Mengurangi Kekhawatiran Potensi Terjadinya Resesi

Kamis Dolar Melemah

Dolar Amerika melemah pada hari Selasa kemarin. Terpukul oleh kembalinya sentiment Resiko (Risk Appetite). Setelah sejumlah rilis data ekonomi menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika terjaga dengan baik dan mengurangi kekhawatiran potensi terjadinya resesi. Yang pada akhirnya kondisi tersebut lebih memihak pasar saham ketimbang aset aset Safe Haven.

Tingkat Kepercayaan Konsumen (dari Conference Board) naik menjadi 109,7 pada Juni. Tertinggi sejak Januari 2022, dari 102,5 pada bulan sebelumnya.

Sementara Data penjualan rumah baru keluarga tunggal di bulan Mei dan harga rumah di bulan April juga menunjukkan pasar perumahan telah mampu mengatasi kenaikan suku bunga USD.

Sepanjang minggu ini, sementara tidak ada indikasi bahwa resesi akan datang. Tidak terlihat di statistik mana pun. Yang ada adalah paradigma sejarah di mana ketika Fed menaikkan suku bunga dengan kecepatan sekarang sedang terjadi “biasanya” akan terjadi resesi. Yang tadi malam paradigma tersebut tergerus meski masih harus menunggu beberapa data utama lainnya hingga akhir awal bulan Juli nanti.

– Indeks dolar turun 0,234% pada 102,490.

Source:https://www.reuters.com/markets/currencies/dollar-holds-firm-ahead-us-durable-goods-housing-data-2023-06-27/