Dolar AS Tertekan Data NFP, Namun Imbal Hasil Treasury Cegah Pelemahan Lebih Lanjut
US Dolar melemah pada hari Jumat kemarin dan bergerak cukup fluktuatif sepanjang hari.Dolar yg menguat selama 3 minggu terakhir sempat terkoreksi,terayun turun pada hari Jumat malam kemarin setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Amerika pada September berada di bawah ekspektasi ekonom dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2%
Meski demikian, pelemahan US Dolar tertahan, USD tetap ditopang oleh Yield Amerika yang berada di dekat level tertinggi dalam 24 tahun terakhir, meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal di sejumlah negara Eropa, serta kenaikan harga minyak.
Kenaikan harga minyak mentah mendorong sebagian pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap mata uang negara-negara pengimpor energi utama, termasuk Euro dan Yen.
Pelaku pasar melihat data (lapangan kerja) secara keseluruhan sebagai serangkaian angka Goldilocks: aktivitas masih cukup tangguh, tetapi tidak menghasilkan tekanan inflasi yang signifikan.Ini merupakan latar belakang yang baik dari perspektif ekonomi secara luas.
Angka ini seharusnya relatif baik bagi aset berisiko secara umum dan mata uang ber-beta tinggi.
Data ini juga kemungkinan, di sisi lain, tidak memberikan dampak besar terhadap ekspektasi kebijakan FED, tetapi mengurangi sedikit risiko ekstrem terkait kemungkinan mereka kembali menaikkan suku bunga pada Oktober.
Sementara itu, Yield Treasury Amerika bertenor 10 tahun juga turun setelah laporan tersebut sebelum kemudian berbalik naik 5,14 basis poin menjadi 5,299%.
