China dan Para Pelaku Pasar

China dan Para Pelaku Pasar

Market Review :
– NAR : penjualan rumah yang tertunda di AS turun 4% di bulan November, setelah penurunan Oktober 4,6%. Secara tahunan, penjualan rumah tertunda turun 37,8%
– API : memperkirakan stok minyak mentah AS selama sepekan turun 1,3 juta barel. Stok bensin naik 510.000 barel. Stok distilat naik 38.000 barel. Di Cushing Oklahoma turun 338.000 barel
– Italia menguji kedatangan pelancong dari China dan mengatakan “hampir setengah” dari penumpang pada dua penerbangan dari China ke Milan ditemukan mengidap virus tersebut. Walau “tidak ada varian baru” ditemukan dalam tes Milan. Italia ingin negara-negara Uni Eropa melakukan hal sama, setelah ketakutan akan virus di bandara Milan. AS turut mewajibkan penumpang maskapai dari China menunjukkan tes negatif Covid-19 sebelum memasuki negaranya. Pembukaan kembali China “memperumit pekerjaan”

Kenaikan kasus Covid-19 membuat pasien rumah sakit membludak

Dolar Amerika naik pada hari Rabu, dibantu oleh pelemahan pasar saham dan menguatnya Yields Treasury Amerika.

Pasar saham global ditutup melemah, dengan fokus masih pada China dan efek potensial dari pembukaan kembali status PPKM di China secara penuh. Di satu sisi, para pelaku pasar menyambut baik kabar bahwa pemerintah beralih dari kebijakan zero-covid untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Disisi lain, dikhawatirkan bahwa perubahan seperti itu akan memicu tekanan harga dan menempatkan inflasi yang meroket.

Yields Treasury Note 10 tahun-nan mencapai 3,88%, lebih dari dua kali lipat dari sekitar 1,5% yang ditawarkan pada akhir tahun 2021.

Ekonomi Amerika

Treasury Note 2 tahun-nan saat ini menghasilkan 4,35% setelah membayar sekitar 0,75% pada awal tahun. Satu hal mengarah ke yang lain. Spekulasi inflasi dapat naik lagi, mendorong Yield dengan durasi katuh tempo pendek naik lebih tinggi, yang pada gilirannya, memicu kekhawatiran tentang potensi resesi.

Dari segi fundamental makro, laporan data Amerika semalam di rilis beragam. Data berlanjutnya pembayaran (pembelian rumah) yg telah melalui proses akad beli dilaporkan menurun, lebih buruk dari Forecast, sementara indeks manufaktur utk wilayah Richmond yg mencakup 5 distrik di Amerika (Maryland, North Carolina, Columbia, Virginia dan West Carolina) di rilis jauh lebih baik dari Forecast.
– Indeks Dolar di tutup naik pada kisaran level 104.230

Harga emas turun 1% pada perdagangan hari Rabu kemarin setelah mencapai puncak tertinggi dalam enam bulan terakhir di hari Selasa sebelumnya. Pelemahan emas lebih disebabkan oleh dolar yang menguat dan Yield Treasury yang kembali naik lebih tinggi.

Pelaku pasar tampaknya juga melakukan aksi taking profit berkaitan dengan perdagangan akhir tahun setelah gerakan penguatan yg “kurang normal” dirasa “berlebihan” pada perdagangan Selasa lalu.
– Emas spot di tutup turun 0,6% menjadi $1.803,16, dan sempat jatuh ke $1.796 di awal sesi Amerika.
– Emas berjangka Amerika di tutup turun 0,4% pada $1.815,8.

ENERGY

OIL juga melemah pada perdagangan hari Rabu kemarin karena para pelaku pasar energy tampak mempertimbangkan kekhawatiran atas lonjakan kasus COVID-19 di China. Terlepas dari kabar rencana pembukaan status pembatasan di China. Sebagai pengingat, China merupakan importir minyak utama dunia.

Pasar Energy juga diterpa ekspektasi kenaikan suku bunga lagi di Amerika Serikat, karena Federal Reserve Amerika mencoba membatasi kenaikan harga di pasar tenaga kerja yang ketat.
Pelaku pasar energy mencatat bahwa volume perdagangan minggu ini diperkirakan akan lebih kecil dari biasanya menjelang akhir tahun, menciptakan lebih banyak volatilitas pada harga minyak.

Sementara itu Rusia mengatakan ; mulai 1 Februari akan melarang penjualan minyak mulai ke negara-negara yang mematuhi batas harga G7 yang diberlakukan pada 5 Desember. Meskipun rincian tentang bagaimana larangan itu akan berhasil tidak jelas.

Laporan A.P.I juga ikut mwnekan harga OIL, A.P.I Persediaan minyak mentah mingguan Amerika turun 1,3 juta barel untuk minggu yang dihitung hingga 23 Desember.

Jumlah Penurunan tersebut dibawah penurunan minggu sebelumnya sebesar 3,069 juta barel.
A.P.I juga melaporkan peningkatan persediaan bensin sebesar 510.000 barel minggu lalu, dan stok sulingan sebesar 388.000 barel.
– Brent turun $1,07, atau 1,3%, di kisaran level $83,26 per barel.
– West Texas Intermediate di tutup pada level $78,96 per barel, turun 57 sen, atau 0,7%.

Focus News :
– 20:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 225K , P: 216K )
– 23:00 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -1.2M , P: -5.9M )
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

DAILY FORECAST RABU 21 DESEMBER 2022