Pola Candlestick Bullish Engulfing Dalam Trading

Dalam belajar trading forex, analisa harga merupakan dasar teknikal yang bisa disebut lebih efektif dari hanya pembacaan indikator manapun, jika Anda bisa memahami dan memanfaatkannya dengan baik. Hal ini terjadi karena aksi harga merupakan refleksi dari apa yang terjadi di pasar; apakah pihak buyer lebih mendominasi atau sebaliknya, bagaimana tarik ulur saat ini menciptakan keadaan yang seimbang, dan lain sebagainya.

Mengetahui pembalikan dan kelanjutan tren harga (price reversals and continuations) adalah skill yang sangat penting untuk dimiliki oleh trader. Melalui analisa price action, trader bisa mempelajari bagaimana menggunakan pola candlestick untuk beraksi di pasar. Karena itu, dalam artikel ini, kita akan mengupas tutorial trading dengan salah satu pola candle populer, yakni Bullish Engulfing.

Mari kita mulai dari apa itu pola candlestick bullish engulfing, pola ini adalah pola dengan formasi candle yang merepresentasikan dominasi penuh para buyer atas seller, pola candlestick yang biasanya bisa ditemukan pada akhir downtrend. terlihat candle bullish (berwarna hijau) menutupi seluruh bagian candle bearish (merah) yang terbentuk sebelumnya. Sesuai indikasi tersebut, maka Bullish Engulfing bisa dikatakan menandakan kesiapan para pelaku pasar untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Pola ini terdiri dari dua candle yang sudah terbentuk sempurna. Pada pasar yang sedang trending, pola ini mengisyaratkan terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal), karena menunjukkan pergeseran momentum yang kuat dari sell ke buy pada keadaan downtrend, atau dari buy ke sell pada kondisi uptrend. Semakin kuat trend, semakin tinggi probabilitasnya. Selain itu, pola ini akan lebih akurat pada time frame yang lebih tinggi.

So, harap diperhatikan kembali dan hendaknya dipastikan pergerakan pasar benar-benar dalam keadaan trending, bukan bergerak sideways atau konsolidasi. Candle pertama harus bearish candle (warna merah pada gambar di atas) atau doji, dan candle berikutnya (engulfing candle) harus bullish candle (warna hijau) dengan body yang lebih panjang. Jika engulfing candle “menelan” 2 atau 3 candle sebelumnya maka probabilitasnya akan lebih tinggi.

Menurut Steve Nison, didalam bukunya “ Japanese Candlestick, charting technique”, ada 3 kriteria utama yang membentuk Engulfing Pattern, yakni :

  1. Pasar harus dalam trend yang menanjak / up-trend (bagi ‘bullish engulfing pattern’), ataupun pasar harus dalam trend yang menurun / down-trend (bagi ‘bearish engulfing pattern’), bahkan jika trend tersebut hanya berlangsung sebentar saja;
  2. Dua Candle yang saling berlawanan warnanya. Lilin yang kedua (body candle) harus “menelan” (body) lilin yang pertama;
  3. Batang tubuh nyata (body candle) dari lilin yang kedua, harus berlawanan warnanya dengan batang tubuh nyata lilin yang pertama (note: ada pengecualian bagi aturan ini, jika lilin yang pertama merupakan doji. Jadi, setelah kejatuhan yang diperpanjang, sebuah doji ‘ditelan’ oleh sebuah batang tubuh putih yang sangat besar, bisa jadi merupakan sebuah dasar dari sebuah pembalikan. Sebaliknya, dalam sebuah trend naik, sebuah doji diselimuti oleh sebuah batang tubuh nyata berwarna hitam, bisa jadi merupakan sebuah pola pembalikan tanda pasar yang bearish)

Dan sinyal pembalikan yang penting, seringkali dapat ditandai dengan 3 faktor ini :

  1. Jika pada hari pertama dari ‘Engulfing Pattern’ ini, memiliki sebuah batang tubuh nyata yang sangat kecil (body candle sangat kecil / tipis), dan pada hari kedua terbentuk batang tubuh nyata yang sangat panjang. Batang tubuh nyata (body candle) lilin yang pertama merefleksikan sebuah pemborosan dari kekuatan trend hari sebelumnya, dan batang tubuh (body candle) lilin kedua yang lebih besar, membuktikan sebuah kenaikan dalam kekuatan di belakang pergerakan yang baru;
  2. Jika ‘Engulfing Pattern’ muncul setelah sebuah pergerakan yang diperpanjang (baca: masa konsolidasi / sideway) dan bergerak sangat cepat. Sebuah pergerakan cepat, atau yang diperpanjang, menciptakan sebuah pasar yang terlampaui diperpanjang (baik oleh karena terjadi overbought , ataupun oversold), dan membuat pergerakan ini begitu rentan terhadap terjadinya profit taking (note: candle ini serngkali juga disebut dengan nama ‘candle marubozu‘, dan ini juga sebuah kesempatan emas, bagi sahabat trader, yang menyukai gaya trading ‘cepat’ OT – opportunity trade );
  3. Jika terdapat sebuah volume yang besar pada batang tubuh nyata (body candle) yang kedua dari ‘Engulfing Pattern’ ini

Mengetahui pembalikan dan kelanjutan tren harga (price reversals and continuations) adalah skill yang sangat penting untuk dimiliki oleh trader. Melalui analisa price action, trader bisa mempelajari bagaimana menggunakan pola candlestick untuk beraksi di pasar.

Sebagai penutup, Seandainya Anda menerapkan tutorial trading dengan pola Bullish Engulfing untuk strategi reversal, maka Anda bisa menggunakan Support Resistance untuk menentukan Open dan Close Posisi.