DAILY FORECAST JUMAT 16 DESEMBER 2022

DAILY FORECAST JUMAT 16 DESEMBER 2022

Dolar Amerika melonjak pada hari Kamis kemarin karena para pelaku pasar resah atas risiko terjadinya resesi, akibat Federal Reserve yg kemungkinan akan menaikkan suku bunga hingga tahun depan.

Daya pikat Dolar diperbesar oleh memburuknya sentiment resiko yg menghantam hampir semua aset aset beresiko tinggi (Pasar Saham).

– Indeks dolar naik 0,9% pada 104,53.

Laporan data Retail Sales sempat membuat USD melemah, namun selanjutnya justru pasar saham yg jatuh melemah dan membuat USD menjadi pelarian sebagai aset Safe Haven Currencies.

Tercatat DowJones melemah 2.25%, S&P melemah 2.49% dan Dax jatuh sebesar 3.28%, bahkan pelemahan pasar saham tidak hanya terjadi di Amerika, di Eropa FTSE melemah 0.93%, dan Nikkei jatuh sebesar 1.26%

Kenaikan Suku Bunga Eropa

Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya berturut-turut, meskipun kurang dari dua pertemuan terakhirnya. Menjanjikan kenaikan lebih lanjut dan menyusun rencana untuk menguras uang tunai dari sistem keuangan sebagai bagian dari perjuangannya melawan pelarian. inflasi.

Presiden ECB Christine Lagarde, dalam konferensi persnya, mengatakan risiko kenaikan inflasi tetap ada, yang memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Euro sempat naik mencapai $1,0737 yg merupakan level tertinggi sejak 9 Juni, setelah keputusan ECB tersebut diatas sebelum akhirnya jatuh kembali ke $1,0629, turun 0,5%.

Poundserling juga turun tajam karena investor yakin BOE mendekati akhir kenaikan suku bunga. Terakhir turun hampir 2% pada $1,2183.

Bank of England juga menaikkan suku bunga utamanya setengah poin persentase lebih lanjut pada hari Kamis dan mengindikasikan kemungkinan kenaikan lebih lanjut. Namun para pelaku pasar bertaruh bahwa BoE mungkin mendekati akhir kenaikan suku bunga nya.

Emas Semakin Terjerembab

Emas jatuh melemah pada hari Kamis, turun sebanyak 2% ke level terendah dalam sekitar seminggu terakhir.   Dolar menguat setelah Federal Reserve mengatakan akan memberikan lebih banyak kenaikan suku bunga tahun depan.

Rilis data ekonomi makro dari Amerika semalam hanya mampu membuat emas sedikit rebound, tetapi tidak mampu membuat emas keluar dari bayang bayang reli kenaikan suku bunga USD kedepannya.

Sebagai pengingat, pada Kamis dini hari kemarin Jerome Powell mengindikasikan bahwa FED memperkirakan suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama.

– Emas spot turun 1,2% menjadi $1.785,36 ​, setelah sebelumnya sempat merosot ke level terendah $1.771,89.

– Emas berjangka Amerika turun 1,3% menjadi $1.794,40.

ENERGY

OIL melemah turun sekitar 2% pada hari Kamis karena para pedagang khawatir tentang prospek permintaan bahan bakar karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral global.

Ikut menekan harga OIL adalah di bukanya kembali jalur minyak Amerika – Kanada meski baru sebagian.

TC Energy Kanada Corp mengatakan akan melanjutkan operasi di bagian pipa Keystone. Seminggu setelah kebocoran lebih dari 14.000 barel minyak di Kansas memicu penutupan.

– Brent berjangka turun $1,49, atau 1,8%, menjadi $81,21 per barel.

– West Texas Intermediate  turun $1,17, atau 1,5%, menjadi $76,11

 

Focus News

– 21:45 | USD | Flash Services PMI ( F: 46.5 , P: 46.2 ) & Flash Manufacturing PMI ( F: 47.7 , P: 47.7 )

*) F: Forecast (perkiraan) , P: Previous (sebelumnya)

Market Review

– Departemen Tenaga Kerja AS : ada 211.000 klaim awal tunjangan pengangguran dalam sepekan, dibanding pekan sebelumnya 231.000 klaim (direvisi naik dari 230.000)

– Departemen Perdagangan AS : penjualan ritel turun 0,6% menjadi $ 689,4 miliar di bulan November, setelah kenaikan 1,3% pada Oktober

– Fed Philadelphia : indeks aktivitas bisnis wilayah Philadelphia naik di -13,8 di bulan Desember dari -19,4

– DPR AS dengan suara 224:201 menyetujui perpanjangan pendanaan pemerintah satu minggu. Untuk memberi waktu negosiator kongres menyelesaikan kesepakatan pendanaan pemerintah setahun penuh. Langkah harus disahkan Senat sebelum diserahkan kepada Presiden Biden

– Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga 50 bps, kenaikan keempat yang menjadikan suku bunga pada operasi refinancing utama, pinjaman marjinal dan simpanan menjadi 2,5%, 2,75% dan 2%, dan berharap menaikkan secara signifikan lebih lanjut, karena inflasi masih terlalu tinggi dan diperkirakan bertahan lama diatas target. Inflasi diperkirakan mencapai 8,4% pada 2022 sebelum turun menjadi 6,3% pada 2023

Inflasi Bertahan Di Level Atas

Presiden ECB Lagarde : jelas bahwa kita mengharapkan kenaikan 50 bps untuk jangka waktu tertentu. Inflasi Desember mungkin sedikit lebih rendah, dengan inflasi Januari dan Februari cenderung lebih tinggi. Kami berharap ratifikasi ESM oleh Italia dalam waktu singkat. Mulai awal Maret 2023 akan mulai mengurangi neracanya rata-rata sebesar € 15 miliar per bulan hingga akhir Q2 2023

– Bank Sentral Inggris dengan suara 6:3 menaikkan suku bunga 50 bps menjadi 3,5%, tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Dengan dua mendukung tidak berubah dan satu menginginkan 75 bps. Pejabat memberi isyarat menaikkan lebih lanjut karena khawatir inflasi tetap tinggi di atas target 2,0% tanpa tindakan lebih lanjut

– Bank National Swiss (SNB) menaikkan suku bunga deposito acuan 50 bps menjadi 1,0% dari 0,50%, kenaikan ketiga berturut. SNB melihat pertumbuhan 2022 sekitar 2% dan 0,5% pada 2023

– Para pemimpin Uni Eropa mendukung kesepakatan cepat tentang batas harga gas alam, walau masih belum puas dengan tingkat harga. Para menteri diharap “menyelesaikan” pekerjaan mereka pada Senin atas apa yang disebut mekanisme koreksi pasar. Kesepakatan batas harga gas akan membuka paket tindakan yang lebih luas untuk mengendalikan harga energi yang tinggi

– Uni Eropa mencapai kesepakatan paket sanksi kesembilan terhadap Rusia, menargetkan drone, bank, serta pejabat yang bertanggung jawab atas dugaan penculikan anak-anak dari Ukraina. Langkah disetujui oleh duta besar blok tersebut Kamis dan akan berdampak pada lebih dari 100 individu dan lusinan entitas

– Bank sentral China menggenjot suntikan uang tunai ke dalam sistem perbankan pada hari Kamis, sambil mempertahankan suku bunga pinjaman kebijakan jangka menengah tidak berubah selama empat bulan berturut-turut, untuk menjaga kondisi likuiditas yang cukup