prospek suku bunga, dengan banyak trader yang memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini.
Senin sore kemarin Beberapa pejabat The Fed mengatakan bahwa kenaikan suku bunga tambahan diperlukan untuk menurunkan inflasi yang masih terlalu tinggi. Tetapi akhir dari siklus pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika saat ini sudah semakin dekat.

Laporan Pendapatan perusahaan-perusahaan S&P 500 akan dimulai secara tidak resmi minggu ini. Dengan laporan-laporan dari beberapa bank-bank besar Amerika. Para analis memperkirakan pendapatan akan turun 6,4% pada kuartal kedua dari periode tahun lalu.
Di antara saham-saham berkinerja terbaik malam tadi adalah saham Intel (NASDAQ: INTC) naik 2,8% dan indeks semikonduktor naik 2,1%.

Saham Icahn Enterprises melonjak 20,2% setelah perusahaan investasi ini mengatakan bahwa Carl Icahn (pendiri dan Pemilik Ichan Enterprises) dan bank-bank telah menyelesaikan perjanjian pinjaman yang telah diamandemen yang memisahkan pinjaman pribadi dari harga perdagangan perusahaannya.

 

Suku Bunga Referensi USD/CNY

Pergerakan Berlebihan Di Pasar Mata Uang

Dolar sedikit menguat pada hari Senin terhadap sejumlah mata uang utama dan naik terhadap yen yang berada di bawah pengawasan intervensi setelah menteri keuangan Jepang memperingatkan pekan lalu tentang pergerakan berlebihan di pasar mata uang.
Dolar awalnya melemah di tengah berita manufaktur Amerika. Merosot lebih lanjut pada Juni ke level yang terakhir terlihat ketika ekonomi terhuyung-huyung dari gelombang awal pandemi COVID-19.

Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI manufaktur turun menjadi 46,0 dari 46,9 pada Mei, pembacaan terendah sejak Mei 2020. Ini menandai bulan kedelapan berturut-turut PMI berada di bawah ambang batas 50 yang menunjukkan kontraksi.
Tadi malam kunci nya justru ada pada Manufacturing Prices yg menunjukkan harga yang dibayarkan. Yang jauh lebih lemah dari yang diperkirakan.
ISM Manufacturing Prices (harga yang dibayarkan oleh produsen) turun menjadi 41,8 di bulan Juni dari 44,2 di bulan sebelumnya. Karena hambatan dalam rantai pasokan mereda dan biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi permintaan.

Yield Treasuries dua tahun-nan yang sensitif terhadap suku bunga pada awalnya turun karena berita tersebut. Sebelum kemudian berbalik naik lebih tinggi, seperti halnya dolar. Yield Dua tahun-nan mencapai level tertinggi dalam hampir empat bulan di 4,963%.

Indeks dolar , ukuran mata uang Amerija terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,039%.

Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/yen-tentative-dollar-soft-traders-weigh-fed-rate-hike-path-2023-07-03/

Kenaikan Suku Bunga Kumulatif

Kenaikan Suku Bunga Kumulatif

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyampaikan pidato pengantar pada hari kedua Forum ECB tentang Perbankan Sentral, di Sintra, pada hari Selasa kemarin.

Beberapa kata kunci dari pidato Lagarde :
Kita harus memastikan bahwa ekspektasi inflasi tetap berlabuh saat proses mengejar upah berjalan.

Kami belum melihat dampak penuh dari kenaikan suku bunga kumulatif yang telah kami putuskan sejak Juli lalu.

jika perusahaan mendapatkan kembali 25% dari margin keuntungan yang hilang yang diperkirakan oleh proyeksi kami. Inflasi pada tahun 2025 akan jauh lebih tinggi dari garis dasar – hampir 3%.

Kecil kemungkinan bahwa dalam waktu dekat bank sentral akan dapat menyatakan dengan keyakinan penuh bahwa suku bunga puncak telah tercapai.

Inilah sebabnya mengapa kebijakan kami perlu diputuskan rapat demi rapat dan harus tetap bergantung pada data.

Tarif ( Suku Bunga) akan tetap tinggi selama diperlukan.

Source:https://www.cnbc.com/2023/06/27/lagarde-says-inflation-still-too-high-in-euro-area-cannot-declare-victory-yet-.html