DAILY FORECAST SENIN 19 DESEMBER 2022

Inflasi CPI Australia turun

DAILY FORECAST SENIN 19 DESEMBER 2022

 

Focus News :

– Fokus minggu ini : Senin : pertemuan UE membahas batasan harga gas alam. Selasa : data AS pada izin bangunan dan perumahan baru. Pertemuan BoJ (yang diperkirakan tidak merubah kebijakan). Rabu : data AS pada kepercayaan konsumen, penjualan rumah dan stok minyak mentah. Kamis : data AS pada PDB dan klaim awal tunjangan pengangguran. Jumat : data AS pada pendapatan dan pengeluaran pribadi, data inti PCE yang disukai Fed, data barang tahan lama, sentimen konsumen, dan penjualan rumah baru

*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

 

Market Review :

– S&P Global : aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS kontraksi pada Desember menjadi 46,2 dari 47,7

– Baker Hughes : jumlah rig pengeboran aktif minyak mentah di AS selama sepekan turun 5 rig menjadi 620

– Departemen Energi AS mempersiapkan hampir 2 juta barel minyak melalui pertukaran darurat. Disebabkan penutupan Keystone Pipeline (1,2 juta barel dari SPR ke Exxon dan 600.000 barel ke Philips 66). Secara bersamaan memulai upaya untuk mengisi Cadangan Minyak Strategis awal tahun depan. Yang akan dimulai dengan pembelian 3 juta barel dengan harga tetap ($67-$72 per barel). Dan akan dikirim pada bulan Februari

– PM Jepang Kishida berencana merevisi kesepakatan 10 tahun dengan Bank Sentral Jepang. Berpotensi menambah fleksibilitas di sekitar sasaran inflasi 2%. Kishida turut menyiapkan kesepakatan lain dan akan membahas masalah ini dengan Gubernur BOJ berikutnya, yang akan mengganti Kuroda pada bulan April
Bank Of Japan

Dolar menguat pada hari Jumat kemarin dalam perdagangan harian yg cukup fluktuatif, memperpanjang kenaikan tajam di hari Kamis sebelumnya karena mendapatkan dorongan penguatan dari memburuknya sentiment Risk Appetite para pelaku pasar yg sedang bergulat dengan prospek bahwa biaya pinjaman (suku bunga) masih memiliki jalan panjang untuk naik.

Penurunan

USD sempat turun sebentar setelah data menunjukkan aktivitas bisnis Amerika menyusut lebih lanjut pada bulan Desember. Yang dikarenakan pesanan produk baru merosot ke level terendah dalam lebih dari 2,5 tahun. Sementara pembacaan lanjutan dari permintaan yang melemah justru membantu meredakan inflasi secara signifikan.

Indeks Output IMP Komposit Amerika, (data yang menjadi acuan sektor manufaktur dan jasa) turun menjadi 44,6 bulan ini dari pembacaan akhir 46,4 pada bulan November. Itu adalah bulan keenam berturut-turut indeks tetap di bawah angka 50, yang menunjukkan kontraksi di sektor swasta.

Flash PMI yang lebih lemah dari perkiraan tidak akan menghentikan kenaikan The Fed. Pasar mengalami minggu yang hawkish dengan Federal Reserve dan ECB, itulah mengapa dolar mendapatkan dukungan penguatan hingga penutupan perdagangan hari Jumat.

Sehari sebelumnya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga Dolar akan naik lebih jauh dan tetap tinggi lebih lama.

Presiden Fed New York John Williams menaikkan retorika hawkish pada hari Jumat, mengatakan masih memungkinkan bank sentral Amerika menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan tahun depan. The Fed telah memproyeksikan tingkat puncak suku bunga fed  sebesar 5,1%.

– Indeks dolar naik 0,2% menjadi 104,74, setelah reli lebih dari 0,9% pada hari Kamis.
Emas menguat pada perdagangan hari Jumat kemarin, mengabaikan USD yg juga menguat.

Emas tampak kompak bersama dengan mata uang Dolar Amerika bergerak menguat dan menjadi aset Safe Haven di tengah melemahnya sentiment Resiko global.

Data Flash Services PMI Amerika yg menurun ikut memberi dukungan penguatan utk emas, meski akhirnya Dolar juga ikit merangkak naik.

Saham Global

Pasar saham global diterjang aksi jual oleh tekanan dari bank sentral  Amerika dan Eropa yg tampak teguh mengejar target penurunan inflasi dengan menaikkan suku bunga.

S&P500 turin sebesar 1.11%, DowJones turun 0.85%, FTSE turun 1.27%, bahkan Nikkei juga turun 1.87%.

 

– Emas spot naik 0,8% menjadi $1.791,59, tetapi telah turun sekitar 0,3% minggu lalu.

– Emas berjangka Amerika di tutup 0,7% lebih tinggi pada $1.800,20.

 

* OIL melemah lagi pada perdagangan hari Jumat kemarin, turun sekitar $2 per barel terseret oleh pelemahan di pasar saham  global di tengah kekhawatiran resesi yang menjulang, setelah bank sentral di seluruh Eropa dan Amerika Utara mengisyaratkan mereka akan terus memerangi inflasi secara agresif.

 

Federal Reserve mengindikasikan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun depan. Pada hari Kamis sebelumnya,  Bank of England dan Bank Sentral Eropa juga menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi.

ENERGY

Oil sempat melonjak naik untuk beberapa saat. Para pejabat mengatakan Departemen Energi Amerika bahwa pemerintah akan membeli kembali 3 juta barel minyak mentah domestik untuk Cadangan Minyak Strategis. Ini adalah pembelian pertama sejak rekor pelepasan 180 juta barel tahun ini dari persediaan.

Namun ayunan naik Oil hanya bertahan sebentar, karena tekanan pelemahan untuk permintaan minyak mentah lebih mendominasi pasar.

– Brent turun $1,96, atau 2,4%, menjadi $79,25 per barel.

– West Texas Intermediate berjangka turun $1,52, atau 2%, menjadi $74,59 per barel.

DAILY FORECAST JUMAT 16 DESEMBER 2022