Inflasi Amerika Mereda

Imbal Hasil 10 Tahun Lebih Rendah

Inflasi

Inflasi yang mulai mereda dan menuju ke tingkat inflasi yang lebih rendah di Amerika dapat memiliki dampak yang signifikan bagi pelaku pasar. Di satu sisi, ini dapat memberikan ketenangan dan stabilitas bagi para investor. Karena harga-harga akan lebih terkendali dan tidak terlalu cepat naik. Namun, di sisi lain, ini juga dapat menunjukkan perlambatan ekonomi yang mungkin tidak diinginkan oleh pelaku pasar.

Pelaku pasar harus mengamati kondisi-kondisi ekonomi dan keuangan dengan cermat untuk memprediksi tren inflasi di masa depan. Jika inflasi benar-benar mereda dan menuju tingkat yang lebih rendah. Maka pelaku pasar harus menyesuaikan strategi investasi mereka.

Misalnya, mereka mungkin akan beralih dari investasi yang dianggap sebagai perlindungan terhadap inflasi ke investasi lain. Yang lebih menguntungkan dalam lingkungan inflasi yang lebih rendah.

inflasi yang rendah tidak selalu baik untuk perekonomian. Jika inflasi terlalu rendah atau bahkan deflasi terjadi, hal itu dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, memicu pengangguran dan bahkan resesi ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Tidak hanya mengandalkan satu faktor saja dalam membuat keputusan investasi.

Dolar Melemah

Dolar jatuh melemah hingga ke level terendah dalam dua bulan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada hari Kamis kemarin. Data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika secara tak terduga turun pada bulan Maret, meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga.

Indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir turun 0,5% bulan lalu. Dalam 12 bulan hingga Maret, PPI meningkat 2,7%. Itu adalah kenaikan PPI tahun-nan terkecil sejak Januari 2021. Setelah mencatatkan kenaikan 4,9% di bulan Februari.

Data tersebut di rilis setelah sehari sebelumnya laporan tingkat Inflasi (CPI) mencapai 5% utk rentang tahun-nan di bulan Maret, turun dari 6% di bulan Februari. Inflasi inti – yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak – meningkat menjadi 5,6%, dari 5,5% bulan sebelumnya.

Lampiran kalender ekonomi lain pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diperkirakan minggu lalu. Tanda lebih lanjut bahwa kondisi pasar tenaga kerja mengendur karena biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi permintaan dalam perekonomian.

Rilis ekonomi utama Amerika berikutnya adalah penjualan ritel (Retail Sales) pada hari Jumat malam nanti, yang akan diamati pelaku pasar untuk mengetahui bagaimana inflasi memengaruhi pengeluaran konsumen.
– Indeks dolar jatuh ke 100,84, terendah sejak 2 Februari

Emas

Emas terus naik pada hari Kamis dean terus berada dalam tren membuat “level high baru dalam skala kecil” setiap harinya dalam perjalanan menuju level all time high yg tercapai pada Agustus 2020.

Kenaikan harga emas pada hari Kamis kemarin terjadi setelah PPI Amerika turun paling besar dalam hampir tiga tahun terakhir pada bulan Maret lalu. Memperkuat anggapan bahwa inflasi telat surut secara besar-besaran dari level tertinggi sepanjang empat dekade. Sehari sebelumnya, data menunjukkan harga konsumen (CPI) tumbuh sekitar satu persen di bawah level Februari di bulan Maret.
– Emas Berjangka di tutup pada level $2.055,30 per troy ounce, naik $30,40, atau 1,5% setelah sempat mencetak level tertinggi harian di $2.063,15 (hanya kurang dari $16 dari harga tertinggi sepanjang masa yg tercetak pada Agustus 2020)
– Emas spot naik hingga $2.048,66. (Harga spot kurang dari $25 dari rekor tertinggi $2.075)

Perhatikan bahwa Spread antara emas berjangka dan emas spot semakin menipis dari hari ke hari dan saat ini berada di kurang dari $15. Ini menunjukkan kekuatan umum emas dan demonstrasi yang jelas tentang bagaimana harga fisik konvergen menuju harga berjangka yang lebih tinggi.

OIL

OIL turun melemah sebesar $1 per barel pada hari Kamis kemarin. Karena laporan OPEC memicu kekhawatiran berkurangnya permintaan minyak mentah pada musim panas. Disusul aksi profit taking para pelaku pasar energi setelah harga minyak mentah global mencapai level tertinggi multi-bulan di hari sebelumnya.

Kedua tolok ukur telah naik 2% pada hari Rabu ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Meredanya inflasi Amerika mendorong keyakinan bahwa Federal Reserve akan berhenti menaikkan suku bunga.
– Brent turun $1,24, atau 1,4%, menutup perdagangan harian di level $86,09 per barel.
– West Texas Intermediate tergelincir $1,10, atau 1,3%, ditutup pada $82,16 per barel.


Kunjungi https://vifxsemarang.com/category/analisa-forex/ utk ulasan berita fundamental yg lebih komprehensif dan up to date.

Focus News :
– 19:30 | USD | Retail Sales m/m ( F: -0.4% , P: -0.4% )
– 19:30 | USD | Core Retail Sales m/m ( F: -0.4% , P: -0.1% )
– 21:00 | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment ( F: 62.0 , P: 62.0 )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review :

  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS : Indeks Harga Produsen (PPI) tingkat tahunan turun menjadi 2,7% pada Maret dibanding 4,9% di Februari (direvisi dari 4,6%), menguatkan ekspektasi Fed  segera melunak. PPI Inti, diluar makanan dan energi, tingkat tahunan turun menjadi 3,4% dari 4,5%. Basis bulanan, PPI dan PPI Inti berada di kontraksi -0,5% (dari 0%) dan -0,1% (dari 0,2%)
  • Departemen Tenaga Kerja AS : ada 239.000 klaim awal tunjangan pengangguran sepekan.
  • Laporan bulanan OPEC : perkiraan permintaan minyak global tahun 2023 tidak berubah pada 2,32 juta bph. Produksi minyak OPEC turun 86.000 bph di Maret menjadi 28,80 juta bph. Permintaan minyak China naik 760.000 bpd pada 2023. Pembukaan China belum cukup membalikkan tren penurunan global
  • Pejabat senior dari AS, Eropa dan Inggris bertemu dengan lembaga keuangan untuk pengarahan tentang upaya Rusia untuk menghindari sanksi Barat. Pejabat tinggi intelijen AS berbagi informasi tentang bagaimana Rusia menggunakan badan intelijen militer GRU dan Layanan Keamanan Federal (FSB) untuk mencoba menghindari sanksi dan kontrol ekspor
  • UE akan mengeluarkan sanksi baru untuk menghentikan Rusia menciptakan mesin perang. Eropa telah meluncurkan 10 paket sanksi, dan masih memiliki paket lain. Selain memberikan sanksi lebih lanjut, Brussel juga akan berusaha memastikan sanksi diterapkan “secara efektif” sehingga semakin sulit bagi individu dan entitas untuk menghindarinya
  • Harga minyak ural, kelas minyak ekspor andalan Rusia, menguat sejak pengumuman pengurangan OPEC+, mengancam batas harga yang disepakati G7 dan Uni Eropa. Ural saat ini diperdagangkan hampir $60 per barel. Pengekspor Ural khawatir harga yang mendekati $60 dapat menyebabkan permasalahan, karena menghindari risiko yang dapat melanggar aturan G7 dan Uni Eropa