WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST NITE

Dolar menekan Emas

WHAT HAPPENED WITH GOLD LAST NITE

Emas bergerak stabil di dekat posisi terendah dua bulan terakhir dalam perdagangan yang terbilang cukup kecil range nya pada hari Senin kemarin.
Kabar tercapainya perjanjian plafon utang Amerika psda hari Minggu meredakan kekhawatiran para pelaku pasar atas potensi terjadinya Default. Dan sempat membuat emas membuka oerdagangan hari Senin dengan kondisi sedikit gap bawah.

Berita dari Washington tentang kesepakatan utang, yang “masih harus mendapatkan persetujuan Kongres”. Datang pada hari dengan volume perdagangan yg rendah karena Amerika Serikat dan sebagian Eropa, termasuk Inggris, sedang berlibur.

Sementara potensi Federal Reserve menaikkan suku bunga juga cenderung melemahkan emas. Perlu diingat bahwa Sampai dengan beberapa minggu yang lalu. Mayoritas pelaku pasar bertaruh bahwa Suku Bunga USD tetap stabil dan FED tidak akan menaikkannya di bulan Juni mendatang.

Data ekonomi makro Amerika minggu lalu mengubah pandangan itu, FED sekarang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 13-14 Juni mendatang. Fed Fund berjangka menunjukkan peluang 59,4% untuk kenaikan 25 basis poin, dengan tingkat suku bunga memuncak pada bulan Juli di 5,318%.
Dengan kemungkinan kenaikan suku bunga Juni oleh Fed yg masih tetap ada diatas meja, maka akan lebih cenderung memihak kepada USD dan Yields treasury Amerika yang terus menguat.

Indeks dolar mendekati puncak dua bulannya. Membebani harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan Emas. Sebagai aset yang tidak menawarkan yields, cenderung tidak disukai palaku pasar ketika suku bunga naik.
– Emas spot sebagian besar tidak berubah di $1.946,28 per troy ounce.
– Emas berjangka Amerika naik tipis 0,1% menjadi $1.945,50.