DAILY FORECAST RABU 14 DESEMBER 2022

DAILY FORECAST RABU 14 DESEMBER 2022

Focus News :
– 22:30 | USD | Crude Oil Inventories ( F: -3.4M , P: -5.2M )
– 02:00 | USD | Federal Funds Rate ( F: 4.50% , P: 4.00% ) & FOMC Statement
– 02:30 | USD | FOMC Press Conference
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Departemen Tenaga Kerja AS : Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,1% tingkat bulanan pada November, naik 7,1% tingkat tahunan dibanding 7,7% di Oktober. Inflasi CPI inti naik 0,2% tingkat bulanan, dan turun menjadi 6,0% tingkat tahunan dibanding 6,3% di Oktober.
– Negosiator di Kongres AS mencapai kesepakatan mendanai pemerintah sampai akhir tahun fiskal saat ini (30 -9-2023). Untuk memenuhi tenggat waktu Jumat malam ketika dana yang ada habis. Pemungutan suara prosedural pertama pada undang-undang sementara (RUU omnibus) ditetapkan pada hari Rabu. Perkiraan akan mencakup pendanaan hingga $ 1,5 triliun

– API : memperkirakan stok minyak mentah AS selama sepekan naik 7,819 juta barel. Stok bensin naik 877.000 barel. Stok distilat naik 3,9 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 640.000 barel
– TC Energy Corp. : pipa minyak Keystone sebagian dapat dimulainya kembali pada Rabu dan dapat kembali secara penuh pada 20 Desember. Cuaca buruk turut menghambat upaya memulai kembali.
Emas melonjak lebih dari 2% pada hari Selasa malam tadi ke level tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir. Data menunjukkan kenaikan harga konsumen Amerika yang lebih kecil dari perkiraan, rilis data tersebut memperkuat keyakinan bahwa akan terjadinya perlambatan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

Kenaikan Harga

indeks dolar turun lebih dari 1% ke level terendah hampir enam bulan, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Yield Treasury Note 10-year Amerika juga tergelincir jatuh.
– Emas spot naik 2,1% pada $1.817,64, ini merupakan level tertinggi sejak 30 Juni.
– Emas berjangka Amerika naik 2,2% menjadi $1.830,90.
Emas melonjak lebih dari 2% pada hari Selasa malam tadi ke level tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir, setelah data menunjukkan kenaikan harga konsumen Amerika yang lebih kecil dari perkiraan. Rilis data tersebut memperkuat keyakinan bahwa akan terjadinya perlambatan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

Minyak Mentah

OIL juga menguat, melonjak di atas $80 per barel pada hari Selasa kemarin dan mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam lebih dari sebulan terakhir, karena pelaku pasar membeli aset berisiko setelah data Amerika menunjukkan perlambatan inflasi.
Pasar juga didukung oleh kekhawatiran tentang gangguan pasokan yg berlarut larut, termasuk penutupan yang sedang berlangsung dari pipa minyak mentah Keystone Kanada ke Amerika Serikat setelah kebocoran besar minggu lalu.

Oil sedikit terkoreksi jelang penutupan perdagangan harian setelah laporan cadangan minyak mentah mingguan dari A.P.I di rilis.
A.P.I melaporkan Jimlah Cadangan Minyak Mentah mingguan Amerika meningkat 7,8 juta barel untuk minggu yang dihitung hingga tanggal 9 Desember, melebihi penurunan sejumlah 6,4 juta barel yang dilaporkan oleh API untuk minggu sebelumnya dan melebihi Forecast yg menghitung penurunan sejunlah 3,9 juta barel.

Data API juga menunjukkan persediaan bensin naik sekitar 877.000 barel pekan lalu, dan stok sulingan naik 3,9 juta barel.

– Brent di tutup naik di $80,68 per barel, naik $2,69, atau 3,5%.
– West Texas Intermediate di tutup di $75,39 per barel, naik $2,22, atau 3%.
Kedua kontrak mencatat kenaikan harian terbesar sejak 4 November.