Dibalik Hengkangnya BNI dan BRI dari BSI

BNI dan BRI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait dengan rencana hengkangnya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk(BRI) dari pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pihaknya belum mendapat permohonan izin resmi atas rencana aksi korporasi tersebut.

Kementerian BUMN juga telah membuka pembicaraan dengan investor potensial untuk menggantikan posisi BNI dan BRI. Ia membuka investor tersebut datang dari perbankan global.

Rencana hengkangnya BRI dan BNI dari daftar pemegang saham BSI sudah mencuat sejak awal tahun ini. BRI belakangan memberi sinyal adanya gelaran aksi korporasi dalam waktu dekat. Hal itu sehubungan dengan baru dipublikasikannya laporan keuangan perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2023

Meski kedua bank tersebut akan cabut, pemegang saham pengendali (PSP) masih akan dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pelepasan ini merupakan strategi untuk mendorong pangsa pasar (market share) BSI, sesuai dengan target menjadi Top 10 Bank Syariah Global di tahun 2025 mendatang. Sementara itu, investor pengganti bagi BSI masih digojlok.

cnbcindonesia.com