Brazil, Russia, India, China, South Africa

Bank Pembangunan Baru dari kelompok negara-negara BRICS tidak akan mengumumkan anggota-anggota baru pada KTT BRICS di Afrika Selatan minggu ini. Kata Chief Financial Officer Leslie Maasdorp kepada Reuters pada hari Rabu. BRICS (akronim dalam bahasa Inggris dari: Brazil, Russia, India, China, South Africa, disingkat BRICS), merupakan kelompok beranggotakan Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan yang juga merupakan 5 negara berkembang terdepan di dunia. Empat negara pertama yang disebutkan adalah pendiri dari kelompok ini, sedangkan Afrika Selatan baru bergabung kemudian pada 2010 (Wiki)

Bank ini, yang didirikan pada tahun 2015 untuk memberikan anggota BRICS suara yang lebih besar dalam membiayai infrastruktur. Dibandingkan dengan lembaga-lembaga yang dipimpin oleh Barat seperti Bank Dunia. Ingin menarik anggota baru untuk meningkatkan basis modalnya setelah sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia menghambat pemberian pinjaman.

NDB, yang kini juga memiliki Mesir, Bangladesh dan Uni Emirat Arab sebagai pemegang saham. Berada di bawah tekanan untuk meningkatkan penggalangan dana dan pinjaman dalam mata uang lokal karena negara-negara BRICS berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada dollar AS. Dan mengembangkan blok BRICS menjadi penyeimbang bagi Barat.

“Proses ratifikasi negara-negara baru sedang berlangsung dalam diskusi para pemimpin (BRICS). Yang mereka lakukan tanpa kami sebagai bank,” kata Maasdorp kepada Reuters dalam sebuah wawancara di sela-sela KTT.

“Tidak akan ada pengumuman minggu ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa “kemungkinan” akan ada lebih banyak anggota baru yang mendaftar tahun ini. Namun waktunya tergantung pada proses politik di negara-negara yang ingin bergabung.

Setidaknya 15 negara calon anggota baru – termasuk Arab Saudi, Aljazair, dan Argentina – sedang dipertimbangkan oleh pemerintah-pemerintah yang menjadi pemegang saham bank ini, ujar Maasdorp.

NDB

NDB mendaftarkan program obligasi rupee India senilai $2,5 milyar selama 5 tahun. Setelah NDB menerbitkan obligasi rand Afrika Selatan yang pertama minggu lalu, Maasdorp juga mengatakan pada hari Rabu dalam sebuah diskusi panel.

Ukuran penerbitan pertama, yang diperkirakan akan dilakukan akhir tahun ini, masih dalam pembahasan, katanya kepada Reuters setelahnya.

Bank akan mendaftarkan program obligasi real Brasil “jika diperlukan” dan berharap untuk menerbitkan dalam rubel Rusia dalam “jangka menengah” di bawah program 100 miliar rubel ($ 1,06 miliar) yang dibuat pada 2019. Maasdorp mengatakan kepada panel. Ia menambahkan bahwa NDB tidak dapat menerbitkan utang dalam mata uang rubel saat ini karena adanya sanksi.

NDB telah mengumpulkan $4,5 miliar tahun ini dan akan mengumpulkan setidaknya $8 miliar pada akhir tahun. Maasdorp mengatakan kepada Reuters, menambahkan bahwa NDB sedang bekerja untuk menerbitkan obligasi “patokan” kedua dalam dolar AS dan satu atau dua penerbitan yuan Tiongkok. Dengan ukuran dan jatuh tempo yang belum diputuskan.

disini nih infonya >>https://brics2023.gov.za/