Dolar naik terhadap Euro pada hari Jumat

Inflasi CPI Australia turun

WHAT HAPPENED ON FOREX MARKET LAST FRIDAY
* Dolar naik terhadap euro pada hari Jumat. Setelah data aktivitas bisnis yang suram dari seluruh dunia memperburuk sentimen risiko dan karena komentar hawkish dari bank sentral menambah tekanan pada mata uang berisiko.
Aktivitas bisnis AS turun ke level terendah tiga bulan pada bulan Juni. Karena pertumbuhan jasa mereda untuk pertama kalinya tahun ini dan kontraksi di sektor manufaktur semakin dalam

Secara umum pertumbuhan ekonomi Amerika menunjukkan perbaikan di kuartal kedua. Bahkan saat kekhawatiran berlanjut bahwa kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve selama setahun terakhir akan memicu resesi.
Di awal sesi Eropa, data menunjukkan pertumbuhan bisnis zona euro hampir terhenti di bulan Juni. Penurunan manufaktur semakin dalam, sementara aktivitas di sektor jasa dominan blok tersebut hampir tidak berkembang, karena permintaan keseluruhan turun untuk pertama kalinya sejak Januari.
– Euro turun 0,57% menjadi $1,08925, level terendah dalam tiga hari terakhir terhadap USD.
– Sedangkan Indeks dolar , yang mengukur mata uang terhadap enam saingannya, naik 0,49% menjadi 102,89.

* Mata uang Inggris telah berada di bawah tekanan dari ekspektasi yang meningkat. Bahwa ekonomi Inggris dapat tergelincir ke dalam resesi setelah Bank of England pada hari Kamis menyampaikan kenaikan suku bunga yang terlalu besar sebagai tanggapan terhadap inflasi yang terus-menerus.
Sebagai pengingat, BoE secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps yg justru direspon negatif oleh pelaku pasar yg khawatir akan terjadinya resesi.
– Poundsterling turun 0,30% pada hari Jumat di $1,271, dan mencetak pelemahan mingguan sekitar 1%.

Source :https://www.nasdaq.com/articles/forex-dollar-higher-on-safety-bid-as-data-spurs-growth-worries