Dolar di tutup menguat pada Senin

Kamis Dolar Melemah

Dolar di tutup menguat pada Senin. Setelah survei dari Federal Reserve menunjukkan bank-bank di Amerika melaporkan standar kredit yang lebih ketat dan permintaan pinjaman yang lebih lemah selama kuartal kedua. Tanda kenaikan suku bunga mulai berdampak pada perekonomian.

Survei Opini Petugas Pinjaman Senior triwulanan Fed, atau SLOOS. Yang ditujukan untuk bisnis dan konsumen, juga menunjukkan bahwa bank berharap untuk lebih memperketat standar selama sisa tahun 2023. Tentu saja, dalam kondisi suku bunga yang lebih tinggi. Pasar akan melihat pengetatan standar pinjaman dan juga melemahnya permintaan pinjaman.

Dolar sempat melemah di awal perdagangan sesi Amerika, tertekan oleh laporan Chicago PMI yg di rilis di bawah Forecast. Namun pelaku pasar melakukan pembacaan ulang terhadap rilis data tersebut yg menunjukkan Chicago PMI bertumbuh 42.8 dibandingkan dengan bulan sebelumnya 41.5 meski di bawah Forecast 43.5 dan membawa Dolar bergerak naik.
– Indeks USD naik 0,28% di sekitat 101.869.

Jepang

Yen Jepang melemah pada hari Senin, melanjutkan respon pasar yg terjadi pada hari Jumat minggu lalu. Karena para trader mencoba untuk menentukan implikasi dari langkah BoJ untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah. Sambil membuat kebijakan kontrol kurva imbal hasil obligasi (YCC) menjadi lebih fleksibel dan melonggarkan pertahanannya terhadap batas suku bunga jangka panjang.
Kebijakan BoJ untuk mempertahankan Yields telah membebani mata uang Jepang selama setahun terakhir, dan intervensi baru pada hari Senin menunjukkan bahwa BoJ dapat terus melakukannya.

Yield obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Mendorong bank sentral untuk melakukan operasi pembelian tambahan untuk memperlambat kenaikan.

China

Di tempat lain di Asia, data menunjukkan aktivitas manufaktur China turun selama empat bulan berturut-turut di bulan Juli. Meskipun dolar Australia yang terekspos pada China dan saham-saham China terdorong oleh berita mengenai langkah-langkah stimulus lebih lanjut dari pemerintah China untuk memacu pemulihan ekonomi yang tersendat-sendat di negara tersebut.

* Aussie naik 1,05% pada $0,6717, dan CNH tergelincir 0,08% pada 7,1433 per dolar. Mendapat dukungan dari pengumuman dari Dewan Negara RRT pada hari Senin mengenai langkah-langkah untuk memulihkan dan memperluas konsumsi di sektor otomotif, real estate dan jasa.

(dikutip dari:https://www.reuters.com/markets/currencies/yen-eyes-first-monthly-gain-since-march-dollar-headed-monthly-loss-2023-07-31/)