Archive: 18 April 2023

Risalah RBA: Bank sentral Australia mempertimbangkan kenaikan suku bunga

Risalah RBA: Bank sentral Australia secara aktif mempertimbangkan kenaikan suku bunga bulan April sebelum memutuskan untuk berhenti sejenak.


Notulen rapat kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) tanggal 4 April yang dirilis pada hari Selasa, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Menunjukkan bahwa RBA menghadapi keputusan sulit ketika memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga. Mengingat adanya lonjakan migrasi yang mengejutkan dan kenaikan gaji bagi para pegawai negeri. Kedua faktor ini menambah alasan bagi RBA untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

“Pada akhirnya, para anggota merasa bahwa yang terbaik adalah menahan diri untuk saat ini dan menilai dampak pengetatan sebesar 350 basis poin yang telah dilakukan. Yang jelas-jelas telah membantu mendinginkan permintaan konsumen”.

Para anggota setuju bahwa ada alasan yang lebih kuat untuk berhenti sejenak pada pertemuan ini. Dan akan menilai kembali perlunya pengetatan lebih lanjut pada pertemuan-pertemuan selanjutnya,” demikian tertulis dalam notulen.

“Dewan ingin melihat data inflasi, ketenagakerjaan, konsumsi dan kondisi bisnis di bulan April. Bersama dengan perkiraan ekonomi terbaru dari staf RBA sebelum memutuskan apakah akan mengubah tingkat suku bunga 3,6% pada pertemuan bulan Mei.

 Gubernur RBA, Philip Lowe, menegaskan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan tanggal 4 April tidak menyiratkan bahwa kenaikan suku bunga telah berakhir. Jika inflasi dan permintaan konsumen tetap tinggi, RBA masih mungkin akan mengetatkan kebijakan moneter lebih lanjut di masa depan.

Notulen rapat kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) menunjukkan bahwa Dewan mencatat kekuatan sistem perbankan domestik dalam menahan tekanan di pasar keuangan global. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa RBA tidak mengekang kebijakan moneter. Meskipun demikian, RBA tetap memperhatikan perkembangan ekonomi global dan siap mengambil tindakan jika diperlukan.
————
(source : https://www.rba.gov.au/monetary-policy/rba-board-minutes/2023/2023-04-04.html)

 

Baca lagi : Data Inflasi Amerika

Peningkatan aktivitas bisnis

Survei Manufaktur Empire State Menunjukkan Peningkatan Aktivitas Bisnis di Negara Bagian New York

Aktivitas bisnis meningkat di Negara Bagian New York untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir.  Menurut perusahaan-perusahaan yang merespons Survei Manufaktur Empire State April 2023. Indeks kondisi bisnis umum utama naik tiga puluh lima poin menjadi 10,8. Ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang merespons survei merasakan adanya peningkatan dalam kondisi bisnis mereka.

Pesanan dan pengiriman baru juga mengalami lonjakan, sementara waktu pengiriman bertahan stabil. Dan persediaan bergerak lebih tinggi. Namun, ada penurunan baik dalam tenaga kerja maupun jam kerja selama tiga bulan berturut-turut, meskipun aktivitas bisnis meningkat.

Kenaikan harga input moderat, yang berarti bahwa peningkatan harga tidak terlalu signifikan. Harga jual juga meningkat pada kecepatan yang sama seperti bulan lalu, menunjukkan bahwa perusahaan dapat menyesuaikan harga dengan baik dengan kondisi pasar saat ini.

Meskipun harapan sedikit perbaikan dalam kondisi bisnis selama enam bulan ke depan, perusahaan perlu memperhatikan penurunan tenaga kerja dan jam kerja yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Hal ini dapat berdampak pada produktivitas dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang memadai.

Detail Indeks

  • Indeks pesanan baru naik empat puluh tujuh poin menjadi 25,1, dan indeks pengiriman naik tiga puluh tujuh poin menjadi 23,9, mengindikasikan bahwa pesanan dan pengiriman meningkat secara substansial setelah menurun dalam beberapa bulan terakhir
  • Indeks jumlah karyawan tetap negatif selama tiga bulan berturut-turut di -8,0, dan indeks rata-rata minggu kerja bertahan di bawah nol di -6,4, mengindikasikan bahwa lapangan kerja dan jam kerja menyusut. Indeks harga yang dibayarkan turun sembilan poin menjadi 33,0, mengindikasikan bahwa kenaikan harga input telah berkurang. Indeks harga yang diterima bertahan stabil di 23,7, menunjukkan bahwa laju kenaikan harga jual tidak banyak berubah.
  • Indeks untuk kondisi bisnis di masa depan naik tipis menjadi 6,6, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tidak memperkirakan aktivitas akan meningkat pesat dalam enam bulan ke depan.
  • Indeks belanja modal naik tiga poin menjadi 16,5, dan indeks belanja teknologi berada di angka 10,3.

Sumber : https://www.newyorkfed.org/survey/empire/empiresurvey_overview.html#tabs-1

Baca : Inflasi Amerika Mereda

Imbal Hasil 10 Tahun Lebih Rendah

Inflasi Amerika Mereda

Inflasi

Inflasi yang mulai mereda dan menuju ke tingkat inflasi yang lebih rendah di Amerika dapat memiliki dampak yang signifikan bagi pelaku pasar. Di satu sisi, ini dapat memberikan ketenangan dan stabilitas bagi para investor. Karena harga-harga akan lebih terkendali dan tidak terlalu cepat naik. Namun, di sisi lain, ini juga dapat menunjukkan perlambatan ekonomi yang mungkin tidak diinginkan oleh pelaku pasar.

Pelaku pasar harus mengamati kondisi-kondisi ekonomi dan keuangan dengan cermat untuk memprediksi tren inflasi di masa depan. Jika inflasi benar-benar mereda dan menuju tingkat yang lebih rendah. Maka pelaku pasar harus menyesuaikan strategi investasi mereka.

Misalnya, mereka mungkin akan beralih dari investasi yang dianggap sebagai perlindungan terhadap inflasi ke investasi lain. Yang lebih menguntungkan dalam lingkungan inflasi yang lebih rendah.

inflasi yang rendah tidak selalu baik untuk perekonomian. Jika inflasi terlalu rendah atau bahkan deflasi terjadi, hal itu dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, memicu pengangguran dan bahkan resesi ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Tidak hanya mengandalkan satu faktor saja dalam membuat keputusan investasi.

Dolar Melemah

Dolar jatuh melemah hingga ke level terendah dalam dua bulan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada hari Kamis kemarin. Data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika secara tak terduga turun pada bulan Maret, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga.

Indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir turun 0,5% bulan lalu. Dalam 12 bulan hingga Maret, PPI meningkat 2,7%. Itu adalah kenaikan PPI tahun-nan terkecil sejak Januari 2021. Setelah mencatatkan kenaikan 4,9% di bulan Februari.

Data tersebut di rilis setelah sehari sebelumnya laporan tingkat Inflasi (CPI) mencapai 5% utk rentang tahun-nan di bulan Maret, turun dari 6% di bulan Februari. Inflasi inti – yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak – meningkat menjadi 5,6%, dari 5,5% bulan sebelumnya.

Lampiran kalender ekonomi lain pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diperkirakan minggu lalu. Tanda lebih lanjut bahwa kondisi pasar tenaga kerja mengendur karena biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi permintaan dalam perekonomian.

Rilis ekonomi utama Amerika berikutnya adalah penjualan ritel (Retail Sales) pada hari Jumat malam nanti, yang akan diamati pelaku pasar untuk mengetahui bagaimana inflasi memengaruhi pengeluaran konsumen.
– Indeks dolar jatuh ke 100,84, terendah sejak 2 Februari

Emas

Emas terus naik pada hari Kamis dean terus berada dalam tren membuat “level high baru dalam skala kecil” setiap harinya dalam perjalanan menuju level all time high yg tercapai pada Agustus 2020.

Kenaikan harga emas pada hari Kamis kemarin terjadi setelah PPI Amerika turun paling besar dalam hampir tiga tahun terakhir pada bulan Maret lalu. Memperkuat anggapan bahwa inflasi telat surut secara besar-besaran dari level tertinggi sepanjang empat dekade. Sehari sebelumnya, data menunjukkan harga konsumen (CPI) tumbuh sekitar satu persen di bawah level Februari di bulan Maret.
– Emas Berjangka di tutup pada level $2.055,30 per troy ounce, naik $30,40, atau 1,5% setelah sempat mencetak level tertinggi harian di $2.063,15 (hanya kurang dari $16 dari harga tertinggi sepanjang masa yg tercetak pada Agustus 2020)
– Emas spot naik hingga $2.048,66. (Harga spot kurang dari $25 dari rekor tertinggi $2.075)

Perhatikan bahwa Spread antara emas berjangka dan emas spot semakin menipis dari hari ke hari dan saat ini berada di kurang dari $15. Ini menunjukkan kekuatan umum emas dan demonstrasi yang jelas tentang bagaimana harga fisik konvergen menuju harga berjangka yang lebih tinggi.

OIL

OIL turun melemah sebesar $1 per barel pada hari Kamis kemarin. Karena laporan OPEC memicu kekhawatiran berkurangnya permintaan minyak mentah pada musim panas. Disusul aksi profit taking para pelaku pasar energi setelah harga minyak mentah global mencapai level tertinggi multi-bulan di hari sebelumnya.

Kedua tolok ukur telah naik 2% pada hari Rabu ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Meredanya inflasi Amerika mendorong keyakinan bahwa Federal Reserve akan berhenti menaikkan suku bunga.
– Brent turun $1,24, atau 1,4%, menutup perdagangan harian di level $86,09 per barel.
– West Texas Intermediate tergelincir $1,10, atau 1,3%, ditutup pada $82,16 per barel.


Kunjungi https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/ utk ulasan berita fundamental yg lebih komprehensif dan up to date.

Focus News :
– 19:30 | USD | Retail Sales m/m ( F: -0.4% , P: -0.4% )
– 19:30 | USD | Core Retail Sales m/m ( F: -0.4% , P: -0.1% )
– 21:00 | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment ( F: 62.0 , P: 62.0 )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS : Indeks Harga Produsen (PPI) tingkat tahunan turun menjadi 2,7% pada Maret dibanding 4,9% di Februari (direvisi dari 4,6%), menguatkan ekspektasi Fed  segera melunak. PPI Inti, diluar makanan dan energi, tingkat tahunan turun menjadi 3,4% dari 4,5%. Basis bulanan, PPI dan PPI Inti berada di kontraksi -0,5% (dari 0%) dan -0,1% (dari 0,2%)
  • Departemen Tenaga Kerja AS : ada 239.000 klaim awal tunjangan pengangguran sepekan.
  • Laporan bulanan OPEC : perkiraan permintaan minyak global tahun 2023 tidak berubah pada 2,32 juta bph. Produksi minyak OPEC turun 86.000 bph di Maret menjadi 28,80 juta bph. Permintaan minyak China naik 760.000 bpd pada 2023. Pembukaan China belum cukup membalikkan tren penurunan global
  • Pejabat senior dari AS, Eropa dan Inggris bertemu dengan lembaga keuangan untuk pengarahan tentang upaya Rusia untuk menghindari sanksi Barat. Pejabat tinggi intelijen AS berbagi informasi tentang bagaimana Rusia menggunakan badan intelijen militer GRU dan Layanan Keamanan Federal (FSB) untuk mencoba menghindari sanksi dan kontrol ekspor
  • UE akan mengeluarkan sanksi baru untuk menghentikan Rusia menciptakan mesin perang. Eropa telah meluncurkan 10 paket sanksi, dan masih memiliki paket lain. Selain memberikan sanksi lebih lanjut, Brussel juga akan berusaha memastikan sanksi diterapkan “secara efektif” sehingga semakin sulit bagi individu dan entitas untuk menghindarinya
  • Harga minyak ural, kelas minyak ekspor andalan Rusia, menguat sejak pengumuman pengurangan OPEC+, mengancam batas harga yang disepakati G7 dan Uni Eropa. Ural saat ini diperdagangkan hampir $60 per barel. Pengekspor Ural khawatir harga yang mendekati $60 dapat menyebabkan permasalahan, karena menghindari risiko yang dapat melanggar aturan G7 dan Uni Eropa
Defisit anggaran Amerika

Defisit anggaran Amerika

Defisit anggaran Amerika mencapai $1,1 triliun pada paruh pertama tahun fiskal 2023.
———-
Pemerintah AS mencatat defisit anggaran sebesar $ 378 miliar pada bulan Maret. Departemen Keuangan menginformasikan bahwa total penerimaan pada bulan Maret mencapai $ 313 miliar dan pengeluaran melonjak menjadi $ 691 miliar.

Pada bulan yang sama tahun lalu, defisitnya mencapai $193 miliar. Sejauh ini, selama tahun fiskal 2023, defisit fiskal mencapai $1,1 triliun, 65% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Total defisit pada tahun fiskal 2022 adalah $1,3 triliun.
———–
source : From fiscal.treasury.gov

read again >> Analisa Teknikal dan Fundamental 12 April 2023

Minutes of the Federal Open Market Committee

Komite Pasar Terbuka Federal

Dini hari tadi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) merilis notulen pertemuan 21-22 Maret. Yang hanya mendorong sedikit pergerakan di pasar FX. Menurut dokumen tersebut, proyeksi para staf termasuk “resesi ringan yang dimulai akhir tahun ini, dengan pemulihan selama dua tahun berikutnya”.

Pada bulan Maret, Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% – 5,0%. Seperti yang diharapkan di tengah gejolak perbankan. Sejak pertemuan tersebut, kekhawatiran perbankan mereda dan data inflasi yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan Indeks Harga Konsumen melambat menjadi 5% di bulan Maret. Terendah sejak Mei 2021; namun, suku bunga Inti naik tipis menjadi 5,6%. Risalah tersebut menunjukkan bahwa beberapa pejabat The Fed akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin. Jika tidak ada perkembangan di sektor perbankan.

Beberapa kata kunci yg menjadi perhatian aktor pasar :
————-

“Mengingat penilaian mereka terhadap potensi dampak ekonomi dari perkembangan sektor perbankan baru-baru ini. Proyeksi staf pada saat pertemuan bulan Maret termasuk resesi ringan yang dimulai akhir tahun ini, dengan pemulihan selama dua tahun ke depan.”

“Dalam menilai prospek ekonomi, para peserta mencatat bahwa sejak mereka bertemu di bulan Februari. Data inflasi, ketenagakerjaan, dan aktivitas ekonomi secara umum lebih kuat daripada yang diharapkan. Namun, mereka juga mencatat bahwa perkembangan di sektor perbankan yang terjadi di akhir periode pertemuan mempengaruhi pandangan mereka terhadap prospek ekonomi dan kebijakan serta ketidakpastian seputar prospek tersebut.”

“Para peserta setuju bahwa pasar tenaga kerja masih sangat ketat.”

“Semua peserta Komite Pasar Terbuka Federal setuju bahwa adalah tepat untuk menaikkan kisaran target suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi 4¾ hingga 5 persen. Semua peserta juga setuju bahwa adalah tepat untuk melanjutkan proses pengurangan kepemilikan sekuritas Federal Reserve”

Sumber Minutes of the Federal Open Market Committee

Read more Data Inflasi Amerika

Inflasi CPI Australia turun

Data Inflasi Amerika

Data Inflasi

Mata uang Dolar Amerika melemah secara umum pada perdagangan hari Rabu kemarin, utamanya pada sesi Amerika pasca rilis data CPI yg sering disebut dengan data tingkat inflasi. Tingkat inflasi mengacu pada kenaikan umum dalam harga barang dan jasa dalam suatu ekonomi dalam periode waktu tertentu. Data tingkat inflasi biasanya diukur dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang membandingkan harga-harga dari sekelompok barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dalam suatu wilayah atau negara pada periode waktu tertentu, dengan harga-harga pada periode waktu sebelumnya.

Seperti yg telah kita ketahui semalam, Inflasi Amerika (CPI) naik 0,1% pada bulan Maret, di bawah Perkiraan yg menghitung kenaikan 0,3%, dan pada tingkat tahunan melambat menjadi 5%, terkecil sejak Mei 2021. Namun, tingkat Inflasi Inti (Core CPI) naik tipis dari 5,5% menjadi 5,6%.
Terlepas dari “Bandelnya” inflasi Inti, pasar obligasi terus bertaruh pada penurunan suku bunga di akhir tahun 2023 sementara kondisi di lapangan masih terlihat beberapa potensi kenaikan suku bunga lainnya pada pertemuan FOMC bulan Mei (yang terakhir).
Penurunan Yields Obligasi pemerintah Amerika juga membebani Dolar.
– Indeks Dolar turun ke 101,50 dan membukukan pelemahan harian terendah sejak Februari.

Masih akan ada Lebih banyak data inflasi dari Amerika yg akan dirilis pada hari Kamis malam nanti. Kali ini inflasi dari sisi Produsen dengan gg sering disebut denhan PPI (penjelasan tentang PPI bisa dilihat di https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/. Laporan Klaim Pengangguran mingguan juga akan dirilis nanti malam.

Emas

Emas bersinar karena taruhan untuk “berhentinya” reli kenaikan suku bunga FED semakin meningkat. Harga emas melonjak pada hari Rabu malam tadi oleh tanda tanda meredanya tingkat inflasi yg mendukung keyakinan bahwa Federal Reserve dapat saja menghentikan pengetatan kebijakannya (kenaikan suku bunga) setelah kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei bulan depan.

Data CPI semalam menunjukkan pertumbuhan tingkat inflasi yg menurun untuk rentang waktu bulanan. Untuk ulasan berita mengenai tingkat inflasi Amerika, bisa dilihat di https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/.

CPI (Indeks Harga Konsumen) Amerika yang lebih lemah telah menimbulkan keraguan pada pelaku pasar apakah Fed sekarang akan menaikkan suku bunga bulan depan. Di sisi lain, Menurunnya ekspektasi suku bunga mengurangi kekhawatiran resesi dan membantu mendukung harga aset berdenominasi dolar pada saat yang sama.
– Emas spot naik 0,6% ke $2.014,39 per troy ounce dan sempat naik sebanyak 1,3% sebelumnya.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,3% lebih tinggi pada $2.024,90.

Harga minyak naik 2% pada hari Rabu ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Data inflasi AS yang mendingin mendorong harapan bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga dan meredam dampak dari membangun stok minyak mentah AS .

Semalam data inflasi Amerika di rilis melemah.
Departemen Tenaga Lerja Amerika melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,1% bulan lalu setelah naik 0,4% pada Februari.
Untyk rentang waktu tahunan yg dihitung hingga hingga 31 Maret, CPI meningkat 5%, kenaikan tahunan terkecil sejak Mei 2021.

Penasihat ekonomi utama Presiden Joe Biden yg juga merupakan mantan wakil ketua Federal Reserve, Lael Brainard, juga mengatakan dia melihat inflasi turun.

Stok Minyak

Oil juga mendapat dorongan dari spekulasi bahwa pemerintahan Biden akan mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) yang berada di posisi terendah dalsm hampir empat dekade.
Pemerintah berharap untuk mengisi ulang SPR dengan harga yang “menguntungkan bagi pembayar pajak” selama sisa tahun ini, kata Sekretaris Energi Granholm.

Pelaku pasar energi bahkan mengabaikan peningkatan dalam stok minyak mentah mingguan Amerika. Menghubungkannya dengan pelepasan minyak yang diamanatkan kongres dari cadangan darurat Amerika serta ekspor yang lebih rendah pada awal bulan Maret lalu.

Peningkatan stok minyak mentah mingguan Amerika yang tidak mempengaruhi pasar dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti pelepasan minyak dari cadangan strategis Amerika dan ekspor yang lebih rendah pada bulan Maret lalu.

Pelepasan minyak dari cadangan strategis Amerika dapat mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak mentah. Sehingga dapat mempengaruhi harga minyak mentah secara langsung. Selain itu, ekspor yang lebih rendah juga dapat menunjukkan adanya penurunan permintaan global terhadap minyak mentah. Dapat mempengaruhi harga minyak mentah di pasar global.

Untuk rincian data Cadangan Minyak Mentah Amerika versi E.I.A silahkan kunjungi https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/.
– Brent ditutup naik $1,72, atau 2,01%, menjadi $87,33 per barel, tertinggi sejak akhir Januari.
– West Texas Intermediate ditutup naik $1,73, atau 2,1%, menjadi $83,26, tertinggi dalam lima bulan terakhir

Focus News :
– 18:00 | All | OPEC Monthly Report
– 19:30 | USD | PPI m/m ( F: 0.0% , P: -0.1% )
– 19:30 | USD | Core PPI m/m ( F: 0.2% , P: 0.0% )
– 19:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 233K , P: 228K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS : inflasi, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), turun menjadi 5% di Maret dari 6% di Februari tingkat tahunan, terendah sejak Mei 2021. IHK Inti tahunan, tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik tipis menjadi 5,6% dari sebelumnya 5,5%
  • Risalah Fed Maret : beberapa pejabat mempertimbangkan jeda kenaikan suku bunga pada Maret, tetapi setuju untuk menaikkan. Krisis perbankan mungkin akan memasukkan ekonomi ke resesi akhir tahun ini. “Mengingat dampak sektor perbankan, proyeksi pertemuan Maret akan ada resesi mulai akhir tahun ini, dengan pemulihan mungkin akan berjalan selama dua tahun berikutnya.” Meskipun FOMC menyetujui peningkatan, itu mengubah bahasa pernyataan pasca-pertemuan, sebelumnya merujuk pada perlunya “peningkatan berkelanjutan”, mengubah frasa menunjukkan lebih banyak kenaikan “mungkin sesuai”
  • Presiden Fed San Francisco Daly : sementara ekonomi menguat, pengetatan pasar tenaga kerja, dan inflasi yang tinggi, menunjukkan Fed memiliki “lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan” pada kenaikan suku bunga, faktor lain termasuk kondisi kredit yang ketat dapat memperdebatkan untuk berhenti sebentar
  • Presiden Fed Minneapolis Kashkari melihat potensi resesi tahun ini. Kenaikan suku bunga dan perlambatan pinjaman, setelah runtuhnya beberapa bank AS, dapat memicu potensi resesi. Namun membiarkan inflasi tetap tinggi kemungkinan akan lebih buruk
  • EIA : stok minyak mentah AS naik 597.000 barel menjadi 470,5 juta barel. Stok bensin turun 330.000 barel. Stok distilasi turun 606.000 barel. Di Cushing Oklahoma turun 409.000 barel
  • Bank Sentral Kanada (BoC) tidak merubah suku bunga di 4,5%. Memperkirakan inflasi turun dengan cepat menjadi sekitar 3% pada pertengahan 2023 dan kemudian turun bertahap ke target 2% pada akhir 2024. Menurunkan inflasi hingga 2% bisa jadi sulit karena ekspektasi inflasi turun perlahan. Inflasi harga layanan dan pertumbuhan upah tetap tinggi. Dewan tetap siap menaikkan suku bunga jika diperlukan
  • Kepala Ekonom IMF Gourinchas memperingatkan kenaikan suku bunga meningkatkan kerentanan bank. Menghadirkan risiko signifikan terhadap pertumbuhan global. “Bank dalam situasi yang genting. Mereka memiliki bantalan sehat, tetapi pasti membuat mereka lebih berhati-hati dan mengurangi pinjaman.” IMF melihat kondisi pendanaan untuk bank semakin ketat dan menekan pinjaman, memperkirakan skenario yang lebih buruk, di mana stabilitas keuangan tidak terkendali

E.I.A CRUDE OIL INVENTORIES

U.S. natural gas consumption reached multiyear lows this past January and February

E.I.A CRUDE OIL INVENTORIES


  • Saldo minyak mentah di penyimpanan Amerika naik 0,597 juta barel selama pekan yang dihitung hingga tanggal 7 April.
    Pada minggu sebelumnya yg dihitung hingga tanggal 24 Maret. Stok minyak mentah turun sebesar 3,739 juta barel setelah penurunan sebelumnya sebesar 7,489 juta barel.
  • Persediaan bensin , EIA mencatat penurunan moderat 0,331 juta barel dibandingkan dengan perkiraan yg menghitung penurunan 1,6 juta barel. Dan terhadap penurunan mingguan sebelumnya sebesar 4,119 juta barel. Bahan bakar bensin otomotif adalah produk bahan bakar Ameriks No.1.
  • Stok sulingan berkurang 0,606 juta barel dibandingkan dengan Perkiraan yg menghitung penurunan 0,764 juta barel. Konsumsi minyak sulingan minggu sebelumnya sebesar 3,632 juta.
  • Sebagai pengingat, Hasil minyak sulingan ini akan menjadi minyak pemanas. Diesel untuk truk, bus, kereta api dan kapal serta bahan bakar untuk jet.
  • Persediaan minyak mentah di tempat penyimpanan (cushing crude oil inventories) juga turun sejumlah 0.409 juta barel. Membalik Perkiraan yg justru menghitung penamban sebesar 0.130 juta barel.
  • Produksi minyak sulingan turun 0.157 juta barel, membalik perkiraan yg menghitung kenaikan sejumlah 0.032 juta barel.

“E.I.A Crude Oil Inventories” merujuk pada laporan mingguan yang diterbitkan oleh Badan Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat yang berisi data tentang persediaan minyak mentah di AS. Laporan ini mencatat jumlah minyak mentah yang disimpan di fasilitas penyimpanan utama di AS, seperti tangki penyimpanan minyak, kilang minyak, dan kapal tanker minyak.

Laporan EIA Crude Oil Inventories biasanya dirilis setiap hari Rabu pada pukul 10.30 pagi waktu AS, kecuali jika ada libur nasional atau keadaan darurat tertentu. Laporan ini sering dianggap sebagai indikator penting untuk memprediksi harga minyak dunia, karena dapat memberikan gambaran tentang keseimbangan pasokan dan permintaan minyak mentah di AS.


Source : U.S. natural gas consumption reached multiyear lows this past January and February 

Info lain : Persediaan minyak naik

Analisa Teknikal dan Fundamental 12 April 2023

XAUUSD

XAUUSD : sesi Eropa
———–

Emas terus bergerak naik di sesi perdagangan Asia hingga jelang sesi Eropa siang ini dan sempat mencetak level High harian (sementara?) di kisaran $2020.93, dekat dengan target atas tekhnis yg berada di level $2021, menguatnya emas sedari pagi masih disebabkan oleh sikap antisipasi pasar yg mendahului Forecast data CPI nanti malam serta permintaan aset safe haven logam mulia dibalik kekhawatiran terhadap resesi.

Secara Analisa teknis, selama harga mampu bertahan di atas level $2013, maka emas masih berpeluang untuk coba sentuh target tekhnis $2021 (High Kamis 6 April 2023) atau bahkan $2025 (High RSelasa 4 April 2023).
Koreksi diperkirakan akan menemui hambatan kuat di sekitar level $2010 (Daily R1) yg sekarang bertindak sebagai Support.
————-
Disclaimer On
source : autochartist


 

OILOIL : sesi Eropa
———-

Dengan pelemahan mata uang Dolar Amerika yg masih mendominasi pasar, Oil ikut terangkat naik dengan bergerak ke level High siang ini di kisaran $81.73.
Di tengah perkiraan melemahnya USD pada data CPI nanti malam, Oil sepanjang sesi Eropa ini (setidaknya hingga masuk sesi Amerika nanti malam) diperkirakan masih berpotensi menguat untuk coba sentuh resistance di $82.00 yg dekat dengan level Daily R1 di $82.21 .
Koreksi akan coba lembali ke sekitar level $80.80 (Daily Pivot) yg bila tertembus akan membuka potensi tersentuhnya level $80.50.
————-
Disclaimer On
source : autochartist


 

Breaking News

SELASA SIANG INI IMF MEMPROYEKSIKAN PERTUMBUHAN EKONOMI CHINA :
IMF memproyeksikan bahwa ekonomi China akan tumbuh 5,2% di tahun 2023 dan 4,5% di tahun 2024.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan 5,2% untuk China di tahun 2023. Angka ini naik dari 3% tahun lalu,” kata Pierre-Olivier Gourinchas, direktur Departemen Riset IMF. Dalam sebuah konferensi pers hari Selasa mengenai laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru.

Mengingat ukuran ekonomi China, itu akan menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan global di tahun mendatang, kata Gourinchas. Seraya menambahkan bahwa ini adalah “salah satu berita bagus untuk tahun 2023” bahwa ekonomi China mengalami pembukaan kembali yang cepat dengan pemulihan yang kuat.

“Ketika gelombang COVID-19 mereda (di China) pada Januari tahun ini, mobilitas menjadi normal, dan indikator ekonomi frekuensi tinggi. Seperti penjualan ritel dan pemesanan perjalanan, mulai meningkat,” kata IMF dalam laporan WEO.

“Pembukaan kembali dan pertumbuhan ekonominya kemungkinan akan menghasilkan limpahan positif. Dengan limpahan yang lebih besar untuk negara-negara dengan hubungan perdagangan yang lebih kuat dan ketergantungan pada pariwisata China,” tambahnya.

Menurut perkiraan IMF, ekonomi dunia akan tumbuh 2,8% pada tahun 2023, 0,1% lebih rendah dari perkiraan bulan Januari.

Sumber > IMF projects China’s economy

minyak amerika mingguan

Persediaan minyak naik

Persediaan minyak secara tak terduga naik 377.000 barel minggu lalu


A.P.I melaporkan Stok minyak mentah mingguan Amerika secara tak terduga meningkat minggu lalu.

Dalam laporan yang dihasilkan oleh API, disebutkan bahwa stok minyak mentah Amerika meningkat secara tak terduga pada minggu lalu. Artinya, jumlah minyak mentah yang tersimpan di fasilitas penyimpanan Amerika Serikat meningkat. Meskipun para ahli dan pelaku pasar diharapkan akan terjadi penurunan stok.

Laporan ini dapat mempengaruhi harga minyak mentah di pasar global. Jika stok minyak mentah naik, maka penawaran minyak mentah akan meningkat. Sehingga dapat menekan harga minyak mentah. Namun, reaksi pasar terhadap laporan API dapat berbeda-beda tergantung pada faktor lain yang mempengaruhi pasar minyak mentah, seperti permintaan, kebijakan produksi OPEC, dan ketidakpastian geopolitik.

Cadangan Minyak Mentah mingguan Amerika meningkat 377.000 barel selama pekan yang dihitung hingga 7 April, membalik perkiraan yang justru menghitung penurunan 1,3 juta barel.

Sebagai pengingat, pada minggu sebelumnya yg dihitung hingga tanggal 31 Maret, API melaporkan penurunan 4,3 juta barel.

Sumber

Selain persediaan absolut minyak mentah, laporan API juga menyebutkan defisit 1,4 juta barel di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah Amerika. Defisit di titik pengiriman ini dapat menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah ke fasilitas penyimpanan Amerika Serikat sedang menurun.

Laporan API juga menyebutkan bahwa persediaan bensin meningkat sebesar 450.000 barel minggu lalu. Yang dapat menunjukkan bahwa permintaan bensin masih cukup tinggi di Amerika Serikat. Namun, stok sulingan turun sejumlah 2 juta barel. Dapat menunjukkan bahwa produksi bahan bakar yang lebih tinggi mungkin tidak terjadi.

Semua data ini dapat mempengaruhi harga minyak mentah dan produk-produk turunannya di pasar global. Para pelaku pasar cenderung menggunakan data ini untuk memperkirakan permintaan dan penawaran minyak mentah. Dapat mempengaruhi harga di pasar. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor lain, seperti kebijakan OPEC dan ketidakpastian geopolitik, juga dapat mempengaruhi harga minyak mentah dan produk-produk turunannya di pasar global.

Aktor Pasar

Minutes of the Federal Open Market Committee

Aktor Pasar

Pelaku Pasar dan Data CPI

Dolar jatuh melemah pada hari Selasa karena reaksi awal / antipasi Para pelaku pasar atas Forecast data CPI yg akan di rilis nanti malam. Jika para aktor pasar memperkirakan bahwa data CPI akan menunjukkan kenaikan inflasi yang tidak setinggi bulan sebelumnya. Hal tersebut dapat memicu kekhawatiran tentang potensi terganggunya kelanjutan jalur kenaikan suku bunga dan membuat pasar merespon dengan melemahnya nilai tukar dolar. Menunggu data CPI yang sebenarnya dirilis sebelum dapat mengetahui dampaknya secara pasti terhadap pasar keuangan. CPI atau Consumer Price Index adalah sebuah indikator ekonomi yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dalam sebuah negara. CPI digunakan sebagai indikator inflasi dan sering digunakan oleh bank sentral dan pemerintah dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskal.

Data Indeks Harga Konsumen bulanan (ingg : CPI m/m) pada hari Rabu malam nanti diharapkan menunjukkan inflasi utama naik 0,2% pada bulan Maret di bandingkan kenaikan CPI bulan Februari 0.4%. Sementara Indeks Harga Konsumen inti (ingg : Core CPI) naik 0,4% pada bulan Maret dibandingkan kenaikan IHK inti bulan Februari 0.5%.

FED

Presiden Fed New York John Williams tadi malam mengatakan bahwa prospek The Fed menaikkan suku bunga acuan hanya sekali lagi dan dengan kenaikan 25 basis poin merupakan titik awal yang berguna tetapi kelanjutan kebijakan bank sentral akan bergantung pada data yang masuk.

Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee tadi malam mengatakan bank sentral Amerika harus berhati-hati untuk menaikkan suku bunga dalam menghadapi tekanan perbankan baru-baru ini. Menurut Goolsbee, berkurangnya jumlah pinjaman bank dapat membantu meredakan inflasi dan mengurangi kebutuhan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. keputusan untuk menaikkan suku bunga merupakan kebijakan bank sentral dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Bank sentral biasanya menimbang semua faktor tersebut sebelum membuat keputusan tentang kebijakan suku bunga

GOLD

Sementara kemarin sore, data Small Bussiness Indeks mengalami penurunan kecil pada angka 90.1 dibandingkan bulan sebelumnya 90.9. Forecast pasar menghitung penurunan sebesar 89.6, namun rilis data tersebut hanya mampu menahan pelemahan USD sebentar saja, memasuki sesi Amerika, USD kembali tertekan dalam perdagangan yg sepi data Amerika.
– Indeks dolar turun 0,26% menjadi 102,20
Emas menguat dan kembali bergerak di atas level $2.000 pada perdagangan hari Selasa kemarin. Memanfaatkan pelemahan dolar yang jatuh terkoreksi dari level tertinggi Senin sebelumnya. Sementara para para pelaku pasar tampak mengambil sikap waspada untuk data inflasi nanti malam. Data tersebut akan digunakan sebagai isyarat kenaikan suku bunga di masa depan.

Pelaku Pasar Cenderung Waspada

Para pelaku pasar cenderung waspada terhadap data inflasi karena inflasi dapat mempengaruhi keputusan bank sentral tentang kebijakan suku bunga. Jika inflasi tinggi, bank sentral mungkin akan menaikkan suku bunga untuk mencegah terjadinya inflasi yang tidak terkendali. Ini dapat mempengaruhi pasar keuangan secara keseluruhan, termasuk harga emas dan dolar.

Oleh karena itu, para aktor pasar cenderung mengambil sikap hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga emas dan dolar sebelum membuat keputusan investasi mereka.

Pada tahap ini, pasar komoditas (terutama emas dan Oil) tidak terlalu sibuk dengan apakah akan ada kenaikan 25 basis poin lagi dari Federal Reserve pada Mei bulan depan.
Para aktor pasar sedang berpegang pada rencana utama dan memiliki keyakinan bahwa suku bunga USD akan lebih rendah saat memasuki paruh kedua tahun 2023.

Komentar John Williams semalam tampaknya benar benar menjadi dasar kuatnya harga emas.
Presiden FED bagian New York tersebut mengatakan bahwa Prospek The Fed menaikkan suku bunga acuan hanya sekali lagi sebesar 25 basis poin.
– Emas spot naik 0,8% menjadi $2.005,79 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika menetap 0,8% lebih tinggi pada $2.019,00.

OIL

OIL naik sekitar 2% pada hari Selasa malam tadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve mungkin mengurangi pengetatan kebijakannya setelah laporan inflasi utama Amerika nanti malam. Meskipun kekhawatiran menyusutnya permintaan dari China tetap ada.

Aktor pasar energi optimis bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga, membuat Oil yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Jika Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga. Hal tersebut dapat mempengaruhi pasar keuangan dan dapat memicu pergerakan pada nilai tukar dolar AS. Jika nilai tukar dolar AS melemah, maka harga minyak mentah dalam dolar AS dapat menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dari segi Supply, A.P.I melaporkan Stok minyak mentah mingguan Amerika secara tak terduga meningkat minggu lalu. Menambah kekhawatiran tentang prospek permintaan energi di tengah kekhawatiran tentang perlambatan global.

Sekilas, biasanya pembacaan hasil rilis data crude oil inventories yg bertambah akan menekan harga Oil. Namun penjelasan rinci laporan dari A.P.I justru mendukung harga Oil bergahan menguat.
– Brent berjangka naik $1,43, atau 1,7%, menjadi $85,61 per barel.
– West Texas Intermediate naik $1,79, atau 2,2%, menjadi $81,53 per barel.
Rincian data A.P.I dapat dilihat di Analisa Forex

Focus News :
– 19:30 | USD | CPI y/y ( F: 5.1% , P: 6.0% )
– 19:30 | USD | Core CPI y/y ( F: 5.6% , P: 5.5% )
– 20:00 | GBP | BoE Gov Bailey Speaks
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -1.0M , P: -3.7M )
– 01:00 | USD | FOMC Meeting Minutes
– 02:15 | GBP | BoE Gov Bailey Speaks
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

– API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan naik 377.000 barel. Stok bensin naik 450.000 barel. Stok sulingan turun 1,98 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 1,36 juta barel
– EIA STEO : produksi minyak mentah AS diperkirakan naik pada 2023, sementara permintaan hanya sedikit naik. Produksi diperkirakan naik 5,5% menjadi 12,54 juta bph pada 2023, dan menjadi 12,75 juta bph pada 2024. Perkiraan harga Brent untuk 2023 naik 2,5% menjadi $85,01/b dan Brent 2024 naik 4,7% menjadi $81,21/b. Perkriaan harga WTI 2023 naik 2,8% menjadi $79,24/b, dan WTI 2024 naik 5,1% di $75,21/b
– MenKeu AS Yellen : ekonomi AS berkinerja ‘sangat baik’, dan ‘tidak mengantisipasi penurunan’. Yellen turut mengakui ada risiko krisis atau penurunan kredit meskipun ekonomi tampak kuat
– IMF memperingatkan ekonomi global dapat menuju pertumbuhan terlemah sejak 1990, serta menurunkan prospeknya untuk tahun-tahun mendatang. Dalam jangka pendek, IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 2,8% untuk tahun ini, dan pertumbuhan 3% pada tahun 2024