WHAT HAPPENED WITH OIL LAST NITE

Pengurangan Produksi Arab Saudi

WHAT HAPPENED WITH OIL LAST NITE

OIL melemah pada perdagagan Senin kemarin dalam perdagangan yg lumayan fluktuatif. Karena pelaku pasar energi mempertimbangkan kesepakatan plafon utang tentatif Amerika. Yang akan mencegah default terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut yang dapat mengekang permintaan energi.

Oil sempat menguat pada awal pembukaan perdagangan harian. Terdongkrak oleh kabar bahwa pemerintah mencapai kata sepakat untuk masalah plafon hutang. Namun harga perlahan kembali turun dan jatuh melemah seiring dengan pencernaan pelaku pasar energi pada kenyataan bahwa kata sepakat mengenai plafon hutang masih membutuhkan beberapa perundingan lagi.

Potensi naiknya suku bunga USD bulan Juni jelas menjadi faktor penting tersendiri yg membuat euforia plafon hutang berangsur mereda. Pelaku pasar energi kembali mewaspadai efek dari tingginya suku bunga yg dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yg menyebabkan berkurangnya permintaan minyak mentah kedepannya.
FEDWatchTool sekarang menilai peluang sekitar 50%-50% bahwa Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuan 13-14 Juni. Naik tajam dari peluang 8,3% yang diprediksi sebulan lalu.

Oil sempat melonjak

Sebagai pengingat, minggu lalu Oil sempat melonjak oleh komentar menteri energi Arab Saudi yg dianggap sebagai indikasi akan adanya tambahan pemangkasan produksi oleh OPEC+.
Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman memperingatkan para short-seller yang bertaruh bahwa harga minyak akan turun untuk “waspadai”. Dalam kemungkinan sinyal bahwa OPEC+ dapat memangkas produksi lebih lanjut.

Namun penopang harga oil tersebut di netralkan oleh komentar menteri energi Russia yg pada akhir minggu kemarin justru mengatakan bahwa OPEC+ tampak belum memiliki rencana utk menambah pemangkasan produksi.
Alexander Novak, mengindikasikan produsen minyak terbesar ketiga dunia itu condong ke arah membiarkan produksi tidak berubah. Ini bisa berarti bahwa OPEC+ tidak akan menambah jumlah pemangkasan produksi.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+. Dijadwalkan bertemu pada 4 Juni.
– Brent berjangka naik 12 sen, atau 0,2%, menjadi $77,07 per barel.
– West Texas Intermediate naik 25 sen, atau 0,3%, menjadi $72,92 per barel.