Dolar Menguat Pada Hari Kamis

Kamis Dolar Melemah

Dolar menguat pada hari Kamis malam tadi setelah data menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran tiba-tiba turun minggu lalu, mengembalikan perkiraan bahwa Federal Reserve dapat terus menaikkan suku bunga jika ekonomi tetap kuat.

Klaim untuk tunjangan pengangguran turun 9.000 menjadi 228.000 untuk pekan yang dihitung hingga tanggal 15 Juli, sementara Forecast memperkirakan 242.000 klaim untuk minggu terakhir.

Data lain malam tadi adalah penjualan rumah yang ada turun ke level terendah selama lima bulan terakhir pada bulan Juni, tertekan oleh kekurangan jumlah rumah yang kronis di pasar yang memperlambat laju penurunan harga rumah tahunan.

Pelaku pasar akan fokus pada komentar Ketua Fed Jerome Powell setelah keputusan suku bunga USD pada hari Kamis dini hari minggu deoan untuk mendapatkan petunjuk baru apakah kemungkinan akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan September.
– Indeks dolar naik 0,62% terhadap sejumlah mata uang utama menjadin100.85

* EURUSD Euro turun 0,67% menjadi $1,1127.
Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 27 Juli, menurut perkiraan paea ekonom dalam jajak pendapat Reuters, sebagian besar dari mereka sekarang juga mengharapkan kenaikan suku bunga lain di bulan September.

* GBPUSD juga melemah, pada hari Rabu lalu terlihat bahwa tingkat inflasi di Inggris turun 7,9%, yang kemungkinan akan mengurangi beberapa tekanan pada Bank of England untuk terus menaikkan suku bunga secara tajam. Tingkat Suju Bunga hipotek Inggris juga turun pada hari Kamis untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan terakhir.
Mata uang Inggris turun 0,61% pada $1,2859 dan telah jatuh dari $1,3144 Kamis lalu, yang merupakan level tertinggi sejak April 2022.

Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/sterling-takes-beating-dollar-gains-ground-2023-07-20/