Archive: 11 April 2023

Pasar Saham Amerika

Kenaikan Yield Treasury

Yield Treasury

Dolar bergerak menguat pada hari Senin kemarin, didukung oleh kenaikan Yield Treasury karena potensi atau peluang pada kenaikan suku bunga Federal Reserve (pada bulan Mei mendatang) melonjak menyusul data terbaru yang menunjukkan penguatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja (NFP Jumat minggu kemarin) dan semakin meredanya tekanan dalam sistem perbankan yg sempat menghebohkan pasar finansial global pada bulan lalu.

Data dari Fed terbaru menunjukkan bahwa pinjaman komersial dan industri di bank komersial turun menjadi $2,756 triliun dalam pekan yang berakhir 29 Maret, dari $2,824 triliun dalam pekan yang berakhir 15 Maret.

Simpanan di bank-bank komersial Amerika juga naik menjelang akhir Maret lalu untuk pertama kalinya dalam waktu sekitar satu bulan. Menunjukkan bahwa tekanan dari penarikan simpanan oleh para nasabah mereda.

Yields Treasury naik karena repricing (penilaian ulang) yg hawkish oleh para pelaku pasar mengenai peluang kenaikan suku bunga Fed, dengan Yield Treasury 2 Tahun-nan Amerika Serikat bertahan di angka 4%, mendorong dolar naik lebih tinggi.

kenaikan yield Treasury disebabkan oleh adanya kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) yang lebih tinggi di masa depan. Kebijakan hawkish dari the Fed dapat mempengaruhi permintaan terhadap Treasury bond, sehingga mendorong naiknya yield.

Dalam situasi seperti ini, biasanya nilai tukar dolar AS dapat menguat karena permintaan yang lebih tinggi terhadap aset denominasi dolar AS. Namun, perlu diingat bahwa faktor lain juga dapat mempengaruhi nilai tukar, seperti sentimen pasar dan kondisi ekonomi global secara keseluruhan.

pergerakan pasar selalu sulit diprediksi dengan pasti, dan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga aset dan nilai tukar mata uang. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

Data Ekonomi Makro Amerika

Sementar itu, data ekonomi makro Amerika yg dirilis semalam ikut memberikan dukungan penguatan utk mata uang Dolar Amerika. Faktor lain juga dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang. Seperti kondisi ekonomi global secara keseluruhan, sentimen pasar, atau kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah AS. Oleh karena itu, pergerakan pasar selalu sulit diprediksi dengan pasti, dan sangat penting untuk melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

US Final Wholesales Inventories m/m di Rilis 0.1%, lebih baik dari Forecast dan Last 0.2%
– Indeks Dolar naik 0,52% menjadi 102,26

* Mata uang YEN Jepang melemah karena Gubernur Bank of Japan baru Kazuo Ueda mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk menarik kembali stimulus besar-besaran (tidak terburu buru melakukan oengetatan kebijakan moneter).
– Yen Jepang melemah sebesar 1,12% pada 133,615 yen, setelah sempat mencapai 133,87 yg merupakan lejel tertinggi sejak 15 Maret

OIL

OIL ditutup melemah pada hari Senin kemarin, setelah naik selama tiga minggu berturut-turut. Melemahnya Oil lebih disebabkan oleh kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga FED lebih lanjut yang dapat mengganggu pemulihan permintaan. Hal tersebut “menetralkan” potensi terjadinya keterbatasan supply minyak mentah karena pemotongan pasokan dari produsen OPEC+, perlu diingat bahwa masalah supply ini menjadi sisi pendukung harga Oil.

Sebagai pengingat, Brent dan WTI sempat melonjak lebih dari 6% pada minggu akhir bulan Maret lalu (WTI mencapai $81,81 dan Brent mencapai $86,44) di tengah panasnya pengumuman OPEC+ yg akan menambah jumlah pengurangan produksinya.
Selain dari OPEC+, laporan dari EIA minggu lalu mengenai jumlah cadangan minyak mentah dalam penyimpanan Amerika yg turun 3,739 juta barel selama pekan yang dihitung hingga tanggal 31 Maret juga menopang harga Oil sepanjang akhir Maret. Pada minggu sebelumnya (minggu yg dihitung hingga tanggal 24 Maret), stok minyak mentah turun 7,489 juta barel.

laporan penurunan stok bensin dan sulingan yang substansial

Dolar Menguat

Di lain hal, Dolar Amerika yang menguat naik setelah data sektor ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lagi. Seperti yg sudah kita ketahui bersama. Menguatnya dolar membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya dan dapat membebani permintaan.
– Brent turun 96 sen, atau 0,2%, menjadi $84,58 per barel.
– West Texas Intermediate juga turun 94, atau 0,1%, menjadi $79,74.

Emas melemah hingga kembali bergerak di bawah level $2.000 pada hari Senin kemarin. Tertekan oleh USD yg menguat akibat rilis data NFP Jumat pada hari Jumat lalu. Sementara para pelaku pasar juga tampak menetralkan posisi utk menghadapi data inflasi minggu ini yang dapat mempengaruhi jalur kenaikan suku bunga FED.

Yield Treasury Amerika naik menyusul laporan NFP yang menunjukkan laju perekrutan yang masih kuat di bulan Maret. Hasil dari laporan NFP minggu lalu kemungkinan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi.

Peluang dan potensi kenaikan suku bunga 25 basis poin bulan Mei sekarang dipatok pada 72% , menopang penguatan dolar. Membuat emas batangan berdenominasi dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Sedikit pengingat, pada Jumat minggu kemarin. Pasar emas tutup karena libur peringatan hari raya keagamaan, padahal pada malam harinya tiga serangkai data super dari Amerika tetap di rilis sesuai jadwal dengan hasil yg Bagus untuk USD. Akibatnya, emas membuka perdagangan hari Senin dengan gap down sekitar $12.

Sentiment positif untuk USD akibat rilis data Amerika Jumat lalu (Khususnya data NFP) berlanjut mendominasi pasar dan membuat emas melemah dalam perdagangan harian.

Laporan data Final Wholesales Inventories bulanan yg di rilis semalam membaik melebihi perkiraan ikut memberikan tekanan pelemahan untuk emas.
– Emas spot turun hampir 1% menjadi $1.988,88 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika turun 1,1% pada $1.989,10.

Focus News :
– No High Impact Data
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

 

Market Review :

Gubernur baru Bank Sentral Jepang Ueda : ia akan berkomunikasi erat dengan pemerintah dan memandu kebijakan moneter secara fleksibel di tengah ketidakpastian prospek ekonomi yang tinggi. Tidak perlu segera merevisi pernyataan di mana bank sentral menargetkan target inflasi 2% sedini mungkin

Kenaikan Harga Minyak Mentah

Minyak Mentah

Minyak Mentah

Dari segi permintaan, buruknya data ekonomi global terutama Amerika dan China memperparah kekhawatiran bahwa kondisi ekonomi akan memburuk dan mempengaruhi permintaan minyak mentah. Kondisi ekonomi global yang buruk, terutama di Amerika dan China, dapat mempengaruhi permintaan minyak mentah. Jika ekonomi memburuk, maka permintaan akan menurun karena bisnis dan konsumen akan mengurangi penggunaan energi dan bahan bakar. Hal ini dapat mempengaruhi pasar minyak mentah, karena permintaan yang menurun dapat menyebabkan penurunan harga.

Namun, penting untuk diingat bahwa faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi permintaan dan harga minyak mentah. Contohnya, kebijakan produksi minyak dari negara-negara produsen seperti OPEC. Pengaruh cuaca dan bencana alam, serta perkembangan teknologi dapat mempengaruhi permintaan dan harga minyak mentah.

Dalam mengamati pasar minyak mentah, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang berbeda. Melihat tren jangka panjang dalam permintaan dan harga.

Data menunjukkan kondisi ekonomi yang sedang memburuk, membebani permintaan minyak mentah dan bahan bakar.
Lowongan pekerjaan Amerika di bulan Februari turun ke level terendah dalam hampir dua tahun tetakhir, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah.
Data tersebut bisa menjadi tanda pertama pelemahan di pasar tenaga kerja Amerika dan itu sangat besar. Tanpa itu, FED akan sangat sulit membuat argumen bahwa mereka akan menghentikan siklus pengetatan.

Dari sisi Supply, EIA semalam melaporkan Persediaan minyak mentah mingguan Amerika turun 3,7 juta barel pekan lalu, sekitar 1,5 juta barel lebih banyak dari Forecast yg menghitung penurunan sebesar 1.6 juta barel.  Stok bensin dan sulingan juga turun lebih dari yang diperkirakan, turun masing-masing sebesar 4,1 juta barel dan 3,6 juta barel.
– Brent berjangka naik 5 sen, atau 0,1%, menjadi $84,99 per barel.
– West Texas Intermediate berakhir 10 sen, atau 0,1%, lebih rendah pada $80,61 per barel.

Baca Lagi : Krisis Perbankan

Rebound Dolar

Dolar di tutup menguat pada perdagangan hari Rabu malam tadi, Rebound dari level low dua bulan terakhir yg tercapai pada hari Selasa sebelumnya. Rebound Dolar lebih disebabkan karena para pelaku pasar mengurangi posisi short mereka untuk membukukan keuntungan (taking profit) menjelang laporan non-farm payrolls yang sangat penting pada hari Jumat besok.

Secara garis besar, Tren yang menghinggapi dolar masih tetap cenderung bearish ke bawah dan angka ADP menjadi dasar yg menegaskan hal itu. Data pekerjaan mendukung pandangan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi.
Secara umum, tren dolar terlihat masih cenderung bearish, yang berarti dolar cenderung melemah. Angka ADP (Automatic Data Processing) merupakan salah satu faktor yang menegaskan pandangan ini. Data pekerjaan yang dirilis mendukung pandangan bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi.

Dalam hal ini, “bearish” merujuk pada pandangan atau prediksi bahwa nilai dolar cenderung melemah dalam jangka waktu tertentu, sementara “ADP” adalah singkatan dari Automatic Data Processing, yaitu sebuah perusahaan swasta yang mengumpulkan dan menganalisis data ketenagakerjaan di AS. Pandangan ini didukung oleh data pekerjaan yang menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja di AS tidak sekuat yang diharapkan, sehingga Federal Reserve kemungkinan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Hal ini dapat memengaruhi harga dan nilai tukar dolar terhadap mata uang lainnya.

Semalam data ekonomi makro Amerika juga mengindikasikan berlanjutnya pelemahan ekonomi, kali ini di sektor jasa. Industri itu melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Maret karena permintaan menurun. Sementara ukuran harga yang dibayarkan oleh bisnis jasa turun ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir.
Indeks non-manufaktur ISM turun menjadi 51,2 bulan lalu dari 55,1 pada bulan Februari. Sementara komponen harga yang dibayar turun menjadi 59,5 dari 65,6 pada bulan Februari, dengan indikator ketenagakerjaan sektor jasa juga turun menjadi 45,8 dari 47,6 pada bulan Februari.

FED

Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, (seorang pejabat FED yg terkenal Hawkish), mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV pada hari Rabu malam tadi bahwa “masih terlalu dini untuk mengetahui apakah Fed perlu menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan berikutnya pada awal Mei.” (Sumber: Suku Bunga Perlu Bergerak ‘Sedikit Lebih Tinggi’)

Indeks Dolar di tutup naik 0,4% menjadi 101,87
Emas di tutup terkoreksi dari penguatan harian pada perdagangan Rabu kemarin.
Harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Ditopang oleh data ekonomi Amerika selama beberapa hari terakhir yang memunculkan kembali kekhawatiran perlambatan ekonomi. Dan mendorong asumsi bahwa Federal Reserve dapat menghentikan kenaikan suku bunga.

Sebagai pengingat, minggu ini emas melonjak melewati level krusial $2.000 pada hari Selasa lalu. Setelah penurunan tajam pada data lowongan pekerjaan Amerika untuk bulan Februari. Data tersebut menambah tekanan bullish dari awal pekan ini setelah lonjakan minyak yang sebabkan oleh penambahan jumlah pemangkasan produksi OPEC+ yg memicu kekhawatiran kenaikan inflasi lainnya.

Semalam serentetan data Amerika di rilis memburuk. Mengangkat emas hingga sentuh level $2031 yg merupakan level tertinggi sejak satu tahun yg lalu.

GOLD

Namun pada pertengahan sesi Amerika, emas jatuh terkoreksi dari level tertinggi hariannya. Tertekan oleh lonjakan mendadak pada Indeks USD yg tampaknya lebih dipicu oleh aksi profit taking jelang data NFP Jumat besok.
Namun perlu diperhatikan bahwa meskipun emas terkoreksi lumayan dalam dari level high hariannya. Harga masih bertahan stabil di atas zona $2000, bahkan masih mencetak penutupan harian diatas harga pembukaan meskipun tipis.
– Emas spot di tutup stabil di dekat level pembukaan harian $2.020,30 per troy ounce, setelah sempat naik ke level tertinggi sejak Maret 2022 di $2.031,89.
– Emas berjangka Amerika di tutup 0,1% lebih rendah pada $2.035,60.Oil di tutup sedikit melemah pada perdagangan Rabu kemarin meski pelemahannya termasuk terbatas karena pelaku pasar energi terjebak diantara sentiment berkurangnya pasokan global dan potensi melemahnya permintaan global.

Focus News :
– 19:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 200K , P: 198K )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • ADP : lapangan kerja sektor swasta di AS bertambah 145.000 pada Maret, turun dibanding Februari 261.000 pekerja (direvisi naik dari 242.000 pekerja)
  • ISM : aktivitas ekonomi di sektor jasa AS melambat pada Maret dengan IMP Jasa turun di 51,2 dari 55,1
  • Biro Sensus AS : defisit perdagangan internasional naik $1,9 miliar menjadi $70,5 miliar pada Februari. Ekspor turun $6,9 miliar menjadi $251,2 miliar. Impor turun $5,0 miliar menjadi $321,7 miliar
  • EIA : stok minyak mentah selama sepekan turun 3,74 juta barel pada 470,0 juta barel. Stok distilat turun 3,6 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 970.000 barel
  • Gedung Putih berjanji bekerja dengan semua produsen minyak mentah untuk memastikan harga yang lebih rendah. Sekretaris Gedung Putih Pierre menolak untuk memberikan hipotetis tentang apa yang akan terjadi musim panas ini sehubungan dengan harga bensin
  • MenKeu AS Yellen : Internal Revenue Service (IRS) akan mengungkap rencana pengeluaran 10 tahun untuk meningkatkan layanan, menjanjikan investasi besar dalam teknologi dan jasa. Serta menguraikan rencana untuk membantunya mengaudit perusahaan besar, berpenghasilan tinggi dan kemitraan yang kompleks
  • Saudi Aramco menaikkan harga minyak mentah Arab Light unggulan ke Asia sebesar 30 sen per barel, kenaikan bulanan berturut-turut. Kenaikan memperkuat analisis bahwa Saudi memandang permintaan China yang akan datang sangat kuat, dimana Saudi menjual sekitar 60% minyaknya ke Asia
  • Mantan Direktur Eksekutif BOJ, yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter, Kazuo Momma : Ada kemungkinan YCC berakhir di bulan April. Hasil jangka panjang tidak akan naik tiba-tiba, bahkan jika YCC dibatalkan. Selama lingkungan pasar terus memiliki sedikit momentum untuk hasil yang lebih tinggi. Setiap perubahan YCC harus dilakukan tanpa peringatan sebelumnya
Imbal Hasil 10 Tahun Lebih Rendah

Data Ekonomi Awal April 2023

Data Ekonomi

Dolar Amerika merosot ke level terendah dalam dua bulan terakhir pada hari Selasa malam tadi, laporan data ekonomi yang lemah memperkuat asumsi pelaku pasar bahwa Federal Reserve hampir selesai dengan siklus pengetatan bahkan ketika bank sentral lain terlihat masih menaikkan suku bunga utk mengatasi inflasi yang masih tinggi.

Tadi malam, data yang menunjukkan Pembukaan Lowongan Pekerjaan di Amerika pada bulan Februari turun ke level terendah dalam hampir dua tahun terakhir. Laporan yg menunjukkan berlanjutnya penurunan pesanan pabrik, menghempaskan dolar Amerika.

Pembukaan Lowongan Pekerjaan, (yg biasa dijadikan sebagai ukuran dasar permintaan tenaga kerja), turun 632.000 menjadi 9,9 juta pada Februari, terendah sejak Mei 2021, sementara Pesanan Barang Pabrik turun 0.7% melebihi perkiraan yg menghitung penurunan sebesar 0.4%.

Krisis Pasokan Energi

Serangkaian data ekonomi yg lemah sejak akhir bulan Maret kemarin hingga data tadi malam tersebut. Krisis pasokan energi yg kembali memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa FED berpeluang besar untuk menghentikan siklus pengetatan kebijakan moneternya. Data ekonomi yang lemah, seperti kenaikan angka pengangguran atau penurunan pertumbuhan ekonomi. Menunjukkan perlambatan ekonomi yang memerlukan kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral. Sementara itu, krisis pasokan energi dapat berdampak pada inflasi dan mengurangi kemampuan bank sentral untuk menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi.

Laporan Ekonomi

Akibat dari pelemahan Dolar, Poundsterling naik ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir terhadap dolar, di tutup pada $1,2497, naik 0,7%, sementara Euro mencapai level tertinggi sejak Februari, naik 0,4% pada $1,0951.

Di lain pihak, komoditas Safe Haven juga ikut naik, Emas melonjak hingga kembali menembus resistensi krusial $2000per troy ounce.
– Indeks Dolar di tutup turun 0,4% di level 101,58.
Emas menguat, melonjak hingga kembali bergerak diatas level $2000 terangkat oleh sentiment pelaku pasar yg berasumsi bahwa siklus kenaikan suku bunga FED akan segera berakhir.

Asumsi dan keyakinan pelaku pasar tersebut didasari oleh buruknya serangkaian data ekonomi makro penting.
Semalam, data mengenai Pembukaan Lapangan Kerja dilaporkan menurun hingga mencapai jumlah terendah sejak bulan Mei tahun 2021.

Safe Haven

Emas sedang berada dalam latar belakang yang sangat positif untuk di mana data ekonomi yang buruk terus berjalan seiring dengan tekanan inflasi yang tetap tinggi.
– Emas spot di tutup naik 1,7% ke $2.017,92 per troy ounce, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 9 Maret tahun lalu di $2.024,89.
– Emas berjangka Amerika di tutup 1,9% lebih tinggi pada $2.038,20.
OIL di tutup menguat tipis dan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari Selasa kemarin.

Info Tambahan Safe Haven

Potensi terjadinya krisis Supply minyak mentah global setelah OPEC+ menambah jumlah pemangkasan produksi. Melemahnya mata uang Dolar Amerika membantu Oil menguat. Namun penguatan Oil terbatasi oleh potensi berkurangnya Demand. Baik itu dari China ataupun dari buruknya laporan ekonomi makro dari sektor yg berkaitan dengan Industri di Amerika.

Penjelasan: Bagaimana pemotongan produksi OPEC akan mempengaruhi harga BBM di AS?

Semalam A.P.I melaporkan stok minyak mentah Amerika turun lebih dari 4 juta barel pada minggu lalu.
A.P.I juga mencatat defisit 1,035 juta barel di titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah Amerika.
Selain itu, A.P.I juga menunjukkan penurunan produk bahan bakar utama bensin dan sulingan. Ada penurunan stok bensin sebesar 3,97 juta barel untuk minggu lalu dan kenaikan stok sulingan sebesar 3,693 juta barel.

– Brent naik 1 sen lebih tinggi pada $84,94 per barel. – West Texas Intermediate ditutup naik 29 sen, atau 0,4%, pada $80,71 per barel.

Focus News :
– 19:15 | USD | ADP Non-Farm Employment Change ( F: 208K , P: 242K )
– 19:30 | USD | Trade Balance ( F: -68.9B , P: -68.3B )
– 21:00 | USD | ISM Services PMI ( F: 54.3 , P: 55.1 )
– 21:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -1.6M , P: -7.5M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Departemen Tenaga Kerja AS : pembukaan lapangan kerja (JOLTS) hanya mencapai 9,93 juta pada Februari, turun 632.000 dibanding Januari 10,56 juta lowongan. Pertama kali dibawah 10 juta sejak Mei 2021
  • Biro Sensus AS : pesanan pabrik, pesanan baru untuk barang manufaktur, turun 0,7% ($3,9 miliar) menjadi $536,4 miliar pada Februari, setelah penurunan 2,1% pada Januari
  • Presiden Fed Cleveland Mester : pembuat kebijakan harus merubah suku bunga acuan mereka di atas 5% tahun ini. Menahannya selama beberapa waktu untuk memadamkan inflasi. Dengan tingkat yang tepat tergantung pada seberapa cepat tekanan harga mereda
  • API : stok minyak mentah di AS selama sepekan diperkirakan turun 4,346 juta barel. Stok bensin turun 3,970 juta barel. Stok distilat turun 3,693 juta barel. Di Cushing Oklahoma turun 1,035 juta barel. Stok SPR turut turun 400.000 barel menjadi 371,2 juta barel – terendah sejak Desember 1983
  • AS dan UE akan terus bekerja untuk menjaga stabilitas pasar energi global. Upaya apa yang merusak pasar energi dan menghindari sanksi “akan dikonfrontasi langsung oleh AS dan UE”. Akan mengintensifikasi kolaborasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar nuklir Rusia
  • Finlandia secara resmi menjadi anggota NATO ke-31 pada Selasa. Rusia memperingatkan akan mengambil ‘tindakan balasan’. MenLu Rusia Grushko : “Kami akan memperkuat potensi militer kami ke arah barat dan barat laut. Dalam hal pengerahan pasukan dan sumber daya anggota NATO lainnya di wilayah Finlandia. Kami akan mengambil langkah tambahan untuk memastikan keamanan militer Rusia secara andal”
Inflasi CPI Australia turun

Laporan Aktivitas Manufaktur Amerika

Laporan Aktivitas Manufaktur Amerika

Dolar Amerika melemah pada hari Senin, tertekan oleh selera risiko (Risk Appetite) dan turunnya Yields Obligasi pemerintah Amerika yang lebih rendah karena data Ekonomi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan. Ikut menopang menguatnya emas semalam adalah laporan aktivitas manufaktur Amerika yang merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan Maret di tengah pengetatan kondisi kredit. Pengetatan kondisi kredit juga menjadi faktor yang berdampak negatif terhadap aktivitas manufaktur. Hal ini menambah kekhawatiran investor tentang kondisi perekonomian Amerika Serikat yang lebih luas. selain itu, penurunan Yields Treasury 10 tahun- nan Amerika juga membantu emas dengan menekan Dolar Amerika.
– Emas spot di tutup naik 0,9% ke $1.984,75 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika di tutup naik 0,7% lebih tinggi pada $2.000,40.

Laporan Indeks Pembelian Manufaktur AS

PMI Manufaktur ISM berada di level 46,3 di bulan Maret dibandingkan dengan yang diperkirakan di 47,5. PMI Sektor Jasa dan laporan Ketenagakerjaan ADP akan dirilis pada hari Rabu lusa.

Pada hari Rabu, laporan PMI Sektor Jasa AS dan laporan Ketenagakerjaan ADP juga akan dirilis. PMI Sektor Jasa mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS, yang merupakan sektor ekonomi yang paling besar di negara tersebut. Sementara itu, laporan Ketenagakerjaan ADP menyediakan data tentang pekerjaan swasta di Amerika Serikat dan dapat memberikan petunjuk awal tentang laporan tenaga kerja resmi yang akan dirilis pada hari Jumat.

Kedua laporan ini dapat mempengaruhi sentimen pasar dan dapat memicu volatilitas di pasar keuangan. Jika data yang dirilis lebih baik dari yang diharapkan, maka dapat memicu penguatan dolar AS dan potensi penurunan harga emas karena investor akan lebih memilih aset-aset risiko daripada safe-haven seperti emas. Namun, jika data yang dirilis lebih lemah dari yang diharapkan, maka hal tersebut dapat mendukung harga emas dan melemahkan dolar AS karena investor cenderung mencari aset safe-haven di saat ketidakpastian meningkat.

Yields Treasury Amerika

Yields Treasury Amerika 10 tahun-nan jatuh, turun menjadi 3,41%, membukukan penutupan terendah dalam seminggu.
– Indeks dolar Amerika , yang mengukur kekuatan mata uang Dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang utama, turun 0,45% menjadi 101,72.
Emas menguat sebesar 1% pada hari Senin malam tadi terbantu oleh penurunan dolar yang mendongkrak daya tarik emas sebagai safe-haven. Pemotongan produksi yang mengejutkan oleh OPEC+ menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan dan memicu ketidakpastian tentang respons bank sentral Amerika.

Inflasi yang berkepanjangan dapat merusak nilai mata uang dan meningkatkan permintaan akan aset safe-haven seperti emas. Oleh karena itu, investor cenderung membeli emas sebagai perlindungan dari inflasi. Namun, respons bank sentral Amerika dapat memengaruhi permintaan terhadap emas karena suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat alternatif investasi menjadi lebih menarik bagi investor.

Secara keseluruhan, pergerakan harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kekhawatiran tentang inflasi, penurunan nilai mata uang, suku bunga, dan faktor-faktor lainnya.

OIL

OIL melonjak 6% pada hari Senin, sehari setelah kelompok OPEC+ mengguncang pasar dengan rencana untuk memangkas lebih banyak produksi. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pengetatan pasokan sementara beberapa memperingatkan penurunan permintaan. Jika penyuling minyak bergeming membayar harga minyak mentah yang lebih tinggi.

OPEC+

OPEC+, mengguncang pasar dengan pengumuman hari Minggu bahwa mereka akan menurunkan target produksinya lebih lanjut sebesar 1,16 juta barel per hari (bpd). (Sumber : oil-output-cuts )

Janji terbaru membuat total volume pemotongan oleh OPEC+ menjadi 3,66 juta barel per hari termasuk pemotongan 2 juta barel Oktober lalu, menurut perhitungan Reuters, setara dengan sekitar 3,7% dari permintaan global.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan telah memberikan “peringatan” kepada pemerintah Saudi tentang kebijakan pemotongan produksi minyak yang diumumkan oleh OPEC+. Pemerintahan AS mengungkapkan bahwa mereka tidak setuju dengan kebijakan tersebut karena khawatir akan berdampak pada pemulihan ekonomi global dan mengakibatkan kenaikan harga minyak yang tinggi.

OPEC menggambarkan pemotongan itu sebagai tindakan pencegahan. Analis mengatakan melemahnya ekonomi dan meningkatnya stok minyak mendukung keputusan tersebut. Bulan lalu, harga Brent diperdagangkan mendekati $70 per barel, level terendah dalam 15 bulan, di tengah kekhawatiran melemahnya permintaan.

Aktivitas manufaktur Amerika merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan Maret. Dapat menurun lebih lanjut karena kredit yang lebih ketat. Dan biaya pinjaman yang menjadi lebih tinggi.
– Brent di tutup naik sebesar $5,04, atau 6,3%, pada $84,93 per barel, dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Maret di $86,44.
– West Texas Intermediate ditutup naik $4,75, atau 6,3%, menjadi $80,42 per barel setelah naik ke level tertinggi dua bulan selama sesi tersebut.

BACA LAGI TENTANG Safe Haven

 

Focus News :
– 11:30 | AUD | Cash Rate ( F: 3.60% , P: 3.60% ) & RBA Rate Statement
– 21:00 | USD | JOLTS Job Opening ( F: 10.49M , P: 10.82M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • ISM : aktivitas manufaktur di AS pada Maret turun di 46,3, terendah sejak Mei 2020, dari 47,7 pada Februari
  • MenKeu AS Yellen : pengurangan produksi minyak OPEC+ adalah “tindakan tidak konstruktif” yang akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian ekonomi global dan mempersulit upaya menurunkan inflasi