DAILY FORECAST KAMIS 15 DESEMBER 2022

DAILY FORECAST KAMIS 15 DESEMBER 2022

Focus News :
– 19:00 | GBP | Official Bank Rate ( F: 3.50% , P: 3.00% ) & Monetary Policy Summary
– 20:15 | EUR | Main Refinancing Rate ( F: 2.50% , P: 2.00% ) & Monetary Policy Summary
– 20:30 | USD | Retail Sales m/m ( F: -0.2% , P: 1.3% ) & Core Retail Sales m/m ( F: 0.2% , P: 1.3% )
– 20:30 | USD | Empire State Manufacturing Index ( F: -1.1 , P: 4.5% )
– 20:30 | USD | Philly Fed Manufacturing Index ( F: -10.0 , P: -19.4 )
– 20:30 | USD | Unemployment Claims ( F: 230K , P: 230K )
– 20:45 | EUR | ECB Press Conference
*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

  • Fed dengan suara bulat menaikkan suku bunga 50bps ke kisaran 4,25% – 4,5%, menegaskan kembali sikap kenaikan suku bunga berkelanjutan. Inflasi tetap tinggi, pekerjaan tetap kuat, pengangguran rendah.
  • Dot plot Fed : pandangan tingkat kebijakan suku bunga pada akhir 2023 mencapai 5,1%, naik dari 4,6% pada September.
  • PDB diperkirakan hanya naik 0,5% pada 2022 dan 2023. Inflasi PCE diperkirakan naik 0,3% menjadi 3,1% untuk 2023 dan 2,5% di 2024 dan PCE Inti menjadi 3,5% pada 2023. Tingkat pengangguran diperkirakan pada 3,7% tahun ini, dan menjadi 4,6% pada 2023

Ketua Fed Powell : kami telah membahas banyak hal, efek dari pengetatan belum terasa, memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, berharap kenaikan yang berlangsung sesuai untuk mendapat pembatasan yang cukup. Tingkat yang lebih tinggi akan membebani investasi. Terlalu dini berbicara pemotongan suku bunga karena fokusnya mendorong inflasi turun ke sasaran 2%

EIA : selama sepekan stok minyak mentah naik 10,23 juta barel menjadi 424,1 juta barel. Stok bensin naik 4,5 juta barel. Stok distilasi naik 1,36 juta barel. Di Cushing Oklahoma naik 426.000 barel

Emas melemah pada perdagangan hari Rabu kemarin, terutama pada hari Kamis dini hari tadi setelah Fed mengisyaratkan bahwa suku bunga akan tetap tinggi memasuki tahun baru. Terlalu dini untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga.

Dalam konferensi pers, Powell tegas mengatakan : “Fokus kami saat ini adalah benar-benar memindahkan sikap kebijakan kami ke salah satu yang cukup ketat untuk memastikan kembalinya inflasi ke target 2% kami dari waktu ke waktu, bukan pada penurunan suku bunga”

Meski Dolar Amerika sendiri juga melemah pada perdagangan Rabun kemarin, namun tampaknya pelaku pasar tampak sedikit terkejut dengan pernyataan Powell pada konferensi pers dini hari tadi yg secara umum di anggap Hawkish oleh market.

Emas spot turun 0,1% lebih rendah menjadi $1.808,09, setelah jatuh sebanyak 0,8%. Fed mengumumkan untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase yang diharapkan secara luas. Dan proyeksi setidaknya satu tambahan 75 basis poin kenaikan biaya pinjaman pada akhir tahun 2023.

Emas berjangka Amerika menetap 0,4% lebih rendah pada $1.818,70.

ENERGY

OIL menguat lebih dari $2 pada hari Rabu setelah OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan akan ada rebound permintaan selama tahun depan. Karena perkiraan kenaikan suku bunga USD diperkirakan akan semakin mereda seiring dengan melambatnya inflasi.

Kebocoran dan pemadaman Keystone Pipeline milik TC Energy belum juga selesai. Beberapa Para pejabat mengatakan pembersihan akan memakan waktu setidaknya beberapa minggu. Hal ini menjadi salah satu penopang harga OIL setidaknya untuk minggu minggu ini.

Oil sempat sedikit terkoreksi oleh laporan E.I.A yg mengatakan bahwa stok minyak mentah mingguan Amerika naik lebih dari 10 juta barel pekan lalu.

Terbesar sejak Maret 2021, didukung oleh rilis dari Strategic Petroleum Reserve dan karena penyulingan mengurangi aktivitas.

Namun Oil segera kembali menguat karena EIA juga melaporkan prediksi permintaan minyak mentah dari China yg dapat pulih tahun depan setelah kontraksi 400.000 bpd pada tahun 2022, menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2023 menjadi 1,7 juta bpd dengan total 101,6 juta bpd.

OPEC juga ikut mengangkat hatga emas dengan perhitungannya yg mengatakan permintaan minyak akan tumbuh sebesar 2,25 juta barel per hari (bpd) selama tahun depan menjadi 101,8 juta bpd, dengan potensi kenaikan dari China, importir utama dunia.

  • Brent ditutup naik $2,02, atau 2,4%, menjadi $82,70 per barel.
  • West Texas Intermediate ditutup naik $1,94 menjadi $77,28.

Perlemahan Emas

Dolar melemah terhadap pada hari Rabu kemarin, dan semoat bergerak fliktuatif pada Kamis dini hari tadi setelah Federal Reserve Amerika menaikkan suku bunga setengah poin persentase seperti yang diperkirakan dan mengatakan akan perlu terus menaikkan suku bunga.

Namun USD kembali melemah Ketua Fed Jerome Powell menjawab pertanyaan dalam konferensi perss. Powell mengatakan bahwa The Fed memproyeksikan setidaknya 75 basis poin tambahan kenaikan biaya pinjaman pada akhir tahun 2023 serta peningkatan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang hampir terhenti.

Ini memberi pelaku pasar sedikit ruang utk bernafas lega, dan berfikir bahwa reli kenaikan suku bunga USD di tahun 2023 mungkin tidak akan seagresif yg terjadi di tahun 2022 ini.
– Indeks dolar di tutup turun 0,39% di kisaran level 103.590 dan terus melemah pada perdagangan Asia Kamis pagi ini hingga mencapai level 103.310